PAUD dan KB di Sombangan Dapat Dana Hibah untur Renovasi Sarpras

Sleman- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Bermain (KB) Tunas Bangsa yang berlokasi di Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman baru-baru ini mendapatkan dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Sleman sebesar 50 juta rupiah, yang diperuntukkan merehab atap dan kerangkanya, yang semula menggunakan kayu diganti menggunakan baja ringan dan atap semula asbes diganti genting.

Setelah selesainya rehab tersebut dilaksanakan tasyakuran yang digelar pada hari Minggu (28/1/2024) di gedung PAUD Tunas Bangsa. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Eri Widaryana, Kepala Seksi Sarpras Pembinaan PAUD Bambang Maranana, Anggota DPRD Propinsi Sadar Narimo, Bupati Sleman Periode 2015-2020 Sri Purnomo, Panewu Moyudan, Lurah Sumbersari beserta Pamong, dan masyarakat sekitar.

Riningsih Kepala PAUD Tunas Bangsa menyampaikan bahwa PAUD Tunas Bangsa berdiri sejak tanggal 10 Oktober tahun 2010 semula bertempat di rumah Dukuh Sombangan. Dalam perkembanganya, pada tahun 2013 PAUD Tunas Bangsa membangun gedung sendiri menempati lahan tanah Kas Desa dan telah mendapatkan ijin Gubernur.

Lebih lanjut Riningsih menyampaikan bahwa PAUD Tunas Bangsa juga telah mendapatkan ijin lembaga dari DPMPTSP Kabupaten Sleman.

“Tepat diulang tahunnya yang ke 13 tanggal 10 Oktober 2023 KB Tunas Bangsa mendapatkan Bantuan Dana Hibah dari Bupati Sleman sebesar 50 juta rupiah yang digunakan untuk mengganti atap dan rangkanya,” ungkap Riningsih.

Riningsih juga berharap agar Bupati memberikan dananya lagi untuk rehap dapur, gudang dan WC.

“Karena minimnya dana dalam pembelajaran kami juga menggunakan bahan bekas juga yang berbahan alam,  disamping lebih murah juga bisa memberikan pembelajaran kepada anak didik untuk bisa memanfaatkan bahan bekas dan menggunakan bahan alam yang diambil dari lingkungannya,” tutur Riningsih.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap bantuan yang dihibahkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengasuh dan anak didiknya, sehingga KB Tunas Bangsa bisa menumbuhkan generasi yang beriman  cerdas, berakhlak dan memiliki budi pekerti yang baik.

“Saya berharap kepada para pengasuh KB Tunas Bangsa dapat mengembangkan bakat dan kreativitas anak sesuai dengan bakat dan minatnya. Berikan kepada anak-anak kesempatan untuk berkreasi dan berimajinasi, agar anak tidak takut dan merasa bebas untuk berekpresi,” harap Kustini.

Lebih lanjut Kustini menuturkan bahwa  tujuan pendidikan tidak hanya terfokus pada pengetahuan semata tetapi juga memberikan penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan.

“Selanjutnya untuk permohonanan rehab selanjutnya segera saja kepada pengurus Tunas Bangsa untuk mengajukan proposal,” pungkas Kustini. (Giek /KIM Moyudan)




DPRD Sleman Gandeng Dinas P3AP2KB Adakan Bimtek Pengarusutamaan Gender Kalurahan

Sleman – Bertempat di Joglo Padmo Padukuhan Gerjen, Margomulyo Seyegan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Aksi Pengarusutamaan Gender Kalurahan.

Kegiatan yang terselenggara melalui pokir Dewan ini mengundang 30 peserta perempuan dari unsur PKK, KWT, BPKal, UMKM dan Pamong Kalurahan, dan diselenggarakan selama dua hari yaitu Jumat (26/1/2024) dan Sabtu (27/1/2024)

Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kalurahan Margomulyo, Sri Lestari yang menyampaikan bahwa perempuan sebagai tiang negara harus secara aktif melibatkan diri dalam pembangunan di wilayahnya.

“Perempuan tidak hanya sebagai “konco wingking” tetapi juga ikut dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Machmudah Arfiati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan isu0isu yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Machmudah juga menyarankan pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di Kalurahan.

“Hal ini dikarenakan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi anak semakin meningkat. Satgas PPA ini nantinya dapat bertugas sebagai mediator kasus dan mengedukasi masyarakat tetang pengarusutamaan gender yang menempatkan hak perempuan dan anak pada tempatnya,” terang Machmudah.

Machmudah juga mengenalkan adanya gerakan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang mana Desa/Kalurahan dapat mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara terencana dan menyeluruh.

“Hal ini terkait dengan visi Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” terangnya.

Rahayu Widi Nuryani, Ketua Fraksi Komisi C DPRD Kabupaten Sleman dalam pengarahannya menyampaikan tentang pembangunan kesetaraan gender yang menyasar 5 kelompok yaitu perempuan, lansia, anak, disabilitas dan kelompok rentan.

Anggota Dewan yang sering dipanggil Nunung ini juga mengingatkan sebagai perempuan tetap menjalani pekerjaan sebagaimana kodratnya, namun di era sekarang peran perempuan harus ditingkatkan dalam pengambilan keputusan.

“Tidak lagi jamannya perempuan hanya sebagai konco wingking,” tukasnya.

Dihari pertama ini, Bimtek ditutup dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Wasingatu Zakiah dari LKP3A (Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak).

Zakiah menyoroti peran perempuan yang bisa dilakukan dalam tahapan perencanaan di wilayah baik secara politis, teknokratif, dan partisipatif. Zakiah menyontohkan dalam forum RPJMKal peran perempuan mestinya sudah terlihat dalam kegiatan musdus yang membawa suara perempuan dalam perencanaan pembangunan kalurahan.

“Ini artinya perempuan harus hadir disana dan bisa mempengaruhi forum sehingga terjadi perubahan sudut pandang dalam perencanaan pembangunan yang disebut sebagai rekayasa sosial. Demikian juga dalam mendengarkan suara dari anak anak yang harus diwadahi dalam forum anak,” tegas Zakiah.

Dihari kedua, Nelly Tristiana dari Yayasan Abisatya Yogya menjadi nara sumber yang memberikan materi Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender. Nelly menggaris bawahi bahwa gender dalam perspektif peran dan fungsi sosial.

Selanjutnya Nelly mengajak kepada peserta untuk aktif dalam menyuarakan aksi perempuan pelopor dengan mengangkat isu dan memberi solusi dari 6 siap yaitu siap ekonomi, siap sehat, siap pintar, siap hukum, siap politik dan siap lestari.

Sebagai produk bimtek kesetaraan gender ini, Nelly mengajak peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan mengambil permasalahan yang ada di lingkungan sekitar sekaligus memberi gagasan rencana yang akan dilakukan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Kunjungi Rumah Korban Bencana Angin Kencang di Berbah

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengunjungi rumah korban akibat hujan lebat dan angin kencang pada hari Sabtu (27/1/2024) di Sumber Kulon, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Korban meninggal atas nama Jumirin 63 tahun  tertimpa gasebo yang roboh akibat terjangan hujan lebat disertai angin kencang pada jumat siang  tanggal 26 Januari 2024 dan sudah dimakamkan Jumat malam jam . Almarhum Jumirin meninggalkan anak satu yang masih kuliah di semester akhir. Sedangkan istrinya sudah mendahului berpulang beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi, Kepala Satpol PP Shavitri Nurmala Dewi, Kepala BPBD Sleman Makwan, Penewu Berbah Tri Akhmeriyadi, dan Lurah Kalitirto Ariadi.

Kustini menyampaikan rasa berduka yang dalam atas meninggalnya Jumirin akibat bencana hujan lebat disertai angin kencang kemarin.

“Karena harus disadari Sleman salah satu wilayah yang memiliki 7 jenis bencana (erupsi merapi, banjir, tanah longsor, angin, kebakaran, kekeringan, gempa bumi) yang selalu mengintai dan bisa terjadi kapanpun,” kata Kustini.

Dalam kesempatan yang sama Kustini memberikan santunan sejumlah uang berserta sembako dan kebutuhan yang lain.

Kustini juga mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan berusaha memberikan bantuan untuk biaya perkuliahan anak korban.

“Bila kartu keluarga Sleman nantinya bisa mendapatkan keringan dalam biaya perkuliahan. Namun pihaknya akan berusaha membantu sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Kustini. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pengurus DPR PP PAUD Moyudan Masa Bakti 2024-2027 Dikukuhkan

Moyudan- Dewan Pimpinan Ranting Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPR PP PAUD) Kapanewon Moyudan masa bakti 2024-2027 telah resmi dikukuhkan di Ruang Abhirama lantai 2 Kapanewon Moyudan pada Jumat (26/01/2024).

Acara tersebut diikuti oleh 88 peserta yang terdiri dari 19 kepala lembaga paud non formal,  17 kepala Taman Kanak-kanak, pengurus forum paud serta perwakilan dari lembaga paud yang ada di Kapanewon Moyudan serta tamu undangan khusus. Hadir pada kesempatan itu  Panewu Moyudan, Panewu Anom, perwakilan dari KUA Moyudan, Dewan Pimpinan Cabang PP Paud Sleman yang diwakili oleh Resmi Widayati dan Ambar Sulistyaningrum, Ibu Paud Kapanewon Moyudan dan Para Ibu paud Kalurahan se-kapanewon Moyudan.

Pelantikan dilakukan oleh DPC PP Paud Sleman kepada Ketua  terpilih yaitu Triana Ratmiany. Sedangkan pengukuhan pengurus PP PAUD selain ketua dilakukan oleh Panewu Moyudan.

Dalam sambutannya Panewu Moyudan, Harsowasono menyampaikan apresiasinya terhadap  forum paud yang sudah merespon info dengan cepat, merealisasikan membentuk kepengurusan PP PAUD ditingkat kapanewon sehingga merupakan yang pertama terbentuk  di Kabupaten Sleman.

“Selamat mengemban amanah di PP PAUD, semoga lancar, maju, dan sukses,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC PP PAUD Sleman dalam sambutannya yang dibacakan Resmi Widayari menyampaikan ucapan selamat dan rasa bahagianya atas terbentuknya wadah bagi penyelanggara paud di Moyudan.

“Saya yakin segenap pengurus dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan baik meski kedepan  tantangan yang dihadapi tidaklah  ringan,” tuturnya.

Triana Ratmiany yang baru saja dilantik sebagai Ketua PP PAUD Moyudan menerangkan bahwa pengurus PP Paud terdiri dari unsur pemerintah kapanewon, pengelola atau kepala TK/RA, dan Pengelola/Kepala PAUD non formal.

“Diharapkan dengan wadah PP PAUD ini pengurus dapat  saling komunikasi dan koordinasi di dalam merencanakan, membuat, melaksanakan dan mengevaluasi program-program PP PAUD untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Siap Sukseskan Pemilu 2024, PPS Sumbersari Gelar Bimtek Pemungutan Suara

Moyudan – Hujan deras tidak menyurutkan semangat anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sumbersari mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan Suara.  Sugiyanto ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sumbersari mengapresiasi semangat anggota KPPS mengikuti Bimtek.  Ia mengajak seluruh anggota bekerja sungguh-sungguh sesuai ketentuan. 

“Marilah kita laksanakan tugas negara ini dengan cerdas dan tuntas, kerja dengan cermat dan akurat,” harapnya saat memberikan Orientasi Bimbingan Teknis Pemungutan Suara, Sabtu (27/1/2024) di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. 

“Awal sukses harus dilanjutkan dengan sukses berikutnya, yakni KPPS bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar. Salah satu indikator keberhasilan yaitu melaksanakan tiap tahapan dengan baik maka hari ini kita lakukan bimtek,” lanjut Sugiyanto.          

Materi Bimtek meliputi Tata Kerja, Kode Etik, Kode Perilaku KPPS, dan penghitungan suara.  Bimtek untuk KPPS Kalurahan Sumbersari diikuti 182 orang, dibagi menjadi dua gelombang.  Gelombang pertama Jum’at (26/1/2024) untuk petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 sampai dengan 13.   Gelombang  kedua digelar Sabtu (27/1/2027) untuk petugas TPS 14 sampai dengan 26. 

“Agar lebih efektif tiap gelombang diikuti 91 peserta, meliputi paparan materi, dialog dan simulasi.  Harapan kami materi lebih mudah dipahami,” lanjut Sugiyanto.  

Kegiatan simulasi memberi kesempatan kepada para peserta untuk melaksanakan secara nyata proses yang akan dilalui saat bertugas di hari H nanti.  Dalam simulasi, setiap TPS mendapatkan lembar soal untuk melengkapi beberapa dokumen yang disediakan.  Seluruh personal TPS bisa mencermati dan mengerjakannya.

Narasumber Bimtek adalah personil PPS Sumbersari C. Nina Widiyaningsih dan Sofia Salsabila serta Ketua PPS.  Nina menuturkan, para peserta nantinya akan mendapat buku panduan praktis untuk pedoman pelaksanaan.  

Tampak hadir pula dalam bimtek, Sukadi Lurah Sumbersari, Agus Iskandar Kamituwo, Babinsa, dan Babinkamtibmas Sumbersari.

Sukadi Lurah Sumbersari menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi semangat para peserta bimtek.  KPPS memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemilu, sehingga ia berharap seluruh peserta mengikuti semua tahapan yang telah ditetapkan. 

“Semoga Bapak Ibu semua selalu diberikan kesehatan, dapat menjalankan tugas dengan baik, pesta demokrasi berjalan lancar sukses, aman damai dan penuh integritas,” pungkas Sukadi. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)