Tutup Buku Tahun 2023, Koperasi Surya Mulia Kamilah Berikan 30 Beasiswa

Sleman – Kopi Petung  Kepuharjo Cangkringan dengan latar belakang gunung Merapi menjadi tempat Rapat Anggota Tahunan Koperasi Konsumen Surya Mulia Kamilah Tutup Buku Tahun 2023 yang diikuti sekitar 90 peserta, Minggu (3/3/2024).

Ketua Koperasi Konsumen Surya Mulia, Agus Triono menuturkan, Agenda RAT yang semula direncanakan pada bulan pertengahan Februari  diundur Maret mengingat adanya Pilpres dan Pileg.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan ini Koperasi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dengan berbagai inovasi.

“Salah satunya adalah pemanfaatan dana infaq dan shodaqoh untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak anggota yang berprestas, Sebanyak 30 anak anggota dipilih untuk menerima beasiswa senilai ,- berupa tabungan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan generasi penerus,” ujar Agus.

Selain itu, Koperasi juga terus melakukan perbaikan dalam bentuk penguatan kualitas pengurus serta manajemen.

“Hal ini tercermin dalam uji kompetensi manajemen yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Sleman, sebuah langkah yang diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan kepada anggota,” ujarnya.

Sementara itu, Wulan Anggraeni dari Dinkop Sleman  menyoroti pentingnya pencermatan terhadap program pengurus untuk masa depan yang lebih baik.

“Kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) meski menjadi sorotan utama, namun program ke depan juga harus diperhatikan salah satunya mempertimbangkan simpanan wajib khusus untuk pembelian lahan kantor Koperasi,” tuturnya.

Dalam sesi laporan pertanggungjawaban pengurus, pengawas, dan Dewan Pengawas Syariah, anggota Koperasi juga memberikan masukan dan saran yang bernilai bagi pengurus. Regulasi Perkoperasian, terutama mengenai simpan pinjam, menjadi fokus utama untuk ditingkatkan kompetensinya demi pelayanan yang lebih baik. (Arief Hartanto)




Pekan Anak Soleh VIII Padukuhan Manggung Resmi Dibuka

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kerukunan antar warga, Padukuhan Manggung resmi membuka Pekan Anak Soleh (PAS) VIII pada Minggu (3/3/2024) di Balai padukuhan Manggung. Turut hadir  Panewu Depok, Plt. Lurah Caturtunggal, BPKal Caturtunggal, LPM, Sub Unit LPM, Tokoh Masyarakat, Ketua RT dan RW, serta Jaga Warga.

Kegiatan PAS VIII ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan warga, dengan fokus pada lomba-lomba bernuansa Islami bagi anak- anak dan para santri TPA di sekitar masjid wilayah Padukuhan Manggung.

Pelaksana Tugas Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz dalam sambutannya menyampaikan apresiasi partisipasi semua pihak yang turut hadir dan membantu terlaksananya kegiatan ini. Dirinya menekankan pentingnya kegiatan tersebut dalam mempererat hubungan sosial dan keagamaan antarwarga.

“Harapannya tradisi ini terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan spiritualitas  dan kebersaman di tengah masyarakat khususnya Caturtunggal,” ungkap Aminudin.

Rangkaian kegiatan PAS VIII nantinya akan dilaksanakan di Masjid Al Ishlah Sariasih selama bulan Ramadan yang diisi dengan berbagai lomba dan kegiatan Islami yang penuh makna. (Oktaviana/KIM Depok)




Ruwahan Merti Dusun Padukuhan Papringan Adem Tentrem Papringanku

Caturtunggal – Memeriahkan rangkaian acara merti dusun, Padukuhan Papringan menyelenggarakan acara ruwahan, sebuah ritual tahunan untuk menghaturkan doa kepada leluhur dan memohon keselamatan untuk seluruh masyarakat Papringan, pada Minggu (3/3). Kegiatan tersebut mengusung tema Adem Tentrem Papringanku dengan maksud menciptakan wilayah yang senantiasa diliputi kedamaian dan ketenangan jiwa.

Acara yang dihadiri oleh Panewu Depok, Panewu Anom, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah caturtunggal, Kamituwa, kapolsek Depok Barat, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Wilayah, serta tokoh masyarakat. berlangsung di Padukuhan Papringan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kirab tumpeng, diikuti oleh warga masyarakat dari 15 RT yang dilepas oleh Plt Lurah.

Panewu Depok, Wawan Widiantara, menyampaikan pentingnya melestarikan kebudayaan dan tradisi yang ada di masyarakat.

“Pemerintah siap membantu dan memberi dukungan penuh untuk menjaga dan melestarikan kegiatan ini agar tetap menjadi kebnggaan dan identitas kita bersama,” ungkap Wawan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan inti acara ruwahan, yaitu doa bersama lintas agama dari Islam, Kristen, dan Katolik. Diiringi grup hadroh yaitu Hinz, Qurota A’yun dan Shifa’ul Qolbi yang berasal dari padukuhan. Kemudian acara ditutup dengan pengajian dari kyai dalang KH. Sigit Nur Sahid dengan iringan solawat Kyai Kanjeng.

“Harapannya semoga kegiatan ini terus menjadi warisan yang bernilai bagi Padukuhan Papringan dan memperkokoh tali persaudaraan diantara warga masyarakat,” pungkas Wawan. (Oktaviana/KIM Depok)




Cegah Kekerasan Seksual, Kalurahan Pakembinangun Gelar Penyuluhan

Sleman – Kalurahan Pakembinangun bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harapan menyelenggarakan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Seksual di aula Kalurahan Pakembinangun, Senin (4/3/2024). Acara dimulai pada pukul WIB sampai selesai.

Sunardi, Pj. Lurah Pakembinangun menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Pakembinangun.

“Jadi perlu ada tindak lanjut seperti penyediaan ruang khusus untuk konsultasi hukum bagi warga Pakembinangun,” ujarnya.

Tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harapan yaitu Muhammad Arafat dan Alexander Tito Enggar Wirasto, menyampaikan bahwa perempuan dan anak sebagai sumber daya potensial dalam pembangunan yang sering mengalami kekerasan seksual.

“1 dari 4 Perempuan usia 15-64 tahun di Indonesia mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan dan selain pasangan selama hidup mereka. Hal tersebut mendatangkan trauma yang berkepanjangan dan kecenderungan menjadi “pelaku” juga,” ujar Arafat.

Menurutu Arafat, korban kekerasan seksual seringkali distigmatisasi sehingga mengalami reviktimisasi setiap orang berhak mendapatkan pelindungan dari kekerasan dan berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Dengan adanya Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Seksual ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan seksual bagi warga Kalurahan Pakembinangun,” tutupnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Sambut Ramadan, Warga Masjid Penen Gelar Pengajian

Sleman – Hidup dan mati itu rahasia Allah SWT dan kehidupan sesudah kematian itu merupakan perjalanan panjang yang tidak bertepi.  Karena itu kita harus menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya karena kita tidak tahu kapan tiba waktunya dipanggil menghadap Allah SWT.

Demikian disampaikan K.H. Handoyo, pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ummah Ngemplak Asem Umbulmartani, Ngemplak,  Sleman dalam pengajian menyambut bulan suci Ramadan dan Isra Mi’raj Sabtu (2/3/2024) di Aula Masjid Baitul Hasanah Penen.

Handoyo menuturkan, orang yang melakukan perjalanan itu membutuhkan bekal. Perjalanan menuju akhirat itu sangat panjang mulai dari Yaumul Barzakh atau Alam Barzah, Yaumul Ba’ats atau Hari Kebangkitan, Yaumul Mahsyar yaitu Hari Berkumpulnya Seluruh Manusia, selanjutnya Yaumul Hisab atau Hari Perhitungan, Yaumul Mizan yaitu Hari Penimbangan, Yaumul Sirat  yaitu Hari Melewati Jembatan dan Yaumul Jaza  atau Hari Pembalasan.

“Karena panjangnya perjalanan yang akan kita tempuh, maka kita membutuhkan  bekal yang banyak berupa amal sholeh seperti shalat, puasa, zakat, infak, berbuat baik serta meninggalkan semua larangan Allah,” ujarnya.

Menurutnya, di samping membutuhkan bekal, orang yang sudah meninggal juga membutuhkan kiriman. Kiriman untuk orang yang sudah meninggal itu berupa doa dan sedekah dari orang-orang yang masih hidup untuk mempermudah perjalanannya.

 Pada sebagian masyarakat kita, menjelang bulan Ramadan dilakukan  tradisi  untuk berdoa dan berdzikir bersama yang pahalanya dikirimkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia yang disebut Ruwahan.

“Selain mendoakan, juga  permohonan agar dosa yang pernah kita lakukan kepada yang telah meninggal juga diampuni Allah SWT,” imbuhnya.

Handoyo yang juga merupakan Kepala KUA Ngaglik juga menjelaskan bahwa menjelang bulan Ramadan disunahkan untuk membersihkan diri lahir dan batin, mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Ramadan dengan sebaik-baiknya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)