Hujan Deras Mengakibatkan Rumah Roboh di Moyudan

Sleman – Moyudan- Hujan deras pada hari Sabtu (24/2/2024) mengakibatkan rumah Sutiman, salah seorang warga RT 03 RW 34 Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman roboh.

Beruntung rumah tersebut tidak dihuni sejak 16 Februari 2024 yang lalu, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut ketua RT 03, Muniat bahwa sebenarnya kondisi rumah tersebut sudah cukup lama rapuh bagian atapnya dan retak temboknya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena penghuninya sudah pindah tempat,” tutur Muniat.

Sedangkan Dukuh Sombangan, Agus Sartono mengungkapkan bahwa Sutiman adalah warga asli Sombangan tetapi sudah pindah penduduk menjadi warga Gunung Kidul, sehingga tidak bisa untuk dicarikan bantuan bedah rumah.

Selain itu juga belum memiliki sertifikat tanah masih gabung satu keluarga dari Almarhum Wono Dimejo.

“Bangunan rumah sudah cukup tua dan menghawatirkan. Tetapi saya selaku Dukuh memang tidak bisa mencarikan bantuan karena yang bersangkutan adalah ber-KTP luar Kabupaten Sleman,” ungkap Agus.

“Kalau dipandang dari sudut perekonomian Sutiman memang termasuk ke dalam golongan yang tidak mampu, karena sebagai pedagang bakso keliling yang sudah bertahun-tahun ditekuninya,” pungkas Agus. (Giek/KIM Moyudan)




Membangun Semangat Sambung Silaturahmi Menuju Petani Sejahtera

Sleman – Sebanyak 130 petani yang tergabung dalam Kelompok Ekonomi Petani Titik Kumpul Cabai Sayur dan Cabai Tempel, Sleman berkumpul dalam acara Family Gathering yang diselenggarakan pada Sabtu (24/2/2024).  Acara ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai forum untuk bertukar informasi dan membangun solidaritas di antara sesama anggota kelompok.

“Acara ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi antar petani dan organisasi, serta untuk mengadakan diskusi mengenai kesan dan pesan dalam rangka menuju petani yang lebih sejahtera. Diskusi tersebut menjadi momen penting untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan guna meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut,” ujar Handayatman, Ketua Titik Kumpul Tempel.

Tak hanya itu, menurutnya, acara ini juga dirancang dengan kegiatan refreshing yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota.

“Destinasi pilihan kali ini adalah Gunung Kidul, yang menawarkan keindahan alamnya, seperti Pantai Sadranan dan Indrayanti. Di sana, peserta tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengisi waktu dengan kegiatan outbound dan permainan khas era tahun 1980-an,” jelas Handayatman lagi.

Handayatman menambahkan, acara Family Gathering ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar petani, tetapi juga sebagai wadah untuk mengisi energi positif dan semangat baru dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian.

“Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan solidaritas dan kerjasama antar petani semakin terjalin kuat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha pertanian di wilayah tersebut,” harapnya.

“Dengan semangat yang menggelora, para petani berkomitmen untuk terus bersama-sama menghadapi berbagai tantangan dan meraih kesuksesan dalam memajukan sektor pertanian di daerah mereka. Melalui acara ini, diharapkan akan lahir ide-ide segar dan solusi yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi mereka dalam ekonomi lokal,” tutup Handayatman. (Arief Hartanto)




PPK Gamping Selesaikan Pleno Terbuka Finalisasi Hasil Rekapitulasi Suara Pemilu

Usai menyelesaikan rapat pleno terbuka hasil perolehan suara peserta pemilu 2024 pada masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) tingkat kalurahan se-Kapanewon Gamping secara simultan, maka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menggelar rapat pleno terbuka untuk Finalisasi dan Penandatanganan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara pada Pemilu 2024 berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022Tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2024, dan PKPU Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum.

Kegiatan yang berlangsung di Pendapa Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Jum’at (23/2/2024) mulai pukul WIB hingga Sabtu (24/2/2024) pukul WIB dipimpin oleh Ketua PPK Gamping, M. Mualif bersama Anggota PPK Gamping dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, , , Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo beserta Anggota, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Louis Stefanus Gregory, Wakil Komandan Koramil 17 Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, Segenap Panitia Pemungutan Suara se-Kapanewon Gamping, Panwaslu Kelurahan/Desa, serta para saksi dari masing-masing peserta pemilu yang diberi mandat.

Guna mempersingkat waktu pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kalurahan maka PPK Gamping membuka empat panel terpisah yang berlokasi di Pendapa Utama (Panel 1), Halaman Parkir Utara (Panel 2), Timur Kantor Unit Pelaksana Kegiatan (Panel 3), serta di Depan Kantor Panwaslu Gamping (Panel 4).

“Masing-masing panel tingkat kalurahan dipandu oleh anggota PPK Gamping didampingi Panitia Pemungutan Suara, dan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara terkait yang diikuti oleh para saksi peserta pemilu 2024 dan anggota Panwaslu Kecamatan Gamping dan Panwaslu Kalurahan/Desa sebagai peserta rapat pleno terbuka,” terang Mualif.

Sementara, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo mengapresiasi atas inisiasi dari PPK Gamping dengan digelarnya rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara secara simultan sebanyak empat panel dilokasi terpisah menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) yang merupakan perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara serta alat bantu dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu.

“Secara umum pelaksanaan pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara berjalan dengan tertib dan lancar disaksikan para saksi peserta Pemilu 2024 yang mendapat surat mandat tertulis dari tim kampanye atau pasangan calon untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, pengurus partai politik tingkat kabupaten untuk Pemilu anggota DPR-RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten, serta calon perseorangan untuk Pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah,” tutur Adnan.

Ia menambahkan, Panwaslu Kecamatan Gamping sesuai kewenangannya melakukan pengawasan terhadap Sirekap dalam publikasi hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara yang dilakukan dengan cara memastikan Sirekap dapat diakses oleh Pengawas Pemilu dan Masyarakat, serta data dan dokumen yang terdapat di dalam Sirekap dengan data dan dokumen secara fisik merupakan data dan dokumen yang sama.

“Dalam hal berdasarkan hasil pengawasan terdapat perbedaan data dan dokumen dalam Sirekap dengan data dan dokumen secara fisik, maka pengawas pemilu melakukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkab Sleman Lakukan Sisir Adminduk 2024

Sleman – Dalam rangka peningkatan Tertib Administrasi Kependudukan, Pemkab Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kembali melaksanakan Program Sosialisasi Informasi, Rekam Data, dan Pelayanan Administrasi Kependudukan (SISIR ADMINDUK) tahun 2024 pada Kamis (22/2), di Kantor Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir pada kesempatan dan sekaligus menyaksikan penandatanganan kerjasama Pos Pelayanan Dokumen Kependudukan (Posyanduk) untuk Kalurahan Bokoharjo, Madurejo, Wukirharjo dan Gayamharjo.

Kustini mengatakan melalui program Sisir Adminduk ini, program pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) menjadi lebih dekat dan mudah diakses masyarakat atau menggunakan metode “jemput bola”. Dengan demikian, upaya peningkatan tertib adminduk di Sleman menjadi lebih efektif.

“Saya berharap semua masyarakat Kabupaten Sleman memiliki data kependudukan yang lengkap baik akta kelahiran, KTP, KIA, akta nikah, akta kematian, dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kustini juga berharap Kalurahan Sendangtirto  menjadi Kalurahan yang melaksanakan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yakni masyarakatnya sadar memiliki dan selalu memutakhirkan data dokumen kependudukannya.

“Saya mengharapkan agar pembinaan dan edukasi terkait GISA kepada masyarakat perlu dilakukan secara aktif dan berkesinambungan,” kata Kustini

Sementara Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan kegiatan SISIR ADMINDUK untuk tahun 2024 ini akan dilaksanakan di 17 Kalurahan di setiap Kapanewon se-Kabupaten Sleman.  Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman saja, namun juga dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah kalurahan dengan melibatkan Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

“Setiap Kalurahan nanti kita evaluasi. Kalau kepemilikan dokumennya tinggi, kinerja aparatnya bagus, sarana prasarananya, inovasinya bagus, pengelolaan arsipnya bagus, akan kita berikan penghargaan GISA Award,” jelasnya.

Program SISIR ADMINDUK yang di-launching pada 2019 lalu ini selalu menyasar 17 kalurahan setiap tahunnya. Dengan program SISIR ADMINDUK ini diharapkan tercapai target 100 persen kepemilikan dokumen Adminduk dan terwujudnya Kabupaten Sleman Tertib Adminduk.




Bupati Sleman Targetkan Pembangunan Pasar Godean Rampung Bulan Mei

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau langsung proses pengerjaan pada Kamis (22/2) dengan didampingi Ketua tim PPK Prasarana Strategis II BPPW DIY, Raden Haryo Satriyawan, beserta jajaran.

Kustini menyampaikan pembangunan Pasar Godean berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Dijelaskan proyek pembangunan Pasar Godean sudah berjalan 60 persen. Pada pertemuan itu, Kustini juga memastikan terkait ketersediaan fasilitas pasar, seperti lokasi kios, mushola, hingga toilet bagi difabel.

Kustini juga menyampaikan, Pasar Godean  akan dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir yang dapat menampung seribu lebih kendaraan dari berbagai jenis.

“Kami juga menyiapkan lahan parkir di samping. Nanti bisa menampung 150 mobil, bis juga bisa, dan sekitar 400 sampai 600 motor,” jelas Kustini.

Kustini berharap Pasar Godean dengan wajah baru tak sekadar menjadi pusat perbelanjaan, namun juga sekaligus menjadi lokasi wisata. Hal ini mengingat adanya Makam Mbah Jembrak yang keberadaannya akan tetap dipertahankan. Sehingga Bupati berharap, masyarakat tetap bisa berziarah dengan nyaman dan tenang.

“Melihat dengan bangunan yang bagus ini kita berharap pasar ini juga menjadi tempat wisata. Terlebih lagi ada Makam Mbah Jembrak leluhur warga sleman, kita tetap menghargai, semoga nanti masyarakat tetap bisa berziarah dengan nyaman,” ujar Kustini

Sementara itu, Ketua tim PPK Prasarana Strategis II BPPW DIY, Raden Haryo Satriyawan melaporkan bahwa pembangunan Pasar Godean ditargetkan berjalan selama 360 hari, terhitung sejak 11 mei 2023 hingga 4 Mei 2024 mendatang. Selain area dagang, bangunan ini juga akan dilengkapi dengan area foodcourt di lantai dua.

“Proses pembangunan berjalan 60 persen dan kami laporkan tidak ada kendala apapun termasuk dengan sekitar pasar. Hingga saat ini uga terkondisi dengan baik,” kata Haryo.

Proses revitalisasi Pasar Godean nantinya akan menampung pedagang yang saat ini berada di Pasar Relokasi di Dusun Berjo, Kalurahan Sidoluhur. Usai selesai dikerjakan, Pasar Godean juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau yang nantinya bisa dinikmati masyarakat secara gratis.