Puskesmas Pakem Gelar Kampanye dan Sosialisasi Germas

Sleman – Kalurahan Pakembinangun bersama dengan Puskesmas Pakem menyelenggarakan Kampanye dan Edukasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang berlangsung di Aula kalurahan Pakembinangun pada hari Senin (26/2/2024) jam WIB.

Kepala Puskesmas Pakem, dr. Dini Trees Harjanti mengingatkan bahwa 10 besar masalah penyakit yang menjadi permasalahan masyarakat diantaranya tekanan darah tinggi dan diabetes.

“Untuk mengantisipasi perlu diperhatikan pola makan, pola hidup dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, PJ Lurah Pakembinangun, Sunardi,  mendukung kegiatan Germas ini. Sunardi mengimbau kepada peserta untuk menyampaikan jika ada pertemuan tentang kesehatan kepada masyarakat di Dusun, RT dan masyarakat. Selain itu ia juga mengingatkan agar penanganan stunting juga harus diupayakan lebih giat lagi.

Pengisian materi inti kali ini disampaikan oleh Muslihah tentang pemberdayaan Masyarakat Pencegahan DBD melalui tanggapan Bocah (Tabo).

“Upaya dalam peningkatkan angka bebas jentik kalau di Sleman bernama Tanggap Bocah (Tabo) sedangkan di Pakembinangun mempunyai Laskar Uget-uget. Laskar ini dipastikan berjalan dengan baik dalam menekan pertumbuhan jentik nyamuk,” jelas Muslihah.

“Ternyata menggerakkan anak-anak lebih efektif, jujur, lebih jeli, dan rajin. Awalnya kita mengadakan penyuluhan dan sosialisasi PHBS kepada anak-anak. Selanjutnya memberdayakan mereka dalam berperan aktif memberantas jentik nyamuk,” imbuhnya.

Menurutnya, isu kasus DBD muncul karena belum optimal dalam menindaklajutinya sehingga puskesmas mengidentifikasi kasus DBD, peningkatan pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM).

“Laskar uget-uget ini nantinya tidak hanya memantau jentik, tapi bisa ada pelatihan lain, pola olah sampah  jajan anak sekolah, dan seterusnya,” tukasnya.

Pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksana yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,  Panewu Pakem, Kepala Puskesmas Sleman, Petugas Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa, tokoh masyarakat, Kader Kesehatan, PKK dan Karang Taruna, anak-anak yang tergabung dalam Kelompok pemberantas nyamuk.

“Hal-hal dan informasi  yang penting nanti bisa disampaikan oleh yang hadir kepada keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini para kader dan bapak-bapak dukuh sekalian. Jadi jika ada masalah dan kendala dalam pelaksanaan, lapor saja ke pak dukuh. Saya yakin pak dukuh tidak akan tinggal diam. Dan nanti bisa berkoordinasi dengan puskesmas terdekat,” jelas Muslihah lagi.

“Dampak dan keberlanjutan yang diharapkan yaitu peningkatan Angka bebas Jentik (ABJ), dan penurunan angka kejadian DBD, peningkatan penerapan PHBS. 3M plus upaya dalam memberantas sarang nyamuk untuk mencegah DBD yaitu Menguras, menutup rapat tempat air, dan mengolah sampah plus yaitu mencegah gigitan nyamun dan membasmi jentik nyamuk,” pungkasnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




FLH Berbah Gelar Peringatan HPSN 2024

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah menyelenggarakan kegiatan  peringatan Hari Peduli Sampah (HPSN) 2024 berlangsung di Pawon Pitoe Resto jln. Kopral Samyo 1, Jetak, Sendangtirto, Berbah, Minggu (25/2/2024). Peringatan ini mengambil tema ‘Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif’.

Ketua FLH Berbah Kusnadi menyampaikan bahwa kegiatan  HPSN merupakan peringatan kejadiannya tragedi  kemanusiaan  21 Februari tahun 2005 di TPA Leuwigajah  yang meledak  kelalaian pengelolaan.

“Ledakan yang dimungkinkan disebabkan oleh gas metana yang terperangkap dalam timbunan sampah setinggi 60 meter yang menewaskan 157 orang dan mengubur dua  kampung  yakni kampung Pojok dan Cilimus,” tutur Kusnadi.

Untuk mengenang tragedi tersebut oleh pemerintah tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Peduli  Sampah Esa Nasional.

“Untuk peringatan HPSN tahun 2024 kali ini FLH Berbah merangkai kegiatan diawali bersih-bersih sampah area kegiatan serta penanaman pohon, pembagian bibit gratis bagi pengunjung, senam bergas. Panitia juga menyediakan stand bazar UMKM  bagi pelaku usaha warga Berbah,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani, menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat  yang sudah memperingati HPSN.

“Namun yang paling penting adalah menjaga perilaku peduli lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan serta memilih  dan mengelola sampah dari rumah. Harapannya agar tidak akan terjadi lagi tragedi akibat pengelolaan sampah yang salah,” pesan Epi.

Mantan Sekretaris Daerah kabupaten Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi kepada FLH Berbah yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan peringatan HPSN 2024 untuk memberi penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

“Harapannya kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan agar masyarakat semakin peduli lingkungan terutama pengelolaan sampah. Karena permasalahan sampah menjadi beban berat bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Harda. (Kusnadi/KIM Berbah)




PPK Gamping Serahkan Dokumen Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping secara resmi telah menyerahkan kotak kontainer kecil berisi dokumen D-Hasil Kecamatan Pemilihan Umum 2024 sebagai bahan pleno terbuka tingkat kabupaten kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman usai melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang digelar di Pendapa Kapanewon Gamping, Sabtu (24/2/2024).

Setelah dokumen D-Hasil Kecamatan ditandatangani oleh Ketua dan Anggota PPK Gamping, serta para saksi peserta pemilu, maka diterimakan kepada seluruh saksi peserta pemilu yang hadir, termasuk Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping untuk diteruskan kepada Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman.

Penyerahan dokumen dilakukan Ketua PPK Gamping, M. Mualif kepada Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sleman, Sura’ie disaksikan Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo dan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko. Tampak hadir Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, , bersama Panewu Anom Gamping, Dewanto Tri Nugroho, perwakilan Kepolisian Sektor Gamping dan Komando Rayon Militer 17 Gamping mendampingi Badan Adhoc penyelenggara pemilu di tingkat Kapanewon Gamping.

“Hari ini kami serahkan dokumen rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kecamatan Gamping kepada KPU Kabupaten Sleman berupa , , , Provinsi, serta Kabupaten/Kota, termasuk formular Khusus dan/atau keberatan saksi-KPU di kecamatan beserta Daftar Hadir Rapat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Kecamatan,” terang Mualif.

Disisi lain, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo mengatakan proses kegiatan penyerahan logistik pemilu tersebut terbilang aman dan kondusif berkat hadirnya petugas pengamanan dan pengawalan sebagai penjamin keamanan dalam perjalanan pengiriman dari Kecamatan Gamping hingga penyerahan logistik pemilu di KPU Kabupaten Sleman.

“Panwaslu Kecamatan Gamping sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas peran aktif nyata dari petugas kepolisian dan TNI dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban saat berlangsungnya rapat pleno terbuka di tingkat PPS dan PPK sehingga proses pemilu menjadi lancar dan aman. Sikap profesionalisme dalam menjaga keamanan dalam pelaksanaan pemilu di wilayah Kecamatan Gamping dapat dijadikan sebagai suri tauladan yang baik,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sekolah Lansia Kalimasada Diresmikan

Sleman – Menurut data tahun 2022, DIY memiliki angka harapan hidup tertinggi di Indonesia,  mencapai usia 75,4 sampai 76 tahun. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada peresmian Sekolah Lansia Kalimasada yang membentuk lansia yang tangguh, teguh dan kukuh pada Minggu (25/2/2024) di Pendopo Kalimasada Kayunan, Donoharjo, Ngaglik Sleman.

Untuk itu Kustini menyampaikan rasa terima kasih nya kepada BKL Sleman yang sudah eksis.

“Level S-1 bahagia dengan diri sendiri, S-2 bahagia dengan keluarga dan S-3 bahagia dengan masyarakat dan sudah punya ketrampilan serta bisa menghasilkan. Rata-rata BKL di Sleman sudah S-3,” jelas Kustini.

“Dengan sekolah Lansia level-1 ini diharapkan diisi materi kegiatan produktif dan inovatif  sehingga  bisa mandiri semuanya,  tidak merepotkan keluarga. Anak-anak dan  keluarga tinggal memberi motivasi. Pesan saya, tetap lakukan kegiatan rutin seperti biasanya, jadikan hati selalu senang, tetap sehat, semangat dan semoga kegiatan Sekolah Lansia ini  bermanfaat,” ucap Kustini.

Sementara itu Kepala BKKBN DIY Rita Andi Mariani, menyampaikan bahwa sekolah lansia merupakan kegiatan strategis untuk mensupport Lansia.

“Ternyata banyak peminatnya dan ada masukan agar ada regulasi sehingga dukungan penganggaran bisa dilakukan,” jelas Rita.

“Jumlah BKL DIY sebanyak  779 dengan jumlah lansia . Untuk kabupaten sleman ada 172 BKL dengan jumlah lansia . Jadi setiap BKL terdapat 29 sampai 30 lansia,” imbuhnya.

Rita menuturkan, BKKBN memiliki 3 program yaitu  pembangunan keluarga, kependudukan dan Keluarga Berencana.

“Pembangunan keluarga berbentuk BKL merupakan cikal bakal sekolah lansia. Dari 172 BKL akan dipilih,  yang memberikan support yang akan dibentuk Sekolah Lansia,” jelas Rita.

“Pentingnya sekolah lansia, agar lansia smart yaitu sehat mandiri aktif bermanfaat melalui 7 dimensi lansia akan diberikan dalam bentuk permainan, pemahaman dan keterampilan,” tambahnya.

Hadir pula untuk berikan sumbangan berupa 3 buah kursi roda, Direktur OHANA, Nuning Suryatiningsih.

Mewakili penerima Panewu Ngaglik Bapak Agung Indarto, menyampaikan ucapan terima kasih dan berharap bahwa bantuan akan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu Kepala Sekolah Lansia Kalimasada Wasingatu Zakiyah menjelaskan bahwa kegiatan yang sudah berjalan  di Pendopo Kalimasada berupa Posyandu lansia setiap 1 bulan sekali dengan beragam pemeriksaan termasuk pemeriksaan gigi dan mulut bekerjasama dengan mahasiswa Kedokteran Gigi UGM. Yoga setiap hari kamis dpandu oleh instruktur profesional kerjama dengan kelas yoga Kalijaga diharapkan makin meningkatkan kesehatan lansia.

“Di samping itu ada kegiatan Pengelolaan sampah / bank sampah berkah untuk mendukung sehat lingkungan,  Kelompok tani lansia bekerjasma dengan KWT yang menanam buah dan sayur sekitar pondok lansia kalimasada. Ada juga tempat Pengajian Agama /TPA Lansia untuk mendukung dimensi spiritual bagi yang muslim TPA husnul khatimah dilaksanakan setiap sabtu dan ahad. Sedangkan untuk Katolik diserahkan kepada kapel, kelompok paduan suara lansia untuk menguatkan Kesehatan mental dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri,” jelas Zaki lagi.

Ke depannya, Zaki menuturkan bahwa sekolah ini akan merancang kelompok UMKM Lansia demi memberdayakan kelompok lansia, bekerja sama dengan entitas bisnis di Donoharjo. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Tanah Wakaf Diikrarkan di KUA Ngaglik

Sleman – Tanah di wilayah Padukuhan Penen Donoharjo sudah cukup mahal, per meter berkisar harga 2 juta rupiah atau lebih. Mewakafkan tanah untuk masa sekarang sungguh merupakan nilai yang besar. Karena itu ketika Kusmiyanto dan Suti Nariyah mewakafkan tanahnya, oleh Maryanto  Dukuh Penen diberi jeda waktu untuk memastikan niat tersebut .

“Saya sudah memberi waktu yang cukup lama, namun Beliau berdua tetap kukuh untuk mewakafkan tanahnya. Kami tidak terburu-buru karena sesuai dengan pesan Bapak Lurah kami harus berhati-hati,” ujar Maryanto saat proses Ikrar Tanah Wakaf di Kantor KUA Ngaglik Sleman, Jumat (23/2/2024) di depan Pejabat Pembuat Ikrar Wakaf (PPAIW), Handoyo.

Maryanto menambahkan bahwa pada tanggal 2 Oktober 2023 Kusmiyanto hadir di Masjid Baitul Hasanah Penen, menyampaikan keinginannya dihadapan warga Padukuhan Penen disaksikan oleh Lurah, Carik dan Bapak Jogoboyo.

“Ketika itu kami juga melakukan zoom meeting menggunakan layar lebar untuk menyaksikan dan mendengarkan keinginan dan niat tulus dari Ibu Siti Nariyah yang sekarang tinggal dan menetap di Papua,” tururnya.

“Putra dari Ibu Suti Nariyah sekarang sudah menjadi Lurah di Papua, sementara Bapak Kusmiyanto yang sudah purna dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah menantunya juga meniabat sebagai Lurah di Kalimantan. Beliau sudah tidak berminat untuk kembali lagi,” jelas Maryanto lagi.

Menanggapi pernyataan tersebut, maka Handoyo menyampaikan bahwa berkas-berkas administrasi  sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Sesuai pula dengan apa yang sudah dijelaskan Bapak Ibu di muka, semua sudah sesuai prosedur juga tidak ada pemaksaan, Insya Allah tidak ada problema apapun,” jelas Handoyo.

Handoyo menambahkan bahwa berdasarkan Undang-Undang tentang Wakaf, tanah yang sudah diwakafkan tidak dapat dibatalkan. Masalah biasanya akan muncul ketika akan dilakukan perubahan peruntukan harus meminta persetujuan pewakaf atau ahli warisnya. Namun wakaf ini diperuntukkan bagi kemaslahatan umat sehingga tidak mempersulit pelaksanaannya.

“Harus diperhatikan bahwa penerima wakaf berkewajiban untuk segera mengelola tanah wakaf tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika itu berupa pahala, maka agar pahalanya segera mengalir,” tandas Handoyo.

Tanah diwakafkan dari Ibu Suti Nariyah seluas 320m persegi dan dari Bapak Kusmiyanto seluas 336m persegi.

Untuk selanjutnya, sertifikat akan disimpan oleh Dukuh Penen sambil menunggu proses pengesahan selanjutnya.

“Semoga Allah meridhoi, menetapkan iman islam kita , keluarga pewakaf dilimpahkan rejeki berkah melimpah dan jika tiba saat nya  dipanggil menghadap Nya diberikan husnul khotimah”. (Endarwati/KIM Donoharjo)