Buka Raker Kwarcab Sleman, Bupati Berharap Pramuka Menjadi Pilihan Kegiatan Edukatif

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman menjadi salah satu pilihan kegiatan yang edukatif bagi generasi muda yang dapat mendukung upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Kustini saat membuka Rapat Kerja (Raker) Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman Tahun 2024 di Aula Lantai 3 Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sabtu (17/2).

Kustini mengingkinkan Kwarcab Pramuka Sleman harus dapat menjadi induk gerakan Pramuka yang mampu menjadikan organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tentunya diharapkan agar Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman mampu berbenah diri sehingga dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan yang edukatif,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Kustini yang merupakan Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman mendorong agar Raker dapat merumuskan program maupun kebijakan organisasi. Selain juga menjadi kesempatan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Anggota Kwarcab Sleman agar terus mengolah kreativitas dan inovasi agar melahirkan perubahan nyata untuk Kabupaten Sleman,” katanya.

Dengan memanfaatkan teknologi dan peka terhadap perkembangan informasi, Kustini mengharapkan Gerakan Pramuka dapat semakin menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam organisasi kepramukaan.

“Dengan begitu, diharapkan semakin banyak generasi muda Sleman yang turut andil untuk memberikan perubahan positif untuk Kabupaten Sleman,” katanya.

Sedangkan, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sleman Ery Widaryana mengatakan rapat kerja ini untuk menyusun rencana strategis dan program Kwarcab Sleman hingga menyusun rancangan program.

Menurut Ery, raker ini diikuti lebih dari 50 anggota yang terdiri atas pengurus kwarcab, kwartir ranting (kwarran) anggota majelis pembimbing, hingga pengurus kwartir ranting.

“Rapat kerja ini dimaksudkan untuk berdiskusi serta menyusun program dan rencana kegiatan Kwarcab Sleman pada 2025,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Menteri ATR Serahkan Sertifikat Program Konsolidasi Tanah Warga Sleman Secara ‘Door to Door’

Sleman – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyerahkan 205 sertifikat tanah hasil program konsolidasi tanah non-pertanian di Kelurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Jumat (16/2).

Sertifikat ini diserahkan secara ‘door to door’ kepada masyarakat yang menerima. Menteri ATR Hadi mengapresiasi masyarakat yang telah merelakan tanahnya dikurangi untuk pembangunan fasilitas umum yang sebagian besar berupa akses jalan lingkungan.

Setelah mendapat sertifikat konsolidasi tanah, Hadi memastikan nilai tanah yang dimiliki masyarakat meningkat hingga tiga kali lipat.

“Saya bertemu para dermawan yang ikhlas memberikan tanahnya sehingga masyarakat di sini memiliki akses ke rumahnya masing-masing tanpa harus memutar atau meloncati rumah tetangga. Insya Allah akan sejahtera karena jalan masuk rezekinya lancar. Terbukti setelah diserahkan harga tanahnya naik tiga kali lipat,” ujarnya.

Efek kenaikan harga tanah disebabkan adanya rencana pembangunan fasilitas umum di Kelurahan Sumberarum. Pembangunan dilaksanakan pada objek seluas meter persegi dengan total luas tanah untuk Pembangunan (TP) yakni meter persegi terdiri dari jalan lingkungan baru seluas meter persegi; saluran air seluas 392 meter persegi; pelebaran jalan lingkungan seluas 167 meter persegi; dan pos keamanan lingkungan seluas 28 meter persegi.

“Harapannya hal seperti ini bisa ditularkan di tempat-tempat lain karena masyarakat tentunya perlu akses jalan apabila belum ada akses jalan,” ungkap mantan Panglima TNI ini.

Diketahui, kegiatan ini dapat dilakukan berkat dukungan berbagai pihak antara lain pembangunan jalan lingkungan dan saluran air melalui stimulan dana desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), serta pembangunan jalan lingkungan oleh program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

“Masyarakat ikhlas untuk memberikan tanahnya dan untuk pembangunannya dibantu dengan program-program seperti TMMD dan dana desa akhirnya kita lihat jalan ada, drainase juga ada. Kalau sudah ada sertifikat tanah yang dilepaskan akan aman dan keuntungannya nilai tanah akan naik, itu terbukti,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




132 Siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Ikuti Baitul Arqam Purnasiswa

Sleman – SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa (BAP) di Youth Center Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis-Jum’at, (15-16/2).

Kegiatan yang dimaksudkan untuk menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa ini diikuti oleh 132 siswa kelas IX.

Kegiatan Baitul Arqam Purnasiswa yang menjadi program unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman ini langsung dibuka oleh Ketua PDM Sleman, Harjaka.

Dalam amanatnya, Harjaka memberikan semangat dan motivasi kepada siswa-siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman dalam menuntut ilmu pengetahuan. Menurutnya, menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap penganut agama Islam.

“Melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu,” ucap Harjaka.

Senada dengan Harjaka, anggota Majelis Dikdasmen PDM Sleman Sri Maryani berpesan kepada peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam tersebut yang berisi materi keIslaman, kemuhammadiyahan, leadership, achiement motivation training (AMT), serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Depok Sleman.

“Baitul Arqam Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




KOKAM Gamping Kumpul Bareng Jalin Keakraban Pasca Pemilihan Umum Tahun 2024

Sleman – Komando Kesiagsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gamping Sleman menggelar Keakraban Kader KOKAM di Pesantren Tani Muhammadiyah Agribisnis Center, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (16/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antarsesama anggota KOKAM Gamping. Ini merupakan rutinitas yang digelar antara Bidang Kaderisasi & Organisasi dan KOKAM Gamping dan berlangsung santai dengan obrolan ringan seputar kehidupan, aktivitas terkini, hingga rencana kegiatan KOKAM dan PCPM Gamping ke depannya.

“Kegiatan tidak harus formal terus. Yang penting bertemu antarsesama anggota untuk menjalin keakraban,” kata Toro, personil KOKAM Gamping.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk melepas penat pasca Pemilu 2024 dan menjaga kondusifitas lingkungan selama pesta demokrasi berlangsung. KOKAM Gamping turut bersyukur pelaksanaan Pemilu 2024 di wilayahnya berlangsung kondusif dan aman.

“Serta teman-teman semua juga sehat. Alhamdulillah juga,” lanjut Toro.

Terlepas dari hasil Pemilu 2024 nanti, KOKAM Gamping tetap berkomitmen menjaga dan merawat kerukunan antar warga masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Lazismu Sleman Gelar Rakerda, PDM Sleman Amanatkan Tiga Hal Penting

Sleman – Bertempat di Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Sabtu (17/2) yang diikuti 80 Ketua LazisMu dari Kantor Layanan LazisMu Se-Kabupaten Sleman.

Rakerda yang mengangkat tema ‘Kontribusi Ekonomi Sirkular dalam Pencapaian SDGs’ ini dibuka oleh Wakil Ketua PDM Sleman Irfan Harris.

Dalam amanatnya, Harris berpesan kepada Lazismu se-Kabupaten Sleman agar memperhatikan dan senantiasa mengelola tiga hal pokok.

“Pertama, terkait tata kelola organisasi. Artinya, LazisMu tidak boleh bergerak one man one show, dan harus bersinergi bersama PDM Sleman beserta majelisnya yang ada,” ujarnya.

Kedua, ujar Harris, LazisMu harus terus bergerak dan memperbaiki tata kelola usaha. Artinya, dalam penggalian dana dan pentasyarufan harus sesuai syar’i. Misalnya, hati-hati memasukkan golongan fii-sabililah.

“Guru agama di sekolah adalah yang membangun dan memperkokoh kekuatan akidah. Maka harus dimasukkan dan diutamakan, agar guru agama kita cerah dan mencerahkan,” ujarnya.

Adapun ketiga, lanjut Harris, LazisMu harus terus maju dan memperbaiki tata kelola keuangan.

“Kita wajib mendapatkan penilaian WTP, karena setiap transaksi kita harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh terlupa dalam pencatatan,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala LazisMu Sleman, Sinta Brata dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Rakerda ini diikuti oleh mitra-mitra LazisMu Sleman yang akan mempresentasikan berbagai kerjasama dengan pihaknya.

Menurutnya, LazisMu Sleman selalu menekankan bahwa LazisMu harus senantiasa berpegang pada dua hal pokok, yakni proses dan progres. (Athiful/KIM Depok)