Sambut Lebaran, FLH Berbah Bersiap Antisipasi Tumpukan Sampah

Sleman – Menghadapi hari Raya Idulfitri, Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah mengadakan rapat koordinasi pada Kamis (21/3/2024) di Ruang Rapat lantai 2 Kapanewon Berbah.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi menyampaikan bahwa pencatatan data kegiatan adalah sangat penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan program atau kegiatan yang dijalankan.

“Kegiatan yang bagus tanpa adanya data yang ditampilkan tidak bisa diketahui seberapa besar keberhasilan dari kegiatan tersebut,” kata Tri.

Menurut Tri, perlu adanya divisi tersendiri  untuk menangani semua data kegiatan yang dijalankan. Selain itu, Tri juga menggarisbawahi mengenai perlunya pemetaan lokasi timbulan sampah yang kemungkinan terjadi di hari Raya Idulfitri.

“Dengan adanya tampilan pemetaan dan data akan lebih  mudah melakukan penanganan dan bisa mencari solusi pemecahan masalah yang terjadi,” ungkap Tri.

Tri juga menginformasukan bahwa Pemerintah Kapanewon Berbah juga telah mencanangkan inovasi Peduli Lingkungan Kita (Pelita). Tujuan inovasi ini adalah untuk lebih peduli kepada lingkungan salah satunya dengan pemasangan solar cell di kantor Kapanewon.

” Sebagai upaya pemanfaatan sinar matahari untuk disimpan menjadi energi listrik. Harapanya bisa muncul ide lain sebagai bentuk Peduli Lingkungan Kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah Ringgo Antoni Surya SP menyampaikan informasi tentang bantuan sarana pengelolaan sampah dari DLHK Sleman berupa biopori, bor biopori,  dan juga adanya penyediaan bibit tanaman buah- buahan serta penghijauan.

“Bantuan bisa di akses dengan mengajukan proposal atau surat ‘ Kepala DLH Sleman,” kata Ringgo.

Sedangkan Ketua Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah, Kusnadi melaporkan kondisi kelompok pengelola sampah yang ada di Kapanewon Berbah  bahwa ada 2 TPS3R, te pilah ada 2 dan 20  kelompok yang berbentuk bank sampah dan sedekah sampah.

“Ramadan  biasanya timbulan sampah akan meningkat dan puncaknya di Hari Raya Idulfitri maka dimohon untuk mempersiapkan, dengan menggalakkan sosialisasi pemilihan sampah dari rumah. Sesuai Surat Edaran Bupati Sleman nomor 30 tahun 2022 tentang pemilihan sampah dari sumbernya yakni rumah tangga,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pasar Lebaran, Upaya Pemkab Sleman Promosikan UMKM Jelang Lebaran

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara simbolis Pasar Lebaran Sleman 2024 pada Kamis, (21/3) di Lapangan Pemda Sleman. Acara ini merupakan upaya promosi UMKM Sleman yang diinisasi Dinas Koperasi dan UKM Sleman didukung oleh Kementerian Koperasi UKM RI.

Turut hadir dalam acara pembukaan Pasar Lebaran Sleman 2024, Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Udaha Mikro Deputi Bidang Usaha Mikro, Sutarmo dan jajaran Forkopimda Sleman.

Kustini mengatakan Pasar lebaran ini merupakan bentuk dukungan Pemkab terhadap pemasaran UMKM Sleman. Ia mengatakan UMKM perlu di promosiman salah satunya melalui event agar semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas. Untuk itu dukungan dan kerjasama segenap pihak dalam penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud apresiasi dan kepedulian terhadap usaha mikro, kecil dan menengah di wilayah Sleman.

“Saya mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa borong bareng dan jadikan produk-produk UMKM Kabupaten Sleman sebagai prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan barang saat berlebaran maupun untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Kustini

Lebih lanjut, Kustini mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan produk-produk unggulan khas Sleman. Ia berharap pelaku UMKM memanfaatkan pasar lebaran ini sebagai media promosi dan memperluas jejaring pemasaran produknya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani melaporkan acara Pasar Lebaran Sleman 2024 mengusung tema “Borong Bareng Produk Sleman, Lebaran Makin Berkesan” yang dimana dimaksudkan untuk menangkap peluang bisnis dan promosi UMKM jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Untuk Pasar Lebaran Sleman tahun 2024 ini terdapat 111 UMKM yang terdiri atas 109 UMKM dan 2 Koperasi. Adapun jenis produknya antara lain 72 UMKM Kuliner, 26 UMKM Fashion, 12 UMKM Craft, dan 3 UMKM Flora,” jelas Tina

Pasar Lebaran Sleman 2024 tidak hanya diisi stan UMKM namun juga terdapat beberapa kegiatan antara lain penyerahan Paket Sembako bagi 100 KK miskin dari Baznas, Pasar Murah Sembako, Lomba kreatifitas yel-yel dan fashion show antar OPD, Lomba mewarnai anak-anak dan pelajar, lomba membuat hampers untuk UMKM dan lomba hadroh untuk umum.

Bupati Sleman juga sekaligus menyerahkan paket bantuan sembako dari Baznas dan BPD, serta menyerahkan Dana Penguatan Modal bagi Koperasi




Peringati Hari Air Sedunia, PDAM Sleman Tanam 1.000 Pohon di Lereng Merapi

Sleman –  Dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia 2024, PDAM Tirta Sembada Sleman melalukam aksi menanam pohon di lereng Gunung Merapi, Jumat (22/3).

Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata peringatan Hari Air Sedunia menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat di Kabupaten Sembada.

Menurutnya, masyarakat perlu diberikan sosialiasi dan diajak untuk ikut berpartisipasi menjaga kelestarian sumber mata air.

“Air menjadi kebutuhan vital karena jika tidak tercukupi bisa mati,” ungkap Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan, bahwa keberadaan sumber air semakin berkurang seiring dengan pesatnya pertumbuhan manusia. Di sisi lain, terjadinya bencana seperti Gunung Merapi meletus di 2010 ikut berpengaruh terhadap Umbul Wadon yang menjadi salah satu lokasi pengambilan air milik PDAM Tirta Sembada.

“Penurunan debitnya sudah mencapai lima hingga sepuluh persen. Jadi, ini harus diantisipasi agar tidak terjadi krisis, di tengah terus bertambahnya pelanggan PDAM,” katanya.

Dwi menerangkan, bahwa untuk menjaga kelestarian air dengan cara konservasi. Oleh karena itu, dalam Peringatan Hari Air Sedunia akan dilakukan beberapa kegiatan, salah satunya reboisasi atau penanaman pohon.

Kegiatan ini, ujar Dwi, akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman untuk menanam pohon di lereng Gunung Merapi.

“Untuk jenisnya adalah bibit pohon yang memiliki akar panjang sehingga bisa menahan air serta tentunya berbuah sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan,” ungkapnya. (Athiful/KIM Depok).




PMI Sleman Lakukan Pembinaan PMR

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman melaksanakan sosialisasi tentang Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) kepada pembina PMR Mula (SD sederajat) PMR Madya (SMP Sederajat) dan PMR Wira (SMK, SMA, MA sederajat) Jumat (22/3/2024) di Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman. Bertindak sebagai narasumber Sarjuri dari bidang Diklat PMI Sleman tentang Managemen PMR dan Nurmawati dari Rifka Anisa tentang Pengarusutamaan Gender.

Dihadapan Wakil Ketua PMI Jazim Sumirat dan semua peserta, Ketua Bidang Diklat dan Sumberdaya Manusia PMI Kabupaten Sleman Mafilinda Nuraini dalam laporanya mengatakan, kegiatan  sosialisasi pembinaan PMR sekaligus koordinasi persiapan pendidikan dasar dan pelantikan PMR merupakan pendahulu dari rangkaian recruetment PMR, Pendidikan dan Pelantikan.

“Setelah dilakukan sosialisasi dan koordinasi, akan disusul kegiatan recruetment calon anggota PMR mulai akhir Maret, kemudian orientasi calon anggota PMR baru kemudian pelantikan anggota PMR yang direncanakan tanggal 30 April 2024,” lanjut Mafilinda.

Sementara itu Wakil Ketua PMI Jazim Sumirat dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan PMI bukan saja tentang donor darah, tetapi lebih luas lagi seperti pertolongan terhadap kecelakaan, kebencanaan maupun pembinaan karakter melalui pembinaan PMR. Oleh karena itu Jazim Sumirat memberikan apresiasi kepada para pembina yang berasal dari sekolah yang dengan sabar dan telaten mendampingi para PMR.

Terkait dengan pengarusutamaan Gender, Nurmawati dari Rifka Anisa mengharapkan agar setiap kegiatan PMR isu gender menjadi perhatian wajib, peserta dan kegiatan dikuti tidak hanya anak laki-laki, tetapi juga perempuan dan disabilitas.

“Dalam hal perlakuan yang tepat,” tegasnya.

Sosialisasi diikuti unsur pembina PMR Mula 31 orang, Pembina PMR Madya 30 orang dan Pembina PMR Wira 35 orang sewilayah Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Tim Safari Tarawih Gamping Sambangi Masjid At-Taqwa Padukuhan Depok

Putaran kedua tim safari tarawih Pemerintah Kapanewon Gamping yang dipimpin Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, menyambangi Masjid At-Taqwa yang terletak di Jalan Wates Km. 6, Padukuhan Depok, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (20/3/2024).

Usai melaksanakan buka bersama di Pendapa Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping dan Sholat Maghrib berjamaah, rombongan kemudian tiba di Masjid At-Taqwa untuk melaksanakan Sholat Isya dan Sholat Tarawih bersama warga sekitar.

Setelah melaksanakan Sholat Isya dan Sholat Tarawih secara berjamaah, Panewu Gamping, Tamzis Sarwana dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya terhadap pengurus Takmir Masjid At-Taqwa yang memiliki beragam kegiatan keagamaan demi memakmurkan masjid yang didukung oleh warga Masyarakat di Padukuhan Depok dari usia muda, remaja, dan dewasa.

“Masyarakat di Padukuhan Depok ini sangat luar biasa. Di samping memiliki agenda kegiatan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan, juga memiliki rencana merenovasi bangunan Masjid At-Taqwa dengan biaya swadaya internal warganya tanpa mengajukan proposal permohonan bantuan dana dari pihak luar. Semoga renovasi masjid ini dapat terlaksana dengan lancar,” tutur Tamzis.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Kapanewon Gamping menyampaikan secara simbolis peralatan sholat dan Kitab Al-Qur’an yang dapat dimanfaatkan para jama’ah, serta dana stimulus untuk pembangunan Masjid At-Taqwa yang akan dijadikan sebagai tempat beribadah maupun wadah kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Pada penghujung kegiatan diisi dengan siraman rohani yang diberikan petugas Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Nanang Supriyanto mengenai pahala sedekah dan berbuat baik kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan, serta manfaat melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Ia menceritakan kisah sahabat Nabi Muhammad . bernama Sya’ban yang memiliki keunikan atau kebiasaan selalu mengikuti sholat berjamaah di masjid dengan memilih duduk di sudut masjid sambil beri’tikaf agar jama’ah lain yang ingin beribadah tidak terganggu. Penyesalan dalam diri Sya’ban saat sakaratul maut yaitu tidak secara maksimal memberikan pertolongan atau bantuan kepada orang lain yang membutuhkan dirinya dengan alasan pahala yang akan diterima menjadi berlipat ganda jika dilakukan sebelum dirinya meninggal dunia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)