Pengurus Rintisan Kalurahan Budaya Pakembinangun Dikukuhkan

Sleman – Kalurahan Pakembinangun kedatangan beberapa pelaku seni tari, Rabu (28/2/2024). Pasalnya hari tersebut adalah hari di mana Pengurus Rintisan Kalurahan/Desa Budaya dikukuhkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Kedatangan Bupati Sleman dan jajarannya disambut dan diiringi tari pahargyan tamu yang diiringi ladrang Gati Padasih. Kemudian barisan penari ini mengiringi Bupati Sleman masuk ke dalam ruangan, sebelum menyajikan Tari Sri Penganti.

“Tari Sri Panganti menjadi simbol para gadis cantik yang menanti calon kekasih hatinya. Maka dengan itu mereka menari dengan lincah dan luwes untuk menarik calon kekasihnya,” papar Eny Susilowati sebagai pembawa acara.

PJ Lurah Pakembinangun, Sunardi menyatakan apresiasinya atas dikukuhkannya Pengurus Rintisan Kalurahan Wisata Pakembinangun. mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami mohon kepada jajaran pemerintah Kalurahan Pakembinangun beserta para jajaran pemerintahan Kabupaten Sleman, agar mau memperhatikan dan mengembangkan rintisan desa budaya ini,” papar Sunardi.

Acara selanjutnya adalah pengukuhan Pengurus Rintisan Kalurahan Budaya Pakembinangun yang berjumlah enam belas peserta, yang terdiri dari beberapa perangkat desa dan tokoh seniman seniwati se Pakembinangun oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

“Saya harap setelah dilantik, para pengurus ini agar segera melaksanakan tanggung jawabnya. Yaitu membuat program jangka pendek dan jangka panjang. Agar para kaum muda di Sleman ini juga bisa diberi kesempatan untuk mengembangkan budaya adiluhung kita ini,” ungkap Kustini.

Jangan sampai tergerus oleh budaya asing yang sangat menggerus budaya ini. Padahal Sleman ini didominasi oleh pemuda, terlihat dari perolehan suara pemilu kemarin, porsi pemuda ternyata lebih banyak. Tidak ada salahnya mereka kita bimbing untuk melestarikan budaya tersebut dari program rintisan Kalurahan Budaya ini,” pungkasnya. (Asrori Wardan)




DPPP Sleman Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Nila di Sardonoharjo

Sardonoharjo – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menggelar pelatihan budidaya ikan nila bagi kelompok perikanan Mina Ngandong, Padukuhan Candi  selama 2 hari yaitu, Rabu dan Kamis 28 – 29 Februari 2024. Pelatihan yang mengusung tema Melalui Budidaya Ikan Nila  Diharapkan Dapat Menambah Nilai Ekonomi Keluarga ini dibuka langsung oleh Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho.

Kegiatan pelatihan yang melibatkan warga Candi 3 ini dilaksanakan di Aula Sardonoharjo , Ngaglik , Sleman. Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Hari pertama yaitu Sri Hartono yang mengajarkan bagaimana teknik Budidaya Ikan Nila serta kebijakan perikanan, lalu Rieke Givani menjelaskan tentang cara pemberian pakan yang baik.

Pemateri hari kedua yaitu Putri Adinda Purbandari akan berbagi ilmu tentang pengelolaan kualitas air yang kemdian ditutup oleh Astuti yang akan mengajarkan cara penanganan hama dan penyakit ikan .

Ulu-ulu Sardonoharjo, Anang Setiawan menuturkan budidaya ikan nila ini selain ramah lingkungan, juga sangat memungkinkan dilakukan pada lahan yang sempit, serta memberikan keuntungan yang menjanjikan. Waktu (usia) budidayanya juga sangat singkat yaitu 3 bulan.

“Usaha budidaya ikan nila dapat dijadikan usaha yang potensial, karena permintaan pasar cukup tinggi. Budidaya ikan nila modalnya relatif tidak besar,” tuturnya.

Selama pelatihan nantinya para peserta akan diberikan bantuan modal berupa benih sebanyak 75 kg dan 32 sak pakan yang bisa di gunakan hingga 3 bulan.

Kegiatan pelatihan budidaya ikan nila disambut baik oleh Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho. Dirinya  berharap pelatihan kewirausahaan ini dapat memberi wawasan serta keterampilan kepada masyarajat Sardonoharjo, sehingga kelak mampu berwirausaha secara mandiri,katanya.

Harjuno juga mengharapkan pelatihan yang berasal dari Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat ini mampu melahirkan pengusaha muda yang bergerak di bidang budidaya ikan.

“Nantinya dari pelatihan ini kita mampu menghasilkan wirausaha muda yang bergerak dibidang perikanan,” tutupnya. (Eka Sastra Kurniawan /KIM Sardonoharjo)




Dinsos Sleman Selenggarakan Peningkatan Kapasitas PSM Kapanewon Seyegan

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kapanewon Seyegan di Ruang Rapat Sadewa Lantai 3 Dinsos Sleman, Selasa (27/2/2024)

Kegiatan itu merupakan kegiatan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kapanewon Seyegan dan diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari 9 PSM, 5 TPSK (Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan)dan 1 TKSK ( Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon).

Ferry Istanto, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman menyampaikan bahwa Dinas Sosial mengampu banyak kegiatan terutama kegiatan Karang Taruna dan pelatihan Disabilitas.

“Untuk itu mumpung masih di tahun awal pemilihan legislatif, untuk digunakan oleh masyarakat melalui Kalurahan untuk mengusulkan kegiatan yang dibiayai oleh Pokir Dewan,” ungkapnya.

Mengenai kegiatan ini, Ferry sampaikan bahwa peningkatan PSM ini sifatnya mendesak, mengingat kondisi masyarakat yang semakin rentan terhadap bermacam eksploitasi.

“Kesiapan PSM dalam memberikan jasa kepada masyarakat yang membutuhkan adalah wajib,” tambahnya.

Subagyo Rahayu, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini diambilkan dari anggaran reguler kegiatan PUPM Kapanewon Seyegan. Subagyo juga berterima kasih kepada peserta yang merupakan pejuang kemanusiaan. Seyegan yang merupakan salah satu katong kemiskinan Sleman dan penderita ODGJ yang masih banyak membutuhkan kiprah dari PSM yang tugas utamanya membantu melayani warga.

“Di samping itu dengan angka stunting yang cukup tinggi, Tim Pendamping Keluarga (TPK) sangat membutuhkan peran kader yang sebagian juga anggota PSM,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, Subagyo membuka Peningkatan Kapasitas PSM Kapanewon Seyegan tahun 2024 secara resmi.

Bawana dari LK3 Sembada Sleman membuka sesi pertama dengan materi Pendekatan PSM kepada perangkat dan masyarakat. Bawana menjelaskan apa dan siapa PSM itu. Kemudian dilanjutkan dengan tugas pokok dari PSM yang bersama masyarakat dan pemerintah setempat melaksanakan usaha kesejahteraan sosial.

“Sedangkan fungsi dan peran PSM dijelaskan sebagai pilar partisipan masyarakat sekaligus memotivasi masyarakat dan lingkungannya serta menghubungkan antara masyarakat dan pihak pihak terkait. Berkaitan dengan kegiatan PSM, bekerjasama dengan TKSK dan TPSK mendata kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Minardi, sebagai narasumber kedua memberikan materi yang berhubungan dengan Tata cara Assessment Klien.  Assessment sendiri diartikan sebagai proses pengumpulan dan penganalisaan data yang meliputi aspek biologis, psikologi, spiritual, potensi  maupun kelemahan klien serta untuk mengetahui latar belakang keluarga dan lingkungan yang dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan pelayanan yang dibutuhkan.

Minardi kemudian menjelaskan tentang tujuan assessment yang secara umum adalah untuk memperoleh informasi atau data sebagai faktor penghambat maupun pemicu permasalahan. Adapun bentuk kegiatannya sendiri adalah identifikasi awal, mengumpulkan data, penelusuran masalah, analisa dan perumusan hasil assessment.

Di bagian akhir, Minardi memberikan penjelasan tentang metode assessment yang bisa berupa wawancara, observasi, kuesioner, angket, dokumentasi dan tes medis.

Sebagai nara sumber ketiga, Prih Wardoyo, memberikan materi Manajemen Kadus dan Kode Etik Pekerja Sosial. Secara garis besar PSM yang berbasis kerelawanan nampu menerapkan manajemen kasus pekerjaan sosial.

“Artinya dalam kegiatannya, PSM dapat memberikan layanan kepada klien yang bermasalah secara tuntas dan jangka panjang,” ujar Wardoyo.

“Prinsipnya adalah jangan menyakiti, mengutamakan yang terbaik untuk klien tanpa diskriminasi, hormat, kerahasiaan, dan pastikan akuntabilitas,” imbuhnya.

Dijelaskan juga oleh Wardoyo tentang tahapan manajemen kasus yang meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi, monitoring dan terminasi.

“Sebagai pegangan PSM adalah menumbuhkan rasa kepedulian, tanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapi klien, bersikap terbuka, obyektif dan akomodatif,” jelas Wardoyo lagi

Di bagian akhir, Wardoyo, memberi tip tentang kode etik Pekerja sosial dengan jargon “PSM JEMPOLAN” yaitu Jujur, Empatik, Mrantasi (Menyelesaikan), Prigel (terampil), berjiwa besar, Luwes, Asih-Asah-Asuh, dan Meningkatkan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Jaga Keamanan dan Kondusivitas, FKDM – FPK  Tempel Intensifkan Pemantauan Proses Pemilu

Sleman – Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, mengajak Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan untuk meningkatkan kembali kewaspadaan dini pasca diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pemilu kemaren yang berjalan aman, damai, dan berintegritas tidak memicu terjadinya konflik ditengah masyarakat.

Dalam arahannya, Supardi mengatakan FKDM dan FPK merupakan mitra pemerintah daerah (Kapanewon) dalam menjaga kewaspadaan dini terhadap potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“FKDM dan FPK ini, mata dan telinga pemerintah daerah. Mereka memiliki peran penting dalam mendeteksi dini potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah berlangsung nya Pemilu 2024 umumnya di Kabupaten Sleman dan khususnya Kapanewon Tempel. Intensifkan kembali pemantauan ke lapangan,” ujar Supardi saat membuka rapat koordinasi yang berlangsung di RM Taman Merdiko, Tempel, Sleman pada  Selasa (27/02/2024). 

Sementara Imam Nayoko selaku Ketua FKDM Tempel menambahkan, Pemilu kemarin merupakan pesta demokrasi yang seperti diketahui bersama sudah dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat. 

“Untuk itu, penting bagi kita setelah kemarin memastikan masyarakat aman dan nyaman dalam melaksanakan hak suaranya. Selanjutnya kita harus terus bersinergi hingga saat proses pelaksanaan nya selesai, tidak terjadi konflik baik antar pendukung partai politik ataupun terhadap antar caleg,” ucapnya. 

Sementara H Muhidin, Ketua FPK Tempel bersyukur bahwa dengan adanya kolaborasi dan sinergisitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024  kemaren dapat berjalan dengan lancar dan sukses tanpa gangguan apapun. 

“Syukur Alhamdulillah dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga kita kemaren dapat bersama-sama mewujudkan Pemilu 2024 yang kondusif,” tutupnya.

Adapun jumlah pengurus FKDM yang ada di Kapanewon Tempel yaitu sebanyak 5 anggota yang ditugaskan untuk 8 kalurahan dan 8  orang Pengurus FPK yang di bagi untuk 8 kalurahan (Sbd/KIM Tempel)




Dukcapil Sleman Bersama Kalurahan Caturtunggal Jemput Bola Administrasi Kependudukan

Depok- Dalam upaya meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan dan aktivasi Identitas Kependudukan (IKD), pada Senin (26/02/2024). Kegiatan ini menyasar dua padukuhan yaitu Padukuhan Karanggayam dan Padukuhan Santren.

Jemput bola dilaksanakan di Balai Padukuhan Karanggayam berupa layanan perekaman KTP Elektronik bagi pemula, pembaharuan Kartu Keluarga (KK), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), pembuatan Akta Kelahiran, dan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Masyarakat setempat dapat dengan mengakses layanan administrasi tanpa harus bepergian jauh.

Turut hadir Kepala Seksi Kependudukan Dukcapil Sleman, Kepala Urusan Tata Laksana Caturtunggal, Ketua Tim Penggerak PKK, Dukuh Karanggayam, Dukuh Santren, serta Kader Adminduk dari dua padukuhan.

Kaur tata laksana, Bambang Harjati Susetyo menyampaikan melalui kegiatan ini kita berupaya memudahkan akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen identitas yang valid dan terkini. Dengan dokumen administrasi yang lengkap dapat digunakan masyarakat untuk mengakses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan kepentngan lainnya,” ungkap Bambang.

“Harapannya kerjasama antara Pemerintah Caturtunggal, Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, dan masyarakat dapat berlanjut dalam program-program lain yang mendukung kesejahteraan bersama,” tutupnya. (Oktaviana/KIM Depok)