Dukung Kelancaran Pemilu, Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 Gelar Senam Germas untuk Petugas Pemilu 2024

Sleman – Bertempat di Lapangan Kalurahan Sardonoharjo, Jumat (02/02/2024), Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 Mengadakan kegiatan Senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) bersama petugas Pemilu tahun 2024 di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Peserta yang hadir adalah Pegawai Kapanewon Ngaglik, Polsek, Koramil , PPK , PPS, perwakilan KPPS dan Pamong Kalurahan se Kapanewon Ngaglik , serta masyarakat sekitar

Senam sehat bersama ini merupakan salah satu dari langkah dalam Germas yaitu melakukan aktivitas fisik karena kurangnya melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor resiko Penyakit.

Panewu Ngaglik, Agung Endarta mengapresiasi kolaborasi Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 dalam pelaksanaan senam massal ini.

“Harapannya pada saat tanggal 14 Februari 2024 nanti semua petugas pemilu bisa dalam keadaan fit dan sehat semua, kegiatan senam seperti ini semoga bisa dilaksanakan setiap saat agar tubuh tetap sehat,” ujar Agung.

“Kampanye Germas oleh Puskesmas Ngaglik 1 dan 2 melalui  Kegiatan senam sehat germas bersama ini diselenggarakan tentunya untuk meningkatkan semangat dalam menjaga kesehatan . Oleh karena itu, diperlukan kegiatan rileksasi dan himbauan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat , salah satunya dengan senam sehat bersama,” tutup Agung.  (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Seyegan Gelar Musrenbang Kapanewon Tahun 2024 Usulan Tahun 2025

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kapanewon Seyegan tahun 2024 untuk usulan tahun 2025 di Ruang Rapat I Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (1/2/2024).

Dengan mengusung tema “Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing untuk Kesejahteraan yang Merata”, Musrenbang menghadirkan anggota DPRD Kabupaten Sleman, OPD terkait, UPT Wilayah Seyegan, Lurah, Ulu ulu, Pangripto, BPKal, Bumkalma, Gapoktan, KIM dan Pendamping Desa.

Samino, Panewu Seyegan dalam paparannya menyampaikan usulan program kegiatan tahun 2025. Diawali dengan penyajian tema yang sesuai dengan visi Bupati Sleman yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong.

Samino menyampaikan bahwa hasil belanja masalah yang merupakan problem di lapangan akhirnya direncanakan kegiatan prioritas pembangunan untuk tahun 2025.

“Dari problem di lapangan tersebut juga dapat dikategorikan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, peningkatan aparatur, peningkatan infrastruktur termasuk didalamnya pembangunan jalan, jembatan dan CCTV,” papar Samino.

Di bidang Pertanian, lanjut Samino, adanya LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) tetap dipertahankan. Sedangkan di bidang Kesehatan, dengan 159 kasus stunting yang masih tinggi (7,2 %) perlu intervensi banyak pihak. Demikian juga dengan Kemiskinan yang masih tertinggi di Sleman (12 % ).

“UMKM juga masih perlu ditingkatkan kapasitas pelakunya karena kemampuan dan sarana pendukung belum memadai,” tambah Samino.

Samino mengatakan ada 3 pilar ekonomi pedesaan yaitu Pariwisata, pertanian dan UMKM. Secara keseluruhan ada 58 program kegiatan prioritas yang diusulkan melalui usulan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM)  tahun 2025 dengan total dana 3,3 M.

Dona Saputra Ginting dari BAPPEDA Kabupaten Sleman ditunjuk menjadi Narasumber dalam Musrenbang tersebut yang menyampaikan 8 prioritas pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2025 yaitu mengurangi kemiskinan, memperkuat infrastruktur, memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan meningkatkan nilai budaya.

“Delapan prioritas tersebut sesuai dengan visi misi RPJMD tahun 2021-2026,” ujar Dona.

Selanjutnya Dona menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi tahun 2019-2022 dengan target di tahun 2025 antara 5,02-5,96 %. Seyegan sendiri masih merupakan Kapanewon termiskin dengan prosentase KK miskin mencapai 12,45%, adapun target di tahun 2025 adalah 7,65%.

Dijelaskan juga oleh Dona tentang RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) wilayah Sleman Barat. Hal ini terkait erat dengan kegiatan pengembangan wisata pertanian melalui wisata agro yang meliputi wisata edukasi budaya, wisata budaya pertanian, wisata kreatif hasil pertanian dan wisata kuliner pertanian.

Dibagian akhir, Dona menyampaikan tentang sumber pendanaan usulan kegiatan (APBD Kabupaten Sleman) yang berasal dari PUPM, Dana Aspirasi DPRD dan BKK aspirasi, BKK non aspirasi dan Rencana kerja OPD.

Rini Nurhidayati, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan yang menjadi moderator dalam pelaksanaan Musrenbang tersebut menyampaikan daftar usulan rencana kegiatan dana PUPM, non PUPM, BKK tahun 2025 sedangkan khusus untuk daftar usulan kegiatan yang didanai dari dana keistimewaan untuk tahun 2026.

Sepintas Rini membacakan daftar usulan kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan pencermatan dari OPD pengampu kegiatan. Banyak tanggapan yang diberikan oleh OPD tentang usulan kegiatan yang harapannya sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. Sebagai penutup kegiatan Musrenbang, dilakukan penanda tanganan Berita Acara Musrenbang yang dilakukan oleh perwakilan peserta dari unsur pamong kalurahan, perwakilan OPD, UPT wilayah, Tokoh Masyarakat dan pendamping Desa. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Semangat Anti Bullying, SMP Negeri 2 Ngaglik Gelar Outbond di Desa Wisata Palgading

Sleman – Desa Wisata Palgading ,Sinduharjo, Ngaglik, Sleman menerima  kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan di Luar Sekolah pada Rabu (31/01/2024) dan Kamis (01/02/2024) dengan peserta sebanyak 240 orang yang merupakan siswa dari SMP Negeri 2 Ngaglik.

Kegiatan outbound Desa Wisata Palgading dikemas sedemikian rupa agar pelajar sadar dan berdaya angkat suara, serta dapat menyatukan kekuatan untuk melawan bullying.

Pipit selaku pengelola Desa Wisata Palgading  mengatakan bahwa anak juga rentan mengalami  bullying.

“Pengecahan bullying harus di berikan pada anak (siswa) rentan mengalaminya jadi harus ada edukasi dimana selain outbound ingin mensosialisasikan agar menjadi sekolah Ramah Anak,” ujar Pipit Kamis (31/01/2024).

Selain itu Pipit menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan hal penting yang harus diberikan dan dipelajari.

“Pendidikan karakter ini mengajarkan pandangan mengenai nilai-nilai kehidupan, seperti kepedulian, kejujuran dan nilai moral lainnya ini penting juga mengenalkan pendidikan budaya damai bagi para pelajar dalam bentuk Outbound ,” ujar Pipit.

“Meningkatnya informasi, dan pengetahuan bagi siswa mengenai upaya pencegahan bullying dan  serta terkait konsep Safe School, dan anti bullying,” tambahnya.

Selain outbound, kegiatan juga dibarengi dengan kunjungan ke beberap tempat pendukung di Desa Wisata Palgading, yaitu Candi , Kerajinan Tas dan Ternak Ikan Lele.

“Diharapkan setelah selesai acara anak – anak semakin kompak saling menjaga satu sama lain serta tercipta suasana sekolah anti bullying,” pungkas Pipit. (Eka Sastra Kurniawan /Kim Sardonoharjo, Ngaglik)




Margomulyo Salurkan Bansos Beras Kepada 1966 Penerima

Kalurahan Margomulyo menyalurkan Beras Bansos bagi 1966 penerima di di halaman dan Gedung Serba Guna Kalurahan Margomulyo, Rabu (31/1/2024). Bantuan sosial cadangan pangan Pemerintah dari Badan Pangan Nasional melalui bulog ini seperti sebelumnya dibagikan sebanyak 10 kg per karung. Untuk tahun ini penyaluran dipercayakan kepada PT. Pos Indonesia. Sebanyak 7216 karung dalam minggu ini disalurkan kepada penerima di wilayah Seyegan.

Galih Iskaning dari Kantor Pos Seyegan menyampaikan bahwa pelaksanaan memang dirasakan terlalu ‘crowded’ mengingat masyarakat penerima tidak mentaati waktu pengambilan, sehingga antrian panjang dan saling berdesakan terjadi di pagi hari. Alasan yang lain menurut Galih, pelaporan pelaksanaan penyaluran beras bansos ini adalah secara online, sehingga server pusat menjadi overload dan lamban.

“Hal ini bisa dimaklumi Karena banyak wilayah melaksanakan kegiatan yang sama dalam satu waktu,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa  setelah penerima datang akan diverifikasi oleh petugas berdasarkan undangan yang dibawa dan nencocokkan ID penerima. Setelah itu oleh petugas selanjutnya akan diadakan foto barcode undangan, KTP/KK dan foto penerima. Fasilitas yang terakhir ini yang membutuhkan layanan server dari pusat dan menyebabkan bertumpuknya penerima karena jaringan internet yang padat dan menjadi lambat.

“Masih ada sekitar 30 karung beras yang tersisa karena belum diambil dan rencananya akan ditempatkan di Kantor Pos Seyegan. Diharapkan penerima dengan membawa bukti diri dan undangan bisa untuk mengambil di Kantor Pos,” pesan Galih.

Galih juga berterima kasih kepada panitia penyalur yang dibantu sepenuhnya oleh Pendamping PKH, Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK) dan Dukuh sehingga penyaluran bisa berjalan dan selesai meskipun banyak hambatan.

Penyaluran Bansos Beras ini akan berjalan 6 kali, adapun waktunya tergantung dari kesiapan dari pihak pengadaan beras dalam hal ini Bulog. Namun menurut jadwal pelaksanaan 6 kali akan dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2024.

Berkaitan dengan kriteria penerima, Agung, salah satu pendamping PKH Kapanewon Seyegan mengatakan bahwa data yang dipakai adalah data P3KE dari pusat. P3KE adalah Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“P3KE ini ditetapkan dalam keputusan Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 30 tahun 2022,” terang Agung.

Adapun kriteria kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yang meliputi makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, akses informasi dan layanan sosial. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bawaslu Sleman Gelar ToT Pelatihan Saksi TPS Bagi Panwascam

Dalam rangka melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) tingkat kecamatan dalam menyelenggarakan pelatihan saksi bagi Peserta Pemilu pada Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Sleman, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan ‘Penguatan Kapasitas dan Training of Trainers (ToT) Pelatihan Saksi Peserta Pemilu’ yang digelar di Grand Keisha Hotel Yogyakarta, Kamis (1/2/2024).

Pelatihan diikuti oleh Pengelola Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lokasi Khusus Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-A Yogyakarta, Pengelola TPS Lokasi Khusus Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Sleman, Ketua Yayasan Bina Laras, Pengelola TPS Lokasi Khusus Universitas Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD, Perkumpulan CATHA, Komite Independen Sadar Pemilu, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Sleman, Satuan Intelkam Polresta Sleman, serta Ketua dan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan masyarakat Panwaslu se-Kabupaten Sleman.

Dalam paparan materinya, Bambang Eka Cahya Widodo, ., selaku narasumber menguraikan tentang peran dan fungsi saksi TPS dalam menjaga kualitas hasil pemilu. Menurutnya, saksi berfungsi sebagai pemangku kepentingan peserta pemilu di tempat pemungutan suara untuk memastikan proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan sesuai aturan, tertib dan taat terhadap asas pemilihan umum.

Karenanya, tugas utama saksi adalah memastikan kepatuhan penyelenggara pemilu terhadap aturan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara, bertanggung jawab untuk mengawasi dan mencatat peristiwa-peristiwa dalam proses pencoblosan, mengamati dan mencatat penghitungan suara, serta melaporkan setiap pelanggaran atau ketidakberesan kepada otoritas terkait seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Pengawas TPS atau Panitia Pemungutan Suara dan Panwaslu Kelurahan/Desa.

“Saksi dapat menyampaikan keberatan terhadap tindakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang dianggap tidak mencerminkan asas pemilu luber jurdil melalui Pengawas Tempat Pemungutan Suara,” tegas Bambang dihadapan peserta.

Persyaratan untuk menjadi saksi dalam pemilu yaitu memiliki surat mandat secara tertulis dari tim kampanye ataupun pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik maupun gabungan partai politik untuk pemilu presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota,  serta calon perseorangan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang memiliki tugas guna memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku lancar, adil, transparan dan akuntabel.

Di ujung paparannya, Bambang perpesan pada Saksi agar mengamati dan memperhatikan pemeriksaan persiapan akhir pemungutan suara, rapat pemungutan suara, pengucapan sumpah atau janji anggota KPPS dan petugas ketenteraman, ketertiban, dan keamanan TPS, penjelasan kepada pemilih tentang tata cara pemungutan suara, serta pelaksanaan pemberian suara beserta penghitungannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)