Saksi Pemilu Ikuti Pelatihan Pastikan Pemungutan dan Penghitungan Suara Tidak Curang

Secara keseluruhan tugas pokok saksi peserta pemilu adalah memastikan proses pemungutan suara dan penghitungan perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak ada kecurangan serta memastikan benar-benar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Gugun El Guyanie, , LL.M selaku narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas dan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Saksi Peserta Pemilu yang diinisisasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman yang digelar di Grand Keisha Hotel Yogyakarta, Kamis (1/2/2024).

Kegiatan yang dihelat guna memberikan pemahaman yang lebih baik terkait ketugasan saksi saat bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) dan terciptanya pemilu berkualitas yang berintegritas dan berkeadilan diikuti oleh mayoritas sebagai Komisioner Panwaslu Kecamatan, perwakilan pengurus partai politik peserta pemilu 2024, perwakilan koordinator saksi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, serta koordinator saksi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami harapkan perwakilan yang hadir mengikuti kegiatan Training of Trainer ini dapat melatih para saksi di masing-masing partai politik maupun pasangan calon presiden dan wakil presiden atau calon perseorangan Dewan Perwakilan Daerah,” tutur Gugun dihadapan peserta.

Menurutnya, dalam memilih saksi di tempat pemungutan suara tidak sembarangan. Sebagai saksi harus harus memiliki kemampuan yang mumpuni. Saksi harus bisa melakukan pemetaan tempat pemungutan suara khususnya yang tergolong rawan terjadi pelanggaran, serta telah mengikuti pembekalan berupa pengetahuan, keterampilan, etika, potensi pelanggaran di tempat pemungutan suara dan modus kejahatan.

Berdasarkan peta aktor kerawanan pemilu terdiri dari penyelenggara pemilu terkait ketidaknetralan dan ketidakprofesionalitasan, kemudian peserta pemilu yang berhubungan dengan pelanggaran aturan pemilu dan sengketa antar peserta pemilu maupun sengketa antar peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu, serta dari masyarakat  mengenai pelanggaran aturan pemilu dan konflik antar pendukung.

Di akhir pencerahannya, Gugun menjelaskan dampak regulasi potensi masalah di tempat pemungutan suara. Proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas tempat pemungutan suara terbukti terdapat keadaan pembukaan kotak suara atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani atau menuliskan nama atau Alamat pada surat suara yang telah digunakan, serta petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah atau pemilih tidak memiliki KTP elektronik atau surat keterangan, serta tidak terdaftar tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan memberikan suara di TPS. *(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)*




Dukung Pemilu, Puskesmas Depok Gelar Senam Bersama Petugas Pemilu

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melalui Puskesmas Depok 2 melaksanakan GERMAS (Gerakan Masyarat Hidup Sehat) dengan Senam Bersama dan cek kesehatan bagi Petugas Pemilu di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (2/2/2024).

Menurut Kepala Puskesmas Depok 2, Sri Mujianto, kegiatan Senam Bersama Petugas Pemilu 2024 ini sebagai Pemantapan anggota KPPS Condongcatur dalam menjaga kesehatan.

Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti hasil skrining awal petugas Pemilu yang saat pemeriksaan kesehatan dulu yang mempunyai gula darah sesaat /sewaktu diatas 140 miligram/desiliter. Untuk itu, setelah senam dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan Tensi dan kadar gula darah dengan menerjunkan 15 paramedis dari Puskesmas Depok 2

“Harapannya pada saat bertugas di hari H (tanggal 14 Februari 2024) kondisi petugas pemilu dalam kondisi prima dan optimal sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Sri Mujianto menambahkan, jika dalam pemeriksaan lanjutan ini ada Petugas Pemilu yang kadar gulanya masih tinggi diatas normal akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan lagi di Puskesmas Depok 2

“Bagi Petugas Pemilu disarankan untuk menjaga kesehatan dengan melakukan aktifitas fisik secara teratur /olahraga, makan makanan seimbang (proporsi antara karbohidrat, protein, lemak), Selalu mengkonsumsi buah buahan, Sayur dan minum air putih, Selalu Cek kesehatan secara teratur dan Istirahat yang cukup,” pesannya.

Sementara Ketua PPS Condongcatur, Wuri Handayani, menjelaskan bahwa di Condongcatur terdapat 133 TPS Reguler dan 4 TPS Lokasi Khusus (di Kampus UPN dan Stikes Guna Bangsa) dengan jumlah KPPS sebanyak 959 dan Petugas Keamanan 274.

“Dari 959 anggota KPPS yang dulu melakukan cek kesehatan (skrining) ada 153 yang saat pemeriksaan tensi dan gula darahnya tinggi sehingga hari ini dilaksanakan olahraga senam bersama dilanjutkan dengan cek kesehatan,” ungkap Wuri.

“Semoga sehat semuanya dan Petugas Pemilu Condongcatur siap sukseskan Pemilu 2024,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Dukung Kelancaran Pemilu, Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 Gelar Senam Germas untuk Petugas Pemilu 2024

Sleman – Bertempat di Lapangan Kalurahan Sardonoharjo, Jumat (02/02/2024), Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 Mengadakan kegiatan Senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) bersama petugas Pemilu tahun 2024 di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Peserta yang hadir adalah Pegawai Kapanewon Ngaglik, Polsek, Koramil , PPK , PPS, perwakilan KPPS dan Pamong Kalurahan se Kapanewon Ngaglik , serta masyarakat sekitar

Senam sehat bersama ini merupakan salah satu dari langkah dalam Germas yaitu melakukan aktivitas fisik karena kurangnya melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor resiko Penyakit.

Panewu Ngaglik, Agung Endarta mengapresiasi kolaborasi Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 dalam pelaksanaan senam massal ini.

“Harapannya pada saat tanggal 14 Februari 2024 nanti semua petugas pemilu bisa dalam keadaan fit dan sehat semua, kegiatan senam seperti ini semoga bisa dilaksanakan setiap saat agar tubuh tetap sehat,” ujar Agung.

“Kampanye Germas oleh Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 melalui  Kegiatan senam sehat germas bersama ini diselenggarakan tentunya untuk meningkatkan semangat dalam menjaga kesehatan . Oleh karena itu, diperlukan kegiatan rileksasi dan himbauan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat , salah satunya dengan senam sehat bersama,” tutup Agung.  (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Seyegan Gelar Musrenbang Kapanewon Tahun 2024 Usulan Tahun 2025

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kapanewon Seyegan tahun 2024 untuk usulan tahun 2025 di Ruang Rapat I Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (1/2/2024).

Dengan mengusung tema “Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing untuk Kesejahteraan yang Merata”, Musrenbang menghadirkan anggota DPRD Kabupaten Sleman, OPD terkait, UPT Wilayah Seyegan, Lurah, Ulu ulu, Pangripto, BPKal, Bumkalma, Gapoktan, KIM dan Pendamping Desa.

Samino, Panewu Seyegan dalam paparannya menyampaikan usulan program kegiatan tahun 2025. Diawali dengan penyajian tema yang sesuai dengan visi Bupati Sleman yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong.

Samino menyampaikan bahwa hasil belanja masalah yang merupakan problem di lapangan akhirnya direncanakan kegiatan prioritas pembangunan untuk tahun 2025.

“Dari problem di lapangan tersebut juga dapat dikategorikan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, peningkatan aparatur, peningkatan infrastruktur termasuk didalamnya pembangunan jalan, jembatan dan CCTV,” papar Samino.

Di bidang Pertanian, lanjut Samino, adanya LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) tetap dipertahankan. Sedangkan di bidang Kesehatan, dengan 159 kasus stunting yang masih tinggi (7,2 %) perlu intervensi banyak pihak. Demikian juga dengan Kemiskinan yang masih tertinggi di Sleman (12 % ).

“UMKM juga masih perlu ditingkatkan kapasitas pelakunya karena kemampuan dan sarana pendukung belum memadai,” tambah Samino.

Samino mengatakan ada 3 pilar ekonomi pedesaan yaitu Pariwisata, pertanian dan UMKM. Secara keseluruhan ada 58 program kegiatan prioritas yang diusulkan melalui usulan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM)  tahun 2025 dengan total dana 3,3 M.

Dona Saputra Ginting dari BAPPEDA Kabupaten Sleman ditunjuk menjadi Narasumber dalam Musrenbang tersebut yang menyampaikan 8 prioritas pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2025 yaitu mengurangi kemiskinan, memperkuat infrastruktur, memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan meningkatkan nilai budaya.

“Delapan prioritas tersebut sesuai dengan visi misi RPJMD tahun 2021-2026,” ujar Dona.

Selanjutnya Dona menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi tahun 2019-2022 dengan target di tahun 2025 antara 5,02-5,96 %. Seyegan sendiri masih merupakan Kapanewon termiskin dengan prosentase KK miskin mencapai 12,45%, adapun target di tahun 2025 adalah 7,65%.

Dijelaskan juga oleh Dona tentang RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) wilayah Sleman Barat. Hal ini terkait erat dengan kegiatan pengembangan wisata pertanian melalui wisata agro yang meliputi wisata edukasi budaya, wisata budaya pertanian, wisata kreatif hasil pertanian dan wisata kuliner pertanian.

Dibagian akhir, Dona menyampaikan tentang sumber pendanaan usulan kegiatan (APBD Kabupaten Sleman) yang berasal dari PUPM, Dana Aspirasi DPRD dan BKK aspirasi, BKK non aspirasi dan Rencana kerja OPD.

Rini Nurhidayati, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan yang menjadi moderator dalam pelaksanaan Musrenbang tersebut menyampaikan daftar usulan rencana kegiatan dana PUPM, non PUPM, BKK tahun 2025 sedangkan khusus untuk daftar usulan kegiatan yang didanai dari dana keistimewaan untuk tahun 2026.

Sepintas Rini membacakan daftar usulan kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan pencermatan dari OPD pengampu kegiatan. Banyak tanggapan yang diberikan oleh OPD tentang usulan kegiatan yang harapannya sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. Sebagai penutup kegiatan Musrenbang, dilakukan penanda tanganan Berita Acara Musrenbang yang dilakukan oleh perwakilan peserta dari unsur pamong kalurahan, perwakilan OPD, UPT wilayah, Tokoh Masyarakat dan pendamping Desa. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Semangat Anti Bullying, SMP Negeri 2 Ngaglik Gelar Outbond di Desa Wisata Palgading

Sleman – Desa Wisata Palgading ,Sinduharjo, Ngaglik, Sleman menerima  kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan di Luar Sekolah pada Rabu (31/01/2024) dan Kamis (01/02/2024) dengan peserta sebanyak 240 orang yang merupakan siswa dari SMP Negeri 2 Ngaglik.

Kegiatan outbound Desa Wisata Palgading dikemas sedemikian rupa agar pelajar sadar dan berdaya angkat suara, serta dapat menyatukan kekuatan untuk melawan bullying.

Pipit selaku pengelola Desa Wisata Palgading  mengatakan bahwa anak juga rentan mengalami  bullying.

“Pengecahan bullying harus di berikan pada anak (siswa) rentan mengalaminya jadi harus ada edukasi dimana selain outbound ingin mensosialisasikan agar menjadi sekolah Ramah Anak,” ujar Pipit Kamis (31/01/2024).

Selain itu Pipit menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan hal penting yang harus diberikan dan dipelajari.

“Pendidikan karakter ini mengajarkan pandangan mengenai nilai-nilai kehidupan, seperti kepedulian, kejujuran dan nilai moral lainnya ini penting juga mengenalkan pendidikan budaya damai bagi para pelajar dalam bentuk Outbound ,” ujar Pipit.

“Meningkatnya informasi, dan pengetahuan bagi siswa mengenai upaya pencegahan bullying dan  serta terkait konsep Safe School, dan anti bullying,” tambahnya.

Selain outbound, kegiatan juga dibarengi dengan kunjungan ke beberap tempat pendukung di Desa Wisata Palgading, yaitu Candi , Kerajinan Tas dan Ternak Ikan Lele.

“Diharapkan setelah selesai acara anak – anak semakin kompak saling menjaga satu sama lain serta tercipta suasana sekolah anti bullying,” pungkas Pipit. (Eka Sastra Kurniawan /Kim Sardonoharjo, Ngaglik)