Parenting dan Pengajian Kuatkan Kerjasama Madrasah dengan Wali Peserta Didik

Sleman – Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan menuntut ilmu, seperti yang tercantum dalam Surat Al-Mujadilah 11.  Orang-orang yang sedang menuntut ilmu juga akan diberi kemudahan jalan menuju ke surga, serta dido’akan oleh makhluk, yakni tumbuhan, hewan dan manusia.  Pihak madrasah dengan dukungan komite berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan Pendidikan bagi siswa-siswi yang sedang menuntut ilmu di madrasah. 

Demikian antara lain yang disampaikan oleh Tuyahmin,  Ketua Komite MAN 4 Sleman saat memberikan tausiah pada Pengajian dan Parenting untuk orang tua dan wali Peserta Didik kelas X (sepuluh) Kamis (1/2/2023) di Kampus II Pojok Harjobinangun Sleman. 

Tuyahmin menegaskan, diperlukan adanya penguatan kerja sama sinergi yang baik antara madrasah dengan orang tua atau wali peserta didik, dengan muara akhir untuk kesuksesan peserta didik.

Sementara Triono Wakil Kepala MAN 4 Sleman Bidang Akademik memaparkan, di kelas 10, sesuai regulasi Kurikulum Merdeka, tidak ada peminatan / penjurusan kecuali peminatan mata pelajaran tertentu sesuai minat dan bakat peserta didik. 

“Seluruh Peserta didik Kelas X mengikuti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rohmatan Lil’alamiin (P2RA), dengan tema kewirausahaan, dilaksanakan selama 4 minggu,” ungkapnya.

Minggu pertama, madrasah mengundang praktisi wirausaha sukses untuk memberikan paparan dan diskusi.  Minggu kedua, peserta didik mengunjungi industri budidaya jamur & sayuran dengan didampingi para praktisi.  Sedangkan minggu ketiga berupa praktek menanam serta perawatan dengan tetap pendampingan oleh praktisi. Minggu keempat dan selanjutnya untuk pemeliharaan tanaman.  Target P5 dan P2RA dengan topik wirausaha adalah agar siswa memiliki pengetahuan, wawasan, perspektif hingga berminat berwirausaha. 

Triono juga menegaskan madrasah juga memberikan beasiswa berupa uang pembinaan kepada 41 (empat puluh satu) peserta didik yang meraih kejuaraan mulai tingkat kapanewon (kecamatan) hingga internasional.  Total beasiswa yang diberikan adalah Rp ,00 (Sembilan juta seratus lima puluh ribu rupiah) dari komite dan diserahkan langsung tunai kepada para peraih juara. 

“Semoga beasiswa bisa memotivasi siswa untuk terus berprestasi, menginspirasi siswa lain.  Penghargaan untuk memotivasi terus berprestasi di berbagai bidang,” lanjutnya. 

Triono menegaskan bahwa semua peserta didik memiliki protensi untuk berkembang dan maju sesuai passion maupun minat dan bakat.  Pihak madrasah memotivasi, mendampingi serta memfasilitasi untuk berlaga di berbagai events lomba.  Triono berharap para wali peserta didik memotivasi putra-putrinya mengikuti berbagai events lomba, sesuai passion maupun minat bakat siswa. 

“Inilah pentingnya penguatan kerja sama sinergis, dan kerja bersama-sama antara madrasah dengan orang tua dan wali peserta didik,” ungkapnya.

Pengajian dan parenting juga selenggarakan untuk orang tua/wali peserta didik kelas XII Selasa (30/1) dengan fokus materi studi lanjut dan karier di dunia kerja.  Sementara pengajian dan parenting untuk wali peserta didik Kelas XI di selenggarakan Rabu (31/1) dengan fokus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.  (Edy-KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kegitan KIM Kalasan Dapat Anggaran Khusus dari Pemerintah Kapanewon

Kalasan – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bersahabat Kapanewon Kalasan difasilitasi untuk rapat koordinasi/pertemuan  sebanyak empat kali pada  tahun 2024. Fasilitas itu diperoleh dari anggaran  Kapanewon Kalasan yang tertuang dalam dokumen anggaran tahun 2024.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kapanewon Kalasan Amalia Azimah menuturkan hal itu saat berkoordinasi dengan Ketua KIM Bersahabat Kapanewon Kalasan Tri Joko S, Jumat (2/2/2024), di ruang kerjanya.

“Fasilitas untuk kegiatan rapat sudah dapat dimulai pada bulan Februari 2024, untuk kegiatan berikutnya disesuaikan waktunya,” ungkap Amalia.

Lebih lanjut Amalia menjelaskan, pemerintah Kapanewon sebenarnya telah membuat perencanaan dan pengusulan anggaran lebih, tetapi karena adanya refocusing maka untuk tahun 2024 disetujui frekuensi empat kali. Sedang untuk dukungan kegiatan diluar rapat belum bisa memfasilitasi.

“Dengan fasilitas itu diharapkan KIM Bersahabat Kapanewon Kalasan bisa tambah eksis dalam turut menyebarkan informasi pembangunan diwilayah Kapanewon Kalasan, baik yang dilakukan oleh padukuhan, Kalurahan, Kapanewon maupun instansi dan kelembagaan,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan fasilitas ruang untuk sekretariat KIM, Panewu Anom Kalasan Gunardi pada prinsipnya siap memberikan fasilitas, walau demikian akan terlebih dahulu berkoordinasi dan memohon arahan Panewu.

“Andai kemudian diberikan fasilitas untuk Sekretariat waktunya usai perhelatan nasional Pemilihan Umum. Hal itu karena ruang sekiranya bisa dimanfaatkan saat ini sedang digunakan untuk sekretariat dan akan dipergunakan untuk penyimpan kotak suara. In Syaa Allah kami matur pak Panewu dulu, paling tidak kita sudah melihat ruangan yang memungkinkan dapat dipergunakan,” tandas Gunardi.

“Apabila KIM sudah bersekretariat di komplek Kapanewon, pemerintah Kapanewon juga akan memfasilitasi kebutuhan administrasi yang disesuaikan dengan kemampuan,” tutupnya. (Tri Joko S / KIM Kalasan)




Jelang Pemilu, Warga Diminta Bijak untuk Memilih

Sleman – Tanggal 14 Februari 2024, bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD I dan DPRD II. Warga diimbau untuk bijak dalam memilih nanti.

“Warga ‘Aisyiyah harus bijak dalam menentukan pilihannya; dan untuk dapat memilih dengan bijak perlu mencari informasi tentang kandidat yang akan dipilih,” tegas Sekretaris Umum PP ‘Aisyyah Tri Hastuti Nur Rochimah, di depan pengurus dan pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel Sleman dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Pimpinan Aisyiyah se Cabang Tempel, Sleman, Jumat (2/2/2024).

Lebih lanjut Tri, panggilan akrabnya, warga Aisyiyah harus menggunakan hak politiknya dengan baik, sebaiknya tidak golput.

Tri menyampaikan bahwa anggota Aisyiyah sebaiknya kenali dulu calon calon yang akan dicoblos. “Carilah yang sesuai dengan hati nurani. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kandidat yang akan dipilih di daerah pemilihan,” ujarnya.

“Ibu-ibu juga harus menghindari calon calon yang menggunakan politik uang dalam segala bentuknya, karena itu adalah bentuk dari suap. Siapa yang menyuap dan yang disuap sama -sama dilarang dalam agama,” pesan Tri lagi.

Tri juga mengingatkan agar masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran hoaks pemilu di era digital ini.

“Membaca berita-berita pemilu baik melalui media sosial maupun portal berita online harus hati-hati karena bermunculan buzzer yang menyebar hoaks. Ibu-ibu Aisyiyah harus menghindari jangan sampai terjebak menjadi penyebar hoaks, berita yang tidak benar disebar-sebarkan di whatsapp,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Sugeng Riyanto menambahkan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan politik bagi warga ‘Aisyiyah.

“Pertama, untuk memberikan wawasan dan kesadaran bahwa politik itu penting, jadi bagus kalau ada kader ‘Aisyiyah yang tertarik dalam dunia politik. Kedua, agar warga ‘Aisyiyah bijak dalam menentukan pilihan dan tentu mensukseskan pemilu 2024,” ujar Sugeng.

“Dan yang penting bahwa mengawal kandidat yang telah dipilih pasca pemilihan adalah penting; agar eksekutif dan legislatif menjalankan mandat Pemilu 2024 dengan amanah,” pungkasnya. (Arief Hartanto)




Saksi Pemilu Ikuti Pelatihan Pastikan Pemungutan dan Penghitungan Suara Tidak Curang

Secara keseluruhan tugas pokok saksi peserta pemilu adalah memastikan proses pemungutan suara dan penghitungan perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak ada kecurangan serta memastikan benar-benar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Gugun El Guyanie, , LL.M selaku narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas dan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Saksi Peserta Pemilu yang diinisisasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman yang digelar di Grand Keisha Hotel Yogyakarta, Kamis (1/2/2024).

Kegiatan yang dihelat guna memberikan pemahaman yang lebih baik terkait ketugasan saksi saat bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) dan terciptanya pemilu berkualitas yang berintegritas dan berkeadilan diikuti oleh mayoritas sebagai Komisioner Panwaslu Kecamatan, perwakilan pengurus partai politik peserta pemilu 2024, perwakilan koordinator saksi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, serta koordinator saksi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami harapkan perwakilan yang hadir mengikuti kegiatan Training of Trainer ini dapat melatih para saksi di masing-masing partai politik maupun pasangan calon presiden dan wakil presiden atau calon perseorangan Dewan Perwakilan Daerah,” tutur Gugun dihadapan peserta.

Menurutnya, dalam memilih saksi di tempat pemungutan suara tidak sembarangan. Sebagai saksi harus harus memiliki kemampuan yang mumpuni. Saksi harus bisa melakukan pemetaan tempat pemungutan suara khususnya yang tergolong rawan terjadi pelanggaran, serta telah mengikuti pembekalan berupa pengetahuan, keterampilan, etika, potensi pelanggaran di tempat pemungutan suara dan modus kejahatan.

Berdasarkan peta aktor kerawanan pemilu terdiri dari penyelenggara pemilu terkait ketidaknetralan dan ketidakprofesionalitasan, kemudian peserta pemilu yang berhubungan dengan pelanggaran aturan pemilu dan sengketa antar peserta pemilu maupun sengketa antar peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu, serta dari masyarakat  mengenai pelanggaran aturan pemilu dan konflik antar pendukung.

Di akhir pencerahannya, Gugun menjelaskan dampak regulasi potensi masalah di tempat pemungutan suara. Proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas tempat pemungutan suara terbukti terdapat keadaan pembukaan kotak suara atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani atau menuliskan nama atau Alamat pada surat suara yang telah digunakan, serta petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah atau pemilih tidak memiliki KTP elektronik atau surat keterangan, serta tidak terdaftar tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan memberikan suara di TPS. *(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)*




Dukung Pemilu, Puskesmas Depok Gelar Senam Bersama Petugas Pemilu

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melalui Puskesmas Depok 2 melaksanakan GERMAS (Gerakan Masyarat Hidup Sehat) dengan Senam Bersama dan cek kesehatan bagi Petugas Pemilu di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (2/2/2024).

Menurut Kepala Puskesmas Depok 2, Sri Mujianto, kegiatan Senam Bersama Petugas Pemilu 2024 ini sebagai Pemantapan anggota KPPS Condongcatur dalam menjaga kesehatan.

Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti hasil skrining awal petugas Pemilu yang saat pemeriksaan kesehatan dulu yang mempunyai gula darah sesaat /sewaktu diatas 140 miligram/desiliter. Untuk itu, setelah senam dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan Tensi dan kadar gula darah dengan menerjunkan 15 paramedis dari Puskesmas Depok 2

“Harapannya pada saat bertugas di hari H (tanggal 14 Februari 2024) kondisi petugas pemilu dalam kondisi prima dan optimal sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Sri Mujianto menambahkan, jika dalam pemeriksaan lanjutan ini ada Petugas Pemilu yang kadar gulanya masih tinggi diatas normal akan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan lagi di Puskesmas Depok 2

“Bagi Petugas Pemilu disarankan untuk menjaga kesehatan dengan melakukan aktifitas fisik secara teratur /olahraga, makan makanan seimbang (proporsi antara karbohidrat, protein, lemak), Selalu mengkonsumsi buah buahan, Sayur dan minum air putih, Selalu Cek kesehatan secara teratur dan Istirahat yang cukup,” pesannya.

Sementara Ketua PPS Condongcatur, Wuri Handayani, menjelaskan bahwa di Condongcatur terdapat 133 TPS Reguler dan 4 TPS Lokasi Khusus (di Kampus UPN dan Stikes Guna Bangsa) dengan jumlah KPPS sebanyak 959 dan Petugas Keamanan 274.

“Dari 959 anggota KPPS yang dulu melakukan cek kesehatan (skrining) ada 153 yang saat pemeriksaan tensi dan gula darahnya tinggi sehingga hari ini dilaksanakan olahraga senam bersama dilanjutkan dengan cek kesehatan,” ungkap Wuri.

“Semoga sehat semuanya dan Petugas Pemilu Condongcatur siap sukseskan Pemilu 2024,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)