Tentukan Penerima BLT-DD, Kalurahan Merdikorejo Gelar Muskalkus

Sleman – Kalurahan Merdikorejo mengadakan Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus) di Ruang Rapat Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Rabu (24/1/2024). Kegiatan dihadiri oleh Agus Prasetyo, selaku Lurah Merdikorejo, Pamong Kalurahan Merdikorejo, BPKal, Pendamping Desa, Dukuh, TPSK, dan Perwakilan Tokoh Masyarakat.

Dalam kegiatan ini adalah Musyawarah penetapan KPM(Kelompok penerima manfaat) penerima BLT-DD sesuai ketentuan yang sudah diatur Kemendes berkaitan dalam penggunaan Dana Desa maksimal 25% untuk penanganan kemiskinan ekstrim dan ketahanan pangan.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) adalah program bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat desa.

“Dalam penentuan KPM ini berdasarkan dari hasil usulan Dukuh di 17 padukuhan yang sudah di pastikan sesuai kriteria yang sudah di tetapkan dan tidak doubel bantuan,” ungkap Agus Prasetyo.

“Harapannya dengan bantuan BLT-DD ini dapat bermanfaat bagi penerima dan membantu meringankan beban KPM penerima dalam percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Kalurahan Merdikorejo,” tutupnya. (Dony/KIM Tempel)




DPKP DIY Berikan Pelatihan Penanganan OPT di KWT Sari Maju Sumbersari

Moyudan – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Maju Sumbersari bertempat di Blendung, Sumbersari Moyudan, Sleman Yogyakarta, pada Selasa (23/01/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota KWT Sari Maju yang diketuai oleh Hj. Djumanah, dan didampingi oleh Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin. Penyuluhan dan pelatihan diberikan oleh Gunawan, selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan DIY Sub Unit Pelakana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) DIY.

Gunawan yang  bertugas di Wilayah kerja kapanewon  Minggir Moyudan itu menyampaikan penyuluhan tentang pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) berupa lalat buah pada tanaman timun dan cabe.

“Ini adalah inovasi yang sy lakukan untuk menangani masalah lalat pada buah, agar tanaman dapat tumbuh baik dan berbuah baik,” paparnya sembari melatih para anggota praktik membuat seperangkat alat dari botol bekas air mineral yang diisi bahan khusus yang telah ditentukan.

Selanjutnya Gunawan yang merupakan PPOT berprestasi peringkat ketiga Nasional tahun 2021 tersebut  terjun langsung  ke kebun sayur milik KWT Sari Maju untuk melatih para anggota KWT praktik  memasang perangkat tersebut.

Djumanah, Ketua KWT Sari Maju mengucapkan terima kasih kepada PPOT dari DPKP DIY yang telah memberikan peyuluhan dan pelatihan yang sangat bermanfaat untuk peningkatan produksi tanaman cabe dan timun di lahan mereka. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemkab Sleman Serahkan 454 Sertifikat Halal Bagi Pelaku Usaha Makanan

Sleman – Bertempat di Pendopo Parasamya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan 454 sertifikat halal bagi pelaku usaha dari sektor makanan dan minuman yang ada di wilayahnya, Rabu (24/1/2024). Penyerahan ini diwakili oleh empat orang perwakilan penerima sertifikat di Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan perlindungan dan kepastian kepada masyarakat, khususnya umat muslim dalam mengonsumsi produk atau memilih layanan jasa yang halal.

Kustini meminta agar pelaku UMKM Sleman dapat menghasilkan produk makanan dan minuman yang berkualitas, serta aman untuk dikonsumsi dan seluruh pelaku UMKM di Sleman juga harus memiliki semangat yang sama untuk memajukan potensi UMKM Kabupaten Sleman.

“Dimulai dari penyiapan sumber daya manusianya, pemenuhan standar seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), memperhatikan keamanan produknya, hingga pemenuhan tingkat komponen dalam negerinya,” ujar Kustini.

Dalam sambutannya, Kustini turut berharap, seusai sertifikat halal diserahkan, maka jumlah penggunaan produk UMKM Sleman dapat semakin meningkat, baik dari segi nilai transaksi, variasi produk, dan mitra penyedianya.

Sedangkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman Tina Hastani mengatakan, pihaknya terus berusaha agar banyak UMKM di Sleman bisa memiliki sertifikat halal.

“Dari total 454 sertifikat tersebut, diserahkan untuk skema reguler sebanyak 54 sertifikat dan skema self declare sebanyak 400 sertifikat,” katanya

Menurutnya, sertifikasi halal bagi pelaku usaha bernilai penting. Dengan sertifikat ini diharapkan tujuan penyelenggaraan jaminan produk halal dapat terwujud dengan baik. Sertifikasi halal juga berimplikasi pada peningkatan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha.

“Pada tahap pertama, kewajiban sertifikat halal diberlakukan pada semua produk makanan dan minuman yang beredar dan diperdagangkan. Produk ini wajib memiliki sertifikat halal maksimal 17 Oktober 2024,” ujar Tina.

Lebih lanjut, Tina mengatakan, bahwa pemerintah pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal telah mengeluarkan program “Sehati” (Sertifikat Halal Gratis).

“Dengan adanya program ini, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman pada tahun 2024 akan kembali memberikan fasilitasi sertifikat halal sebanyak 340 sertifikat,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




KIM Depok Adakan Pelatihan Jurnalistik

Sleman – Bertempat di ruang rapat lantai 2 Kantor Kapanewon, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya melaksanakan pembinaan anggota yang dikemas dengan bentuk Pelatihan Jurnalistik, Rabu (24/1).

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua KIM Depok Raya Umarjaka. Dalam materinya berkaitan dengan pelatihan jurnalistik dasar, dia mengulas tentang teknik menulis berita, komponen berita, serta kriteris berita yang baik.

Berita, menurut paparan Umarjaka, adalah informasi baru dan penting mengenai suatu peristiwa, keadaan, gagasan, atau manusia yang menarik untuk diketahui masyarakat. Berita, lanjut dia, adalah peristiwa yang dilaporkan. Peristiwa adalah kejadian yang telah berlangsung.

“Secara teknis, berita baru muncul hanya setelah dilaporkan. Segala hal yang diperoleh di lapangan dan masih akan dilaporkan, belum merupakan berita, melainkan baru sekedar peristiwa,” ujarnya.

Umarjaka juga menekankan, bahwa tidak setiap kejadian bisa dijadikan sebuah berita. Menurutnya, ada parameter tertentu yang harus dipenuhi agar suatu kejadian dalam masyarakat dapat diberitakan pers dan dimuat di media massa.

Di akhir paparannya, Umarjaka menyatakan bahwa berita yang menarik adalah dengan menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana yang sehari-hari familiar di telinga khalayak masyarakat.

“Gunakan kalimat yang sederhana. Ganti kata-kata yang sulit atau asing di telinga masyarakat dengan kata-kata yang mudah dicerna. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea agar didapat tulisan yang ‘mengalir’. Ingat, keep it short and simple,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Bahas Pembentukan FLH, Korwil JPSM Seyegan Gelar Audiensi dengan Kapanewon

Sleman – Kordinator Wilayah (Korwil) Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Seyegan menggelar audiensi dengan Pemerintah Kapanewon Seyegan di Ruang Rapat 2 Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan, Sleman, Selasa (23/1/2024).

Sutarto Agus, praktisi persampahan menjadi moderator pada kegiatan yang dihadiri oleh 4 orang pengurus JPSM Sehati Sleman, Panewu Seyegan dan Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan.

Sutarto dalam pengantarnya menyampaikan bahwa JPSM Seyegan ingin meminta Pemerintah Kapanewon untuk memfasilitasi terbentuknya Forum Lingkungan Hidup (FLH) di Kapanewon Seyegan.

“Keinginan membentuk forum lingkungan hidup sudah cukup lama namun baru sekarang bisa disampaikan kepada Kapanewon. Sampah masih menjadi permasalahan di masa depan. Upaya pengelolaan sampah tingkat rumah tangga sudah digembar-gemborkan sejak dari dulu. Namun hasil yang diinginkan masih jauh dari yang diharapkan,” ujar Sutarto.

“Dengan adanya forum tersebut diharapkan ada pergerakan dimasyarakat untuk berdirinya bank sampah ataupun sedekah sampah di masyarakat. Seperti harapan dari Bupati Sleman untuk 1 padukuhan 1 bank sampah/sedekah sampah,” imbuhnya.

Sutarto juga mengingatkan bahwa sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga sudah sering dilakukan namun yang lebih penting adalah pendampingan kepada KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang sudah terbentuk di masyarakat.

“Dengan forum lingkungan hidup tersebut diharapkan ada ploting relawan yang melakukan pendampingan sekaligus mengarahkan pihak ketiga (pengepul) yang menjadi rekanan KSM dalam penjualan sampah,” tukas Sutarto.

Panewu Seyegan, Samino, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi keinginan dari Korwil JPSM Seyegan untuk berdirinya Forum lingkungan Hidup.

“Inisiasi dari bawah ini diharap akan mengakar lebih kuat sehingga program kerja maupun implementasinya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Samino.

Samino berharap segera ditindak lanjuti dengan pertemuan tim kecil untuk merumuskan dokumen pendiriannya. Sedangkan fasilitasi dari Kapanewon akan secara penuh dianggarkan di tahun 2025.

“Selain itu, dengan berdirinya forum di tingkat Kapanewon segera disusul dengan forum serupa di tingkat Kalurahan,” tambah Samino.

Dibagian akhir, Samino juga berpesan dengan permasalahan sampah yang dihadapi sekarang ini, masyarakat diedukasi dalam pengelolaannya, sehingga pendampingan yang intensif selalu dilakukan.

“Untuk itu praktisi sampah yang ada di wilayah Seyegan untuk terus semangat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” pesan Samino.

Rini Nurhidayati, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan dalam kesempatan itu juga mengakomodir pembentukan forum dan mempersilahkan untuk segera dibentuk, Kapanewon akan memfasilitasi pertemuannya.

“Ada titik titik rawan di Seyegan yang dijadikan tempat pembuangan sampah luar oleh masyarakat yang cukup meresahkan. Masih ada juga pembakaran sampah yang dilakukan oleh pengepul sampah dengan dampak polusinya yang sangat menganggu. Demikian juga pembuangan sampah di badan air yang akibatnya dirasakan oleh petani yang sawahnya tercemar sampah rumah tangga,” terangnya.

Menurut Rini, pekerjaan rumah ini yang masih menjadi permasalahan. Diharapkan forum lingkungan hidup yang terbentuk nantinya akan mengeliminir permasalahan sampah di masyarakat sekaligus memberi solusi yang tepat dalam pengelolaan sampah.

Rini juga berpesan untuk pengurus forum nantinya diambilkan dari praktisi sampah di setiap Kalurahan yang ada di wilayah Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Sryegan)