Cegah Kekerasan Seksual, Kalurahan Pakembinangun Gelar Penyuluhan

Sleman – Kalurahan Pakembinangun bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harapan menyelenggarakan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Seksual di aula Kalurahan Pakembinangun, Senin (4/3/2024). Acara dimulai pada pukul WIB sampai selesai.

Sunardi, Pj. Lurah Pakembinangun menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Pakembinangun.

“Jadi perlu ada tindak lanjut seperti penyediaan ruang khusus untuk konsultasi hukum bagi warga Pakembinangun,” ujarnya.

Tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harapan yaitu Muhammad Arafat dan Alexander Tito Enggar Wirasto, menyampaikan bahwa perempuan dan anak sebagai sumber daya potensial dalam pembangunan yang sering mengalami kekerasan seksual.

“1 dari 4 Perempuan usia 15-64 tahun di Indonesia mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan dan selain pasangan selama hidup mereka. Hal tersebut mendatangkan trauma yang berkepanjangan dan kecenderungan menjadi “pelaku” juga,” ujar Arafat.

Menurutu Arafat, korban kekerasan seksual seringkali distigmatisasi sehingga mengalami reviktimisasi setiap orang berhak mendapatkan pelindungan dari kekerasan dan berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Dengan adanya Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Seksual ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan seksual bagi warga Kalurahan Pakembinangun,” tutupnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Sambut Ramadan, Warga Masjid Penen Gelar Pengajian

Sleman – Hidup dan mati itu rahasia Allah SWT dan kehidupan sesudah kematian itu merupakan perjalanan panjang yang tidak bertepi.  Karena itu kita harus menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya karena kita tidak tahu kapan tiba waktunya dipanggil menghadap Allah SWT.

Demikian disampaikan K.H. Handoyo, pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ummah Ngemplak Asem Umbulmartani, Ngemplak,  Sleman dalam pengajian menyambut bulan suci Ramadan dan Isra Mi’raj Sabtu (2/3/2024) di Aula Masjid Baitul Hasanah Penen.

Handoyo menuturkan, orang yang melakukan perjalanan itu membutuhkan bekal. Perjalanan menuju akhirat itu sangat panjang mulai dari Yaumul Barzakh atau Alam Barzah, Yaumul Ba’ats atau Hari Kebangkitan, Yaumul Mahsyar yaitu Hari Berkumpulnya Seluruh Manusia, selanjutnya Yaumul Hisab atau Hari Perhitungan, Yaumul Mizan yaitu Hari Penimbangan, Yaumul Sirat  yaitu Hari Melewati Jembatan dan Yaumul Jaza  atau Hari Pembalasan.

“Karena panjangnya perjalanan yang akan kita tempuh, maka kita membutuhkan  bekal yang banyak berupa amal sholeh seperti shalat, puasa, zakat, infak, berbuat baik serta meninggalkan semua larangan Allah,” ujarnya.

Menurutnya, di samping membutuhkan bekal, orang yang sudah meninggal juga membutuhkan kiriman. Kiriman untuk orang yang sudah meninggal itu berupa doa dan sedekah dari orang-orang yang masih hidup untuk mempermudah perjalanannya.

 Pada sebagian masyarakat kita, menjelang bulan Ramadan dilakukan  tradisi  untuk berdoa dan berdzikir bersama yang pahalanya dikirimkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia yang disebut Ruwahan.

“Selain mendoakan, juga  permohonan agar dosa yang pernah kita lakukan kepada yang telah meninggal juga diampuni Allah SWT,” imbuhnya.

Handoyo yang juga merupakan Kepala KUA Ngaglik juga menjelaskan bahwa menjelang bulan Ramadan disunahkan untuk membersihkan diri lahir dan batin, mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Ramadan dengan sebaik-baiknya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Kalurahan Sardonoharjo Bentuk Kampung Keluarga Berkualitas

Sardonoharjo – Kalurahan Sardonoharjo membentuk pengurus Kampung Keluarga Berkualitas yang dipimpin oleh Kamituwo Sardonoharjo, bayu Kristiyanto di Aula Lantai 2 Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (4/3/2024). Kegiatan dihadiri oleh Dinas P3AP2KB , Puskesmas Ngaglik 1,  Ketua TPPKK , Ketua BPKal , Ketua Karang Taruna, Kader Posyandu dari kader-kader di setiap padukuhan.

Kamituwo Sardonoharjo , Bayu Kristiyanto menuturkan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas P3AP2KB Sleman selaku pengampu kegiatan.

“Semoga banyak manfaat dan kuwalitas kelaurga di masyarakat Sardonoharjo semakin baik,” ujar Bayu.

Dwi Wiharyanti, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas P3AP2KB Sleman mengatakan bahwa dasar hukum pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas ini adalah instruksi Presiden nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaraan Kampung KB yang kemudian ditindaklanjuti melalui Dinas P3AP2kB dengan Peraturan Bupati nomor 40.1 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas .

“Harapannya untuk tentang Kampung keluarga berkualitas nanti , nanti setelah ada penguatan Kampung KB segera bisa terbentuk pengurus Pokja Kampung KB segera bisa berkegiatan sesuai dengan apa regulasi yang ada,” ujar Dwi.

“Tujuan utama untuk kampung keluarga berkualitas itu kan adanya konvergensi dan koordinasi dari Opd – opd terkait dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia keluarga dan juga institusi masyarakat, intinya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum,” lanjut Dwi Haryanti. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo)




Melihat Upacara Sadranan Warga Krasaan dalam Menyambut Ramadan

Sleman – Sadranan atau nyadran merupakan  upacara tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa saat menjelang  bulan Ramadan yaitu bulan sa’ban atau bulan ruwah dalam penanggalan Jawa. Begitu pula Sadranan yang dilakukan warga Krasaan yang melakukan upacara Sadranan pada hari Minggu (3/3/2024) bertempat di Makam Sura’soko Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Mulyadi tokoh masyarakat Krasaan menyampaikan bahwa Sadranan merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan masyarakat Krasaan menjelang bulan puasa.

Adapun tujuan dari upacara tradisi Sadranan adalah sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas semua karuniaNya. Juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang ada di makam Sora’soko.

“Semoga para arwah leluhur yang bersemayam di makam Sora’soko mendapatkan ampunan ditempatkan pada taman surge,” ujar Mulyadi.

Ketua panitia sekaligus juru kunci makam Sora’soko Gus Labib Anjana mengatakan  bahwa sebelum  dilakukan upacara tradisi Sadranan, warga Krasaan melakukan Besik suatu bentuk kegiatan gotong royong membersihkan komplek pemakaman.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tasa syukur diwujudkan dengan menampilkan  dua buah gunungan buah buahan dan sayur mayur hasil pertanian yang nantinya akan di bagikan kepada warga masyarakat.

“Juga disediakan nasi tumpeng beserta lauk dan buah sebagai pelengkap tradisi nyadran yang akan dimakan warga sebaga bentuk kebersamaan,” jelasnya.

Carik Kalurahan Jogitirto yang juga sebagai pengampu dukuh Krasaan, Erwin Hastomo, memberikan apresiasi kepada warga masyarakat karena dengan sukarela gotong royong melakukan rangkaian upacara tradisi Sadranan  sebagai sarana menjaga  dan melestarikan tradisi budaya leluhur.

“Kegiatan seperti ini akan sangat di dukung pemerintah kelurahan, semoga kedepan bisa dibuat kegiatan lebih besar dan meriah,” tutur Erwin.

Untuk acara tahlil di pimpin Gus Labib Anjana, kyai Basri dan kyai Bahrudin. Kegiatan Sadranan diakhiri dengan kembul  bujono atau makan bersama warga masyarakat Krasaan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Paguyuban Sleman Manunggal Sembada Miliki Banyak Potensi untuk Majukan Sleman

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro, menghadiri peringatan HUT yang ke-22 yakni Sleman Manunggal Sembada (SMS), Minggu (3/3), di anjungan DIY, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Hadir pula pada acara yang rutin digelar oleh komunitas warga Sleman yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya ini Sekda DIY, Beny Suharsono, Kepala Badan Penghubung Daerah (Banhubda) DIY di Jakarta, Nugrohoningsih, SIP., Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Asisten Sekda Kabupaten Sleman, Haris Martapa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya, Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, perwakilan komunitas warga kabupaten/kota se-DIY, serta tamu undangan lainnya.

Acara ini dimeriahkan dengan pergelaran Wayang Kulit yang ditampilkan oleh dua dalang, yakni Ki Arno Sugito dari Sleman, dan Ki Marsma (Purn) FH. Bambang Sulistyo, (Ketua PEPADI Jakarta. Adapun lakon yang dibawakan yakni “Parikesit Jumeneng Ratu”.

Tak hanya itu, HUT SMS kali ini juga turut dimeriahkan oleh sejumlah Bintang Tamu, diantaranya Sleman “Dua Drajat” Vico Ciblek dan Fajar Chotit, dan Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada M, Phill (Kabareskrim Polri). Selain itu juga ditampilkan pergelaran Tari Golek Sekar Pudyastuti dan Tari Umarmoyo Umarmadi.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemberian santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto.

Dalam sambutan Bupati Sleman yang dibacakan Sekda Kabupaten Sleman, ia berharap momentum HUT ke-22 SMS ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, tali persaudaraan dan kekompakan diantara warga Sleman yang berada di Jakarta. Paguyuban ini juga diharapkan mampu menjadi sarana dan media untuk mengembangkan potensi yang dimiliki warga Sleman, khususnya yang berada di Jakarta.

“Apabila seluruh potensi yang dimiliki anggota Paguyuban Sleman Manunggal Sembada dapat dipersatukan dalam ikatan yang erat dan kuat maka akan menjadi potensi yang sangat besar dan kuat, yang tidak saja bermanfaat bagi anggota paguyuban tetapi juga bagi masyarakat lainnya,” kata Eka.

Selain menjadi tempat berkumpulnya warga Sleman untuk bernostalgia dan nguri-uri budaya asli daerah sendiri di Jakarta dan sekitarnya, paguyuban ini juga diharapkan bisa menjadi wahana untuk semakin mempertebal rasa persatuan dalam bingkai negara kesatuan RI. Ia juga menyebut bahwa anggota SMS merupakan duta Sleman dalam mempromosikan setiap potensi Sleman.

Sementara Sekda DIY, Beny Suharsono dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada keluarga besar SMS yang telah menggelar kegiatan ini. Diharapkan bekerja sama yang telah terjalin antara paguyuban SMS, Badan Penghubung Daerah DIY di Jakarta, dan Pemkab Sleman ini perlu terus didukung dan ditingkatkan. Diharapkan pula, melalui semangat golong gilig, SMS selalu nyengkuyung serta mendukung pembangunan daerah yang ada di Kabupaten Sleman, dan DIY pada umumnya.

Ketua paguyuban SMS, Suharno, SE., MM., Menyebutkan bahwa paguyuban ini didirikan pada 21 Januari 2001 lalu. Dijelaskan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaring generasi selanjutnya.

Lebih lanjut ia menuturkan kegiatan ini turut didukung oleh Dana Keistimewaan Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, dan Dana Keistimewaan DIY melalui Badan Penghubung Daerah DIY.

“Kami juga akan selalu mendukung program-program pemerintah DIY dan Kabupaten Sleman, khususnya seni kebudayaan, UMKM, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya. (Humas Sleman)