Kapanewon Depok Lakukan Pembinaan JPSM Tri Karya Mandiri

Sleman – Kapanewon Depok melalui Jawatan Kemakmuran menyelenggarakan kegiatan Pembinaan bagi Pengelola Sampah Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM)- Kapanewon Depok pada hari Senin (15/1/2024) bertempat di Sasana Anglocitatama Kompleks Kantor Kapanewon Depok.

Ketua JPSM Tri Karya Mandiri Erlherlianty menyampaikan bahwa Kapanewon Depok yang terdiri dari 3 kelurahan saat ini memiliki 66 kelompok pengelola sampah mandiri (KPSM) baik berupa Bank Sampah (BS) dan Shodaqoh sampah (SS)

“Harapannya KPSM yang ada di kapanewon Depok mampu mengurangi sampah dan mengajak masyarakat untuk mengelola sampah,” ujar Herli.

Ia juga mengingatkan mengenai dampak penutupan TPA Piyungan mengharuskan masing-masing daerah mengolah sampahnya sendiri.

“Meski TPST Tamanmartani sudah beroperasi namun belum bisa  menampung semua sampah dari kabupaten Sleman. karena kapasitas hanya 90 ton per hari,” ungkapnya.

Panewu Depok Wawan Widiantoro, SIP, MPA menyampaikan bahwa kapanewon Depok memiliki penduduk. Jika satu hari satu orang menghasilkan 0,7 kg sampah maka sampah di Depok191.8 ton.

“Maka keberadaan KPSM sangat dibutuhkan. Pengelolaan dan pemilahan sampah  dari sumbernya harus digalakkan untuk menekan timbulan sampah,” ungkap Wawan.

Kepala Jawatan Kemakmuran Depok  Isti Fajaroh, terus mengampanyekan gerakan sadar memilah sampah dari rumah untuk mengurangi jumlah sampah masuk ke TPA.

Juga dikatakan bahwa   jumlah KPSM yang ada di Depok belum bisa mencakup semua wilayah. Harapannya akan tumbuh banyak lagi KPSM di setiap RW.

“Setiap KPSM akan mendapatkan fasilitas dari DLH Sleman berupa sarana prasarana, fasilitasi kelembagaan, Studi tiru serta pelatihan dengan mengajukan proposal dan sudah memiliki SK pendirian kelompok dari kalurahan,” ungkap Isti.

Fasilitator lapangan DLH Sleman Dias Oktri Raka Setiadi menjelaskan keberadaan TPST Tamanmartani Kalasan memberi harapan untuk mengelola sampah kabupaten Sleman sampai tuntas. Meski saat ini kapasitas baru bisa mengelola sekitar 90 ton sampah perhari namun tidak ada residu yang tersisa, karena residu yang tidak laku dilapak akan dibuat RDF.

Ia menjelaskan, dengan peralatan yang sudah dipersiapkan residu akan dicacah menjadi seukuran 5 cm dan dikeringkan dengan kadar air yang telah ditentukan dan RDF akan dikirim ke pabrik Semen Cilacap untuk dipergunakan untuk bahan bakar pengganti batubara.

“Nantinya Kabupaten Sleman akan membangun Beberapa TPST lagi   untuk menyelesaikan sampah yang ada di Sleman,” jelas Dias.

“TPST Taman martani hanya menerima residu yang masuk dengan mobil dump truck DLH Sleman,” tambahnya. (Ayu/KIM Depok)




Padukuhan Grogol Gelar Peringatan Hari Jadi dan Peresmian Jalan

Sleman – Padukuhan Grogol menggelar peringatan Hari Jadi ke-22 bersamaan dengan peresmian jalan baru mengusung tema Dengan semangat membangun, kita wujudkan Grogol bersinar semakin maju pada Minggu (14/1/2024).

Harjo Basuki, Ketua Panitia Acara menuturkan acara tersebut mempunyai makna tersendiri dalam membangun dan menyandarkan generasi muda didalam kampung grogol untuk lebih aktif di dunia sosial.

“Dengan ini seharusnya mampu untuk memberikan dorongan serta semangat bagi generasi muda selanjutnya,” jelas Harjo Basuki.

Acara diawali dengan Senam pagi yang dipimpin langsung oleh instruktur senam yang didatangkan langsung dari NTT ,senam pagi dimulai pukul – WIB peserta diikuti oleh kalangan muda hingga kalangan orang tua.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita dan penarikan tirai label nama jalan baru oleh Panewu Berbah didampingi oleh Lurah Kalitirto.

“Bahwasannya dengan jalan baru ini semoga mobilitas warga bisa berlangsung dengan baik dan lancar dan semoga jalan edelweiss memberikan berkah serta barokah untuk seluruh warga grogol dan sekitarnya,” jelas Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi mengenai jalan yang diberi nama Edelweiss tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, serta hiburan dan pembagian doorprize. (Ikhsan/KIM Berbah)




Panwaslu Depok Diminta Kedepankan Prinsip Pemilu dalam Masa Tahapan Krusial

Sleman – Koordinator Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Isti Fajaroh mengingatkan pengawas pemilu untuk senantiasa menjaga prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Hal ini, menurut Isti, mengingat tahapan kampanye Pemilu 2024 semakin krusial, tidak terkecuali di wilayah Kapanewon Depok Sleman.

“Saya berharap banyak hal yang kita (pengawas pemilu) kerjakan. Hati-hati salah langkah dalam mengambil keputusan, selamanya kita akan menyesal. Prinsip-prinsip penyelenggaraan harus tetap terjaga dengan baik,” tegas Isti dalam Rapat Koordinasi Internal Sekretariat beserta Komisioner Panwaslu Depok, Senin (15/1).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat Panwaslu Depok ini, Isti meminta jajaran pengawas pemilu responsif terhadap segala laporan maupun informasi dugaan pelanggaran dari masyarakat.

Menurut Isti, hal ini bisa jadi informasi yang masuk ke Bawaslu merupakan informasi awal yang nantinya bisa dilakukan penelusuran oleh pengawas pemilu.

Selanjutnya dalam penanganan informasi awal, dia meminta pengawas pemilu tidak asal atau gegabah dalam melakukan penelusuran.

“Tidak ada istilah penelusuran itu memanggil, atau mengundang untuk klarifikasi. Penelusuran itu konteksnya mendalami ada pelanggatan atau tidak,” cetus alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Selain itu, Isti juga meminta pengawas pemilu untuk mempelajari dengan detil 77 norma pidana di Undang Undang 7/2017 tentang Pemilu.

“Apakah masuk di tahapan kampanye, hari tenang, atau di pemungutan suara yang subjek hukumnya setiap orang, kalau di kampanye ngomongnya pelaksana peserta,” kata dia.

Tak lupa, Isti juga mengingatkan untuk senantiasa membangun hubungan yang baik dengan polsek dan stakeholder pemerintahan yang ada di Kapanewon Depok.

“Kepada siapapun, komunikasi kita intensifkan, salah satunya untuk mendapatkan informasi dari para Caleg dalam berkegiatan di wilayah Depok,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Silaturahim antar Alumni dan Kader, PK IMM UIN Yogya Gelar Sharing Sessions

Sleman – Guna mempererat jalinan silaturahim antara alumi dan kader, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sharing Session bersama Demisioner di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Jalan Agrowisata, Panggeran, Triharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/1).

Kegiatan ini rutin diselenggarakan PK IMM Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tujuan untuk menyambung silaturahim dan mempertemukan para alumni dengan calon kader baru yang sedang mengikuti perkaderan tingkat dasar atau disebut Darul Arqam Dasar (DAD).

Muhammad Dahlan, salah satu alumni yang hadir dalam kesempatan itu memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan semacan ini penting untuk menjadi bekal anggota baru dalam berproses di IMM nantinya,” ujarnya.

Dahlan pun berharap reuni alumni tidak hanya dilakukan dalam momentum DAD saja, tetapi bisa ditingkatkan skala yang lebih besar agar alumni yang belum hadir dapat berpartisipasi juga.

“Misalnya ambil momentum Milad IMM atau Syawalan seperti sekarang ini begitu,” sarannya kepada panitia pelaksana.

Alumnus Prodi Sosiologi Fishum UIN Sunan Kalijaga ini mengungkapkan harapannya agar kegiatan semacam ini menjadi ajang refleksi kader untuk mempelajari sejarah IMM, khususnya IMM Fishum UIN Sunan Kalijaga dan juga IMM Sleman.

“Sharing Session ini diselenggarakan dengan tujuan merawat dan belajar mengenai sejarah-sejarah khususnya IMM UIN, IMM Sleman, terkhusus lagi IMM Fishum ini,” ujarnya dihadapan audiens.

“Agar nilai-nilai ke IMM-an yang dimiliki oleh IMM di UIN ini tetap terjaga di sepanjang tahun dan di setiap regenerasi,” ucap Dahlan dalam paparannya.

Lebih lanjut, Dahlan mengungkapkan harapannya sebagai tindak lanjut kegiatan ini dapat mengagas sebuah buku tentang IMM Fishum. Baik karya solo maupun bentuk antologi dan bunga rampai.

“Dengan begitu, sejarah dan dinamika IMM Fishum UIN Sunan Kalijaga akan terus bisa dipelajari dari masa ke masa dan dapat terus dibaca oleh kader-kader di masa mendatang,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




PRM Margokaton Awali Program Dengan Gelar Pengajian Ahad Pagi 

Sleman – Mengawali tahun 2024, kepengurusan PRM Margokaton melaksanakan pengajian Ahad Pagi pada Minggu (14/1/2024) dengan menghadirkan pembicara HM. Jamaludin Ahmad, Ketua LPCR PP Muhammadiyah.

Diawali dengan tadarus bersama dan sambutan Ketua PRM, Ketua LPCR PP Mengulas Ayat 13-15 Surat Al Ahqaf, yang berisi tentang pedoman hidup bagi orang yang sudah memasuki usia 40 tahun.

”Di usia ini harus mulai belajar banyak bersyukur atas limpahan nikmat Allah, banyak berbakti kepada kedua orangtua, berhati-hati dan selalu berbuat amal sholih, mengajak keluarga dalam melakukan kebaikan,” ungkapnya.

Meski baru pertama kali diadakan, kegiatan ini berhasil mengundang antusiasme warga di mana serambi Masjid Darul Falah Susukan yang berkapasitan 300 warga tidak mampu menampung jemaah yang hadir.

Panitia acara juga bekerja sama dan didukung oleh PKU Muhammadiyah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dilokasi pengajian.  Turut didukung pula oleh LPCR PWM DIY dengan kehadiran mobil KTAM keliling yang melayani pembuatan kartu Anggota Muhammadiyah.

Selain itu, ada 100 paket sayur-mayur sedekah dari jamaah masjid Darul Falah Susukan yang menjadi ajang penyelenggaraan pengajian juga diberikan kepada jama’ah ibu,” ujar Nur Khairudin dari PRM Margokaton. (Arief Hartanto)