Dihadapan 428 Pengawas TPS, Panewu Depok Sampaikan Potensi Dampak Politik di Kapanewon Depok Sleman

Sleman – Kapanewon Depok Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan utara aglomerasi Kota Yogyakarta, Kapanewon Depok terasa istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, objek vital, dan kawasan pemukiman baru.
Hal itu diungkapkan Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara dihadapan 428 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dalam acara Pelatihan dan Pembekalan Pengawas TPS Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kapanewon Depok, Selasa (6/2).
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Wawan mengatakan, bahwa angka kriminalitas di Kapanewon Depok juga tertinggi di Kabupaten Sleman, bahkan menurutnya, hampir 3/4 kasus kriminalitas di Kabupaten Sleman terjadi di wilayah ini.
“Antara lain, kasus kriminal yang sering terjadi adalah curanmor dan narkoba. Maka, untuk mengantisipasinya, terdapat tiga Polsek di Kapanewon ini, yakni Polsek Depok Barat, Polsek Depok Timur, dan Polsek Bulaksumur,” ungkap Wawan.
Terkait Pemerintah Kalurahan, Wawan mengatakan bahwa wilayah Depok yang terdiri dari tiga Kalurahan besar yaitu Caturtunggal, Maguwoharjo, dan Condongcatur ini terdapat 58 Padukuhan, 229 Rukun Warga, dan 709 Rukun Tetangga.
“Monografi Kapanewon Depok Tahun 2023 kemaren, jumlah penduduk kita sebanyak jiwa, yang terdiri dari jiwa laki-laki dan jiwa perempuan. Dan pendatang kita kurang lebih jiwa,” ujar Wawan.
Berkaitan dengan mitigasi kerawanan Pemilu 2024 mendatang, alumnus magister administrasi publik UGM Yogyakarta ini menyampaikan poin-poin penting untuk menjadi antisipasi penyelenggara pemilu.
“DPT kita tertinggi Bapak dan Ibu sekalian, ditambah lagi dengan jumlah DPTb atau pemilih pindahan kita, TPS Depok terbanyak dan otomatis penyelenggara pemilu baik itu PTPS maupun KPPS pasti terbanyak, ditambah dengan proses perhitungan dan rekap suara pasti membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding yang lainnya,” paparnya.
Untuk itu, Wawan mengatakan perlu kesiapsiagaan dan kewaspadaan sedetail mungkin dalam mengantisipasi setiap permasalahan yang muncul di wilayah Depok Sleman.
Wawan menegaskan, bahwa di Kapanewon ini terdapat ratusan intitusi pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain, TK, SD-MI-SLB, SMP-MTs, SMA-SMK-MA, sampai Perguruan Tinggi.
“Perguruan Tinggi saja ada sekitar 64 jumlahnya. Bapak dan Ibu bisa bayangkan keberadaan berbagai perguruan tinggi tersebut menghadirkan ribuan pelajar, mahasiswa, dan pendatang yang berdomisili di wilayah kita ini,” tukas Wawan.
Setelah memahami potensi dampak politik dan situasi kewilayahan Kapanewon Depok, Wawan mengimbau kepada 428 Pengawas TPS di Depok untuk selalu mengedepankan kejujuran, integritas, bertanggung jawab, disiplin, dan bersikap adil dan terbuka.
“Kalau ditemukan masalah di TPS nanti, agar selalu dikomunikasikan dengan PKD atau Panwaslu Kecamatan, agar supaya bisa kita selesaikan bersama-sama,” pungkasnya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur itu, Wawan berharap Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kapanewon Depok berjalan dengan aman, damai, dan transparan. (Athiful/KIM Depok)



