Meriahkan Idulfitri, TK BIAS Gelar Sepeda Gembira

Sleman – Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri tahun 1445 H, TK BIAS Kalurahan Sardonoharjo menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar sekolah dengan tajuk Sepeda Gembira, Kamis (18/4/2024) di Taman Rumput Halaman Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kepala Sekolah TK BIAS, Ustazah Putri menjelaskan bahwa ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun, yang dinamakan KBM Syawal.

KBM Syawal ini berlangsung selasma 2 hari, secara berturut-turut hari pertama adalah “tamu-tamuan” antar kelompok dan hari kedua adalah piknik lebaran berupa pawai. Tujuan kegiatan tersebut  adalah memeriahkan/merayakan hari raya Idulfitri sebagai hari kemenangan,” ujarnya.

Putri menuturkan, pawai lebaran kali ini berbeda dengan pawai  lebaran di KBM Syawal sebelumnya yang menggunakan transportasi besar berupa bis, mobil, andong, ataupun kereta mini.

“Kali ini anak-anak pawai lebaran menggunakan alat transportasi sepeda. Rute-nya pun tidak di jalan raya melainkan di area Taman Rumput Hijau Balai Desa Sardonoharjo,” tuturnya.

“Kegiatan ini diikuti oleh 28 anak dari TK nol kecil dan nol besar dengan didampingi oleh 5 orang ustadzah,” lanjut Ustadzah Putri.

Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho Sardonoharjo menyambut baik ruang terbuka Hijau yang ada di Kalurahan dipergunakan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.

“Karena selama ini memang di fungsikan untuk masyarakat yang ingin mengadakan aktifitas di halaman Kalurahan Sardonoharjo. Semoga anak anak tetap semangat dalam menjalankan kegiatan belajar setelah lama liburan,” tutup Harjuno. (Eka Sastra/KIM Sardonoharjo)




13 Proposal Riset Siswa MAN 4 Sleman Lolos OPSI 2024

Semakin meneguhkan sebagai madrasah riset, 13 (tiga belas) proposal penelitian karya siswa-siswi MAN 4 Sleman dinyatakan lolos verifikasi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024.  

“Dari 18 (delapan belas) proposal, 13 dinyatakan lolos OPSI, alhamdulillah. Kerja keras para siswa didampingi pembimbing membuahkan hasil,” ujar Ahmad Arif Makruf, Kepala MAN 4 Sleman usai menerima laporan Asri Widyawati, koordinator pembimbing tim OPSI Rabu (17/4/2024).

Arif mengapresiasi para siswa yang penuh semangat menyusun proposal dengan pendampingan para pembimbing.  Arif juga bangga, mengingat OPSI merupakan ajang kompetisi tahunan bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Persiapan penyusunan proposal penelitian oleh siswa-siswi MAN 4 Sleman dimulai sejak Januari 2024, dengan tahap seleksi, orientasi, pemilihan judul hingga pendampingan serta pembimbingan. 

“Penulisan dan pendampingan dilaksanakan secara rutin di Laboratorium Komputer (LabKom) 1 dan 2, dengan tatap muka dan daring.  Anak-anak antusias, meski libur mereka datang ke madrasah menyusun proposal,” tegas Asri. 

“Hadiah lebaran yang menambah semangat. Selamat untuk semua tim yang lolos, perjuangan sesungguhnya akan dimulai.  Semangat melaju terbang lebih tinggi.  Bagi yang belum lolos, tidak apa-apa, masih banyak kesempatan baik lainnya yang masih menunggu, Keep fighting,” pesan Asri memotivasi. 

Sementara Nira Intan Sari, Sekretaris tim menjelaskan, setiap tim terdiri dari dua siswa/siswi, sehingga keseluruhan ada 36 (tiga puluh enam) siswa atau 18 (delapan belas) judul penelitian.  Bidang penelitian meliputi Fisika Terapan & Rekayasa, Ilmu Sosial & Humaniora, Matematika, Sain & Teknologi. 

Beberapa contoh proposal penelitian di antaranya “Pengembangan Insektisida Nabati Berbasis Ekstrak Daun Suren dan Mahoni Terhadap Mortalitas dan Aktivitas Ulat (Spodoptera Litura Fabricius) pada Tanaman Sawi” ditulis oleh Linda Rahmantika & Nayla Lintang Kinanti.  Ada juga proposal berjudul “Etika Politik Komunikasi: Analisis Etika Kesantunan dalam Debat Cawapres 2024,” yang ditulis Muhammad Raffa Al Kautsar dan Sadewo Wahyu Arizzaura, dan masih banyak lagi yang lainnya.  Lolos tahap pertama, akan dilanjutkan langkah-langkah berikutnya untuk sukses OPSI 2024. 

Berdasar informasi dari Puspresnas, tambah Nira, seluruh proposal yang masuk tingkat SMA/MA adalah 5616 (lima ribu enam ratus enam belas), terdiri dari 1017 proposal bidang Fisika Terapan & Rekayasa, 2014 proposal bidang Ilmu Sosial & Humaniora, dan 2193 proposal bidang Matematika, Sain & Teknologi, serta 392 proposal tidak lolos.

“Mengikuti lomba riset atau penelitian banyak manfaatnya, utamanya persiapan masuk dan studi di perguruan tinggi.  Sertifikat kejuaraan riset bisa menjadi tiket masuk perguruan tinggi favorit,” tambah Nira.  

Maka Nira berharap para siswa baik yang lolos maupun yang belum tetap semangat dan konsisten sesuai dengan pilihannya, pungkasnya.   (Edy-KIM Sumber Biwara Moyudan)




Jaga JPSM Moyudan untuk Tetap Eksis, Ini Upaya Pemerintah Kapanewon Moyudan

Sleman –  Pemerintah Kapanewon Moyudan memberikan Fasilitas pertemuan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri ( JPSM) Kapanewon Moyudan. Pertemuan tersebut dilakukan pada hari Rabu (17/4/2024) bertempat di Ruang Rapat Abhinaya Kapanewon Moyudan.

Panewu Moyudan Harsowasono dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya atas eksistensi JPSM Moyudan. Lebih lanjut Harsowasono menuturkan agar pengelola baik pengurus dan anggota untuk tetap semangat dalam pengelolaan sampah.

“Kami berharap kelompok masyarakat untuk lebih gencar, untuk mengelola sampah baik lewat kelompok maupun dari rumah tangga,” ungkapnya.

Kepala Jawatan Kemakmuran Moyudan Rukmono Marham menambahkan bahwa Kapanewon Moyudan menganggarkan untuk menginisiasi dalam pengelolaan sampah.

“Semoga pengelolaan sampah di Moyudan lebih optimal,” pungkas Rukmono. (Giek/KIM Moyudan)




Gelar Penghargaan Nata Sembada, Pemkab Sleman Kembangkan Forkom UMKM Kalurahan

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menyelenggarakan Penghargaan Nata Sembada yang merupakan pemberian apresiasi kepada Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan di Kabupaten Sleman.

Hal ini diungkapkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sosialisasi Penghargaan Nata Sembada bertempat di Prima SR Hotel and Convention, Rabu (17/4).

Dalam sambutannya, Bupati Kustini menyampaikan, bahwa Penghargaan Nata Sembada ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan Forkom UMKM Kalurahan di lingkungan Kabupaten Sleman.

Dengan begitu, diharapkan UMKM Sleman semakin tergerak untuk berinovasi dan memberikan dampak yang lebih luas. Untuk itu, Kustini juga memberikan arahan agar kegiatan ini dapat didukung oleh seluruh pihak.

“Saya harap kegiatan ini juga dapat sekaligus melahirkan pioner-pioner baru. Sehingga yang belum tahu menjadi tahu, dan semakin banyak inovasi yang dihasilkan Forkom UMKM Kalurahan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Tak hanya bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, ungkap Kustini, Penghargaan Nata Sembada juga melibatkan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM dan CV Satuasa Untuk Indonesia sebagai tim penilai.

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan, agar tim penilai dapat memberikan masukkan kepada Forkom UMKM Kalurahan untuk bisa mengembangkan usahanya.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Tina Hastani melaporkan, Penghargaan Nata Sembada tidak hanya menjadi evaluasi, namun juga sebagai wujud pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman terhadap keberadaan Forkom baik di tingkat Kabupaten, Kapanewon, maupun Kalurahan.

“Kegiatan ini merupakan penghargaan yang pertama kali dilaksanakan di 2024, dan ditujukan sebagai apresiasi kinerja bagi pengurus Forkom tingkat Kalurahan. Rangkaian penghargaan akan dilaksanakan dari 22 April sampai 4 Juni mendatang,” ungkap Tina.

“Untuk penyerahan penghargaan nanti di bulan Juli bersamaan dengan penyerahan apresiasi Kalurahan Inovatif,” imbuhnya.

Dihadapan Bupati Sleman, Tina turut menggambarkan, bahwa agenda ini dilaksanakan dengan dua skema, yakni pemberian penilaian oleh tim Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dan penilaian oleh tim UGM serta Satuasa.

“Harapannya acara ini dapat mendorong semua Kalurahan untuk selalu mengembangkan inovasi dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya, mengakhiri. (Athiful/KIM Depok)




Evaluasi Kinerja, Bawaslu Sleman Ungkap Pentingnya Penguatan Kelembagaan

Sleman – Bertempat di Ballroom The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan penguatan kelembagaan Pengawas Pemilu bertemakan “Rapat Evaluasi Pengelolaan Kelembagaan Pengawas Pemilu pada Pemilihan Umum Tahun 2024”, Rabu (17/4).

Kegiatan ini digelar dalam rangka evaluasi pelaksanaan tugas, wewenang, dan kewajiban Pengawas Pemilihan Umum pada Pemilihan Umum Serentak 14 Februari 2024 beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya, Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al-Ichsan Siregar menekankan bahwa evaluasi kelembagaan pemilu merupakan langkah penting dalam memastikan integritas, transparansi, dan juga efektivitas proses demokrasi.

Arjuna kemudian mengungkapkan, enam poin penting alasan evaluasi kelembagaan perlu dilakukan, antara lain untuk mengukur kinerja sebuah lembaga pengawas pemilu.

“Evaluasi memberikan gambaran tentang seberapa baik lembaga pemilu menjalankan tugasnya, termasuk dalam hal penyelenggaraan pemilihan umum, pengawasan, dan pengelolaan data pemilih. Hal ini membantu mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan pemilu yang bersifat demokratis,” ujarnya.

Alasan kedua, ujar Arjuna, adalah dapat mengidentifikasi kekurangan dalam sistem pemilu, seperti pelanggaran hukum, ketidakadilan, atau manipulasi politik. “Dengan mengetahui kekurangan-kekurangan ini, langkah-langkah perbaikan dapat diambil untuk meningkatkan integritas dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu,” cetusnya.

Selanjutnya, Arjuna mengungkapkan perlunya evaluasi kelembagaan adalah untuk meningkatkan transparansi kepada publik. Melalui evaluasi, proses pemilu dapat dibuka untuk umum dan pihak-pihak terkait.

“Transparansi ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki akses yang sama terhadap informasi tentang pemilu, termasuk proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil,” ujarnya.

Melalui evaluasi, lanjut Arjuna, pengawas pemilu dapat membantu mengidentifikasi prosedur-prosedur yang tidak efisien atau rentan terhadap manipulasi. Dengan meninjau kembali prosedur-prosedur tersebut, lembaga pemilu dapat meningkatkan keamanan dan keadilan dalam penyelenggaraan pemilihan.

Lebih lanjut, Arjuna menjelaskan bahwa evaluasi kelembagaan juga dapat meningkatkan partisipasi publik dalam gelaran pesta demokrasi di Indonesia.

“Dengan memastikan keadilan dan integritas dalam pemilu, evaluasi dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong partisipasi yang lebih besar dalam proses demokratis. Ketika warga percaya bahwa pemilu dijalankan dengan baik, mereka lebih cenderung untuk terlibat dalam memilih dan berpartisipasi dalam politik,” ujar alumnus magister Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

Dalam segi hukum, ungkap Arjuna, evaluasi dapat memberikan masukan berharga bagi penyusunan atau perbaikan regulasi dan undang-undang pemilu.

“Hal ini membantu memperkuat kerangka hukum yang mengatur pemilihan umum, sehingga meningkatkan kepastian hukum dan keadilan dalam proses pemilu,” tukasnya.

Di akhir pemaparannya, Arjuna menekankan bahwa evaluasi kelembagaan pemilu bukan hanya sekadar langkah administratif semata, akan tetapi merupakan bagian integral dari upaya untuk memastikan bahwa demokrasi berjalan dengan baik dan kepentingan publik diwakili dengan baik. (Athiful/KIM Depok)