Jelang Pemilihan Umum Tahun 2024, Kapanewon Depok Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih

Sleman – Bertempat di ruang Sasana Anglocita Tama, Kapanewon Depok Sleman menggelar sosialisasi pemutakhiran data bagi pemilih pemula dan penduduk yang pindah domisili menjelang Pemilihan Umum Tahun 2024, Sabtu (13/1/2023).

Panewu Depok Wawan Widiantara mengungkapkan bahwa Kapanewon Depok Sleman terus berupaya turut andil dalam mendorong adanya pemutakhiran data kependudukan dan pematangan data pemilih pada Pemilu 2024. Upaya ini, menurut Wawan, kemudian difokuskan pada persoalan pemutakhiran data pemilih pemula yang berkaitan dengan perekaman KTP-el, serta persoalan pindah pemilih bagi penduduk yang pindah/datang dan pendataan penduduk non-permanen.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan peran strategis dukuh-dukuh di wilayah Kapanewon Depok dalam mendorong warganya agar terdata, dan bersedia menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang.

“Terutama para pemilih pemula yang biasanya butuh edukasi dan kesadaran mengurus dokumen yang diperlukan untuk memilih,” tegasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman Susmiarto yang hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan itu menyatakan bahwa terdapat perbedaan tata cara memilih antara Pemilu Tahun 2019 dengan Pemilu Tahun 2024, yaitu bagi warga yang belum terdaftar sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap), seperti misalnya calon pemilih pemula, padahal telah genap syaratnya, maka dapat menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan datang ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di tingkat Kapanewon atau PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di tingkat kalurahan.

“Selain itu, penduduk yang pindah/datang, juga harus mengaktifkan NIK-nya agar tercantum pada DPT sebelum tanggal 15 Januari 2024,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




Bupati Sleman Ajak Umat Nasrani Bersinergi Jaga Kerukunan dan Perdamaian

Sleman – Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, beserta jajaran Forkopimda Sleman menghadiri perayaan Natal 2023, Jumat (12/1). Lebih dari jemaat yang terdiri dari ASN, Non-ASN, TNI, POLRI, Guru, Karyawan BUMD hingga para Purna Tugas di Kabupaten Sleman, hadir memenuhi Gedung Serbaguna Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Dandim  732 Sleman, Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta,  Dany Pardamean Girsang sekaligus menyampaikan Tali Kasih “Aksi Natal 2023” kepada dua perwakilan jemaat.

Pada kesempatan itu, agenda dilanjutkan dengan rangkaian peribadatan yang dimulai dengan pembacaan kitab suci, penyalaan lilin, penyampaian hikmah Natal, doa syafaat, dan persembahan.

Bupati Kustini menyampaikan, momentum Natal menjadi kesempatan baik untuk melakukan kontemplasi dan introspeksi diri sehingga menjadi lebih baik, dan semakin bermanfaat bagi sesama. Perayaan ini juga dinilai Kustini sebagai momen untuk membangkitkan solidaritas, kepedulian dan semangat berbagi kasih.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya kembali mengajak kita semua untuk senantiasa membangun kebersamaan, saling hormat-menghormati, serta saling menghargai perbedaan. Sehingga tercapai keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelas Kustini.

Pada awal tahun 2024 ini, Bupati Sleman mengajak masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan agenda Pemilu pada 14 Februari mendatang. Bupati mengajak masyarakat Sleman agar dapat menjaga persatuan dan perdamaian bersama. Di samping itu, Bupati memberikan arahan, agar Romo, Pendeta, dan seluruh jemaat dapat berkolaborasi dalam mengisi pembangunan Kebupaten Sleman.

“Saya mengajak umat Kristiani untuk bersama-sama berdoa bagi NKRI yang saat ini sedang berproses untuk memilih pemimpin baru dan wakil rakyat. Semoga kita mendapatkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa kemajuan serta kejayaan Indonesia,”

Ketua Panitia Perayaan Natal 2023, Stephanus Haenry Dharma Widjaja, menyampaikan, rangkaian perayaan Natal telah dimulai dengan kegiatan pembinaan rohani pada (8/12) lalu. Agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan bakti sosial dengan mengumpulkan persembahan yang diserahkan kepada jemaat yang membutuhkan.

“Kolekte yang telah berhasil dikumpulkan sebesar Rp . Kolekte ini akan diwujudkan dalam program tali asih Aksi Natal 2023 sebagai bantuan rehab rumah bagi 2 warga di Tempel dan Godean,” jelas Haenry.

Ditambahkan Haenry, penyelenggaraan perayaan Natal 2023 dengan tema “Kemuliaan Bagi Allah & Damai Sejahtera di Bumi” itu dapat berjalan dengan sukses. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman dan seluruh pihak yang telah terlibat.




Ikut Bupati Sleman Cup, Penanaman Timun Baby KWT Maju Lancar Cepor Sendangtirto Dievaluasi

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Lancar Cepor, Sendangtirto, Berbah mendapatkan kunjungan tim penilai lomba tanam timun baby Bupati Sleman Cup kedua pada Kamis (11/1/2024).

Amir Junawan, Lurah Sendangtirto menyampaikan bahwa untuk penilaian lomba kali ini, di Sendangtirto ada 3 KWT yang mendapatkan kunjungan, KWT Maju Jaya Maredan, KWT Krido Wanita Kadipolo, KWT Msju Lancar Cepor.

Pada kesempatan ini, KWT mendapatkan evaluasi  kegiatan budidaya timun baby dari ahlinya.

“Semoga anggota KWT Maju Lancar yang berdiri sejak 3 Maret 2004 bisa menyerap ilmu yang disampaikan menjadikan cara budidaya lebih baik mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Amir.

Penyuluhan Utama Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Saraswati menyampaikan bahwa kunjungan lapangan merupakan salah satu metode penilaian dalam Lomba Tanam Timun Baby Bupati Sleman Cup ke 2, yang digelar mulai bulan November 2023.

Tim penilai terdiri dari Dinas pertanian Pangan dan perikanan kabupaten Sleman Serta praktisi Ahli Budidaya Holtikultura dari Perkumpulan petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM).

“Untuk jumlah peserta kelompok yang mengikuti lomba sebanyak 153 KWT. Setiap kapanewon mengikutkan 9 KWT se kabupaten Sleman,” jelas Saraswati.

Disampaikan juga oleh Saraswati bahwa tujuan lomba tanam timun baby selain sebagai ajang unjuk prestasi KWT juga sebagai sarana diseminasi tehnologi budidaya tanaman hortikultura.  Berbeda dengan lomba tanam timun baby yang pertama yang hanya menanam timun baby saja, di lomba ke 2 ini tiap KWT menanam 3 komuditas  yang ditanam yaitu timun baby, gambas, dan Jipang.

“Harapannya setelah adanya evaluasi peserta lomba bertambah pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya holtikultura, mengenal agribisnis hortikultura, serta bisa menambah pendapatan keluarga,” tambah Saraswati.

Anggota tim yang lain Didik Hartanto, seorang praktisi ahli budidaya holtikultura dari Perkumpulan Petani Holtikultura Puncak Merapi (PPHPM) menyampaikan bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya holtikultura, khususnya timun baby, ada berbagai hal yang harus diperhatikan.

“Diantaranya lahan diusahakan tidak tergenang air, terutama saat musim penghujan. Bila kebanyakan air bisa menyebabkan kerusakan akar tanaman juga membuat PH tanah turun menjadikan kondisi tanah asam,” ungkap Didik.

“Bila tanah dalam keadaan asam menyebakan tanaman kesulitan menyerap unsur hara, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu,” imbuhnya.

Pemangkasan daun bawah yang tidak berguna (tua, kuning dan rusak) juga harus dilakukan tujuanya menguari nutrisi terbuang, mengurangi kelembaban tanah dan mengurangi perkembangan hama penyakit.

“Selain pemotongan daun bawah juga harus dilakukan pemotongan Tunas atas (toping) untuk memaksa nutrisi fokus pada proses pembuahan,” tambah Didik.

Juga dikatakan oleh Didik bahwa yang tidak kalah penting adalah pemupukan yang berimbang dan pengelolaan hama penyakit serta sanitasi lingkungan

“Pemakaian pupuk berimbang akan memberikan hasil yang optimal, serta pemakaian pestisida yang bijaksana sesuai anjuran bisa mengendalikan hama penyakit juga meminimalir kerusakan lingkungan dan kesehatan makluk hidup,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




LKKS Sleman Gelar Studi Tiru di Sentra Terpadu Kartini Temanggung.

Sleman – Sebanyak 24 anggota Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Sleman melakukan studi tiru ke Kabupaten Temanggung pada Rabu (10/1/2024). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua LKKS Sleman, Aly Mansyur ini diterima oleh Juadi dari Sentra Terpadu Kartini, Temanggung.

Ketua LKKS Sleman Aly Mansyur menyampaikan bahwa tujuan studi tiru ini adalah unutk melihat secara langsung bagaimana Sentra Terpadu Kartini Temanggung ini berkiprah dalam mendampingi dan melayanani PMKS yang dilaksanakan disini.

“Di Sleman ada 105 LKS dan 80 sudah masuk tanda daftar serta 50 sudah terakreditasi untuk tahun 2024 diharapkan 60-70 bisa dilaksanakan akreditasi. Untuk itu LKKS Sleman ingin nimba ilmu terkait layanan sentra terpadu di Temanggung ini. Harapan kedepan kalau bisa menjadi rujukan untuk memajukan LKS di Kabupaten Sleman,” harap Aly.

Juadi yang juga merupakan Ketua Tim Penyuluh Sosial Madya menuturkan, sentra yang berdiri sejak zaman Belanda yaitu tahun 1904 ini sudah beberapa kali ganti nama lembaga Nomenklaturnya.

“Sekarang dinamai Lembaga Sentra Terpadu Kartini di Temanggung,” ujarnya.

Di atas lahan seluas 3,5 Ha ini banyak didirikan bangunan dan asrama untuk memenuhi dan membantu berjalannya kegiatan serta pelayanan yang diberikan.

“Layanan disini hampir semua PMKS yaitu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial misalnys :  ODGJ, Disabilitas, Lansia, Napsa, Kanker Anak, dari sekian masalah bisa dirujuk atau dibantu penanganannya di sentra terpadu ini,” ujar Juadi.  

Juadi menambahkan, Lembaga Sentra Terpadu Kartini yang dipimpin oleh Usman Mariana ini memiliki instalasi yang memberikan pelayanan terhadap tunagrahita, tunarungu, dan tunanetra. Selain itu, Sentra Terpadu Kartini ini juga membawahi 10 wilayah kerja di Jawa Tengah.

“Seperti Kendal, Semarang, Pantura, Tegal, dan lainnya, termasuk 4 wilayah kerja di luar Jawa. Program atensi untuk anak, remaja, lansia dan rentan aid dan narkoba serta tenaga migran terkait kedaruratan. Dalam penanganan melalui residen lewat panti-panti baik UPT maupun Swasta yaitu LKS,” jelasnya.

Sementara untuk proses rujukan harus melalui rekomendasi Dinas Sosial masing-masing wilayah supaya terkoordinasi dengan baik dalam penanganan masalah sosial.

“Untuk layanan lainnya pembinaan para peksos untuk mendukung lapangan diadakan workshop dan juga asistensi yang lainnya . Untuk menunjang kegiatan disiapkan juga warung coffee untuk melayani pengunjung atau tamu-tamu di sentra ini,” terang Juadi lagi.

“Perlu disampaikan bahwa di Sentra ini melayani gratis terkait layanan Disabilitas, Lansia, kasus perlu bantuan hukum dan layanan lainya yang diampu oleh Sentra ini,” imbuhnya. (Srp/KIM Ngaglik)




428 Calon Pengawas TPS Kapanewon Depok Telah Terpenuhi

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo mengatakan bahwa jumlah pendaftar pengawas tempat pemilihan suara (PTPS) untuk Pemilu 2024 di Kapanewon Depok Sleman saat ini telah terpenuhi.

“Saat ini sudah terpenuhi. Alhamdulillah. Antusias masyarakat Depok berpartisipasi menjadi garda terdepan demokrasi cukup tinggi,” kata Adihanto, Kamis (11/1/2024).

Menurutnya, Panwaslu Depok pada 7-8 Januari lalu memperpanjang pendaftaran calon PTPS karena hingga hari terakhir pendaftaran yakni 6 Januari, masih terdapat beberapa TPS yang masih belum ada calon pengawasnya.

Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 428 pengawas TPS, maka dilakukan perpanjangan pendaftaran dan pendistribusian pendaftar.

“Karena saat mendaftar, para pendaftar juga diberikan opsi akan ditempatkan di TPS lainnya yang belum ada PTPSnya. Dan, alhamdulillah tidak ada masalah, mereka mau untuk ditempatkan di TPS yang masih kosong PTPS-nya,” paparnya.

Setelah kebutuhan PTPS terpenuhi, kata Adihanto, Panwaslu Depok Sleman kemudian mengumumkan hasil seleksi administrasi pada tanggal 10 Januari 2024. Sedangkan tanggapan masyarakat terhadap calon PTPS ini dibuka sejak tanggal 10 sampai pada 21 Januari 2024.

“Sampai hari ini kami juga masih menunggu tanggapan dari masyarakat terhadap pendaftar PTPS,” ucap Adihanto.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi ini mengatakan ada dua mekanisme seleksi yang ditempuh oleh pendaftar PTPS, yakni seleksi administrasi dan wawancara.

Panwaslu Depok dengan Panwaslu Kalurahan/Desa akan melakukan tracking rekam jejak calon PTPS, baik melalui sipol dan identifikasi melalui rekam jejak digital calon PTPS. Ini dilakukan untuk meminimalisasi calon PTPS merupakan kader partai politik.

Adihanto menambahkan jika dalam tracking tersebut calon PTPS terindikasi masuk di sipol maupun rekam jejak digital, maka petugas akan melakukan klarifikasi. Klarifikasi ini akan ditindak lanjuti dengan pernyataan dari calon PTPS bahwa dirinya bukan kader partai politik dan yang calon PTPS juga harus mengisi keberatan di Info Pemilu.

“Sementara untuk seleksi wawancara. Jika ada tanggapan masyarakat terhadap calon PTPS, maka pada saat wawancara kami akan berikan respons dan tanggapan dari masyarakat,” jelasnya.

Alumnus Universitas Janabadra Yogyakarta ini mengungkapkan calon PTPS yang terpilih selanjutnya akan dilantik menjadi PTPS secara serentak pada tanggal 22 Januari 2024.

Nantinya, lanjut Adihanto, PTPS ini mempunyai tugas, antara lain, melakukan pengawasan persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara, dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS kelurahan.

“Serta melakukan pencegahan dan menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu,” katanya. (Athiful/KIM Depok)