Pemkab Sleman Lakukan Sisir Adminduk 2024

Sleman – Dalam rangka peningkatan Tertib Administrasi Kependudukan, Pemkab Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kembali melaksanakan Program Sosialisasi Informasi, Rekam Data, dan Pelayanan Administrasi Kependudukan (SISIR ADMINDUK) tahun 2024 pada Kamis (22/2), di Kantor Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir pada kesempatan dan sekaligus menyaksikan penandatanganan kerjasama Pos Pelayanan Dokumen Kependudukan (Posyanduk) untuk Kalurahan Bokoharjo, Madurejo, Wukirharjo dan Gayamharjo.

Kustini mengatakan melalui program Sisir Adminduk ini, program pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat atau menggunakan metode “jemput bola”. Dengan demikian, upaya peningkatan tertib adminduk di Sleman menjadi lebih efektif.

“Saya berharap semua masyarakat Kabupaten Sleman memiliki data kependudukan yang lengkap baik akta kelahiran, KTP, KIA, akta nikah, akta kematian, dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kustini juga berharap Kalurahan Sendangtirto  menjadi Kalurahan yang melaksanakan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yakni masyarakatnya sadar memiliki dan selalu memutakhirkan data dokumen kependudukannya.

“Saya mengharapkan agar pembinaan dan edukasi terkait GISA kepada masyarakat perlu dilakukan secara aktif dan berkesinambungan,” kata Kustini

Sementara Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan kegiatan SISIR ADMINDUK untuk tahun 2024 ini akan dilaksanakan di 17 Kalurahan di setiap Kapanewon se-Kabupaten Sleman.  Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman saja, namun juga dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah kalurahan dengan melibatkan Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

“Setiap Kalurahan nanti kita evaluasi. Kalau kepemilikan dokumennya tinggi, kinerja aparatnya bagus, sarana prasarananya, inovasinya bagus, pengelolaan arsipnya bagus, akan kita berikan penghargaan GISA Award,” jelasnya.

Program SISIR ADMINDUK yang di-launching pada 2019 lalu ini selalu menyasar 17 kalurahan setiap tahunnya. Dengan program SISIR ADMINDUK ini diharapkan tercapai target 100 persen kepemilikan dokumen Adminduk dan terwujudnya Kabupaten Sleman Tertib Adminduk.




Bupati Sleman Targetkan Pembangunan Pasar Godean Rampung Bulan Mei

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau langsung proses pengerjaan pada Kamis (22/2) dengan didampingi Ketua tim PPK Prasarana Strategis II BPPW DIY, Raden Haryo Satriyawan, beserta jajaran.

Kustini menyampaikan pembangunan Pasar Godean berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Dijelaskan proyek pembangunan Pasar Godean sudah berjalan 60 persen. Pada pertemuan itu, Kustini juga memastikan terkait ketersediaan fasilitas pasar, seperti lokasi kios, mushola, hingga toilet bagi difabel.

Kustini juga menyampaikan, Pasar Godean  akan dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir yang dapat menampung seribu lebih kendaraan dari berbagai jenis.

“Kami juga menyiapkan lahan parkir di samping. Nanti bisa menampung 150 mobil, bis juga bisa, dan sekitar 400 sampai 600 motor,” jelas Kustini.

Kustini berharap Pasar Godean dengan wajah baru tak sekadar menjadi pusat perbelanjaan, namun juga sekaligus menjadi lokasi wisata. Hal ini mengingat adanya Makam Mbah Jembrak yang keberadaannya akan tetap dipertahankan. Sehingga Bupati berharap, masyarakat tetap bisa berziarah dengan nyaman dan tenang.

“Melihat dengan bangunan yang bagus ini kita berharap pasar ini juga menjadi tempat wisata. Terlebih lagi ada Makam Mbah Jembrak leluhur warga sleman, kita tetap menghargai, semoga nanti masyarakat tetap bisa berziarah dengan nyaman,” ujar Kustini

Sementara itu, Ketua tim PPK Prasarana Strategis II BPPW DIY, Raden Haryo Satriyawan melaporkan bahwa pembangunan Pasar Godean ditargetkan berjalan selama 360 hari, terhitung sejak 11 mei 2023 hingga 4 Mei 2024 mendatang. Selain area dagang, bangunan ini juga akan dilengkapi dengan area foodcourt di lantai dua.

“Proses pembangunan berjalan 60 persen dan kami laporkan tidak ada kendala apapun termasuk dengan sekitar pasar. Hingga saat ini uga terkondisi dengan baik,” kata Haryo.

Proses revitalisasi Pasar Godean nantinya akan menampung pedagang yang saat ini berada di Pasar Relokasi di Dusun Berjo, Kalurahan Sidoluhur. Usai selesai dikerjakan, Pasar Godean juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau yang nantinya bisa dinikmati masyarakat secara gratis.




Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Berbagi Kisah Studi Luar Negeri Melalui Buku “Merantau ke Sydney”

Sleman – Australia termasuk salah satu destinasi impian para traveler Indonesia dan mancanegera. Benua ini tidak hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mengais rezeki, melainkan juga menjadi tujuan wisata yang populer. Australia menyimpan pesona yang menarik: alamnya indah, unik, dan memiliki ciri khas tersendiri.

Sydney, merupakan salah satu kota terbesar di Australia dan menjadi Ibu Kota Negara Bagian New South Wales. Kota ini masuk nominasi World’s Most Livable Cities karena memenuhi kriteria penting dalam keamanan, pendidikan, kebersihan, rekreasi, stabilitas politik-ekonomi, dan transportasi publik.

Hal demikian diungkapkan Andri Rosadi, dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang baru saja menerbitkan buku berjudulkan “Merantau ke Sydney: Perjalanan Mengejar Mimpi di Harbour City” Rabu (21/2/2024).

“Buku ini merupakan pengalaman personal penulis ketika hidup di Sydney antara tahun 2015 sampai 2019. Di dalamnya termuat banyak renungan yang mencakup berbagai hal dengan fokus utama bertumpu pada isu-isu keislaman, kebangsaan, dan modernitas,” ungkapnya.

Andri mengungkapkan, bahwa buku yang ditulisnya ini bukanlah buku ilmiah akademik, sebab sebagian besar ditulis di sela-sela istirahat siang di kampus dan ketika lelah menulis disertasi, atau coretan dalam perjalanan yang diolah kembali ketika tiba di rumah. Oleh sebab itu, lanjut Andri, rangkaian isu tidak ditulis secara runut, tidak mendalam, dan sebagian adalah respons terhadap perkembangan sosial politik di tanah air yang diteropongnya dari kejauhan.

“Beberapa tulisan yang berkaitan dengan sisi personal penulis, sama sekali tidak ditujukan untuk berbangga diri, namun lebih pada bagaimana pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi yang ingin menjalani studi di luar negeri. Ada studi dan keluarga, dan keduanya secara bersamaan adalah prioritas nomor satu,” ungkap lulusan School of Social Sciences and Psychology, Western Sydney University, dengan Beasiswa Australia Award Scholarship ini.

Atas terbitnya buku “Merantau ke Sydney” ini, Andri mengungkapkan bahwa salah satu wujud syukur dengan sedekah informasi, cerita, dan motivasi, dia yakin buku ini dapat menginspirasi anak bangsa.

“Saya berharap buku ini bisa memberikan hikmah dan pesan yang positif, baik bagi diri saya sendiri maupun pembaca,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Sampah APK di Sleman Akan Diolah Menjadi Bahan Bakar

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman mencatat terdapat sekitar alat peraga kampanye (APK) yang tersimpan di gudang Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman. Rencananya, sampah ini akan diolah di TPST Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.

Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, bahwa hasil penertiban APK pada saat masa tenang jelang pemungutan suara masih belum diapa-apakan hingga saat ini. Berdasarkan laporan yang masuk, ujar Shavitri, terdapat sekitar baliho, spanduk, rontek, dan gambar caleg maupun capres yang telah diturunkan.

“Untuk tonansenya saya kurang paham, tapi kalau dari sisi jumlah ada sekitar APK yang telah diturunkan jelang pemilihan,” kata Shavitri, Rabu (21/2/2024).

Shavitri mengakui, bahwa keberadaan APK ini bisa menjadi masalah dikarenakan izin sewa gedung hanya berlangsung hingga Februari 2024. Rencananya, sampah-sampah politik ini akan diolah TPST Tamanmartani, Kalasan.

Kendati demikian, untuk prosesnya belum ada kepastian dikarenakan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

“Tentunya harus cepat mengingat kontrak gedung akan segera selesai di Februari 2024 ini,” ungkapnya.

Shavitri berharap hasil dari penertiban APK bisa memberikan manfaat. Pasalnya, proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani dapat menghasilkan refused derivied fuel (RFD) sehingga bisa menjadi sumber bahan bakar.

“Harusnya bisa dimanfaatkan, di TPST ‘kan ada alat cacahnya sehingga bisa diproses agar lebih bermanfaat,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Pemkab Sleman Sediakan Sembako Murah di Seyegan Lewat Semar Mesem “Berase Murah”

Sleman – Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman kembali menggelar penjualan Sembako murah yang dikemas dalam kegiatan Semar Mesem “Berase Murah” (Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat) pada hari Kamis (22/2/2024) di halaman Lapangan TGP Margoluwih Seyegan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman dalam pelaksanaannya mengandeng distributor antara lain BULOG, Beras Sleman, Beras Bu Tami, Pinsar Sleman, dan Gapoktan Sleman untuk pengadaan bahan pokoknya.

Kurnia Astuti, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman mengatakan bahwa tujuan kegiatan adalah membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok yang dipasaran harganya tidak terjangkau.

“Artinya Pemerintah Sleman bekerjasama dengan distributor menjual sembako dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Kegiatan ini disemangati dengan Sembada Setiaji yaitu Sesarengan Nyembadani Semangat Njagi Inflasi,” ujarnya.

Animo yang besar dari masyarakat yang beberapa bulan terakhir merasakan dampak kenaikan harga sembako, terutama beras dapat terlihat dengan antrian yang banyak.

“Dengan syarat membawa bukti diri/KTP Sleman dan pembatasan jumlah pembelian adalah strategi untuk pemerataan bagi warga yang membutuhkan,” tambah Kurnia Astuti

Kendala lapangan juga bisa diantisipasi dengan tertibnya warga masyarakat untuk antri dalam pembelian sembako.

Kurnia juga menambahkan bahwa dengan pemangkasan harga sampai 3000 rupiah sangat berarti bagi masyarakat untuk mendapatkan sembako nurah.

“Artinya Pemerintah memberi subsidi sebesar 3000 rupiah untuk sembako yang dijual,” terang Kurnia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir pada kesempatan tersebut menyapa masyarakat yang rela antri ber jam jam untuk mendapatkan sembako murah dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dengan memanfaatkan penjualan sembako murah yang pada bulan ini diadakan hanya di 4 Kapanewon yaitu, Kapanewon Mlati, Seyegan, Turi dan Kalasan.

Selanjutnya Kustini menjelaskan bahwa dampak el nino, dengan perubahan iklimnya yang berdampak pada budi daya pertanian, terutama beras.

“Sehingga harga beras di pasaran tidak terkendali. Kondisi inilah yang memberatkan masyarakat dalam pembelian sembako,” terang Kustini.

“Mengenai pelaksanaan Sembako murah akan dilaksanakan lagi sebelum Lebaran di 17 Kapanewon”, demikian penegasan Kustini.

Sebelum meninggalkan tempat, Kustini juga mengunjungi Bazar UMKM Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)