Mengenal Prosesi Daup Ageng di Mata Panatacara

Depok – Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kapanewon Depok membekali anggotanya dengan pengetahuan prosesi Daup Agem yang berlangsung dilingkungan Putra Pakualaman Yogyakarta. Pembekalan dikemas dalam bentuk Sarasehan menjelang buka puasa bersama, Minggu (24/3/2024)  di kediaman Giyono Dekor, Setan, Maguwoharjo Kapanewon Depok. Bertindak sebagai narasumber Faizal Noor Singgih yang juga sebagai penasihat PPY Kapanewon Depok.

Sesepuh PPY Kapanewon Depok Teguh Subroto menuturkan, belum lama ini berlangsung peristiwa budaya yang besar, yaitu Daup Ageng yang berlangsung di Pura Pakualaman Yogyakarta. Dalam hajadan yang digelar Kanjeng Gusti Pangeran   Adipati Aryo Paku Alam X tersebut, ada diantara keluarga/anggota PPY Kapanewon Depok yang terlibat secara langsung, dengan begitu pengalaman yang diperoleh dapat ditularkan kepada anggota agar menjadi tambahan pengetahuan.

“Tentu sangat besar manfaatnya, paling tidak menjadi referensi bagi segenap anggota PPY,” tandasnya.

Sementara itu Faizal Noor Singgih yang dijadikan narasumber dalam penjelasanya mengatakan, seluruh rangkaian upacara adat tradisi Daup Ageng yang berlangsung di Pura Pakualaman sebagian besar juga sudah dilaksanakan oleh masyarakat Yogyakarta pada umumnya, karenan hal itu memang menjadi salah satu rujukan, tetapi tidak semua bisa ditiru karena memang ada hal hal yang tidak bisa dilaksanakan oleh masyarakat umum.

“Ada dua prosesi pokok, yaitu prosesi yang bersifat prifasi yang hanya diikuti oleh keluarga pemangku hajad dan ada prosesi yang bisa diikuti oleh masyarakat, khususnya  undangan yang hadir dalam upacara Daup Ageng,” tutur Faizal.

Lebih lanjut dijelaskan,  Daup Ageng prosesnya cukup lama, bahkan persiapan teknis memerlukan waktu berbulan-bulan. Pada saat Pelaksanaan rangkaiannya cukup panjang karena  berlangsung beberapa tahapan. Demikian pula  dengan uborampenya hingga iringan Gending yang disesuaikan dengan peristiwa sakral berlangsung.

Secara umum juga disampaikan tentang pelaksanaan siraman dan asal sumber air yang digunakan, mbesem merang ketan Ireng dimalam Midodareni, pelaksanaan akhad nikah, sungkeman hingga rangkaian acara Panggih. Selain itu juga  uborampe Kembar Mayang, Balangan Gantal dan Ranu Pada, Dhahar Klimah.

Seluruh rangkaian upacara sakral Dhaup Ageng berlangsung tanpa MC, semua berjalan khikmad dan dipandu dengan bahasa isyarat, setiap tahapan diiringi alunan gendhing yang secara otomatis disesuaikan oleh para pengrawit sesuai tahapan yang sedang berlangsung.

“Yang pasti semuanya merupakan tradisi adiluhung syarat makna dan menjadi rujukan bagi masyarakat, itulah hebatnya tradisi budaya Jawa yang masih dipertahankan oleh Puro Pakualaman sebagai salah satu panutan,” pungkas Faizal Noor Singgih.

Paguyuban Panatacara Yogyakarta Kapanewon Depok itu sendiri berdiri sejak tahun 2018. Hingga saat ini anggota aktif yang terdaftar sebanyak tigapuluh orang berasal berbagai latarbelakang, ada masyarakat umum, ada Pemuda, ada kaum Perempuan dan Pamong Kalurahan. Setelah sarasehan tentang Dhaup Ageng, PPY Depok akan menyelenggarakan sarasehan tentang adat dan tradisi yang masih berlangsung di masyarakat, seperti Merti Dhusun, Sedekahan, Sadranan serta latihan sesorah untuk keperluan kemasyarakatan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Bawaslu DIY Beri Perhatian Khusus Pilkada Sleman 2024

Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyoroti Kabupaten Sleman dalam gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Kemungkinan ini dilakukan berdasarkan evaluasi hasil Pemilihan Umum 14 Februari 2024 lalu.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY, Umi Illiyina, mengatakan, banyak pertimbangan sehingga diputuskan Kabupaten Sleman menjadi wilayah sorotan dalam proses Pilkada 2024.

“Sleman jadi wilayah yang kita fokus karena tokoh-tokoh nasional pusatnya di sana. Perguruan tinggi, lalu mahasiswa,” kata Umi, Senin (25/3).

Umi juga mengatakan Kabupaten Sleman menjadi titik terjadinya intimidasi terhadap penyelenggara dalam Pemilu 2024. Saat itu puluhan pemilih memaksa menggunakan hak pilihnya di sebuah TPS.

“Saat itu hoaks menjadi salah satu pemicu orang tak masuk dalam daftar pemilih memaksa menggunakan hak pilih di TPS,” kata dia.

Hal-hal di atas, lanjut Umi, menjadi bagian catatan pengawas. Ia menegaskan pihaknya telah mencermati sejumlah peristiwa yang berpotensi mengganggu proses pilkada pada November mendatang.

Salah satu poinnya, Bawaslu berupaya mencegah terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) maupun pemungutan suara lanjutan (PSL). Setidaknya ada lebih dari 20 TPS yang menggelar PSU dan PSL pada Pemilu lalu, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Kemarin ada PSU di 17 TPS dan PSL di 6 TPS di Sleman. Ini jadi evaluasi untuk meminimalisasi agar tidak terjadi pada Pilkada nanti,” tuturnya.

Umi menambahkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia badan ad-hoc juga menjadi evaluasi. Selain itu, ada juga proses pemutakhiran pemilih agar tidak ada pemegang hak pilih tak terdaftar.

“Yang jelaskan kami sudah mempersiapkan skema. Evaluasi pemilu jadi tindak lanjut kami di Pilkada,” jelasnya. (Athiful/KIM Depok)




Kapanewon Depok Siap Siaga Jelang Idulfitri dan Antisipasi Mudik 2024

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok Kabupaten Sleman kembali menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) bertempat di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Senin (25/3). Bertindak sebagai Pimpinan Rapat adalah Kapolsek Depok Timur, Kompol Masnoto.

Rakorpim yang dipandu Panewu Anom Depok Sleman Wawan Hariawan itu menghadirkan narasumber Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Susilo Nugroho dan Dedie Kusuma, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Agus Mas’udi.

Dalam pengantarnya, Wawan menyoroti terkait pokok-pokok bahasan Rakorpim bulan Maret 2024. Antara lain program dari Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok yaitu Pasar Murah Semar Mesem Ramadhan Berkah.

“Pasar Murah kerjasama Disperindag Kabupaten Sleman dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Sleman akan dilaksanakan besok Selasa, 26 Maret 2024. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan syarat, ber-KTP Sleman atau berdomisili di Sleman,” ujar Wawan, menjelaskan, “Bahan pangan yang disediakan sama dengan operasi pasar sebelumnya kerjasama Bulog dan Pinsar petelur nasional,” lanjutnya.

Kegiatan ini, ujar Wawan, dilaksankan untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Adapun produk yang dijual antara lain beras SPHP, beras premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, tepung beras, telur ayam, dan daging ayam.

“Antrian masyarakat menggunakan kupon antrian yang disiapkan oleh panitia,” lanjutnya.

Selanjutnya, Wawan berkomentar terkait aduan masyarakat melalui media sosial tentang drainase berlubang di Jalan Ringin Raya, dan belum adanya perbaikan. Lokasinya berada di sebelah utara Kampus Fakultas Ekonomi UII, Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur.

“Jalan Ringin Raya adalah Jalan Kabupaten, sehingga kewenangan perbaikan dan pemeliharaan adalah DPUPKP Kabupaten Sleman. Usulan perbaikan sudah dilakukan beberapa tahun oleh Kalurahan Condongcatur melalui Pagu SKPD dan Musrenbang. Sebagai tindak lanjut, akan dikomunikasikan dengan DPUPKP Kabupaten Sleman,” terang Wawan, kemudian menyatakan bahwa, “Hasil komunikasi dengan DPUPKP Kabupaten Sleman bahwa perbaikan drainase baru proses pengadaan dan akan dilakukan perbaikan pada tahun 2024 ini,” cetusnya.

Bahasan lain, lanjut Wawan, adalah antisipasi kerawanan Kamtibmas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H: pawai malam takbiran, penggunaan petasan, pencurian rumah yang kosong ditinggal mudik, kepadatan arus mudik yang melintas di wilayah Kapanewon Depok, dan sebagainya. (Athiful/KIM Depok).




Raih Keberkahan Ramadan, LazisMU Pakem Berbagi Takjil dengan Anak-Anak Panti Asuhan

Sleman – Sebagai salah satu upaya mewujudkan keberkahan bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) Pakem Sleman berbagi takjil di Panti Asuhan Muhammadiyah Jamblangan, Pakem, Sleman, Senin (25/3).

Bagi LazisMu Pakem, program berbagi takjil ini merupakan pilar sosial dakwah bagi masyarakat di Kapanewon Pakem. LazisMu adalah salah satu lembaga yang cukup mampu menjadi arus utama dalam menyalurkan sedekah dan saluran untuk berdakwah.

Selain berbagi takjil, LazisMu Pakem juga melakukan edukasi kepada anak-anak yang tinggal di pondok tersebut, mulai dari game sambung ayat, quiz tentang kajian, hingga game siapa cepat dia dapat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga hafalan Al-Quran anak-anak tetap terjaga.

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem Aly Said mengatakan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun sinergitas pada level masyarakat agar dapat dirasakan oleh setiap orang.

“Kegiatan ini harapannya tidak berhenti pada saat ini, tetapi sebagai pemantik dakwah dan harapan-harapan lain ke depannya,” harapnya.

Sedangkan, Ketua LazisMu Pakem Yanuar menyampaikan, bahwa pihaknya sangat senang melihat anak-anak bisa merasakan kehadiran bulan suci Ramadan tahun ini, dan diberikan support oleh LazisMu Pakem.

“Kami dari LazisMu sangat senang, dengan samakin banyaknya dampak serta sasaran penyaluran ini,” ungkapnya.

LazisMu Pakem, ujar Yanuar, dalam bulan Ramadan 1445 Hijriyah ini membagikan ratusan paket takjilan untuk beberapa panti asuhan dan 1 kegiatan untuk umum. Harapannya ditahun selanjutnya terdapat peningkatan baik kualitas dan kuantitas dari program ini.

Yanuar menegaskan, bahwa LazisMu Pakem berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menyisihkan harta untuk kelancaran program dakwah ini.

“Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari bulan Ramadan 1445 Hijriah,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Komitmen Kokohkan Dakwah Kemanusiaan Semesta

Sleman – Bertempat di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Sleman, D.I. Yogyakarta, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar Pengajian Ramadhan 1445 Hijriyah bertemakan “Mengokohkan dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” pada Sabtu-Minggu (23-24/3).

Bertindak sebagai narasumber adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Siti Syamsiyatun. Dalam paparannya, Syamsyiatun mengatakan bahwa berdirinya ‘Aisyiyah adalah habitus baru di Indonesia.

Dalam ilmu sosiologi, ujarnya, habitus adalah cara orang memandang dan merespons dunia sosial yang mereka tinggali, melalui kebiasaan pribadi, keterampilan, dan watak karakter mereka.

‘Aisyiyah disebut Syamsiyatun sebagai habitus baru di Indonesia karena pada saat didirikan pada tahun 1917, ‘Aisyiyah merupakan struktur baru di Indonesia.

“‘Aisyiyah merupakan struktur baru di Indonesia yang dikenalkan dengan struktur yang kompleks yang pada tahun 1900 belum pernah ada di Indonesia,” ujarnya, menjelaskan.

Kehadiran ‘Aisyiyah ini disebut Syamsiyatun dimulai dari adanya individu yang berani mengubah tata aturan dan menghadirkan institusionalisasi. Perubahan ini dimulai dari adanya imajinasi baru untuk mengubah perempuan di Indonesia. Di mana kita ketahui pada masa berdirinya ‘Aisyiyah perempuan menjadi kelompok masyarakat kelas dua yang gerak dan kiprahnya dibatasi oleh berbagai aturan maupun budaya.

Imajinasi ini, ungkap dosen UGM Yogyakarta ini, terus dikembangkan hingga kini salah satunya muncul di Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah di Surakarta dengan adanya Risalah Perempuan Berkemajuan.

“‘Aisyiyah dengan imajinasi baru bisa mengubah perempuan Islam di Indonesia seperti di Muktamar terakhir ‘Aisyiyah yang merumuskan Risalah Perempuan Berkemajuan, ini adalah imajinasi baru yang dirumuskan ‘Aisyiyah,” paparnya.

Bukti perubahan yang dibawa oleh ‘Aisyiyah oleh Syamsiyatun disebut menjadi penguat bahwa kita bisa mengubah masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dengan melalui organisasi.

“Sejarah ‘Aisyiyah adalah sejarah kemanusiaan yang melintas budaya dan etnisitas bahkan melintas zaman dengan merangkul kemanusiaan dan merawat alam semesta,” paparnya.

Dalam pengajian itu, hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. Salmah Orbayinah, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, Pimpinan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah se-Indonesia, Pimpinan Amal Usaha ‘Aisyiyah se-Indonesia, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah se-Indonesia, Ketua Pimpinan Daerah dan Cabang ‘Aisyiyah se-DIY, civitas akademika UNISA Yogyakarta, dan ratusan peserta hadir secara online. (Athiful/KIM Depok)