Bantu Sesama, PMI Sleman dan Citranet Berkolaborasi Gelar Aksi Sosial Donor Darah

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Citranet sukses menggelar acara bakti sosial dalam bentuk donor darah, Selasa (6/2).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Citranet Jl. Petung No. 31 Demangan Baru Caturtunggal Depok Sleman ini diikuti 65 pendonor yang menyumbangkan darahnya untuk yang membutuhkan.

Public Relations Citranet Riana Nur Khairina mengatakan bahwa pelakasanaan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian acara jelang ulang tahun Citranet Grup ke-24 pada Rabu 07 Februari 2024 yang akan datang.

Menurut Riana, aksi sosial donor darah ini menjadi salah satu tanggung jawab sosial yang coba dilakukan Citranet karena belum pernah sebelumnya.

“Jadi acara donor darah hari ini termasuk bagian dari program CSR Citranet menjelang hari jadi yang ke-24. Kegiatan donor darah ini merupakan yang perdana kami laksanakan karena selama ini belum menyentuh bidang kesehatan,” ungkapnya.

Riana mengungkap, meski baru kali pertama, namun Citranet mampu mengumpulkan 65 orang pendonor. Dari jumlah tersebut, peserta donor darah berasal dari karyawan Citranet dan masyarakat umum.

“Kami juga menyediakan sejumlah doorprize untuk masyarakat yang ikut serta. Dari 65 orang yang ikut donor darah, 45 orang berasal dari masyarakat umum dan internal ada 20 orang,” sambungnya.

Proses donor darah dan nantinya pengelolaan darah diserahkan sepenuhnya pada PMI Sleman. Riana berharap, apa yang dilakukan Citranet bisa membawa dampak baik bagi sesama yang membutuhkan.

“Harapan kami bisa donor darah ini menambah jumlah stok darah di Kabupaten Sleman maupun DIY. Ketika nantinya ada yang membutuhkan, bisa langsung mendapatkan karena stok darah ada,” lanjutnya.

Di sisi lain, para peserta donor darah secara otomatis masuk dalam bank data PMI Sleman yang nantinya bisa dihubungi ketika dibutuhkan stok segera.

“Semoga kegiatan yang kami lakukan bisa membawa manfaat baik untuk sesama,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Optimisme PPK Depok Membentuk Pemilih Cerdas

Sleman – Sebagai bentuk aktualisasi peran warga negara dalam menghadapi Pemilihan Umum 14 Februari 2024, Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Depok Sleman Adi Yananta mengatakan kesiapan penyelenggara Pemilu tingkat Kecamatan dalam menyongsong pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Dalam kegiatan Pelatihan dan Pembekalan Pengawas TPS Pemilu 2024 di Kecamatan Depok di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Selasa (6/2) itu, Adi menyampaikan bahwa pemilu sebagai bentuk rutinitas lima tahunan dalam suksesi pemimpin bangsa harus disambut dengan bijak.

Terlebih kepada kaum muda Adi berharap, tidak boleh apatis dan tidak perlu fanatisme berlebihan atau bersikap biasa-biasa saja. Karena sebagai warga negara yang baik, harus mengedepankan logika berfikir dan dialog dalam menentukan sikap.

“Jangan karena pemilu, kemudian hubungan kita menjadi berantakan, dan justru meninggalkan etika demokrasi dalam berbangsa,” ujarnya, seolah melanjutkan, “Pemilu kali ini banyak pihak yang menyatakan sebagai pemilu paling brutal, karena banyak kepentingan yang menyertai, tidak lagi pada subtansinya pokok yakni memilih pemimpin bangsa dan wakil rakyat,” ujar Adi, mengelaborasi berbagai pendapat.

Selanjutnya, Adi menjelaskan, setelah kemerdekaan 1945 bangsa Indonesia mengikrarkan diri sebagai negara republik yang berkedaulatan rakyat, konsekuensinya adalah negara dikelola oleh tiga unsur kekuasaan. Diantaranya adalah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

“Politik juga mengajari kaum muda bagaimana membangun jejaring untuk mencari sosok pemimpin dan memilih wakil rakyat yang membawa aspirasinya dalam ikut membangun bangsa,” tegas Adi.

Karena itu, menurut Adi, penting bagi kaum muda harus bisa memahami apa itu politik cerdas yang didasari dari kemauan dan modal sosial yang kuat. Bukan lagi politik kapital, artinya siapa yang memiliki modal materi yang kuat dan besar itulah yang akan terpilih.

Diakhir diskusi, mantan pengawas TPS Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 ini memberi pesan pada kaum muda, bahwa pendidikan politik adalah yang mengajarkan positif campaign bukan lagi negatif campaign.

“Dan ini dimiliki oleh kaum muda dengan kemampuan jejaring sosialnya dan cara pandang moderat, diharapkan bisa menyambung dan menyampaikan tentang pentingnya positif campaign,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Antisipasi Kerusakan, KPU Sleman Siapkan Distribusi Logistik

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman saat ini telah menyiapkan pendistribusian logistik Pemilihan Umum 2024 ke masing-masing Kecamatan. Dalam pendistribusiannya, KPU Sleman mengantisipasi terjadinya kerusakan pada logistik pemilu.

“Antisipasi ini kami lakukan mengingat distribusi logistik akan mulai dilakukan pada 11 Februari 2024, yang besar kemungkinan masih terjadi hujan deras,” kata Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi, Selasa (6/2).

Baehaqi mengatakan, dalam upaya mengantisipasi kerusakan pada logistik pemilu akibat hujan, salah satu upaya antisipasinya menggunakan sarana transportasi yang tertutup, seperti truk boks.

“Kami berusaha seoptimal mungkin logistik Pemilu 2024 dapat terdistribusi semua dengan dan dalam kondisi baik,” ujarnya.

Selain musim hujan, menurut Baehaqi, kondisi lain yang menjadi pertimbangan, antara lain aktivitas Gunung Merapi dan kondisi medan yang sulit di perbukitan.

“Distribusi di kecamatan yang berada di kaki Gunung Merapi, seperti Cangkringan, Pakem, dan Turi, tentunya kami lakukan langkah antisipatif, juga untuk wilayah di kecamatan Prambanan, yang merupakan daerah perbukitan,” kata Baehaqi.

Kabupaten Sleman, ungkap Baehaqi, untuk Pemilu 2024, di disiapkan tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan, serta TPS lokasi khusus di 45 titik. Baehaqi menegaskan, bahwa pendistribusian logistik pemilu dijadwalkan pada 11-13 Februari 2024.

“Distribusi logistik ini akan kami prioritaskan untuk wilayah dengan pemilih terbanyak dan memiliki lokasi terjauh terlebih dahulu,” kata dia.

Menurut Baehaqi, kecamatan Depok merupakan wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak. Sedangkan yang terjauh di wilayah Cangkringan.

“Tetapi, berdasarkan koordinasi, kecamatan Cangkringan meminta pengiriman logistik dimulai pada 12 Februari 2024,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok).




267 Kamituwa dan Rois Sleman Ikuti Pembinaan Mental Spiritual di Jawa Timur

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, menyelenggarakan pembinaan mental spiritual di Jombang dan Surabaya Jawa Timur pada 5-6 Februari 2024. Kegiatan ini diikuti sebanyak 267 Rois dan Kamituwa di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo hadir mendampingi sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Kustini menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas anggota Kamituwa dan Rois Kabupaten Sleman dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sembada.

Dalam sambutannya, Kustini juga mengapresiasi kinerja Kamituwa dan Rois Sleman yang telah membersamai masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang dibutuhkan.

“Melalui pertemuan ini saya sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Rois dan Kamituwa yang sudah mewujudkan pelayanan terbaik di Kabupaten Sleman. Tentu saja pemerintah Kabupaten Sleman tidak bisa bergerak sendiri, maka dari itu mari kita tingkatkan sinergi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman. Dan diharapkan forum Rois segera dibentuk untuk tingkat kapanewon maupun kalurahan,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan Rois. Untuk mendukung hal tersebut, Bupati mengajak OPD di Kabupaten Sleman untuk memberikan dukungan melalui kolaborasi dan sinergi positif bersama anggota Rois dan Kamituwa.

Senada dengan Kustini, Ketua Forum Kamituwo Kalimasada Sleman Prasetyo Sujanarka menyampaikan, momentum pembinaan mental spiritual ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas anggota Kamituwa Sleman.

Prasetyo pun sekaligus mengingatkan, anggota Kamituwa untuk meningkatkan kesiapan diri dalam membantu menyelesaikan berbagai peramasalahan sosial yang dapat terjadi kapan saja, seperti halnya kasus kenakalan remaja yang kerap terjadi di Kabupaten Sleman.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Sleman yang telah berkenan untuk memfasilitasi dalam pertemuan ini. Semoga kegiatan penuh manfaat ini dapat ditingkatkan kembali terutama dalam pemberdayaan anggota,” kata Prasetyo.

Sementara Ketua Forum Rois Sleman Salamun, berharap dengan pertemuan ini anggota Forum Rois Sleman dapat memiliki sistem manajemen yang lebih tertata. Dengan begitu, diharapkan Forum Rois Sleman dapat tetib organisasi dan dapat menjalankan ketugasan dengan lebih baik. (Athiful/KIM Depok)




Gelar Musyawarah Antar Kalurahan, BUMKal Bersama Depok Raya Tetapkan Program Tahun 2024

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKal Bersama) Depok Raya sukses menggelar Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) di Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok Sleman, Sabtu (3/2).

Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur BUMKal Bersama Depok Raya, Dewan Pengawas, Dewan Penasihat, beserta anggota ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2023 dan melakukan penetapan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2024.

Direktur BUMKal Bersama Depok Raya Yoni Afrizal Rahman mengatakan bahwa ini merupakan tahun kedua BUMKal Bersama Depok Raya melaksanakan Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) pasca transformasi dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).

“Atas segala proses yang telah dilalui, kami berterima kasih kepada banyak pihak atas arahan dan bimbingan selama ini, sehingga kami bisa melayani dan memberdayakan masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Rizal mengatakan jajaran pengurus BUMKal Bersama Depok Raya akan menampung berbagai saran, masukan, dan kritik positif untuk menunjang kelancaran kegiatan pelestarian, perlindungan, dan pengembangan hasil kegiatan di tahun yang akan datang.

Lebih lanjut, Rizal juga berkomitmen untuk menjalankan program BUMKal Bersama Depok Raya ke depan agar sesuai dengan perencanaan, ketentuan, dan harapan bersama masyarakat Kapanewon Depok.

“Oleh karena itu, kerjasama secara terus menerus untuk mengembangkan hasil PNPM-MPd melalui BUMKal Bersama Depok Raya dapat semakin memberdayakan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan secara lebih baik lagi,” pungkasnya (Athiful/KIM Depok)