Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Berbagi Kisah Studi Luar Negeri Melalui Buku “Merantau ke Sydney”

Sleman – Australia termasuk salah satu destinasi impian para traveler Indonesia dan mancanegera. Benua ini tidak hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mengais rezeki, melainkan juga menjadi tujuan wisata yang populer. Australia menyimpan pesona yang menarik: alamnya indah, unik, dan memiliki ciri khas tersendiri.

Sydney, merupakan salah satu kota terbesar di Australia dan menjadi Ibu Kota Negara Bagian New South Wales. Kota ini masuk nominasi World’s Most Livable Cities karena memenuhi kriteria penting dalam keamanan, pendidikan, kebersihan, rekreasi, stabilitas politik-ekonomi, dan transportasi publik.

Hal demikian diungkapkan Andri Rosadi, dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang baru saja menerbitkan buku berjudulkan “Merantau ke Sydney: Perjalanan Mengejar Mimpi di Harbour City” Rabu (21/2/2024).

“Buku ini merupakan pengalaman personal penulis ketika hidup di Sydney antara tahun 2015 sampai 2019. Di dalamnya termuat banyak renungan yang mencakup berbagai hal dengan fokus utama bertumpu pada isu-isu keislaman, kebangsaan, dan modernitas,” ungkapnya.

Andri mengungkapkan, bahwa buku yang ditulisnya ini bukanlah buku ilmiah akademik, sebab sebagian besar ditulis di sela-sela istirahat siang di kampus dan ketika lelah menulis disertasi, atau coretan dalam perjalanan yang diolah kembali ketika tiba di rumah. Oleh sebab itu, lanjut Andri, rangkaian isu tidak ditulis secara runut, tidak mendalam, dan sebagian adalah respons terhadap perkembangan sosial politik di tanah air yang diteropongnya dari kejauhan.

“Beberapa tulisan yang berkaitan dengan sisi personal penulis, sama sekali tidak ditujukan untuk berbangga diri, namun lebih pada bagaimana pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi yang ingin menjalani studi di luar negeri. Ada studi dan keluarga, dan keduanya secara bersamaan adalah prioritas nomor satu,” ungkap lulusan School of Social Sciences and Psychology, Western Sydney University, dengan Beasiswa Australia Award Scholarship ini.

Atas terbitnya buku “Merantau ke Sydney” ini, Andri mengungkapkan bahwa salah satu wujud syukur dengan sedekah informasi, cerita, dan motivasi, dia yakin buku ini dapat menginspirasi anak bangsa.

“Saya berharap buku ini bisa memberikan hikmah dan pesan yang positif, baik bagi diri saya sendiri maupun pembaca,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Sampah APK di Sleman Akan Diolah Menjadi Bahan Bakar

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman mencatat terdapat sekitar alat peraga kampanye (APK) yang tersimpan di gudang Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman. Rencananya, sampah ini akan diolah di TPST Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.

Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, bahwa hasil penertiban APK pada saat masa tenang jelang pemungutan suara masih belum diapa-apakan hingga saat ini. Berdasarkan laporan yang masuk, ujar Shavitri, terdapat sekitar baliho, spanduk, rontek, dan gambar caleg maupun capres yang telah diturunkan.

“Untuk tonansenya saya kurang paham, tapi kalau dari sisi jumlah ada sekitar APK yang telah diturunkan jelang pemilihan,” kata Shavitri, Rabu (21/2/2024).

Shavitri mengakui, bahwa keberadaan APK ini bisa menjadi masalah dikarenakan izin sewa gedung hanya berlangsung hingga Februari 2024. Rencananya, sampah-sampah politik ini akan diolah TPST Tamanmartani, Kalasan.

Kendati demikian, untuk prosesnya belum ada kepastian dikarenakan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

“Tentunya harus cepat mengingat kontrak gedung akan segera selesai di Februari 2024 ini,” ungkapnya.

Shavitri berharap hasil dari penertiban APK bisa memberikan manfaat. Pasalnya, proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani dapat menghasilkan refused derivied fuel (RFD) sehingga bisa menjadi sumber bahan bakar.

“Harusnya bisa dimanfaatkan, di TPST ‘kan ada alat cacahnya sehingga bisa diproses agar lebih bermanfaat,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Pemkab Sleman Sediakan Sembako Murah di Seyegan Lewat Semar Mesem “Berase Murah”

Sleman – Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman kembali menggelar penjualan Sembako murah yang dikemas dalam kegiatan Semar Mesem “Berase Murah” (Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat) pada hari Kamis (22/2/2024) di halaman Lapangan TGP Margoluwih Seyegan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman dalam pelaksanaannya mengandeng distributor antara lain BULOG, Beras Sleman, Beras Bu Tami, Pinsar Sleman, dan Gapoktan Sleman untuk pengadaan bahan pokoknya.

Kurnia Astuti, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman mengatakan bahwa tujuan kegiatan adalah membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok yang dipasaran harganya tidak terjangkau.

“Artinya Pemerintah Sleman bekerjasama dengan distributor menjual sembako dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Kegiatan ini disemangati dengan Sembada Setiaji yaitu Sesarengan Nyembadani Semangat Njagi Inflasi,” ujarnya.

Animo yang besar dari masyarakat yang beberapa bulan terakhir merasakan dampak kenaikan harga sembako, terutama beras dapat terlihat dengan antrian yang banyak.

“Dengan syarat membawa bukti diri/KTP Sleman dan pembatasan jumlah pembelian adalah strategi untuk pemerataan bagi warga yang membutuhkan,” tambah Kurnia Astuti

Kendala lapangan juga bisa diantisipasi dengan tertibnya warga masyarakat untuk antri dalam pembelian sembako.

Kurnia juga menambahkan bahwa dengan pemangkasan harga sampai 3000 rupiah sangat berarti bagi masyarakat untuk mendapatkan sembako nurah.

“Artinya Pemerintah memberi subsidi sebesar 3000 rupiah untuk sembako yang dijual,” terang Kurnia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir pada kesempatan tersebut menyapa masyarakat yang rela antri ber jam jam untuk mendapatkan sembako murah dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dengan memanfaatkan penjualan sembako murah yang pada bulan ini diadakan hanya di 4 Kapanewon yaitu, Kapanewon Mlati, Seyegan, Turi dan Kalasan.

Selanjutnya Kustini menjelaskan bahwa dampak el nino, dengan perubahan iklimnya yang berdampak pada budi daya pertanian, terutama beras.

“Sehingga harga beras di pasaran tidak terkendali. Kondisi inilah yang memberatkan masyarakat dalam pembelian sembako,” terang Kustini.

“Mengenai pelaksanaan Sembako murah akan dilaksanakan lagi sebelum Lebaran di 17 Kapanewon”, demikian penegasan Kustini.

Sebelum meninggalkan tempat, Kustini juga mengunjungi Bazar UMKM Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




647 Anak di Sumbersari Mengikuti Vaksin Polio Tahap ke 2

Moyudan – Poliomytis atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit polio adalah salah satu penyakit menular yang menyerang sistem saraf dalam tubuh.

Polio merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus polio yang bernama poliovirus, yang masuk melalui mulut, hidung dan menyebar ke aliran darah.

Penyakit polio sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan feses penderita polio, atau lewat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

Sebagai upaya untuk menanggulangi menyebarnya penyakit polio, pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan vaksin polio, yang saat ini sudah masuk tahap yang kedua.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Sumbersari, yang bekerja sama dengan Puskesmas Moyodan untuk melakukan vaksinasi polio yang diselenggarakan pada hari Selasa-Kamis, tanggal 20-22 Februari 2024, bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Menurut Agus Iskandar Kamituwa Kalurahan Sumbersari bahwa jumlah sasaran vaksin polio tahap 2 berjumlah 678 anak, tervaksin 647 anak, dengan rincian anak usia 0-59 bulan 419 anak, usia 5- bawah 7 tahun 161 anak, dan usia 7 tahun 67 anak.

Lebih lanjut Agus memperinci jumlah anak tersebut berasal dari 13 Posyandu, 8 PAUD, 5 TK dan 5 Sekolah Dasar yang berada di Wilayah Sumbersari.  

“Sedangkan yang tidak datang 7 anak yang nanti ditunda vaksinnya, 13 anak sedang sakit dan 1anak menolak,” imbuh Agus, Kamis (22/2/2024). (Giek/KIM Moyudan)




Lurah Condongcatur Jenguk Petugas KPPS yang Jatuh Sakit saat Bertugas

Sleman – Lurah Condongcatur  bersama PPS Condongcatur menjenguk salah satu petugas KPPS 125 yang sedang dirawat di RSA UGM, Kamis (22/2/2024)

Menurut Ketua PPS Condongcatur, Wuri Handayani, pihaknya mendapat laporan ada salah satu petugas KPPS 125 Condongcatur yang sakit dan sedang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk itu, dirinya bersama sekretariat PPS Condongcstur dan Lurah Condongcatur menjenguk di rumah sakit

“Kita mendapat laporan bahwa salah satu petugas KPPS 125 atas nama  Syafrizal Fahry Alghifari sedang menjalani rawat inap di RSA UGM selanjutnya kami menjenguk untuk ngaruhke dan memberikan semangat secara langsung di rumah sakit selanjutnya kita minta data diri mas Fahry untuk kita teruskan ke KPU Sleman diusulkan untuk mendapatkan santunan karena sakit,” ucapnya.

Menurut Ketua KPPS 125, Agustina Widuri Handayani, Fahry jatuh sakit setelah mengikuti perhitungan suara dan melengkapi semua berkas berkas sampai Pagi (Kamis 15/2/2024)

“Setelah selesai pelaksanaan pemungutan suara dilanjutkan pengantaran kotak suara di Kecamatan Depok, mas Fahry langsung istirahat tidur sampai siang dan saat bangun mengeluh badanya terasa sakit semua, pusing dan agak panas berlangsung selama 3 hari. Di hari ke 5 malamnya mulai demam tinggi, mual dan muntah-muntah, paginya oleh keluarganya dibawa ke UGD RSA UGM,” jelasnya

Lurah Condongcatur , Reno Candra Sangaji saat menjenguk memberikan semangat kepada Fahry dan mendoakanya agar lekas sembuh dan sehat kembali

“Tetap semangat,  mungkin karena kelelahan menjalankan tugas sebagai KPPS,  pada pemilu ini memang luar biasa menguras energi sampai berganti hari dan harus fokus dalam penyelenggaraan Pemunggutan Suara dan C-hasil salinan yang sangat banyak, semoga lekas sembuh dan sehat kembali,” ujar Reno.

Reno juga berpesan kepada PPS Condongcatur yang masih bertugas melaksanakan Rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kapanewon Depok untuk menjaga kondisi dan kesehatan, karena setiap hari dari pagi hingga malam harus merekap dan meng-input data, serta membacakan 685 lembar Plano C-Hasil dari 137 TPS.

“Semoga sesuai jadwal waktu yang ditentukan selama 10 hari (24/2/2024) rekapitulasi sudah selesai dan lancar semuanya,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)