Panwaslu Depok Kaji Potensi PSU di Caturtunggal dan Condongcatur

Sleman – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman mencatat terdapat dua TPS di wilayah Kapanewon Depok yang berpotensi dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), yaitu TPS 126 Caturtunggal dan TPS 125 Condongcatur. Sesuai aturan, PSU di kedua tempat ini akan dilaksanakan sebelum 24 Februari 2024.

Ketua Panwaslu Depok Sleman Adihanto Purnomo mengatakan, bahwa dua TPS ini berpeluang dilakukan PSU, karena ditemukan dugaan pelanggaran Pemilihan Umum Tahun 2024.

“Masing-masing ada temuan dugaan pelanggaran sehingga potensi dilakukan pemungutan ulang,” kata Adihanto di Kantor Sekretariat Panwaslu Depok Sleman, Senin (19/2).

Adi merinci temuan dugaan pelanggaran di dua TPS yang berpeluang dilakukan PSU tersebut. Pertama adalah TPS 126 Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

“PSU dilakukan karena terdapat 21 mahasiswa dari luar daerah yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) diperbolehkan mencoblos surat suara presiden dan wakil presiden saat pemilihan di 14 Februari 2024,” ujar Adihanto

Kedua adalah TPS 125 Condongcatur, Depok, Sleman. Terdapat satu pemilih DPTb yang seharusnya mendapatkan 3 surat suara, ujar Adihanto, namun oleh KPPS diberikan 5 surat suara. Selain itu, terdapat 17 pemilih Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang hanya diberikan satu surat suara yang seharusnya diberikan lima surat suara.

“Tindak lanjut dari temuan ini, kami sudah menginstruksikan ke Pengawas TPS untuk memberikan saran perbaikan dulu ke KPPS di TPS yang ada temuan kasus,” katanya.

Meski demikian, sambung Adihanto, apabila tidak ada kelanjutan maka akan diproses penanganan pelanggaran. Rencananya pelaksaan PSU dilaksanakan sebelum 24 Februari 2024.

“Tentunya pelaksanaan akan kami koordinasikan dengan KPU Sleman, melalui Bawaslu Sleman,” ujar Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi ini.

Ketua PPK Depok Sleman Hari Jumanto mengatakan, setelah dilaksanakan pemilihan ada TPS yang bermasalah sehingga berpotensi dilakukan PSU. Menurut dia, potensi pemilihan ulang berada di TPS 126 Caturtunggal dan TPS 125 Condongcatur Depok.

Permasalahan muncul dikarenakan adanya warga luar daerah yang mencoblos, meski tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap maupun Daftar Pemilih Tambahan.

“Ini masih potensi PSU. Untuk kepastian, kami masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu,” kata Hari. (Athiful/KIM Depok)




Antrean Warga Serbu Operasi Pasar Murah Semar Mesem Kabupaten Sleman

Sleman – Masyarakat terlihat antusias mengantre untuk membeli sembako di pasar murah dengan tajuk Sembako Murah, Menyenangkan Seluruh Masyarakat (Semar Mesem) Tahap 1 di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (21/02/2024)

Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri menggelar operasi pasar murah Semar Mesem Tahap 1 di 4 Kapanewon yang berbeda selama 4 hari yaitu Kapanewon Mlati, Seyegan, Turi, dan Kalasan.

Pasar murah ini dilaksanakan guna menstabilkan harga kebutuhan pokok terutama harga beras yang sedang mengalami kenaikan harga. Hal itu sesuai dengan semboyan yang diusung ‘SEMBADA SETIAJI – Sesarengan Nyembadani Semangat Njagi Inflasi’.

Program ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan gabungan beberapa kelompok tani. Tidak hanya beras, tersedia beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti minyak, telur, gula, hingga tepung.

Menurut Retno warga Gombong, di pasar murah ini harga telur saja, di mana harga di pasaran mencapai per kilogram.

“Alhamdulillah untuk ibu-ibu rumah tangga kan lumayan kan, walaupun panas-panas sih” ujarnya.

“Harapannya mungkin bisa diadakan lagi kedepannya,” pungkasnya. (Rep Naura)




Margokaton Gelar Imunisasi Polio Dosis Ke-2

Sleman – Bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Dusun Somokaton Kalurahan Margokaton Seyegan, Senin (19/2/2024), Puskesmas Seyegan mengadakan imunisasi Polio dossis ke-2 bagi bayi, balita dan anak dengan maksimal usia 8 tahun kurang 1 hari.

Penyelenggaraan imunisasi polio tahap 2 ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan imunisasi polio tahap 1 pada tanggal 15 Januari 2024 yang lalu. Jarak pelaksanaan imunisasi tahap 1 ke tahap ke 2 ini minimal 28 – 30 hari.

Dengan dibantu pamong Kalurahan, anggota BPKal, Linmas dan Babinsa/Babinkamtibmas kegiatan imunisasi berjalan dengan lancar dan terkendali. Hal ini dikarenakan peserta imunisasi mematuhi jadwal yang telah diberikan oleh Kalurahan secara tertib. Dengan membawa foto copy Kartu Keluarga, kartu KIA dan Kartu Imunisasi Polio, peserta dengan tertib melakukan pendaftaran dan skrining yang dilanjutkan dengan pemberian imunisasi polio.

dr. Reni Anjas Asmarani, Kepala Puskesmas Seyegan yang mendampingi tim medis dari Puskesmas menyampaikan bahwa target 770 anak yang akan diimunisasi untuk Kalurahan Margokaton akan terpenuhi.

“Hal ini mengingat respon yang positif dari lembaga pendidikan seperti PAUD, TK dan SD. Demikian juga dengan masyarakat yang dijaring melalui kegiatan posyandu mempunyai animo yang tinggi untuk imunisasi polio pada anaknya,” ujar Reni.

Seperti diketahui bahwa di Provinsi DIY, hanya Kabupaten Sleman yang mengadakan Imunisasi Polio secara massal. Hal ini terkait erat dengan kasus yang terjadi di Kabupaten Klaten yang terjadi lumpuh layuh pada anak usia 7 tahun.

“Meskipun 1 penderita polio, pemerintah menetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa),” tukasnya.

Reni menambahkan karena secara orbitasi Klaten berdekatan dengan Sleman sehingga menjadi daerah dengan resiko tinggi untuk penularan penyakit polio. Untuk itulah kegiatan imunisasi polio dilakukan.

“Target dari Dinas Kesehatan Kabupaten sendiri adalah 95 %, namun kenyataannya di Kapanewon Seyegan sendiri telah melampaui target yaitu mencapai 99 %,” jelas Reni.

Reni menyampaikan juga bahwa kegiatan imunisasi polio ini juga perlu dievaluasi meskipun pasca imunisasi dossis 1 yang lalu tidak ada laporan mengenai balita dan  anak yang mengalami diare atau mual sebagai efek samping dari imunisasi polio.

“Namun demikian kesempatan tersebut digunakan juga untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pesannya.

Seperti diketahui bahwa penularan penyakit polio ini melalui feses atau tinja, sementara di masyarakat kita, masih banyak yang membuang kotoran atau pampers di sembarang tempat termasuk di badan air (sungai).

“Hal Inilah yang perlu diedukasi kepada masyarakat mengingat penyakit polio penularan sangat cepat,” jelas Reni lagi.

Diakhir penjelasannya, Reni juga melakukan strategi menghadapi kegiatan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) mengingat bersamaan dengan pemberian vit A dan obat Cacing. Untuk pelaksanaan pemberian vit A dilakukan disela sela imunisasi polio dossis 1 dan 2, sedangkan pemberian obat cacing akan dijadwal kembali. Pada pelaksanaan Imunisasi polio dossis 2 ini juga dihadiri oleh Panewu Seyegan dan Kawat Sosial. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Ramadan Bulan Istimewa dan Spesial

Moyudan- Menyambut bulan Ramadan, maka Takmir Masjid Al-Falah bekerjasama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sombangan menyelenggarakan pengajian songsong Ramadan. Pengajian dilaksanakan pada hari Selasa (20/2/2024) bertempat di Masjid Al-Falah Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Ketua Takmir Masjid Al Falah Sudiyono  dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan 1445 H  di Masjid Al Falah Sombangan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, diantaranya jamaah Tarawih, tadarus, takjil untuk anak-anak, takjil dan pengajian untuk bapak, Ibu dan remaja,  kuliah subuh, penerimaan dan penyaluran zakat dan diakhiri dengan syawalan.

“Kami akan memberikan jadwal kepada warga baik jadwal penceramah dan pemberian shadaqoh takjil maupun tadarus, mohon kepada jamaah untuk memberikan shadaqohnya,” tutur Sudiyono.

Sedangkan Anton Rahmad Widodo, Ketua PRM Sombangan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian pra-Ramadan yang dilaksanakan merupakan kegiatan perdana PRM Sombangan Raya. Lebih lanjut ia juga memperkenalkan personalia pengurus PRM Sombangan.

“Mohon doa restu kepada seluruh jamaah, agar kami segenap pengurus mampu mengemban amanah dengan mendapat Ridha Allah SWT,” pungkas Anton.

Ahmad Fauzi Satriyono dalam tausiahnya menyampaikan dalil untuk menjalankan ibadah puasa adalah termaktup dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 185. Sedangkan untuk mendapatkan ampunan adalah termuat dalam Al Qur’an surat Azzumar ayat 53. Lebih lanjut beliau memaparkan untuk mempersiapkan Ramadan ada 4 hal yaitu mempersiapkan ilmu, ruhani atau hati, fisik dan materi.

“Jadikan bulan Ramadan bulan yang istimewa dan spesial, karena di bulan ini akan dilipat gandakan pahalanya dari setiap amal ibadah yang kita lakukan,” imbuh Fauzi.  (Giek/KIM Moyudan)




TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2024 Resmi Dibuka

Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun 2024 di Kabupaten Sleman, resmi dibuka pada Selasa (20/2) di Lapangan Breksi, Sambirejo, Kapanewon Prambanan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah” ini dihadiri oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara didampingi Dandim 0732/Sleman Letkol Arm Danny Arianto serta, dihadiri Forkopimda Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka secara langsung kegiatan TMMD Sengkuyung tahun 2024 yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan penyerahan alat kerja secara simbolis.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada pimpinan dan anggota TNI di Kabupaten Sleman yang melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I tahun 2024.

Menurutnya, melalui program TMMD , pekerjaan pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang berat dapat menjadi ringan karena dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan anggota TNI.

“Program TMMD ini dapat mempercepat peningkatan kualitas hidup dimasyarakat menuju kehidupan sosial yang lebih maju sejahtera dan mandiri,” jelasnya.

Ia juga berharap pembangunan yang dihasilkan dari program TMMD ini dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0732/Sleman Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang dalam keterangannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan program TMMD kali ini akan dilaksanakan di Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan dengan menyasar pembangunan fisik dan non-fisik yang berlangsung selama 30 hari mulai tanggal 20 Februari 2024 sampai dengan 20 Maret 2024.

Adapun sasaran fisik yang dimaksud yaitu pembuatan corblok jalan,  pembangunan pos kamling, dan renovasi tiga rumah tidak layak huni. Sementara untuk sasaran non-fisik yaitu Penyuluhan pencegahan Stunting meningkatkan peran Posyandu dan posbindu PTM (Penyakit tidak menular), Penyuluhan wawasan kebangsaan/PPBN, dan Penyuluhan Kamtibmas, Kejahatan jalanan bullying.

Sedangkan dana pelaksanaan TMMD Tahap I ini berasal dari 4 sumber anggaran yaitu hibah APBD DIY sebesar Rp , APBD Sleman Rp ,  serta APBKal Sambirejo dan Swadaya Masyarakat.

Kegiatan pembukaan program TMMD Sengkuyung tahan I tahun 2024 ini diakhiri dengan peninjauan secara langsung oleh Bupati Sleman beserta Forkopimda di lokasi pembuatan corblok jalan.