Mahasiswa PPL PPG IPA Tamansiswa Gelar Pelatihan Pembuatah Eco Enzym di Pendem Berbah

Sleman – Mahasiswa PPL Pendidikan profesi Guru (PPG) Program Studi IPA Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta mengadakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah serta pembuatan eco enzym untuk ibu-ibu warga Pendem, pada hari Minggu (21/4/2024) bertempat di bangsal warga Pendem, Tegaltirto, Berbah, Sleman.
Dosen Pendamping Lapangan Shanta Rezkita, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini mengambil isu permasalahan sampah di masyarakat.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah serta pembutan eco enzyme dari Forum Lingkungan Hidup Berbah dalam rangka pemanfaatan sampah rumah tangga berbentuk organik menjadi produk Eco enzyme untuk mewujudkan Ecoprenership bagi masyarakat Pendem, Tegaltirto, Berbah.
“Harapanya dengan pelatihan ini warga semakin peduli dengan pengelolaan lingkungan terutama sampah organik. Selain mengelola sampah mendapatkan eco enzyme juga harapan mendapatkan nilai ekonomi dari pembuatan eco enzyme di tahap berikutnya,” ucap Shanta .
Dukuh Pendem Dimas Hermawan prasetya menyambut baik program kegiatan dari mahasiswa PPL PPG IPA dari UST Yogyakarta mengadakan kegiatan Sosialisasi pengelolaan sampah serta pembuatan eco enzyme sangat bermanfaat karena mulai pertengahan April TPA Piyungan resmi di tutup.
“Dengan sosialisasi dan pelatihan ini masyarakat bisa mengerti cara mengelola sampah dari rumah sehingga tidak harus membuang sampah ke tempat lain,” ujarnya.
Sekretaris FLH Berbah, Awang Kurniawan menyampaikan bahwa sangat diperlukan kesadaran pribadi untuk mengelola sampah dari sumbernya.
“Ketika warga sudah tertib mengelola sampah dari sumbernya dengan melakukan pemilihan dengan baik akan meminimalisir sampah residu dan memberikan tambahan ekonomi dengan menjual sampah an organik atau sampah kering,” jelas Awang, yang juga bertindak sebagai instruktur pembuat eco enzim.
Adapun pembuatan eco enzyme bertujuan memanfaatkan bahan organik sisa buah dan sayuran yang masih segar tidak busuk.
Cara pembuatan eco enzyme hanya dengan mencampur bahan organik dengan air serta penambahan molase atau tetes tebu. Dengan perbandingan 1 bagian molase, 3 bagian bahan organik serta 10 bagian air.
“Campuran tiga bahan tersebut dimasukkan dalam wadah yang kedap air dan udara difermentasi selama 3 bulan,” jelas Awang..
“Cairan eco enzyme disebut cairan sejuta manfaat bisa untuk cuci luka, menjernihkan perairan serta membantu pemupukan dan pengurangan hama penyakit pada tanaman,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)


