Sleman – Sebanyak 168 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 dilantik di GOR Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel pada Kamis (25/1/2024).
Pelantikan dan pengambilan sumpah KPPS Lumbungrejo dihadiri oleh Misbah Al Hakim selaku Lurah Lumbungrejo, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lumbungrejo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, Pengawas Kalurahan/Desa Lumbungrejo, serta dari unsur Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempel, dan seluruh jajaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta kesekretariatannya.
Ketua PPS Lumbungrejo Tempel Sihbudi Daryanto menjelaskan pasca dilantik mereka bisa langsung mengikuti bimbingan teknik (bimtek) di wilayah masing-masing.
“Bimtek akan dilaksanakan besok, Jum’at (26/1/2024) Dalam bimtek itu ditargetkan semua anggota KPPS harus bisa dan mengikuti secara seksama. Jadi harus bisa semuanya, dan ini saya langsung monitoring,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dalam sambutan yang dibacakan Ketua PPS Lumbungrejo, menyampaikan KPPS sangat penting perannya sebagai Penyelenggara Pemilu, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
“Salah satu tugas KPPS adalah melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari.
Dikatakannya, pada Kamis, tanggal 25 Januari 2024, dilakukan pelantikan KPPS sebanyak orang untuk TPS. Lokasi pelantikan KPPS tersebar pada titik.
Pelantikan pada hari ini juga ditandai dengan penanaman bibit pohon secara serentak di lokasi pelantikan.
“KPU menyadari dengan tercetak banyaknya logistik Pemilu berbahan baku kertas, memberikan dampak signifikan terhadap kelestarian alam,” ungkap Hasyim.
KPU memandang pentingnya penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Total kebutuhan kertas dengan berbagai jenis untuk logistik Pemilu 2024 sekitar ton atau setara dengan kilogram kertas.
Kebutuhan tersebut dapat diganti dengan menanam bibit pohon. Maka diharapkan setiap bibit pohon akan mengganti 11,6 kilogram kertas.
Berdasarkan hal tersebut, maka apabila dihitung jumlah bibit pohon dikalikan 11,6 kg adalah sama dengan kg atau ton.
“Jumlah tersebut hampir setara atau sebanding dengan kertas yang digunakan dalam Pemilu 2024,” ucapnya.
Hal ini sebagai simbol rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, rasa terima kasih kepada bumi, dan ikhtiar reboisasi terhadap pohon yang berkontribusi untuk pemenuhan logistik berupa kertas dalam Pemilu 2024.
Pelantikan secara serentak ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk tiga kategori rekor, yaitu, Pertama, Pelantikan secara serentak anggota penyelenggara pemilu terbanyak. Kedua, Bimbingan Teknis secara serentak kepada anggota penyelenggara pemilu terbanyak. Ketiga, Penanaman Bibit Pohon terbanyak secara serentak oleh anggota penyelenggara pemilu terbanyak.
“Kami berharap agar Anggota KPPS dalam bekerja berpedoman kepada ketentuan perundang-undangan, kode etik penyelenggara pemilu, bekerja secara profesional, berintegritas, bertanggung jawab dan transparan,” ujarnya.
“Demikian juga Anggota KPPS agar bekerja dengan niat kuat untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada kegiatan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS,” imbuh Hasyim.
“Selain itu penanaman bibit pohon dilaksanakan di masing-masing desa/kelurahan dan di TPS nya masing-masing. Satu KPPS menanam satu bibit pohon,” tutup Hasyim. (Sbd/KIM Tempel)