Tanah Wakaf Diikrarkan di KUA Ngaglik

Sleman – Tanah di wilayah Padukuhan Penen Donoharjo sudah cukup mahal, per meter berkisar harga 2 juta rupiah atau lebih. Mewakafkan tanah untuk masa sekarang sungguh merupakan nilai yang besar. Karena itu ketika Kusmiyanto dan Suti Nariyah mewakafkan tanahnya, oleh Maryanto  Dukuh Penen diberi jeda waktu untuk memastikan niat tersebut .

“Saya sudah memberi waktu yang cukup lama, namun Beliau berdua tetap kukuh untuk mewakafkan tanahnya. Kami tidak terburu-buru karena sesuai dengan pesan Bapak Lurah kami harus berhati-hati,” ujar Maryanto saat proses Ikrar Tanah Wakaf di Kantor KUA Ngaglik Sleman, Jumat (23/2/2024) di depan Pejabat Pembuat Ikrar Wakaf (PPAIW), Handoyo.

Maryanto menambahkan bahwa pada tanggal 2 Oktober 2023 Kusmiyanto hadir di Masjid Baitul Hasanah Penen, menyampaikan keinginannya dihadapan warga Padukuhan Penen disaksikan oleh Lurah, Carik dan Bapak Jogoboyo.

“Ketika itu kami juga melakukan zoom meeting menggunakan layar lebar untuk menyaksikan dan mendengarkan keinginan dan niat tulus dari Ibu Siti Nariyah yang sekarang tinggal dan menetap di Papua,” tururnya.

“Putra dari Ibu Suti Nariyah sekarang sudah menjadi Lurah di Papua, sementara Bapak Kusmiyanto yang sudah purna dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah menantunya juga meniabat sebagai Lurah di Kalimantan. Beliau sudah tidak berminat untuk kembali lagi,” jelas Maryanto lagi.

Menanggapi pernyataan tersebut, maka Handoyo menyampaikan bahwa berkas-berkas administrasi  sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Sesuai pula dengan apa yang sudah dijelaskan Bapak Ibu di muka, semua sudah sesuai prosedur juga tidak ada pemaksaan, Insya Allah tidak ada problema apapun,” jelas Handoyo.

Handoyo menambahkan bahwa berdasarkan Undang-Undang tentang Wakaf, tanah yang sudah diwakafkan tidak dapat dibatalkan. Masalah biasanya akan muncul ketika akan dilakukan perubahan peruntukan harus meminta persetujuan pewakaf atau ahli warisnya. Namun wakaf ini diperuntukkan bagi kemaslahatan umat sehingga tidak mempersulit pelaksanaannya.

“Harus diperhatikan bahwa penerima wakaf berkewajiban untuk segera mengelola tanah wakaf tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika itu berupa pahala, maka agar pahalanya segera mengalir,” tandas Handoyo.

Tanah diwakafkan dari Ibu Suti Nariyah seluas 320m persegi dan dari Bapak Kusmiyanto seluas 336m persegi.

Untuk selanjutnya, sertifikat akan disimpan oleh Dukuh Penen sambil menunggu proses pengesahan selanjutnya.

“Semoga Allah meridhoi, menetapkan iman islam kita , keluarga pewakaf dilimpahkan rejeki berkah melimpah dan jika tiba saat nya  dipanggil menghadap Nya diberikan husnul khotimah”. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Kundha Kabudayan Sleman Gelar Festival Permainan Tradisional Tingkat Kabupaten

Sleman – Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Festival Permainan Tradisional Tingkat Kabupaten Sleman, bertajuk Gelar Budaya Jogja Sabtu 24/2/2024 di Lapangan Pemda Sleman.

Menurut Eko Ferry selalu Ketua Panitia, penyelenggaraan Festival Permainan Tradisional tahun 2023 diikuti kontingen dari 17 Kalurahan Budaya, tetapi pada tahun 2024 pesertanya bertambah hingga menjadi 19 kontingen Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman dengan cabang  permainan meliputi balap bakiak putri, balap lari karung putri, balap Egrang putra dan tarik tambang antar kontingen.

Kegiatan Festival berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta Dinas Kebudayaan Sleman serta Program Kerja Dinas Kebudayaan /Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman.

“Festival bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap permainan tradisional. Selain itu juga dalam rangka melestarikan dan mengembangkan seni Permainan Tradisional kepada masyarakat serta menanamkan nilai sosial, nilai sejarah, nilai kejujuran, spotivitas dan menghargai orang lain,” ujar Eko.

“Ada yang juga penting, yaitu mengasah kreativitas, pengetahuan dan ketrampilan dan penanaman pendidikan karakter serta memupuk jiwa yang bermoralitas,” tambah Eko.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Edy Winarya dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Kalurahan Budaya yang telah bersinergi dan bekerja sama menghadirkan peserta dari Kalurahan Budaya langsung dipimpin Lurah, Pengurus Kalurahan Budaya dan para Pendamping Kalurahan Budaya.

 Edy Winarya berharap agar permainan tradisional terus berkembang dan lestari diseluruh wilayah Kabupaten Sleman.

“Melalui permainan tradisional kita dapat mewujudkan generasi muda berkepribadian dan berkebudayaan,” harap Edy.

Festival mengunakan sistim gugur di mana masing-masing kontingen beranggotakan 8 personil dengan rincian tiga putra untuk cabang balap engsreng dan egrang,  tiga putri untuk balap lari karung dan balap bakiak. Selanjutnya untuk cabang tarik tambang pesertanya enam orang campuran putra putri dengan Pendamping Kalurahan Budaya masing-masing dua orang.

Ketentuan teknis untuk lari karung, bakiak dan egrang masing-masing dua pemain menempuh jarak 60 meter bolak balik secara estafet pada lintasan yang telah disediakan. Sementara untuk cabang balap engsreng putra menempuh jarak 60 meter melintasi lingkaran diameter 30 meter secara estafet.

Festival yang dimulai pukul itu menghadirkan Tim Juri terdiri dari Indar Sujoko, Adnan Riyanto dan Aditya Dwi Nugroho dengan hasil akhir Penampil terbaik 1 kontingen Kalurahan Budaya Caturharjo Kapanewon Sleman memperoleh nilai 150. Penampil terbaik 2 Kalurahan Budaya Argomulyo, Cangkringan nilai 83. Penampil terbaik 3 Kalurahan Budaya Margoagung Seyegan dengan nilai 80. Sementara untuk terbaik 4 Kalurahan Budaya Bangunkerto Turi dengan nilai 48. Terbaik 5 Kalurahan Budaya Wedomartani dengan nilai 45 dan terbaik 6 dari Kalurahan Budaya Wonokerto dengan nilai 43. Masing-masing mendapatkan apresiasi  dalam bentuk Trophy, Piagam dan Uang Pembinaan.

Perhelatan Gelar Budaya Jogja yang juga bisa disaksikan oleh masyarakat luas melalui siaran live streaming kanal YouTube Dinas Kebudayaan /Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman itu juga dihadiri unsur Paniradya Pati Kaistimewaan, Inspektorat, BAPPEDA, BKAD, BPS, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga . Selain itu juga hadir dari Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia serta seluruh Tim Monitoring Pendamping Kalurahan Budaya Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Badko TKA-TPA Rayon Seyegan Adakan Raker 2024

Bertempat di RM Genduk Wulan Margodadi, Badan Koordinasi (Badko) TKA-TPA Rayon Seyegan, Sabtu (24/2/2024) mengadakan Rapat Kerja tahun 2024 sebagai Laporan Pertanggung-jawaban Kegiatan tahun 2023.

Raker yang baru pertama kali dilaksanakan ini, dihadiri oleh Direktur TKA-TPA se Rayon Seyegan, Pengurus Badko TKA-TPA Rayon Seyegan dan juga pengurus Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman serta KUA Seyegan.

Ketua Badko TKA-TPA Rayon Seyegan, Siti Alfiyah,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa Raker yang dilaksanakan sekarang adalah Raker pertama dari Kepengurusan Badko Rayon Seyegan periode 2023-2026. Alfiyah menyampaikan selamat datang dan terima kasihnya kepada Direktur TKA-TPA dan pengurus Badko Seyegan yang telah memenuhi undangan Rapat Kerja tahun 2024 ini.

“Raker yang mengusung tema besar  Siapkan Generasi Qur’ani, Songsong Masa Depan Gemilang  ini merupakan evaluasi kerja kepengurusan Badko periode 2023-2026 untuk kinerja tahun 2023 dalam bentuk Laporan Pertanggung-jawaban (LPJ),” ujar Alfiyah.

H. Syamsul Alam, Pengurus Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman dalam sambutan dan pengarahannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Badko TKA-TPA Rayon Seyegan yang telah berhasil menyelenggarakan Raker pertamanya.

Syamsul juga berpesan evaluasi Kerja tahun 2023 yang tertuang dalam Laporan Pertanggung-jawaban menjadi acuan kerja tahun 2024. Harapan Syamsul penjabaran Program 2024 lebih terukur, sistematis dan inovatif.

“Terukur berkaitan dengan waktu, sistematis artinya tidak tumpang tindih dan inovatif merupakan daya tarik objek,” tambah Syamsul

Syamsul juga menambahkan bawa Festival Anak Sholeh (FASI) menjadi Program prioritas karena jadwal kegiatan yang sudah pasti.

“Sehingga Kabupaten sendiri akan mengadakan Fasi pada tanggal 12 Mei 2024, sedangkan di tingkat Propinsi pelaksanaannya pada tanggal 24 Juni 2024. Sleman segera mempersiapkan diri mengingat Sleman dua kali berturut turut menjadi juara umum,” tutur Syamsul.

Acara seremonial ini ditutup dengan do’a yang dipimpin Haris Bahalwan , dari Kantor Urusan Agama (KUA) Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Mengenal Feriyanto, Alumnus MAN 1 Sleman Berprestasi

Godean – Feriyanto salah satu alumni MAN 1 Sleman adalah sosok pemuda sarat prestasi.  Fasilitas yang ia miliki sangat terbatas namun prestasi teratas, meraih Indek Prestasi (IP) tertinggi, yakni 4 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tak ayal ia pun mendapat penghargaan khusus dari ITB. 

Feriyanto berasal dari keluarga sederhana di Srumbung Magelang, lulus dari SMP melanjutkan ke MAN 1 Sleman sekaligus mondok di Al-Uswah Boarding School milik madrasah yang berlokasi di Jl Pramuka Sidoarum Godean Sleman. 

“Pagi hari Feri mengikuti pembelajaran madrasah, sore hingga malam mengikuti kegiatan boarding,” ujar Asniyar pimpinan Al-Uswah Boarding School, Minggu (25/2/2024). 

“Seluruh biaya pendidikan di madrasah dan pondok ditanggung oleh Al-Uswah Boarding School, yang mayoritas berasal dari para donator dari guru pegawai maupun dari maupun orang tua asuh.  Al-Uswah menerima santri-santri dari keluarga kurang mampu dan kum dhu’afa,” tambah Niar. 

Saat masih di madrasah, Feriyanto termasuk peserta didik aktivis OSIS, Kepramukaan, Forum Dakwah (Forda), karya ilmiah, hingga mengikuti berbagai lomba mata pelajaran dan keagamaan. 

“Prestasi Feri cukup cemerlang, selalu juara sejak kelas X hingga kelas XII.  Lulus 2019 ia diterima di UGM dan ITB,” papar Anis Syafaat, pengasuh Al-Uswah, yang saat ini sebagai Kepala MAN 1 Sleman.  

Bersama timnya, Fery pernah meraih juara internasional pada Jogja International Scout Camp (JISC).  Untuk memotivasi peserta didik baru, pada saat Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) atau masa orientasi Fery pun dihadirkan untuk menyampaikan materi strategi meraih sukses kepada peserta didik baru, tambah Anis.  Saat pendemi Covid-19, Feryanto sempat double kuliah di UGM dan ITB, namun kemudian ia memilih ITB Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Praptiningsih Wakil Kepala Urusan Humas MAN 1 Sleman menyatakan bahwa Feriyanto meraih IP 4 atau tertinggi. 

“Alhamdulillah, Feriyanto alumni MAN 1 Sleman meraih penghargaan IPK 4 bersama 11 mahasiswa dari 3 angkatan (420 mahasiswa) di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB,” ujarnya.  

Sementara Isnurwati guru PPKn yang juga menjadi pendamping serta sebagai orang tua asuh Feriyanto merasa iba, terharu sekaligus bangga dengan usaha dan prestasi tersebut. 

“Terkadang saya kasihan sama Fery, dalam keterbatasan sarana dia tetap semangat.  Hadiah laptop bekas saat dia diterima di UGM kurang bisa mengimbangi langkah cepat dia dalam berkarya, dan menyelesaikan tugas akhir, apalagi sebagai mahasiswa teknik yang butuh aplikasi yang berat, tapi dia bilang laptop tua masih bisa diakali,” papar Isnurwati.

Isnurwati menambahkan bahwa ia baru saja menerima WA dari Feriyanto yang bersama timnya meraih juara 1 Paper and Poster Competition, terpilih dari 80 tim dari seluruh Indonesia. 

“Ini juga prestasi Fery yang membanggakan,” imbuh Isnurwati. 

Banyak ungkapan rasa Syukur, haru dan bangga disampaikan guru-guru dan pengasuh yang pernah mendampinginya.

 “Murid yang membanggakan, murid yang terkenal tidak pernah ngantuk saat KBM, ceria terus,” papar Ana Kusmiyana guru MAN 1 Sleman yang telah pindah tugas di MAN 5 Sleman.

“Masyaallah, tabarakallah, Alhamdulillah, Selamat mas Feriyanto.  Semoga ilmunya berkah bermanfaat dunia dan akhirat,” kata Siti Abibah guru Ekonomi. “Selamat Mas Feri, dari dulu semangatnya membara untuk terus tholabul ilmi, Semoga Allah mudahkan selalu jalannya, sukses selalu mas,” kata Ustadzah Pipit pengasuh Al-Uswah Boarding School MAN 1 Sleman. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Karang Taruna Sinduadi Mlati Gelar Rapat Kerja

Sleman – Karang Taruna Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati menggelar Rapat Kerja Manajemen Organisasi Karang Taruna Sinduadi di Balai Kalurahan Sinduadi ,Sabtu (24/02/2024). Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, Samirin yang juga bertindak sebagai narasumber.

“Terekait dengan rapat kerja manajemen organisasi Karang Taruna ini Samirin berharap agar Karang Taruna Sinduadi dapat menggerakan/mengelola organisasinya dengan baik dan terciptanya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan kegiatan untuk memberdayakan Karang Taruna ,” ujar Samirin.

Samirin berharap, rapat kerja  yang berlangsung diharapkan dapat membuat Kebijaksanaan dan program , tingkah laku manusia hubunganya dengan lingkungan sosial, fungsi manajemen, dasar-dasar kepemimpinan, tata laksana organisasi Karang Taruna , Pencatatan dan pelaporan, Teknik penggalian dan pendayagunaan sumber kesejahteraan sosial, bentuk pertemuan Karang taruna I, Teknik pendataan PMKS dan PSKS serta dasar-dasar komunikasi.

“Ke depannya, Karang Taruna Sinduadi dapat lebih berkembang dan bersaing dengan karang taruna lain, semakin maju dan bisa jadi contoh karang taruna Lain di Kabupaten Sleman,” tutup Samirin. (Eka Sastra /KIM Sardonoharjo Ngaglik)