Bupati Sleman Apresiasi Kontribusi IMP Tekan Angka Stunting

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melaksanakan silaturahmi sekaligus pembinaan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) atau Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se Kabupaten Sleman pada Kamis, (4/4) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kustini mengapresiasi dan berterima kasih kepada kader IMP yang telah bekerja sama mendukung program Pemkab Sleman dalam menekan angka stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas melalui program Bangga Kencana.

“Saya mengapresiasi Kader IMP se Kabupaten Sleman yang telah bekerjasama menurunkan angka stunting dan mendukung program Bangga Kencana. Saya harap dengan acara ini silaturahmi antara IMP dan Pemerintah semakin erat serta semakin mengoptimalkan kemampuan kinerja kader dalam menjalankan tugas tanggungjawabnya,” kata Kustini

Progres penurunan stunting berdasar e-PPGBM pada tahun 2023 turun sebesar 6,88 persen menjadi 4,51 persen, hasil tersebut tentu juga termasuk sumbangsih IMP.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk bersama sama mendukung penurunan angka stunting di Sleman melalui ketahanan keluarga bidang kesehatan, ekonomi dan kebahagiaan keluarga,” ujarnya

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga sekaligus menyerahkan paket parsel secara simbolis kepada kader IMP agar silaturahmi dan kerjasama antara Pemkab dan kader IMP terjaga serta memotivasi kader untuk bekerja lebih optimal.




Jelang Lebaran, Pemkab Sleman Lakukan Pengawasan Alat Pompa Ukur SPBU

Sleman – Jelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman melakukan pengawasan alat pompa ukur di sejumlah SPBU yang ada di Sleman, Kamis (4/4/2024). Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi memimpin langsung proses pengawasan alat pompa ukur di SPBU wilayah Pakem dan Turi.

Mae Rusmi menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan pelayanan seluruh SPBU tepat ukuran, sehingga konsumen terlayani dengan benar sesuai dengan ukuran yang dibeli.

“Ini salah satu bentuk perlindungan dari pemerintah kepada masyarakat terutama pada saat pemudik datang ke Sleman, jadi tidak perlu khawatir karena isi BBM di Sleman aman,” ujar Mae Rusmi.

Lebih lanjut, Mae Rusmi mengatakan dari hasil pengawasan di SPBU Pakem tidak ditemukan kekurangan pada keseluruhan nozel yang ada, bahkan ditemukan kelebihan 30 ml pada saat tera ulang BBM jenis Pertamax.

“Saya berharap seluruh pemilik SPBU selalu melakukan tera ulang rutin setiap tahunnya sehingga ketepatan ukuran dapat tercapai dan masyarakat juga bisa terlindungi hak-haknya untuk mendapatkan BBM sesuai yang dibayar,” imbuh Mae Rusmi.

UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman melakukan pengawasan sebanyak total 50 SPBU yang ada di Sleman dan pertashop jelang Hari Raya Idulfitri.




Pengelola Parkir di Sleman Dilatih untuk Tertib Aturan dan Berikan Pelayanan Maksimal

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Pelatihan Pengelolaan Parkir dan Penyerahan Sarana Pendukung Parkir yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman pada Rabu (3/4) di Aula Pangripta Bappeda Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kustini menyerahkan secara simbolis peralatan sarana pendukung parkir kepada juru parkir sekaligus menyerahkan santuan dari BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris 4 juru parkir yang meninggal dunia sebesar 42 juta rupiah.

Kustini menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pengelola atau juru parkir di Kabupaten Sleman. Dengan pengelolaan parkir baik, tertib dan aman maka dapat meningkatkan kunjungan-kunjungan ke pusat pusat perekonomian di Sleman sehingga konsumen merasa aman dan nyaman.

“Diharapkan tidak ada parkir liar atau parkir ilegal di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga kita berupaya menciptakan keamanan, ketertiban, kenyamanan serta meningkatkan kontribusi pada pendapatan asli daerah bisa lebih optimal,” kata Kustini

Kustini mengimbau kepada juru parkir dan pengelola parkir jelang lebaran 2024 ini untuk selalu tertib dengan aturan tarif parkir yang sudah diatur terhadap wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Ia berharap dengan beberapa sarana penunjang dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan juru parkir kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana melaporkan pelatihan ini menjadi upaya untuk mewujudkan perubahan signifikan dalam pengelolaan parkir di Sleman. Sarana dan prasarana penunjang yang diberikan yakni seragam atau atribut parkir, karcis, traffic cone, topi parkir, jas hujan, stick lamp dan lain-lain.

“Kami berharap dengan juru parkir yang legal dan sudah mengikuti pelatihan mampu mengikis pandangan negatif masyarakat terhadap juru parkir dan menciptakan tata kelola parkir di Sleman secara baik, sopan, dan tertib,” ujar Arip.




Perbaiki Ekosistem Alam, Gubernur DIY Canangkan Rehabilitasi Lahan Kawasan Penyangga Gunung Merapi

Sleman – Pemerintah Daerah DIY, melakukan pencanangan rehabilitasi lahan di kawasan penyangga gunung Merapi, Rabu (3/4). Berlokasi di Padukuhan Balong, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Wakil Bupati Danang Maharsa, dan jajaran Forkopimda hadir mendampingi sekaligus melakukan penanaman pohon bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Bupati Kustini menyampaikan, penanaman pohon di atas tanah Sultan Ground bekas tambang itu menjadi upaya nyata Pemda DIY, Kraton Ngayogyakarya Hadiningrat bersama elemen masyarakat sebagai langkah memperbaiki ekosistem di lingkungan lereng Merapi. Terlebih lagi, Kawasan Gunung Merapi berfungsi menjadi daerah resapan air untuk Jawa Tengah dan DIY yang memiliki peran dalam konservasi keanekaragaman hayati.

“Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan daya dukung lingkungan sebagai penopang kenyamanan dan keamanan lingkungan masyarakat Kabupaten Sleman. Kami yakin, semakin banyak elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan di wilayah lereng Merapi, semakin cepat pula pemulihan ekosistem lingkungan setempat,” jelas Bupati.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Sleman pada tahun 2023 telah memberikan bibit tanaman penghijauan sebanyak dan diantaranya 449 disalurkan di Kapanewon Cangkringan. Bibit tanaman penghijauan diantaranya alpukat mentega, durian, jeruk, mangga, pule, gayam, trembesi, kelengkeng new kristal dan kelengkeng matalada.

Bupati berharap, konservasi pemulihan lahan bekas tambang ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Kapanewon Cangkringan dan sekitarnya untuk semakin sadar dan bersemangat dalam menjaga lingkungan lereng Merapi.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa rehabilitasi lahan di atas tanah Sultan Ground dilakukan sebagai upaya Pemerintah Daerah DIY untuk mendukung pelestarian kawasan Gunung Merapi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan kelestarian dan keasrian alam sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sri Sultan menekankan bahwa tanah Sultan Ground boleh dimanfaatkan masyarakat, namun tidak untuk kegiatan pertambangan. Oleh karena itu, Gubernur memberikan dukungan apabila kawasan tersebut dikembalikan pada fungsi aslinya dan ditanami pohon untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekitar.

“Harapan kami, Gunung Merapi bisa kembali hijau dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Semoga reboisasi ini dapat berlanjut dan dapat ditanam dan diopeni (dirawat) dengan baik,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi dilakukan untuk meningkatkan kondisi tata air baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas. Disamping itu, juga untuk  pengendalian erosi dan sedimentasi melalui bangunan sipil teknis konservasi tanah dan air seperti gully plug dan dam penahan.

“Kita semua mengetahui bahwa lahan yang antara lain berupa sumberdaya hutan, tanah dan air merupakan modal utama bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, rehabilitasi sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga, perlu terus kita lakukan,” begitu ujar Kusno.




Peringati Hari Jadi Sleman ke-108, Pemkab Sleman Salurkan 155 Paket Sembako

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Jadi Sleman ke-108, bertempat di Kantor Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, pada Rabu (3/4).

Bakti sosial ini dilaksanakan dalam bentuk penyerahan bantuan paket sembako, tali asih, santunan anak yatim piatu, stimulan RTLH, dan bantuan untuk panti asuhan.

Sejumlah bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, kepada perwakilan penerima bantuan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya mengatakan bahwa penyerahan bantuan dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Jadi ke 108 Kabupaten Sleman ini merupakan bentuk perhatian, kepedulian dan tondo tresno Pemkab Sleman kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya berharap, bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi saudara-saudara yang menerimanya. Terlebih lagi beberapa hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Dalam momen tersebut juga Kustini mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk saling peduli dan bersinergi dalam upaya membantu sesama untuk mewujudkan kebersamaan dan rasa gotong royong.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi Sleman ke-108, Haris Martapa menyampaikan Pemkab Sleman melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-108.

Ia menyebut, Salah satu kegiatan rangkaian Hari Jadi yaitu kegiatan bakti sosial yang akan dilaksanakan di 17 Kapanewon dengan total paket paket sembako, tali asih untuk rois, santunan untuk 430 yatim piatu. Sementara di Kalurahan Glagaharjo, Haris menyebut sebanyak 155 paket sembako disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan.