Cegah Stunting dengan Bangga Kencana

Sleman – BKKBN DIY menggelar Sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (26/1/2024). Kegiatan dihadiri langsung oleh dr. Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN RI, Andi Ritamariani selaku Kepala BKKBN DIY, Kustini Sri Purnomo Selaku Bupati Sleman, Danang Maharsa selaku Wakil Bupati Sleman, Perwakilan PLKB per Kapanewon, Kader TPK dan Ketua PIK-R Kapanewon Se-Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai narasumber yaitu Hasto Wardoyo, serta Danang Maharsa. Pembahasan yang diambil adalah tentang perkembangan prevalensi tengkes di Kabupaten Sleman serta apa indikasi penyebab adanya stunting pada anak.

Danang menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

“Penyebab stunting dengan presentase tertinggi adalah dari keluarga perokok dan pola asuh anak yang belum sesuai,” jelas Danang.

“Di karenakan di dalam kandungan rokok ada zat yang dapat mengikat zat besi menyebabkan ibu menjadi hamil anemia,” imbuhnya.

“Output dengan adanya sosialisasi program ini harapannya dapat membangun sinergi ke mitra  kerja dan menurunkan prevalensi stunting di kabupaten sleman dalam menuju program Indonesia Emas 2045 menjadi generasi yang sehat dan bebas stunting,” tutup Danang.

Sementara itu, Hasto Wardoyo memaparkan tentang pentingnya keluarga berencana. “Berencana itu keren karena ketika gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Jadi ini menjadi bagian penting bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki kesadaran agar hidup dan berkeluarga itu penuh perencanaan,” terangnya. (Dony/KIM Tempel)




Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Pohon di Berbah

Sleman – Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang di Wilayah Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada hari Jumat (26/1/2024). Hujan lebat dan angin kencang juga terjadi di Kapanewon Prambanan dan Kalasan yang wilayahnya berdekatan dengan Berbah.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, didampingi Kepala Jawatan Sosial Andi Kurniawan dan Kepala Jawatan Keamanan Syukri Tanjung, meninjau langsung titik lokasi terdampak di Wilayah kapanewon Berbah sekaligus melakukan pendataan  kerusakan akibat hujan lebat dan angin kencang.

Tri menjelaskan lokasi terdampak angin kencang wilayah Berbah terjadi di Jebresan, Bedilan, Karang, Cangaan, Teguhan, Sumber Kulon, PIAT UGM Kalitirto Berbah.

Dampak kerusakan terjadi di Ngentak Jogotirto, Berbah pohon tumbang menimpa rumah Mulyadi 38 tahun. Sementara angin kencang menyebabkan puluhan pohon besar kecil tumbang menimpa rumah, memutuskan kabel listrik dan kabel jaringan internet.

“Akibat bencana kali ini menyebabkan satu orang meninggal dunia Jumirin umur 63 tahun warga Sumber Kulon Kalitirto Berbah,” jelas Tri.

Tri menambahkan, dalam penanganan dampak kerusakan terjadi di wilayah Kapanewon Berbah relawan bekerjasama dengan warga masyarakat dengan berbagai komunitas.

Adapun personel yang terlibat dalam penanganan kerusakan adalah warga masyarakat,  PLN, TRC, BPBD Sleman, TRB, Relawan Madurejo, TNI, Polri, Restagana, RDP Purwomartani, GBS, P4K UGM, SAR Sultan Agung, dan Relindo. (Kusnadi/KIM Berbah)




1155 Anggota KPPS Caturtunggal Resmi Dilantik

Caturtunggal – Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman berlangsung pada Kamis (25/1). Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Sanata Dharma ini dihadiri oleh Panewu Depok beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Depok, Pelaksana Tugas Lurah Caturtunggal beserta jajaran pamong kalurahan, Ketua BPKal, Ketua Panitia Pemilih Kecamatan Kapanewon Depok, serta Ketua Pengawas Kalurahan.

Sebanyak 1155 anggota KPPS dari 165 Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengikuti proses pelantikan. Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Caturtunggal, Reza Patria Boy Hastomo membacakan Surat Keputusan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penetapan KPPS Di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman Pada Pemilihan Umum Tahun 2024. Sumpah pengangkatan KPPS, pembacaan Pakta Integritas, dan penandatanganan berita acara menjadi bagian penting dari ceremony tersebut.

Dalam sambutannya, Panewu Depok Wawan Widiantara, menegaskan pentingnya komitmen, integritas, kecermatan, dan kesehatan dalam menjalankan tugas.

“Tugas KPPS bukanlah beban, melainkan amanah yang harus diemban dengan sepenuh hati. Komitmen kita hari ini akan menciptakan landasan yang kokoh untuk pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024 di Kalurahan Caturtunggal. Harapannya setelah penghitungan suara, tidak ada kendala di semua TPS yang berakibat pengulangan pemungutan suara,” ungkapnya.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai symbol keberlanjutan dan komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini melambangkan harapan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas demi suksesnya Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kalurahan Caturtunggal. (Oktaviana/KIM Depok)




Bertambah, Kalurahan Budaya di Sleman Jadi 24 di Tahun 2024

Sleman – Jumlah Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman bertambah lima dari semula di tahun 2023 sebanyak 19, menjadi 24 Kalurahan Budaya pada tahun 2024. Hal itu disampaikan koordinator pendamping Kalurahan Budaya Kabupaten Sleman Lilik Agung saat audiensi Pendamping Kalurahan Budaya dan Tim Monitoring Pendamping  dengan Kepala Dinas Kebudayaan/ Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Kamis (25/1/2024) di Ruang Rukun Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman yang diterima langsung Kepala Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Edy Winarya.

Lebih lanjut Lilik menuturkan, dari 24 Kalurahan Budaya itu terdapat 38 Pendamping Budaya dan 4 Tim Monitoring Pendamping Kalurahan Budaya yang ditugaskan oleh Dinas Kebudayaan/ Kundha Kabudayan Provinsi DIY.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor : 454/KEP/2023 tertanggal 28 Desember 2023 tentang Penetapan Kalurahan/Kelurahan Budaya, untuk Kabupaten Sleman meliputi  Kalurahan  Sinduharjo Kapanewon Ngaglik. Bangunkerto Kapanewon Turi, Sendangmulyo Kapanewon Minggir, Argomulyo Kapanewon Cangkringan, Wedomartani Kapanewon Ngemplak, Banyurejo Kapanewon Tempel, Wonokerto Kapanewon Turi, Margodadi Kapanewon Seyegan, Pandowoharjo Kapanewon Sleman, Sendangagung Kapanewon Minggir, Girikerto Kapanewon Turi, Margoagung Kapanewon Seyegan, Widodomartani Kapanewon Ngemplak,  Ambarketawang Kapanewon Gamping, Sidoluhur Kapanewon Godean,  Tamanmartani Kapanewon Kalasan, Caturharjo Kapanewon Sleman, Sumberrejo Kapanewon Tempel dan Madurejo Kapanewon Prambanan. Adapun lima tambahanya meliputi Sukoharjo Kapanewon Ngaglik, Trimulyo Kapanewon Sleman, Sendangrejo Kapanewon Minggir, Triharjo Kapanewon Sleman dan Sinduadi Kapanewon Mlati.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman saat menerima audiensi didampingi Sekretaris Dinas, dua Kepala Bidan dan seorang Kepala Seksi.

Edy Winarya memberikan apresiasi atas kerja dan peran para Pendamping dan Tim Monitoring selama ini.

Lebih lanjut Edy Winarya menuturkan, pada tahun 2024 pihaknya telah menyusun rancangan Peraturan Bupati tentang Pembentukan Tim Akreditasi dan Penilai yang akan bertugas memberikan penilaian terhadap Kalurahan untuk peningkatan greed rintisan Kalurahan Budaya menuju Kalurahan Budaya.

“Dengan demikian apapun hasilnya itu merupan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim, harapanya lebih adil dan obyektif sesuai indikator, karena tim  akreditasi tidak memihak pada salah satu Kalurahan,” ungkap Edy.

Edy Winarya juga mengajak para pendamping dan Tim Monitoring untuk komunikasi terkait perkembangan Kalurahan Budaya.

“Mari kita tingkatkan komitmen dan mengencangkan ikat pinggang untuk meningkatkan kualitas kerja agar kontribusi terhadap Kemajuan Kabupaten Sleman benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Koordinator Tim Monitoring Kabupaten Sleman Joko Saptono menambahkan bahwa Pada tahun 2024, fasilitasi yang akan segera diikuti oleh Kalurahan Budaya meliputi Pentas Seni dan Potensi UMKM Selasa Wagen di Plaza Mosium SO 1 Maret Titik Nol Yogyakarta secara bergilir, Pentas Seni Kalurahan Budaya di Bandara YIA Kulon Progo serta Gelar Potensi UMKM dan Kesenian Panggung yang rencananya di Kalurahan Budaya Ambarketawang Gamping selama dua hari. (Tri Joko S / KIM Kalasan)




Sah! Sebanyak 3.852 Petugas KPPS se-Kapanewon Depok Dilantik Serentak

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kapanewon Depok Kabupaten Sleman resmi melanti petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, Kamis (25/1).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok Sleman Hari Jumanto mengatakan bahwa sesuai instruksi KPU RI, pelantikan KPPS dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, yang diawali dengan pembacaan SK KPU Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penetapan dan Pengangkatan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.

“Sebanyak petugas KPPS dilantik hari ini. Di Depok merupakan jumlah TPS terbanyak, sehingga KPPS-nya juga banyak sekali,” ujar alumnus Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, seolah melanjutkan, “Petugas KPPS Condongcatur bertempat di Gedung Serbaguna Kalurahan setempat. Untuk Caturtunggal bertempat di Auditorium Driyarkara, Kampus 2 Universitas Sanata Dharma, sedangkan KPPS Maguwoharjo dilaksanakan di Grha Instiper Yogyakarta,” ungkapnya, menjelaskan.

Hari menyampaikan, bahwa petugas KPPS sangat penting perannya sebagai penyelenggara Pemilihan Umum, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Salah satu tugas KPPS, ungkap Hari, adalah melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Pesan yang disampaikan oleh jajaran Forkompikap Depok untuk petugas KPPS ini antara lain diminta untuk bersikap profesional, mengedepankan nilai-nilai netralitas, integritas, dan penuh tanggung jawab,” paparnya.

Mengutip sambutan KPU RI, Hari mengatakan bahwa pelantikan secara serentak ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Ada tiga kategori yang berhasil diraih. Pertama, pelantikan secara serentak anggota penyelenggara pemilu terbanyak, kemudian kedua, yaitu bimbingan teknis secara serentak kepada anggota penyelenggara pemilu terbanyak; dan yang ketiga adalah penanaman bibit pohon terbanyak secara serentak oleh anggota penyelenggara pemilu terbanyak,” paparnya.

Pimpinan KPU, menurut Hari, menyadari dengan tercetak banyaknya logistik Pemilu berbahan baku kertas, memberikan dampak signifikan terhadap kelestarian alam. Oleh karena itu, KPU memandang pentingnya penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Secara nasional, total kebutuhan kertas dengan berbagai jenis untuk logistik Pemilu 2024 sekitar ton atau setara dengan kilogram kertas. Kebutuhan tersebut dapat diganti dengan menanam bibit pohon. Maka diharapkan setiap bibit pohon akan mengganti 11,6 kilogram kertas,” ujarnya, menjelaskan.

Lebih lanjut Hari memberikan rincian, bahwa berdasarkan hal tersebut, apabila dihitung jumlah bibit pohon dikalikan 11,6 kg adalah sama dengan kg atau ton. Jumlah tersebut hampir setara atau sebanding dengan kertas yang digunakan dalam Pemilu 2024.

“Semua ini sebagai simbol rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, rasa terima kasih kepada bumi, dan ikhtiar reboisasi terhadap pohon yang berkontribusi untuk pemenuhan logistik berupa kertas dalam Pemilu 2024,” ungkapnya. (Athiful/KIM Depok)