Peringati Serangan Umum 1 Maret, Kapanewon Pakem Gelar Upacara Bendera

Sleman – Memperingati Serangan Umum 1 Maret, serta hari Penegakan Kedaulatan Negara, Ulang Tahun Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran, Kapanewon Pakem menggelar upacara di Halaman Kantor Kapanewon Pakem, Jumat (1/3/2024). Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Kapten Czi Supriyanto selaku Danramil Pakem.

Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh lurah se Kapanewon Pakem dan tidak terkecuali, bapak Rakhmat Harinawan selaku Panewu Pakem. Juga dihadiri oleh jajaran Kasi/Kaur serta seluruh Pamong se

Kapten Czi Supriyanto mengatakan bahwa peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara ini diselenggarakan untuk memperingati momentum besar dalam pergerakan sejarah Bangsa Indonesia, yaitu Serangan Umum Satu Maret 1949 di Yogyakarta.

“Peristiwa Serangan Umum Satu Maret mampu menegakkan kembali eksistensi negara dan kedaulatan Bangsa Indonesia di mata internasional. Juga dapat membangun kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kesemuanya itu membuktikan bahwa seluruh elemen bangsa Indonesia mampu melawan tirani penjajahan terhadap Indonesia. Dan juga merupakan bukti perjuangan rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya,” lanjutnya.

Adapun peristiwa HUT satpol PP, lanjut Supriyanto, adalah untuk memberikan apresiasi kepada jajaran satpol Pamong Praja yang telah melaksanakan tugasnya dengan sangat optimal.

“Kedepan, diharapkan satpol pp dapat meningkatkan soliditas  dan profesionalisme dalam mengemban tugasnya untuk menegakkan peraturan daerah serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” imbuhnya.

Supriyanto juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan mitigasi masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama bencana kebakaran. Dengan tegaknya mitigasi kebakaran di masyarakat, kejadian kebakaran dapat diminimalisir.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh peserta upacara hari ini dan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing. Mari kita bersinergi untuk mempertahankan kedaulatan negara agar tetap terlaksana pembangunan dan kemajuan kabupaten Sleman,” pungkasnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Sebanyak 12 Truk Kontainer Dikerahkan Mengangkut Logistik Pemilu 2024 dari Kapanewon Depok

Menandai berakhirnya rekapitulasi Perolehan Suara pada Pemilu 2024, seluruh Logistik berupa Kotak Suara, BIlik Suara dan Kontener yang berisi Plano C-Hasil di Kapanewon Depok telah ditarik dan dibawa ke Gudang KPU Sleman, Rabu (28/2/2024)

Ketua PPK Depok, Hari Jumanto menyampaikan bahwa Penarikan ini dilakukan setelah PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Depok selesai melakukan Rekapitulasi Perolehan Suara pada Selasa, 27 Februari 2024 jam dan menyerahkan Form D-Hasil Kecamatan ke KPU Sleman

Ditambahkan Hari Jumanto, Penyerahan Dokumen D-Hasil Kecamatan Depok asli ke KPU Sleman, telah dilakukan oleh PPK Depok diterima langsung oleh Komisioner KPU Sleman, Huda Al Amna pada Rabu 28 Februari 2024 jam dini hari, dengan disaksikan langsung oleh Ketua Panwascam Depok dan mendapat pengawalan ketat dari Pihak Kepolisian

Rini Agustina dari PT Pos Indonesia selaku pelaksana penarikan logistik Pemilu, mengatakan bahwa penarikan logistik ini merupakan perintah langsung dari KPU Sleman sesuai regulasi yang ada, juga agar Pemerintahan Kapanewon Depok dapat segera melaksanakan aktivitas pelayanan masyarakat sebagaimana biasanya tanpa terganggu oleh logistik yang memenuhi ruang pendopo dan ruang-ruang rapat lainya

“Total jumlah logistik yang ditarik dari Kapanewon Depok adalah sejumlah kotak suara dari 428 TPS se Depok, lembar bilik suara, serta 75 kontener plastik berisi Plano C-Hasil dengan mengerahkan 12 truk kontainer besar beserta 30-an personil petugas angkut,” ucapnya.

Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqy melalui jaringan seluler mengatakan bahwa, sesuai regulasi yang ada, semua logistik dari kapanewon harus segera ditarik setelah pleno rekapitulasi selesai agar tidak menimbulkan praduga-praduga yang kontraproduktif.

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro merasa bersyukur pelaksanaan pemilu tahun 2024 ini telah selesai dengan baik dan kancar meskipun diwarnai sedikit dinamika teknis prosedural dilapangan dalam batas kewajaran. (Wasana/KIM Depok)




Dukcapil Sleman Gelar Sisir Adminduk di Sumbersari Moyudan

Sleman – Sesuai Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 470/837/SJ Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan. Selain itu juga atas dasar Peraturan Bupati Sleman Nomor 34.1 Tahun 2022 Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Kabupaten Sleman, maka Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman melakukan Sosialisasi Informasi Rekam Data Administrasi Kepenndudukan ( SISIR ADMINDUK ) Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Kamis (29/2/2024) bertempat di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Acara tersebut selain dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Sleman Susmiarto, juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Panewu Moyudan Harsowasono, Panewu Anom Parjono, Lurah dan Pamong Sumbersari juga perwakilan dari Kapanewon Gamping, Seyegan, Gidean  dan Minggir.

Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kalurahan Sumbersari sudah bisa berjalan dengan baik, tetapi masih juga tetap ada kendala.

“Karena masyarakat pedesaan kadang kurang memperhatikan masalah administrasi kependudukan, kalau mau digunakan kadang baru bingung, misal beda nama atau beda tanggal lahir,” tutur Sukadi.

Sukadi menambahkan bahwa di tahun 2024 Sumbersari juga ditunjuk untuk mengikuti Evaluasi Adminduk yang nanti akan diwakili oleh Padukuhan Nasri, Ngaglik dan Tidur.

“Mohon doa restu dan bimbingan dari Dinas Dukcapil agar nanti bisa mendapat nomor terendah,” Pungkas Sukadi.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman Susmiarto melaporkan bahwa kegiatan SISIR ADMINDUK sudah dimulai sejak tanggal 16 Januari 2023 yang dibuka oleh Bupati Sleman di Kalurahan Margomulyo, Seyegan.

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa pada hari Kamis, 29 Februari 2024 merupakan penutup dari  kegiatan tersebut.

“Kami sudah menyisir di 16 Kapanewon maupun Kalurahan di Kabupaten Sleman dan sudah menghasilkan dokumen kepandudukan,” ungkap Susmiarto.

Susmiarto juga memaparkan bahwa untuk memberikan pelayanan Administrasi Kependudukan telah dilakukan dengan berbagai cara diantaranya untuk memberikan pelayanan bagi pelajar dan pegawai Dukcapil tetap melayani di hari Sabtu minggu pertama pada setiap bulannya, jemput bola ke sekolah-sekolah dan mendatangi ke rumah bagi jompo, sakit berat dan ODGJ ( Orang Dalam Gangguan Jiwa).

“Marilah kita Sesarengan Mbangun Sleman Lewat Layanan Administrasi Prima. Sisir Adminduk maju terus,” ajak Susmiarto.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan spresiasi kepada Dinas Dukcapil dan semua pihak atas terseleggaranya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama, baik Pemerintah Kabupaten, Dukcapil, Kapanewon, Kalurahan, Padukuhan dan seluruh masyarakat,” tutur Danang Maharsa.

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa  setiap warga memiliki beberapa dokumen Administrasi, sewaktu lahir akan mendapat Akta Kelahiran dan KIA, setelah umur 17 tahun mendapatkan KTP, menikah mendapat Surat Nikah, meninggal mendapatkan Akta Kematian, dari semua dokumen tersebut harus sinkron.

Selanjutnya Wakil Bupati Sleman kemudian menyerahkan Buku Agregat Buku Agregat Kependudukan Kabupaten Sleman Semester II tahun 2023 kepada Kapanewon Moyudan, Kapanewon Gamping, Kapanewon Minggir, Kapanewon Godean, dan seluruh Kalurahan di Kapanewon Moyudan. Selain menyerahkan Buku tersebut, Wabub juga secara simbolis menyerahkan Akta Kematian, Akta Kelahiran, dan KIA kepada perwakilan masyarakat yang pada saat itu membuat di tempat tersebut. (Giek-KIM Moyudan)




Mengenal Lebih Dekat Profesi Polisi, 20 Anak TK Al-Amin Kunjungi Kantor Polsek Ngaglik

Ngaglik – Sebanyak 20 anak TK Al Amin, Pedak, Sinduharjo Ngaglik mengikuti kegiatan belajar di luar kelas dengan melakukan kunjungan belajar atau outing class ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Ngaglik, Polres Sleman , Kamis (29/02/2024).

Kehadiran anak anak TK Al Amin tersebut disambut langsung oleh Kapolsek Ngaglik Kompol Muchammad Mashuri , beserta personelnya. Ia menjelaskan tentang tugas dan fungsi, hingga pengenalan rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu, Kompol Muchammad Mashuri ,  juga berpesan agar anak-anak untuk tidak takut kepada polisi.

“Sudah disampaikan tadi tentang tugas-tugas polisi seperti apa. Buat adik-adik, sekarang sudah tak perlu takut lagi ya sama Pak Polisi, karena polisi hanya galak sama orang yang berbuat kejahatan saja,” ucapnya.

Kompol Muchammad Mashuri berharap, pemaparan yang mereka berikan dapat membuat anak-anak TK menyukai dan mencintai profesi polisi.

“Mereka harus dekat dengan polisi dan tidak menjadikan polisi sebagai musuhnya. Saya harap, tidak boleh lagi anak-anak ditakuti dengan kata-kata awas ya ada polisi  tidak takut sama polisi , polisi adalah sahabat anak dapat masyarakat biar tidak dari kecil biar tidak merasa takut sekarang polisi sahabat anak biasanya anak-anak ,” lanjutnya.

Pada kunjungan tersebut, anak-anak juga diperkenalkan dengan tugas-tugas kepolisian baik itu per unit dan tadi udah putar-putar dikenalkan di unit lalu lintas , unit Intel , unit Sabara mungkin nanti ada yang bercita – cita menjadi polisi , tak lupa juga dikenalkan rambu-rambu lalu lintas.

Sementara itu, Kepala Sepala Sekolah TK Al Amin Isna Ani Rahmawati selaku pendamping mengatakan kegiatan kunjungan ke Polsek Ngaglik bagian dari pembelajaran di luar kelas dan pengenalan salah satu profesi yaitu polisi.

“Anak didik kami bisa mengetahui langsung tugas kepolisian dan menghindari rasa takut anak-anak terhadap polisi,” jelasnya. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo)




PMI Purworejo Gelar Studi Tiru ke PMI Sleman

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah melakukan kunjungan Study Tiru tentang pelayanan Darah di PMI Kabupaten Sleman, Rabu (28/2/2024). Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Bidang Pelayanan Ernawan Cahyo, diterima oleh segenap pengurus PMI Kabupaten Sleman di Markas PMI Kabupaten Sleman.

Menurut Ernawan Cahyo, kunjungan Study Tiru yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan Program Kerja PMI Kabupaten Purworejo tahun 2024 bidang Unit Kegiatan Transfusi Darah serta peningkatan kapasitas pelayanan darah di Kabupaten Purworejo.

“Beberapa materi yang ingin diperoleh dari PMI Kabupaten Sleman meliputi Pelayanan Darah dengan segala rangkaianya, tata kelola keuangan PMI serta kiat PMI terhadap perolehan fasilitas dari Pemerintah Daerah,” ujar Ernawan.

Rombongan terdiri Wakil Ketua Bidang Pelayanan, Sekretaris, Bendahara, Kepala Unit Donor Darah, kepala seksi pengolahan darah, kepala seksi administrasi dan keuangan serta seorang staf. Sementara dari PMI Sleman yang menerima selain Sekretaris juga hadir Wakil Ketua, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Ketua Bidang Pelayanan, Bendahara dan Staf Unit Donor Darah.

Terhadap materi pokok yang ingin diperoleh PMI Kabupaten Purworejo itu, Sekretaris PMI Kabupaten Sleman Sarijan, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan keuangan PMI Kabupaten Sleman  satu pintu di Pendahara PMI.

“Unit Donor Darah, Klinik, Markas dan kegiatan PMI lainya bila akan melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja mengajukan anggaran kepada pengurus, dari situ dicermati oleh pengurus terkait kesesuaian perencanaan apa tidak. Dengan demikian pula semua transaksi keuangan keluar dan masuk melalui satu pintu,” jelas Sarijan.

Terkait tentang pelayanan darah, di Kabupaten Sleman memiliki program Layanan Darah Sleman Gratis (LADAMAMIS). Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan dana untuk beaya produksi pengolahan darah yang dilakukan oleh PMI.

“Sehingga bagi penduduk Kabupaten Sleman bila  merlukan transfusi menggunakan darah produk PMI Sleman gratis, ketentuannya dirawat di Rumah Sakit yang sudah MOU dengan PMI Sleman. Syaratnya dengan memerahkan  Foto Copy KTP atau KK ke pihak Rumah Sakit,” terang Sarijan lagi.

Di Kabupaten Sleman, lanjut Sarijan, telah terbentuk komunitas/grup penggerak donor darah yang anggotanya dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dari perusahaan, pemuda bahkan Babinkamtibmas. Mereka secara mandiri melaksanakan kegiatan donor darah secara rutin dengan jadwal ditentukan sendiri oleh kelompok masyarakat itu. Untuk PMI Kapanewon, dalam setahun wajib menyelenggarakan donor darah masal sebanyak empat kali. Untuk pelaksanaan donor darah masal dalam satu hari ditentukan tiga titik/tiga tempat.

“Para penggerak donor darah merupakan jejaring termasuk rumah sakit, maka PMI Menyediakan forum untuk komunikasi dan evaluasi,” tambahnya.

Tata kelola organisasi dilakukan dengan transparan dan akuntabel sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat, maka audit eksternal dilakukan setiap tahun. Sejak tahun 2019 opini audit WTP.

“Hal itu yang membuat kepercayaan Pemerintah Daerah terhadap PMI Sleman cukup tinggi, terbukti dukungan Pemerintah Daerah tidak hanya sebatas anggaran beaya produksi darah, tetapi berbagai peralatan Unit Donor Darah yang harganya lebih dari 4 milyar, serta untuk kendaraan juga difasilitasi. Hanya memang PMI tidak mengajukan hibah dana operasional, tetapi berupa barang,” tandas Sarijan.

Sementara itu Wakil Ketua PMI Sleman Jazim Sumirat menambahkan, antara Pengurus, karyawan dan relawan kompak.

“Pengurus melakukan kegiatan tidak hanya bersifat kebijakan, tetapi pengurus turut terjun langsung mendampingi kegiatan dilapangan, baik itu pelaksanaan donor darah, Diklat, maupun sosialisasi kepada masyarakat,” tutup Jazim.

Selama kunjungan di PMI Sleman, rombongan menyaksikan proses pengolahan darah dan peralatannya di Unit Donor Darah dan desain perkantoran yang sesuai standar badan POM. (Tri Joko S/KIM Kalasan.)