Puskesmas Berbah Gelar PIN Polio, Sasar Anak Usia 0 sampai 7 Tahun

Sleman – Puskesmas Berbah menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Wilayah Kapanewon Berbah pada Rabu (17/1/2024) di Puskesmas Berbah, Sribit, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Sasaran kegiatan ini adalah anak usia 0 sampai 7 tahun.

Menurut Kepala Unit Pelayan Terpadu (UPT) Puskesmas Berbah dr. Hari Pratono, bahwa penyakit polio (poliomyeslistis) yang disebabkan oleh virus polio, merupakan penyakit menular  yang sangat berbahaya dan tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah dengan imunisasi polio. Penyakit polio bisa menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan  seumur hidup juga bisa menyebabkan kematian.

“Penyakit polio meyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus polio,” jelas Dokter Hari.

Hari menuturkan, pelaksanaan PIN Polio di Kapanewon Berbah berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Kabupten Sleman nomor 442/0323 tentang Pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Kabupaten Sleman karena ditemukan kasus penyakit lumpuh layu akut (accute flaccido paralysis) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dengan hasil terkonfirmasi virus polio VDPV2. Selain itu ditemukan juga virus  pada sempel di Kabupten Bangkalan, Jawa Timur.

Berdasarkan kasus tersebut, sesuai arahan dari Komite Imunisasi Nasional (KIN) harus dilakukan respon imunisasi polio melalui pelaksanaan SUB PIN polio 2 putaran di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur serta Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istmewa Yogyakarta.

“Wilayah Kabupten Sleman juga menjadi tempat pelaksanaan SUB PIN, karena dinilai berisiko tinggi karena bersinggungan langsung dengan wilayah Kabupten Klaten,” jelas Dokter Hari.

Hari menambahkan, SUB PIN dilaksanakan dengan memberikan imunisasi Novel orral Vaccine Type 2 (n0PV2)

“Vaksin diberikan kepada seluruh sasaran anak anak umur 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status/riwayat imunisasi sebelum nya. Yang dimaksud  umur 7 tahun adalah batasan umur ketika divaksin usia  7 tahun 11 bulan 29 hari,” kata Dokter Hari.

Hari juga mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), agar dapat terhindar dari segala penyakit yang mengancam kesehatan, termasuk polio.

“Melengkapi imunisasi pada anak,  jangan buang BAB sembarangan, cuci tangan dengan sabun bila selesai BAB, masak sampai matang minuman dan makanan, jangan buang popok bayi sembarangan,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pemkab Sleman Sosialisasikan Sisir Adminduk 2024 di Margomulyo

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Informasi, Rekam Data, dan Pelayanan Administrasi Kependudukan (Sisir Adminduk) tahun 2024 di Kalurahan Margomulyo Kapanewon Seyegan pada hari Selasa  (16/1/2024).

Margomulyo merupakan kalurahan pertama di antara 17 Kalurahan di 17 Kapanewon yang diadakan sisir adminduk tahun 2024. Dipilihnya Margomulyo untuk kegiatan tersebut karena tahun ini Margomulyo ditunjuk untuk mewakili Seyegan dalam lomba GISA (Gerakan Indonesia sadar Administrasi Kependudukan).

Kegiatan sisir adminduk dihadiri peserta dari pamong Kalurahan, BPKal, perwakilan Lembaga RT, RW dan tokoh masyarakat, Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Dukcapil dan Bank Sleman sebagai nara sumber.

Eko Puji Mulyanto selaku Lurah Margomulyo yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sisir adminduk ini merupakan persiapan Margomulyo dalam lomba Gisa tahun 2024. Melihat animo warga yang hadir untuk melengkapi data kependudukannya, Eko optimis untuk peningkatan persentase sadar adminduk di wilayahnya.

“Di samping itu, kegiatan ini juga dapat memacu pamong untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” ujar Eko.

Samino, Panewu Seyegan  menyampaikan bahwa di awal tahun 2024 ini, mulai disosialisasikan sadar adminduk dari tingkat Kalurahan, padukuhan sampai dengan tingkat RT/RW. 

“Dengan animo yang tinggi dari kegiatan sisir adminduk ini, bisa menggambarkan tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat,” katanya.

Samino menambahkan bahwa tujuan akhir dari kegiatan sisir adminduk ini adalah kemanfaatan bagi masyarakat karena setiap instansi akan membutuhkan data kependudukan tersebut

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, Susmiarto, dalam pengarahannya menyampaikan tentang GISA yang merupakan Program Nasional yang digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan menuju masyarakat yang tertib, pemerintah yang efektif dan efisien serta negara yang memiliki daya saing.

Lebih jauh Susmiarto juga menyampaikan bahwa kegiatan sisir adminduk dengan metode jemput bola seperti dilaksanakan sekarang ini merupakan kegiatan inovasi dalam pelayanan adminduk.

“Dalam satu waktu dan satu tempat, masyarakat dapat memanfaatkan jenis pelayanan adminduk yang terdiri dari perekaman KTP-el, KTP -el hilang/rusak, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), KK hilang/rusak, pemutakhiran data KK, Kartu Identitas Anak (KIA), Akte Kelahiran semua umur, Akte Kematian, Akte Perkawinan dan layanan BPJS Kesehatan,” jelas Susmiarto.

Juga ditekankan oleh Susmiarto tentang sisir Adminduk yang dapat dijadikan evaluasi tentang tolak ukur penduduk sadar memiliki dokumen kependudukan, melakukan perubahan KK dan data KK.

“Sedangkan tolak ukur berikutnya adalah tolak ukur kinerja aparat sadar melayani adminduk,” tuturnya.

Susmiarto memberikan laporan bahwa kegiatan sisir adminduk akan dilaksanakan 17 kali di 17 Kalurahan yang mewakili 17 Kapanewon.

“Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan prosentase kepemilikan dokumen kependudukan. Dari segi pelayanan dapat dilakukan di tempat lain/luar Dukcapil dengan fasilitasi yang lengkap dan mutakhir,” jelasnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menggambarkan bahwa kegiatan sisir adminduk diibaratkan sebagai sejarah kehidupan dari seseorang dari lahir sampai meninggal karena dokumen yang dihasilkan adalah data yang diperlukan oleh banyak institusi.

Kustini berharap pelayanan adminduk kepada masyarakat lebih dioptimalkan,  apalagi data yang disajikan sangat terkait dengan data kemiskinan ekstrim dan angka stunting. Ditambahkan juga oleh Kustini tentang peluang untuk kuliah bagi warga miskin, rentan miskin tetapi berprestasi untuk mendapat beasiswa dari Pemda Sleman di Unisa dan Amikom.

“Dengan pendidikan yang meningkat tersebut, pemerintah Kabupaten Sleman mencoba untuk memutuskan rantai kemiskinan yang angkanya masih cukup tinggi,” tutupnya.

Kegiatan sisir adminduk kemudian diakhiri dengan penyerahan dokumen kependudukan secara simbolis oleh Bupati  kepada perwakilan warga masyarakat dan dilanjutkan dengan kunjungan Bupati Sleman di unit pelayanan adminduk di halaman Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Fun Tahfidz for Fun School, Ciptakan Hafidz Quran untuk Masa Depan

Sleman – Para pecinta Al-Qur’an merupakan manusia unggul dan masuk dalam kategori pilihan. Nabi Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah memiliki dua kelompok orang yang mempunyai kedudukan khusus di hadirat-Nya’. Sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Golongan pecinta Al-Qur’an. Mereka adalah golongan Allah dan golongan yang khusus bagi-Nya’.

Hadis itu menjadi salah satu yang menjadi inspirasi santriwan dan santriwati Taman Tahfidz Al-Maun SD Muhammadiyah Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta dalam menghafal Al-Qur’an. Slogan Fun Tanfidz for Fun School mulai di gelorakan beberapa tahun lalu.

Kegiatan perform pertama yang diselenggarakan pada Rabu (17/1/2024) mengambil tema “Menjadi Generasi Hafidz yang Berjiwa Muballigh” dan diikuti oleh puluhan siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan melahirkan kader Muhammadiyah yang punya passion sebagai hafidz yang kedepan bisa menjadi da’i di Persyarikatan Muhammadiyah.

Koordinator Taman Tahfidz, Suradi mengatakan melalui perform ini agar santri terbiasa syiar melalui Al-Qur’an, tampil di hadapan khalayak melalui Kitab Suci.

“Dalam taman tahfidz ini kita ingin hadirkan metode tahfidz yang menyenangkan, happy fun, sesuai dunia anak-anak kita,” ujarnya.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Ortom dan Persyarikatan ini diharapkan kedepannya bisa mencetak kader-kader Muhammadiyah yang hafal Quran.

“Alhamdulillah, kita bisa kerjasama dengan Ortom, juga ada masukan-masukan berharga dari mereka, dan semoga taman tahfidz ini semakin berkembang ke depannya,” pungkas Suradi (Athiful/KIM Depok).




Kapanewon Depok Gelar Upacara Bendera Rutin Setiap Tanggal 17

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok kembali menggelar Upacara Bendera Bulan Januari 2024, pada Rabu (17/1/2024). Kegiatan ini didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 24.1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Upacara Bendera Merah Putih di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Surat Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 003/000018 tentang Penyelenggaraan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kapanewon Depok adalah Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara dengan petugas upacara utusan dari Kapanewon Depok.

Dalam amanahnya, Wawan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada aparat di lingkungan Pemerintah Kapanewon Depok yang telah bekerja secara disiplin, efektif, dan produktif sehingga seluruh program pembangunan Pemerintah Kabupaten Sleman dapat berjalan dengan baik.

“Di tahun 2024 ini mari kita pelihara hasil positif yang telah kita capai dan kita perbaiki segala kekurangan yang ada untuk menjadi lebih baik lagi di waktu-waktu mendatang. Mari kita tingkatkan prestasi yang telah dicapai oleh Pemkab Sleman selama tahun 2023,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wawan mengajak seluruh pihak di Kabupaten Sleman khususnya di Kapanewon Depok untuk semakin meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang lebih optimal. Mengingat pada tahun-tahun mendatang tantangan yang kita hadapi dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan semakin kompleks.

“Pada kesempatan ini saya berpesan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kapanewon Depok untuk selalu menjaga profesionalisme dan terus melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai regulasi. Tunjukkan performa kinerja yang tinggi, responsif, dan berorientasi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tambahnya.

Wawan juga berharap kepada seluruh ASN, serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilu 2024 di tingkat kapanewon, kalurahan, serta padukuhan untuk senantiasa menjaga netralitas.

Selain itu, Wawan juga mengharapkan kepada kapanewon dan kalurahan selaku pemangku wilayah untuk senantiasa melakukan monitoring dalam persiapan, pelaksanaan, dan penghitungan suara. Apabila terjadi ketidaksesuaian antara aturan dan kondisi di lapangan segera lakukan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu.

Dalam kesempatan itu, Wawan turut berharap Pemilu 2024 menjadi pemilu yang mempersatukan seluruh elemen bangsa, pemilu yang semakin menguatkan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia walaupun kita berbeda pilihan.

“Kita tentunya menginginkan penyelenggaraan Pemilu 2024 terlaksana lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi, sehingga seluruh tahapan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik, lancar dan penuh suka cita, yang pada akhirnya akan menghasilkan pemilu yang berkualitas,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Panwaslu Depok Harap Partisipasi Aktif Masyarakat Mengawal Pemilu 2024

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo mengungkapkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilih dan mengawasi tahapan Pemilihan Umum 14 Februari 2024.

Dikatakan Adihanto, bahwa partisipasi tersebut, bukan saja untuk memilih. Melainkan terlibat aktif dalam mengawal serta mengawasi setiap tahapan pemilu yang telah berlangsung.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi ini menjelaskan, memilih dalam pemilu di Indonesia merupakan hak yang dapat dipakai maupun tidak.

“Memilih adalah hak kita sebagai warga negara, maka dalam pesta demokrasi nanti, mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam Sosialisasi bersama Mahasiswi Asrama Syantikara Caturtunggal Depok Sleman, Selasa (16/1/2024).

Lebih lanjut, Adihanto pun mengungkapkan, dalam pemilu membutuhkan partisipasi masyarakat luas dalam memilih.

“Kenapa harus memilih? Kita harapkan berpartisipasi karena dalam memilih pemimpin harus melibatkan rakyat sebagai suatu kedaulatan rakyat,” ujarnya.

“Bahwa Konstitusi di Indonesia yang berbentuk negara republik mengaturnya dan dibuat undang-undang,” imbuhnya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta ini menegaskan, dalam mendapatkan hak pilih, maka setiap orang mendapatkan perlindungan hukum.

“Beberapa waktu yang lalu, kami selalu mengawasi tahapan PPK dalam menyusun DPTb di wilayah Depok, agar supaya warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, meskipun tidak di TPS asalnya, karena suatu hal,” ujarnya.

Selain partisipasi memilih, menurut Adihanto, hal yang tak kalah penting adalah partisipasi mengawasl setiap tahapan pemilu. Baginya, masyarakat dapat terlibat mengawasi dan melaporkan adanya dugaan pelanggaran kepada Bawaslu.

“Di setiap pesta pemilu ada kontestasi. Kita sangat berharap konsestasi ini dilaksanakan secara santun dan sesuai aturan. Namun, ada saja yang menggunakan cara-cara melanggar ketentuan. Untuk itu, mari bersama-sama mengawal pemilu. Ada pengawasan pemilu agar prosesnya sesuai dengan yang diharapkan. Kami tidak bisa sendiri, sehingga perlu ada keterlibatan partisipasi dari masyarakat,” tuturnya.

Adihanto juga menekankan bahwa di wilayah Kapanewon Depok Sleman terdapat 428 TPS, yang terdiri dari 401 TPS Reguler dan 27 lainnya merupakan TPS Khusus yang tersebar di beberapa Perguruan Tinggi di wilayah Depok, Sleman. (Athiful/KIM Depok)