Panewu Berbah Tinjau Kesiapan Lomba Kampung Hijau Kadipolo

Sleman – Panewu Berbah, Tri Akmeriyadi melakukan kunjungan lapangan untuk kesiapan lomba Kampung Hijau Dusun Kadipolo Padukuhan Kadipolo, Berbah, Sleman pada hari Minggu (28/4/2024).

Dukuh Kadipolo M. Nurdin Fitri Hidayat mengatakan bahwa warga masyarakat Kadipolo sudah mengawali persiapan Kampung Hijau dengan kerja bakti bersih lingkungan. “Beberapa di antaranya adalah membenahi  kebun Dasawisma,” ujarnya.

Kadipolo RW 35 memiliki 3 RT, di mana masing-masing RT mempunyai Dasawisma  dengan kegiatan sendiri.

“Tiap Dasawisma mempunyai kebun yang ditanami sayuran, toga dan tanaman hias,” ujar Nurdin.

Juga disampaikan bahwa warga Kadipolo memiliki beberapa potensi selain Dasawisma, ada usaha produksi tempe, pansimas air minum warga, dan IPAL limbah cair cuci dan mandi.

“Meski warga sudah mempersiapkan semuanya namun di  mohon panewu tetap meninjau keadaan  lapangan untuk mengoreksi dan memberi semangat kepada warga,” tuturnya.

Dalam mengawali peninjauan panewu Berbah Tri Akmeriyadi, berserta staf jawatan kemakmuran Toni Saputra memberikan arahan untuk administrasi pembukuan dan pemetaan wilayah.

Pada saat melakukan peninjauan, Tri banyak memberikan arahan beberapa hal yang masih bisa dimaksimalkan.

“Semangat dan kekompakan warga menjadi modal utama untuk menjadikan Kadipolo menjadi lebih baik,” katanya.

Tri menuturkan, kegiatan Dasawisma dengan kebun sayuran dan toga juga tanaman buah-buahan memberikan peran  aktif sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan sempit.

“Upaya ini bisa berefek besar mengurangi belanja dapur juga sebagai upaya meningkatkan ketahan pangan,” ujar Tri.

Menurutnya ada beberapa bagian yang memerlukan penanganan  lebih maksimal. Seperti kebun yang kurang terawat, beberapa pembuangan sampah plastik dan penanganan limbah rumah tangga yang kurang maksimal.

“Semua masih bisa diupayakan  supaya menjadi lebih baik lagi. Pada dasarnya  program kampung hijau itu adalah kegiatan sehari hari warga untuk membuat hidup lebih sehat, nyaman sejahtera,” pesannya.

Panewu Berbah juga meninjau kondisi tempat penampungan sampah yang dikelola sub karang taruna IMKA ( Ikatan Muda Mudi Kadipolo). Karena indikator terpenting pada evaluasi kampung hijau adalah persampahan. (Kusnadi/KIM Berbah)




DPD Perkkanas Sleman Gelar Konten Kambing

Kalasan – Dewan Perkumpulan Daerah Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (DPD Perkkanas) Kabupaten Sleman menggelar acara Kontes Kambing PE Ras Kaligesing bekerjasama dengan PT Pinland Properti Regional Jawa Piala Pinland Minggu (28/4/2024). Lomba ini dilakukan berbarengan dengan Pengukuhan Pengurus DPD Perkkanas Sleman Periode 2023-2026 oleh Bupati Sleman di Komplek Candi Kedulan / Barak BPBD Tirtomartani, Kapanewon Kalasan Sleman DIY.

Adapun Kontes Kambing PE Ras Kaligesing digelar dengan 10 kelas lomba dimulai dari kelas E betina E jantan sampai Kelas A jantan dan betina.

Kontes ini diikuti lebih dari 260 ekor kambing juara dan unggulan yang datang dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY meliputi Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Wonosobo, Purworejo, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Ngawi, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Tulungagung dan Temanggung  dengan memperebutkan piala trophy dan hadiah uang pembinaan total Rp 20 juta.

Hasil dari kontes ini untuk Kelas bergengsi kelas A jantan diraih oleh kambing dengan nama ” Gareng” Dari Putra Cabe farm Temanggung.

Sementara itu, pengurus inti DPD Perkkanas Sleman yang dilantik oleh Bupati Sleman terdiri dari Ketua  Muhammad Mustakim, Drh. Andi Prasetyo, dengan sekretaris  Rustam Siswoyo, Indarto dan bendahara Jumari dan Rinto Handoyo.

“Semoga pengurus yang baru dikukuhkan bisa langsung bekerja, melaksakan program kerja jangka pendek, menengah dan Panjang, bisa menjadi penyambung penghubung antara peternak kambing dan pemerintah, dan bisa tetep mempertahankan kekompakan kerjasama untuk semua kegiatan dan program kerja,” ungkap Kustini. (Arief Hartanto)




Peringati HKB 2024, Destana Sardonoharjo dan Kapanewon Ngaglik Gelar Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi.

Ngaglik – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh pada hari Jumat (26/4/2024) diperingati oleh Kapanewon Ngaglik bersama Destana Sardonoharjo dengan menggelar simulasi evakuasi bencana gempa bumi.

Kegiatan simulasi ini, melibatkan semua pegawai berbagai bidang dan sekretariat, dan juga melibatkan Tim Reaksi Cepat Destana Sardonoharjo .

Bunyi sirine sekitar pukul WIB pertanda terjadinya gempa, semua pegawai yang sedang beraktivitas di masing-masing ruangan langsung merespon kejadian dengan berlari di tempat terbuka dan sebagiannya melindungi kepala dengan bersembunyi di bawah meja.

Setelah gempa mereda, semuanya bergerak ke Titik Kumpul di halaman kantor Kapanewon Ngaglik untuk melaporkan kondisi pegawai masing-masing bidang.

Tim TRC yang mendapati laporan adanya satu orang pegawai sekretariatan yang pingsan, langsung bergegas melakukan penyelamatan ke dalam gedung dan menghubungi ambulance.

Panewu Ngaglik , Agung Endarto dan Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho sangat mendukung kegiatan Simulasi seperti ini.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan di semua Sekolah yg ada di Kapanewon Ngaglik, kaloborasi dengan Destana Sardoharjo dan Kapanewon Ngaglik membuat Simulasi ini berjalan lancar , tujuannya agar jika terjadi gempa , semua siap dan tidak panic,” tutupnya. (Eka Sastra/KIM Sardonoharjo)




Gelar Syawalan, KIM Senyum Tempel Belajar Kreatif Bersama Warta Sardonoharjo

Sleman – Bertempat di Griya Dhahar Taman Merdiko Tempel, Pengurus Kim SENYUM Tempel mengadakan Syawalan bersama yang dihadiri segenap pengurus Kim Senyum Tempel, Minggu (26/4/2024)

Hadir dalam kesempatan itu, Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, serta Eka Sastra Kurniawan selaku Pengelola Warta Sardonoharjo atau yang lebih dikenal dengan DSN PRODUCTION.

Ketua KIM Senyum Tempel, Wahyu Herlambang dalam sambutannya memberikan ucapan terimakasih kepada para pihak yang hadir serta ungkapan senangnya sampai sekarang ini keberadaan KIM Tempel masih diakui salah satunya selalu diundang dalam acara-acara resmi tingkat Kapanewon semisal Forkompimcam.

Selanjutnya, Panewu Agung Dwi Maryoto dalam arahannya menyampaikan pesan bahwa dengan adanya KIM Senyum di Kapanewon Tempel, semoga dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola informasi yang berkembang di masyarakat ataupun menginformasikan segala bentuk kegiatan di tingkat Kapanewon atau Kalurahan.

Setelah seremoni pengucapan ikrar syawalan yang di pimpin sesepuh Kim Senyum Tempel, Muryana, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang DSN Production

Eka Sastra Kurniawan yang dalam pemaparannya disampaikan tentang bagaimana sejarah berdirinya dan apa itu yang selama ini kita kenal sebagai DSN Production, sebagai bentuk nyata penyampaian informasi di tengah masyarakat dengan berbagai macam metode.

Menurut Eka, dalam pembentukan awalnya dengan melibatkan berbagai pihak yang ada di Kalurahan Sardonoharjo Kapanewon Ngaglik Sleman, seperti Karang Taruna, UMKM, tokoh masyarakat, dan sudah tentu dukungan dari pemerintah Kalurahan Sardonoharjo.

Terbukti sampai saat ini, eksistensi dari DSN PRODUCTION selalu menjadi warna tersendiri dalam memberikan informasi khususnya di Kalurahan Sardonoharjo umumnya untuk kabupaten Sleman.

“Bentuk penyampaian informasi dikemas dalam berbagai wadah diantaranya, penerbitan majalah yang dinamakan Warta Sardonoharjo yang terbit selama 3 bulan sekali. Penyampaian informasi melalui website resmi serta melalui postingan di media sosial,” ujarnya.

Tips dan trik bagaimana memelihara konten, menciptakan hal baru, dan merawat pemirsa tv desa nya mewarnai dalam sesi tanya jawab sebelum berakhirnya acara . (SBD/KIM Tempel)




Puskesmas Seyegan Fasilitasi Pertemuan PJB dan PSN Dusun Di Margomulyo

Sleman – Bertempat di Pendopo Dusun Jamblangan Kalurahan Margomulyo, Jum’at (26/4/2024), dilaksanakan pertemuan dalam rangka PJB (Pemantauan Jentik Berkala) dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) tingkat pedusunan.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Puskesmas Seyegan tersebut dihadiri oleh Tim Pelaksana P2P (Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit) Dinkes Sleman, Panewu Seyegan, kepala Puskesmas, Lurah Margomulyo, Babinsa/Babinkamtibmas,  kader kesehatan, Jumantik dan tokoh masyarakat dari dusun Jamblangan dan Jingin.

Jumarko dari Puskesmas Seyegan membuka pertemuan dengan menerangkan apa dan bagaimana kegiatan fogging dilaksanakan.

“Kegiatan dilaksanakan di 2 dusun yaitu Jamblangan dan Jingin karena  keduanya termasuk 2 dari 5 titik dengan jumlah kasus DB (Demam Berdarah) yang tinggi. Sehingga diharapkan kegiatan dalam rangka urun rembug warga tersebut bisa menjadi upaya pencegahan dan penanggulangan kasus DB yang semakin meningkat,” ujar Jumarko.

Menurutnya, masyarakat perlu diedukasi masalah fogging ini karena permintaan fogging yang gencar dari masyarakat begitu terjadi kasus DB di wilayahnya.

“Sedangkan fogging sendiri bukan satu satunya penyelesaian masalah, mengingat dari kegiatan fogging sendiri mempunyai dampak ekosistem yang cukup besar. Racun yang dihasilkan dari fogging tidak saja membunuh  nyamuk dewasa tetapi juga serangga bahkan binatang piaraan serta tanaman hias. Jadi fogging merupakan tindakan terakhir atas dasar kesepakatan dengan lingkungan,” ujarnya.

Sebelum diskusi, peserta yang hadir dibagi menjadi dua kelompok untuk melihat kondisi lingkungan yang berpotensi untuk berkembangnya jentik nyamuk. Dengan sampel beberapa rumah, inspeksi sanitasi dilaksanakan dengan melihat kolam ikan, ember, bak mandi, pot bunga dan tandon air.

Samino, Panewu Seyegan sebelumnya memberikan pengarahan bahwa  untuk mengatasi dan mengantisipasi kondisi di lokasi perlu adanya tata kelola kebersihan lingkungan, peningkatan PSN, gerakan 3 M dan kader Jumantik diefektifkan.

“Hal yang tidak kalah penting adalah pendekatan kepada warga dalam rangka mengedukasi pengelolaan lingkungan termasuk pengepul sampah yang ada di Jingin,” ujar Samino. Dirinya berharap hasil urun rembug ini tidak berhenti di tingkat forum saja tapi juga dibarengi aksi di lapangan.

Agung Purnomo, dari Dinkes Sleman menyampaikan bahwa DB yang disebabkan oleh virus dengan vektor nyamuk Aedes agepty tersebut tidak bisa diobati tapi bisa dicegah.

 “Margomulyo sendiri termasuk wilayah yang paling banyak Kasus DB nya yaitu 15 Kasus dari 26 Kasus yang ada di Seyegan,” tambahnya.

Menyinggung masalah pelaporan, Agung juga menambahkan bahwa KDRS (Kewaspadaan Diri Rumah Sakit), merupakan  laporan sebagai alat pantau dari Rumah Sakit yang diteruskan oleh Dinas Kesehatan ke Puskesmas untuk melakukan PE ( Penyelidikan Epidemiologi) sehingga wilayah segera dapat melakukan tindakan Pencegahan dan penanggulangan.(Sutarto Agus/KIM Seyegan).