PPK Moyudan Gelar Rapat Pleno Penghitungan Suara Pemilu 2024

Moyudan – Sesuai dengan PKPU Nomor 5 tahun 2024 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu 2024, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Moyudan menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara pada hari Rabu malam (20/2/2024) bertempat di Pendopo Kapanewon Moyudan Sleman.

Rapat tersebut dihadiri oleh Panewu Moyudan, Kapolsek, Danramil, Panwas Moyudan, sejumlah saksi dari peserta Pemilu,  Ketua dan Sekretaris PPS se Kapanewon Moyudan.

Panewu Moyudan Harsowasono menyampaikan bahwa sesuai dengan regulasi, setelah selesainya rekapitulasi penghitungan suara dari masing-masing Kalurahan dilanjutkan dengan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara di tingkat PPK.

Ia juga menambahkan agar semua pihak untuk dapat menyermati hasil dari masing-masing calon, baik pasangan presiden, DPD dan partai politik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan.

“Mohon ikuti Pleno dengan cermat sehingga akan mendapatkan hasil yang akurat,” imbuh Harsowasono.

Sedangkan Agung Wahyudi, Ketua PPK Moyudan menuturkan setelah masing-masing Kalurahan melakukan perekapan yang dimulai pada tanggal 16 Februari 2024 dan berakhir pada Selasa malam 19/2/2024, maka kemudian dilanjutkan dengan Rapat Rekapitulasi Penghitungan suara.

“Kami ucapkan terima kasih kepada saksi baik dari pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon perseorangan, maupun saksi dari partai politik atas atensinya untuk mengikuti Rapat Pleno pada malam hari ini,” tutur Agung.

Rapat Pleno yang berlangsung mulai pukul WIB dan berakhir sampai waktu subuh tersebut berjalan aman dan lancar. Semua saksi dan panwas menerima hasil tanpa catatan apapun dan dibuktikan dengan penandatanganan Berita Acara oleh PPK, seluruh saksi yang hadir dan Panwascam, Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Pemilu di Moyudan berjalan sukses dari tingkat kehadiran pemilih untuk menggunakan hak suaranya mencapai 85 persen. (Giek/KIM Moyudan)




KRAS 2024 Digelar Selama Tiga Hari, Peserta Dari 28 Provinsi

Sleman – Kejuaraan Renang Antar Sekolah dan perguruan tinggi (KRAS) 2024 kembali diadakan. Kejuaraan renang ini akan diselenggarakan di Kolam Renang Kampus UNY Karangmalang, selama tiga hari yaitu tanggal 23 Februari sampai dengan 25 Februari 2024.

KRAS tahun ini menjadi perhelatan yang digelar ketiga kalinya oleh Pengkab PB Aquatik Sleman bekerjasama dengan Dispora Kabupaten Sleman. Kejuaraan renang ini sangat didukung oleh Pemkab Sleman sebagai media untuk mencari bibit-bibit unggul di cabang olahraga renang. Pemerintah daerah bahkan mendorong pelaksanaan KRAS agar semakin maju hingga ke tingkat internasional.

“Jadi sebenarnya ini sudah ketiga kalinya KRAS ini dilaksanakan kerjasama dengan Dispora Sleman. Pemerintah mensuport inisiatif teman-teman Pengkab Aquatik dan juga panitia yang sudah mendorong olahraga renang ini dalam skala yang lebih besar,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, dalam jumpa pers yang diselenggarakan pada, Rabu (21/2/2024) sore.

Agung menambahkan, KRAS tahun ini memiliki daya tarik tersendiri, karena banyak perenang muda yang ikut lombat tersebut, dan dihadiri oleh orang tuanya. Hal ini tentunya selain menjadi event olahraga, tetapi juga dapat menunjang pariwisata di Kabupaten Sleman.

“Hal ini tentu dapat menunjang pariwista di Kabupaten Sleman khususnya,” kata Agung.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia KRAS 2024, Agus Supriyanto mengatakan jumlah peserta KRAS tahun ini sebanyak 884 peserta yang berasal dari 28 provinsi se-Indonesia. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pelaksanaan KRAS tahun lalu.

“Walaupun ini ada penurunan dari  tahun sebelumnya. karena tahun ini berbarengan event lomba renang ada di Tegal, ada di Jawa Barat, ada di NTB, tanggalnya sama persis,” kata Agus.

Sementara untuk nomor seris KRAS 2024 diketahui mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Adapun total seri perlombaan ada 4874. Hal ini dikarenakan pelaksanaan KRAS 2024 mengikutsertakan satu nomor yang dikhususkan untuk finisher yaitu KU IV dan KU V,  dengan tujuan untuk memacu anak-anak usia dini agar bisa melakukan semua gaya renang.

“Kenapa ini penting, karena diusia dini KU IV, KU V itu agar bisa melakukan semua  daya. Kemudian tidak di-push  untuk kecepatannya. Sehingga teknisnya nanti bisa disemua gaya, sehinga nanti diusia spesialisasi sudah tinggal meneruskan,” jelas Agus.

Agus menambahkan, ajang renang bagi pelajar ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri, sehingga pelaksanaan KRAS tahun depan dapat mengundang pelajar-pelajar dari negara tetangga. 

“Karena untuk tahun ini ada 28 provinsi yang ikut andil dikegiatan ini sehingga cukup lumayan besar event ini. Sehingga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi atlet-atlet renang untuk datang di DIY. Kami berharap untuk tahun depan bisa mengundang negara tetangga,” ungkap Agus.




Pemerintah Kalurahan Pakembinangun Lantik PAW BPKal Baru

Sleman – Pemerintah Kalurahan Pakembinangun menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Pakembinangun Periode 2020-2026.

Acara tersebut diselenggarakan pada hari Rabu (21/02/2024) pada pukul WIB sampai dengan pukul WIB di aula Kalurahan Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Proses diawalin dengan pembacaan SK Pemberhentian Saudara Dwi Hermawanto sebagai anggota BPKal Pakembinangun karena telah meninggal dunia. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Sleman nomor 72.3 tahun 2023  tentang Peresmian Saudara Ambar Nur Cahyo sebagai Anggota BPKal Kalurahan Pakembinangun.

Pengambilan sumpah Saudara Ambar Nur Cahyo sebagai anggota BPKal Kalurahan Pakembinangun dilakukan oleh Panewu Pakem, Rakhmat Harinawan.

Penandatanganan Berita acara pengambilan sumpah diawali oleh yang terlantik yaitu Ambar Nur  Cahyo, kemudian yang mengambil sumpah yaitu Panewu Pakem, Rakhmat Harinawan, . . diteruskan penanda tangan oleh saksi-saksi yaitu Djoko Mulyono  yang merupakan Kepala Jawatan Praja Kapanewon Pakem dan  Supriyadi, Ketua BPKal Pakembinangun.

Kata-kata peresmian disampaikan oleh Panewu Pakem atas nama bupati Sleman kepada yang terlantik secara resmi yaitu saudara Ambar Nur Cahyo sebagai  anggota BPKal Pakembinangun. Selanjutnya penyerahan surat keputusan Bupati  Sleman oleh Panewu Pakem kepada anggota BPKal terlantik.

Rakhmat Harninawan, Panewu Pakem dalam sambutannya memberi selamat kepada Ambar Nur Cahyo.

“Pelantikan ini merupakan tahapan awal yang resmi sebagai anggota BPKal Pakembinangun. Saudara Ambar Nur Cahyo bisa segera menyesuaikan dengan BPKal, mewakili wilayah, mengampu dan mewakili aspirasi masyarakat di wilayahnya,” ujar Rakhmat.

Sementara itu, PJ Lurah Pakembinangun, Sunardi, mengajak  BPKal untuk membuka lembaran baru, bersama-sama agar Kalurahan Pakembinangun lebih maju lagi.

“Kita saling bahu membahu untuk memulihkan kejayaan Kalurahan Pakembinangun kembali,” tukasnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Kundha Kabudayaan Sleman Selenggarakan Pelatihan Bahasa dan Sastra di Seyegan

Sleman – Bertempat di  Kaliklangsi Outbond dan Resto Jamblangan Margomulyo  Seyegan, Rabu (21/2/2024) Dinas Kebudayaan (Kundho Kabudayaan) Kabupaten Sleman Menyelenggarakan Pelatihan Bahasa dan Sastra dengan sumber dana dari Danais Provinsi DI Yogyakarta.

Pelatihan Bahasa dan Sastra ini bekerja sama dengan DPD Paguyuban Pranatacara  Yogyakarta (PPY) wilayah Kabupaten Sleman dan diikuti oleh 40 peserta dari Bapak/ibu Dukuh, perwakilan Karang Taruna, perwakilan siswa/siswi SMAN 1, SMKN 1, SMK 17 dan SMPN 1 Seyegan.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Marwanto, yang menyampaikan bahwa selama ini Dinas Kebudayaan sudah  sering melakukan 10 objek pemajuan kebudayaan sesuai dengan regulasi, namun belum dilakukan tabulasi atau format sesuai dengan yang dikehendaki.

“Adapun 10 objek pemajuan kebudayaan tersebut meliputi tradisi lesan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, tekhnologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olah raga tradisional. Sedangkan dalam Undang Undang pemajuan kebudayaan ada 4 langkah strategis yaitu pembudayaan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan,” ungkap Agus.

Arif juga menyampaikan bahwa kegiatan Dinas Kebudayaan 90 % adalah fasilitasi, baik untuk anak, remaja maupun dewasa.

“Sebagai contoh adalah kegiatan wajib kunjung museum, wayang siswa, lomba sejarah dan cipta tari. Sedangkan untuk kelompok dalam kegiatan religi ataupun keagamaan yang pengajuannya melalui jalur proposal,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Arif mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman membuka pelatihan secara resmi dan menurut rencana pelatihan akan berlangsung selama 2 hari.

Yani Setyowati, dari DPD PPY Kabupaten Sleman menjadi pemateri pertama dengan memberikan paparan mengenai adiwicara. Yani diawal paparannya menyampaikan dasar dasar Pranatacara yang menjadi pusat perhatian dalam semua event. Yani membagikan beberapa kiat menjadi pranatacara yang profesional misalnya  datang sebelum dimulai acara, menguasai urutan acara, bisa menarik perhatian, siap lahir bathin termasuk dalam berpakaian dan pemakaian accesoris.

Yani membagi pranatacara menjadi 4 yaitu pranatacara dengan naskah, hapalan materi, improvisasi dan catatan kecil. Adapun syarat pranatacara adalah suara harus jelas, busana menyesuaikan acara, tingkah laku dan tata busana yang sopan dan rapi.

“Cara berdiri harus benar, raut muka penuh senyum dan percaya diri adalah kunci pranatacara yang profesional,” ujar Yani dalam mengakhiri paparannya.

Tri Sarjuli dari DPD PPY Kabupaten Sleman sebagai pemateri kedua menyampaikan tentang Bahasa dan Sastra. Diawal paparannya, Tri Sajuli menyampaikan tingkatan dalam bahasa jawa yaitu ngoko dan Kromo.

“Banyak kata dalam bahasa jawa disampaikan tapi belum tepat bahkan salah kaprah. Sebagai contoh, para bapak bapak saha ibu ibu yang betul adalah para bapak saha ibu. Demikian juga kata kawula menjadi kula, hurmati menjadi kurmati atau kinurmatan,” jelasnya.

Banyak kata dan kalimat yang masih salah disampaikan oleh pranatacara yang perlu dikoreksi. Pada kesempatan itu, beberapa peserta diminta untuk praktek langsung dan kemudian dikoreksi.

Antusiasme peserta yang melibatkan generasi muda baik dari karang taruna desa maupun dari siswa siswi SMA, SMK dan SMP menjadi nilai lebih dari pelatihan pranatacara dan adiwicara seperti ini. Harapan dari Dinas Kebudayaan tentunya fasilitasi yang diberikan dapat melestarikan penggunaan bahasa jawa yang mulai jauh dari generasi milenial. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sekolah Lansia S3 di BKL Mugi Waras Sumbersari Moyudan Dicanangkan

Moyudan – Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras kembali digelar di  Blendung, Sumbersari, Moyudan, pada Selasa,  19/02/2024. Pada tahun 2024 ini siswa-siswi yang berjumlah 50 orang tersebut menempuh S3 (Standar 3) setelah mereka menyelesaikan S2 pada tahun 2023 .

Hadir pada kesempatan itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY,  Andi Ritamariani, beserta Ketua Pokja Pemberdayaan Keluarga, Yuni Hastutiningsih dan tim, Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah dan tim, Panewu Moyudan Harsowasono, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Kapolsek Moyudan AKP. Bowo Susilo, Bhabinkamtibmas Sumbersari Aipda Destana Endriana, Carik Sumbersari Junaidi, Kamituwa Sumbersari Agus Iskandar, Ketua BKL Mugi Waras Hj. Jumanah dan para anggotanya.

Panewu Moyudan Harsowasono menyampaikan terimakasihnya kepada BKKBN DIY yang telah memberikan fasilitasi untuk kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut. Ia juga berharap , setelah selesai S3 dapat diadakan lagi sekolah lansia S1 untuk siswa baru.

Pencanangan dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani, yang sekaligus memberikan pembinaan dan motivasinya.

“Tujuan diadakannya sekolah lansia sampai standar S3 adalah terwujudnya lansia yang SMART yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat,” ujar Andi.

Selanjutnya, Ketua Pokja Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY, Yuni Hastutiningsih memberikan penjelasan tentang tindak lanjut setelah  sekolah lansia S3 itu dicanangkan.

“Sekolah lansia Standar 3 akan berlangsung 8x pertemuan, dan diakhiri dengan wisuda. Setelah rampung menempuh S3, masih ada program lagi  yaitu menjadi duta lansia, yang  tugasnya mengajar di sekolah-sekolah lansia BKL  yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga sekaligus  sebagai pertemuan perdana sekolah lansia.  Materi sekolah diberikan oleh Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah yang memberikan  materi tentang Mengatasi stres dan mengelola emosi pada lansia. Diterangkannya tentang penyebab stres, tanda-tanda mengalami stres, dan cara mengatasinya. Dikatakan ada 4 tips mengatasi stres, yaitu mengambil nafas dengan teknik 4,7,8, mengangkat bahu 8 hitungan, menghitung mundur, dan pengalihan perhatian dengan menggunakan panca indra.

“Semua orang punya masalah. Masalah itu diupayakan diselesaikan sebaik-baiknya. Jika belum teratasi, maka kita lakukan pengalihan perhatian dengan  hal yang menyenangkan lewat panca indra kita, ”  paparnya disertai penjelasan dan contoh-contohnya.

Lebih lanjut Endah memaparkan tentang 90 detik awal yang sangat berharga untuk mengelola emosi, dan 3 rumus sehat yaitu Olah Pikir, Olah Rasa, dan Olah Raga. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).