Melihat Pelestarian Budaya di Tanjungsari

Ngaglik – Padukuhan Tanjungsari, Kalurahan Sukoharjo Kapanewon Ngaglik memiliki berbagai potensi seni budaya, bahkan paling banyak potensi seni dan budayanya dibanding padukuhan lain yang ada di Kalurahan Sukoharjo. Masyarakat memiliki semangat untuk melestarikan dan mengembangkan  kebudayaan agar tidak punah dikemudian masa depan.

Upaya pelestarian kebudayaan itu tidak hanya oleh masyarakat asli Tanjungsari, tetapi juga putra putri pendatang. Hal itu disampaikan Pangripta Kalurahan Sukaharjo, Ngaglik Suwardi yang juga sebagai Ketua Pengelola Kalurahan Budaya, Selasa (19/3/2024) di Kantor Kalurahan setempat.

Lebih lanjut Suwardi menuturkan bahwa semangat masyarakat Tanjungsari untuk melestarikan berbagai kesenian didukung oleh kalangan generasi muda dan anak-anak, termasuk ibu-ibu.

“Terhadap semangat masyarakat itu, pemerintah Kalurahan memberikan support dan memfasilitasi pengurusan NIK. Suport termasuk bimbingan administrasi dan proses pengurusan,” ujarnya.

Sementara itu Dukuh Tanjungsari Yamin Siswa Hadi Sugito ketika dihubungi kontributor Media Center menjelaskan, sejak dahulu masyarakat memang mempunyai komitmen terhadap pelestarian kebudayaan, tidak hanya dalam bentuk kesenian, tetapi juga melestarikan tradisi seperti sedekahan dan nyadran masih dilaksanakan oleh masyarakat di Tanjungsari.

Lebih lanjut Yamin menuturkan, jenis kesenian yang ada di wilayahnya meliputi Karawitan Tunas Mekar yang anggotanya adalah anak-anak dengan waktu gladhen setiap Minggu Kliwon. Kemudian Karawitan yang anggotanya adalah ibu-ibu latihan setiap Sabtu Sore. Kelompok kesenian Srunthul dengan jadwal latihan sebulan sekali. Paguyuban Seni (PS) Dadung Awuk dengan anggotanya para pesepeda kriwil juga latihan rutin sebulan sekali.

“Kelompok kesenian yang lain meliputi Jathilan Turonggo Muda Sakti latihan sebulan sekali  dengan pelakunya adalah generasi muda. Paguyuban Seni Kethoprak dengan nama grup Sekar Manunggal serta Sanggar Tari Rama Shinta,” jelasnya.

“Kelompok-kelompok kesenian itu tidak hanya pentas di daerahnya sendiri, tetapi juga pentas diluar Sukoharjo,” imbuh Yamin.

Terhadap kesenian tradisional, lanjut Yamin, awalnya memang tidak punya  pelatih yang memiliki kompensi.

“Mereka modalnya menyukai dan bakat alami dengan ditambah pengalaman apa yang pernah mereka lihat saat orang dahulu latihan dan main. Saat ini terdapat generasi muda yang berpendidikan jurusan kesenian sehingga pengembangan dan garapan mulai tersentuh. Bahkan Seni Pedalanganpun sudah ada generasi yang menggeluti,” jelas Yamin lagi.

Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik pada akhir tahun 2023 telah ditetapkan sebagai Kalurahan Budaya oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktivitas paska penetapan sebagai Kalurahan Budaya dimulai tahun 2024 dengan mengimplementasikan Perlindungan, Pelestarian dan Pengembangan Potensi baik adat dan tradisi, seni, bahasa, sastra, aksara, pengobatan tradisional, permainan tradisional, kuliner maupun warisan budaya. Semua kegiatan Kalurahan itu didampingi oleh dua orang Pendamping Kalurahan Budaya Dwi Murti Ardiani dan Mira Hikmaningtyas. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pemkab Sleman Lakukan Pemantauan Ketersediaan Beras Jelang Hari Raya Idulfitri 2024

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman bersama Bank Indonesia Perwakilan DIY dan TPID DIY melakukan pemantauan ketersediaan stok beras pada Selasa, (19/3) di Gapoktan Sanggartani Ngemplak. Rombongan pemantauan dipimpin secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Menurut pemantauannya, Kustini mengatakan terdapat 13 ton stok beras dan stok gabah kering sebesar 33 ton di Sanggartani yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras jelang lebaran terkhusus untuk Kapanewon Ngemplak.

“Untuk stok ketersediaan beras di Sanggartani ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat pada bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri. Kedepan kami juga akan melakukan pemantauan di Kapanewon lain di Kabupaten Sleman,” jelasnya

Lebih lanjut, ia mengatakan Pemkab Sleman akan terus mengontrol harga beras agar tidak meroket dan saat ini berkisar per kg untuk medium dan per kg untuk premium.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan pembelian bahan pangan atau sembako secukupnya,” kata Kustini

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan dengan harga beras premium dan medium di pasaran tentu ada penurunan harga dibanding sebelumnya karena dengan panen raya tentu berdampak pada harga dan stok ketersediaan beras jelang lebaran.

“Sejalan dengan apa yang dikatakan ibu Bupati, harga saat ini telah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Tentu ini adalah pengaruh dari panen raya yang tentu berdampak baik pada stok ketersediaan dan harga yang terkontrol,” ujar Yuna




Kenalkan Smart School, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Sabet Medali Emas OlympicAD 7

Sleman – Tenaga pendidik atau guru merupakan jembatan keberhasilan para generasi muda agar lebih berprestasi dan berkarakter. Hal ini dilakukan Hendro Sucipto, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman (Muhadesta) yang berhasil menyabet Medali Emas OlympicAD 7 2024 dalam Cabang Lomba Best Practice Kepala Sekolah Muhammadiyah, Senin (18/3).

“Alhamdulillah, saya bersyukur senang dapat mengikuti dan menyemarakan Olympicad 7 tingkat nasional,” kata Hendro, bangga.

Dalam lomba best practice ini, setiap Kepala Sekolah peserta OlympicAD 7 mempresentasikan mengenai program pendidikan yang sudah dijalankan di sekolahnya masing-masing.

Hendro Sucipto yang mengikuti lomba best practice kategori pendidikan inklusi mengangkat judul: Pengembangan Program SMART Untuk Meningkatkan Minat dan Bakat Siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di Sekolah Inklusi SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman.

Di hadapan dewan juri, Hendro yang juga sebagai Ketua BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah Sleman memaparkan best practice ini dimulai dengan membuat program perencanaan, pelaksanaan dan hasil pengembangan program SMART (School, Modern, Attitude, Religi dan Teknologi). Adapun pelaporan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

Tujuan utama dari program SMART, ujar Hendro, adalah untuk menyediakan interaksi yang lebih tinggi di seluruh lingkungan sekolah. SMART ini juga penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan melibatkan semua pihak yang ada di lingkungan sekolah, meningkatkan efektifitas dalam hal belajar mengajar dengan menggunakan teknologi.

Hal ini tentu diharapkan dapat meningkatkan level edukasi anak dengan sasaran digital dan meningkatkan kepuasan orang tua dengan sasaran digital yang dapat membantu komunikasi dan informasi terhadap perkembangan peserta didik dan sekolah.

Presentasi ini merupakan hasil diskusi yang dibuat oleh Hendro Sucipto, bersama dengan Guru BK Elita Permatasari serta segenap guru dan karyawan serta orang tua siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok.

Atas program yang menarik di mata juri, Hendro pun berhak untuk membawa pulang medali emas OlympicAD 7, bersama dengan empat peserta terbaik lainnya.

Mendapat hasil gemilang ini, Hendro turut bangga dan berterima kasih atas kerja sama dari semua pihak dalam mengikuti OlympicAD 7 ini.

“Saya turut bangga SMP Muhammadiyah 2 Depok bisa turut ikut pada OlympicAD ini, terutama sudah menyelenggarakan cabang lomba best practice pengelolaan sekolah inklusif. Semoga apa yang dipresentasikan pada OlympicAD ini dapat menjadi bahan pengembangan bagi sekolah-sekolah,” tuturnya. (Athiful/KIM Depok)




PPK Depok Sudah Jalani Tahapan Pemilu 2024 dengan Optimal

Sleman – Pemungutan suara serentak telah terlaksana pada 14 Februari 2024 lalu. Saat ini, masyarakat tengah memperbincangkan proses pengolahan data tingkat nasional yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Depok Sleman Adi Yananta dalam Rakor Bersama jajaran Stakeholder di Joglo Mangkudiharjan, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (18/3).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Muspika Kapanewon Depok, Panwaslu Depok, FKDM Depok, FKUB Depok, FPK Depok, dan perwakilan Ormas Keagamaan, serta partai politik tingkat Kapanewon Depok.

Dalam paparan yang disampaikan, Adi menyatakan bahwa partisipasi masyarakat Kapanewon Depok cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan prosentase antara Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan angka kehadiran pemilih di TPS.

“Kita memiliki TPS tertinggi di DIY, sebanyak 428 TPS, sehingga pemilih yang menggunakan hak pilihnya juga banyak sekali,” ungkap Adi.

Terkait dengan angka partisipasi pemilih, Adi mengatakan bahwa di Kalurahan Condongcatur yang terhimpun jumlah pemilih di DPT, angka kehadirannya mencapai pengguna hak pilih. Artinya, menurut Adi, terdapat 83% daftar pemilih di Condongcatur menggunakan hak pilihnya.

“Dari daftar DPT Maguwoharjo, telah menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024 lalu. Berarti 86% diantaranya berpartisipasi aktif dalam pemilu,” ungkap mantan pengawas TPS Pemilu 2019 dan Pilkada Sleman 2020 ini, sambil melanjutkan, “Bahwa dari DPT Caturtunggal, terdapat pengguna hak pilihnya mendatangi TPS untuk mencoblos, berarti sekitar 84% masyarakat Caturtunggal ikut memberikan hak suaranya, ini semua perlu kita syukuri,” ungkapnya, bangga.

Dalam setiap gelaran pemilu, ujar Adi, partisipasi masyarakat memegang kunci penting karena menentukan sukses tidaknya suatu penyelenggaraan. Meski bukan jadi faktor satu-satunya, namun apabila partisipasi masyarakat rendah maka pemilu maupun pemilihan niscaya tidak berarti.

Mencermati tahapan pemilu 2024 di Kapanewon Depok, ujar Adi, salah satu hal menariknya adalah partisipasi masyarakat yang meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Hal ini menurutnya bisa menjadi penanda demokrasi di wilayah Depok semakin matang.

Lebih lanjut, Adi mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah bersama-sama dengan KPU Sleman dan PPK Depok mewujudkan Pemilihan Umum 2024 berjalan dengan demokratis. Pihaknya juga menyampaikan, bahwa tahapan pemilu sudah dilaksanakan dengan optimal sesuai dengan regulasi yang ada.

“Apa yang dilakukan KPU dan jajaran terkait pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 sudah dilaksanakan dengan optimal. Dari sisi waktu tahapan Pemilu 2024, sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan” imbuhnya. (Athiful/KIM Depok)




PDM Sleman dan FEB UNY Jalin Kerjasama untuk Majukan Pendidikan

Sleman – Bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman dan FEB UNY gelar silaturahim, Senin (18/3).

Silaturahin ini dimaksudkan dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua PDM Sleman H. Harjaka dengan Dekan FEB UNY Prof. Dr. Siswanta, .

Dalam kesempatan itu, Siswanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada PDM Sleman, terkhusus Majelis Dikdasmen dan PNF di mana kerjasama ini merupakan bentuk yang saling menguatkan.

“Kiprah Muhammadiyah menjadi sesuatu yang harus dicontoh dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan dunia pendidikan, di mana pendidikan Muhammadiyah sebagai tempat pendidikan, layanan masyarakat, ladang dakwah dan juga kaderisasi,” ujarnya

Setelah penandatanganan MoU berlangsung, acara dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech terkait strategi untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana.

Dalam paparannya, Ery memberikan motivasi untuk terus menyatukan pendapat bersama-sama mengembangkan pendidikan, terkhusus di Kabupaten Sleman.

“Bagaimana mengembangkan pendidikan Muhammadiyah? Marilah terus meningkatkan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Terkait fasilitas, tentu terus ditingkatkan dan tentu sesuai regulasi,” ungkap Ery, kemudian melanjutkan, “Jadi, silahkan persiapkan PPDB dengan sebaik-baiknya di lingkungan Muhammadiyah,” pungkas alumnus magister managemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu. (Athiful/KIM Depok)