Dinas P3AP2KB Sleman Luncurkan Sekolah Lansia Lentera Kadisono Berbah

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman meluncurkan Politeknik Lansia Sehat Sejahtera (PLSS) Lentera Berbah pada hari Sabtu (13/4/2024) bertempat di rumah Pembina Bina Keluarga Lansia (BKL) Lentera Drs. H. Untung Sukaryadi, MM Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Sleman.
Untung melaporkan bahwa kegiatan BKL Lentera Dusun Kadisono, Kelurahan Tegaltirto, Berbah sudah berlangsung puluhan tahun. Dengan anggota lansia sejumlah 129 orang.
Namun dalam upaya memperbaiki system pelayanan lansia . Sesuai arahan program dari dinas P3AP2KB Sleman maka dibentuk Politeknik Lansia Sehat Sejahtera (PLSS) Lentera
“Nantinya mempergunakan kurikulim yang disesuaikan dengan program yang ada dari dinas,” jelas Untung.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P3AP2KB Sleman Mohammad Daroji menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kadisono atas prakarsa penyelenggaraan program Politeknik Lansia Sehat Sejahtera (PLSS) Lentera.
Menurutnya program ini merupakan pengembangan BKL Lentera yang sudah berjalan lama .
“Ketika Lansia tidak sehat, tidak bisa melakukan aktifitas secara mandiri akan menjadi problem tersendiri dan akan mempengaruhi program kesejahteraan Nasional,” ucap Daroji.
Disampaikan Daroji bahwa data tahun 2023 lansia di Sleman ada 16 persen, atau sekitar 50 ribuan orang dari total penduduk di Sleman. Untuk mengelola lansia dengan jumlah tersebut perlu terobosan dengan sistem program yang baik.
“Sasaran program untuk pemberdayaan lansia sehingga bisa beraktivitas mandiri melayani diri sendiri bermanfaaat bagi lingkungan sekitar serta menjadikan lansia yang produktif dan bahagia,” kata Daroji.
Sekolah lansia sendiri memiliki standar sebagai program sesuai kurikulum yang ditetapkan.
Untuk standar Satu (S1) Memberikan pelatihan untuk menjadi lansia mandiri bisa melayani aktivitas secara mandiri. Program ini 8 kali pertemuan.
Standar dua (S2) memberikan pelatihan untuk menjadi lansia yang mandiri dan produktif bagi keluarganya. Program standar dua juga berlangsung 8 kali pertemuan.
Adapun Standar tiga (S3) adalah pelatihan lansia untuk mandiri dan produktif baik untuk keluarga juga bisa memberikan kontribusi secara yang lebih bagi keluarga dan lingkungan.
“Peran serta dan partisipasi masyarakat Kadisono dalam mendukung program sekolah lansia bisa menjadi pilot project atau percontohan masyarakat lainnya,” pungkas Daroji. (Kusnadi/KIM Berbah)



