Sambut Idulfitri, Kalurahan Pakembinangun Gelar Perlombaan Gema Takbir

Sleman – Remaja Masjid di Kalurahan Pakembinangun mengelar Perlombaan Takbir di Halaman Kalurahan Pakembinangun, Sleman, Selasa (9/4/2024). Kamituwo Pakembinangun, Marzuki menuturkan bahwa kegiatan ini pada awalnya merupakan inisiatif remaja masjid yang ada di Pakembinangun.

“Dan itu kita akomodir menjadi kegiatan karang taruna Kalurahan Pakembinangun atau ‘Datra Guyuto’. Sebanyak 12 kontingen memeriahkan event ini,” ungkap Marzuki.

Sementara itu, PJ Lurah Pakembinangun, Sunardi mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh acara perlombaan takbirantar masjid di setiap padukuhan yang ada di Pakembinangun ini.

“Mari kita jadikan event yang luar biasa ini sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi warga muslim antar Padukuhan di Kalurahan Pakembinangun. Sekaligus mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas berhasilnya kita melaksanakan puasa Ramadhan sebulan kemarin. Tibalah kini saatnya kita kumandangkan takbir ini dengan segenap kemampuan kita. Selamat berlomba, bertandinglah secara damai,” ujarnya.

Perlombaan ini sendiri diikuti oleh jemaah masjid yang ada di Pakembinangun. Keluar sebagai juara umum adalah Jemaah Masjid Al Ukhwah Pakemtegal, yang kemudian diikuti oleh Masjid Al Huda Paraksari untuk peringkat II dan Masjdi At Taqwa Labasan. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Parade Takbir Keliling Sebagai Sarana Ukhuwah

Sleman – Suatu kegembiraan tersendiri bagi Umat Islam setelah berhasil melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan. Berbagai bentuk kegiatan dilaksanakan untuk merayakannya, sebagai perwujudan rasa syukur dan melaksanakan perintah Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah 185 yang artinya “… Hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Guna mewujudkan hal tersebut Ikatan Pengasuh Pengajian Sumbersari (IPPS) menggelar parade Takbir Keliling pada Selasa  (9/4/2024) dengan start Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Ketua Panitia Parade Takbir Keliling IPPS Puspaningtyas Atmaja dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada para peserta Takbir keliling IPPS yang dengan antusias mengikuti Parade Takbir keliling. Lebih lanjut Tyas melaporkan bahwa peserta Takbir keliling dibagi dalam 2 kategori. Kategori A dengan jumlah peserta tiap regunya yang lebih dari 120 orang, dan Kelompok B dengan jumlah peserta kurang dari 119 orang. Jumlah peserta Kelompok 7 regu dan kelompok B 13 regu.

Tyas juga berharap Parade Takbir Keliling bisa dijadikan sarana gotong royong untuk menjalin persatuan dan kesatuan.

“Betapa pentingnya semangat gotong royong sebagai moment keberkahan dan kebahagiaan untuk memperkuat silaturahmi,” pungkas Tyas.

Panewu Anom Moyudan, Parjono menyampaikan atas nama Pemerintah Kapanewon Moyudan memberikan apresiasi pada pelaksanaan Parade Takbir keliling IPPS yang dari tahun ke tahun semakin meriah dan kreatif.

Lebih Lanjut Parjono berharap agar Takbir keliling bisa dijadikan sarana untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah antar jamaah di Sumbersari. ” Parade Takbir keliling bisa memperkokoh ukhuwah bagi umat islam dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Sumbersari,” pungkas Parjono.

Pembina IPPS H. Muhammad Yazid dalam pengarahannya menyampaikan agar semangat dan porensi Sumbersari bisa dijadikan modal untuk Izzul Islam wal Muslimin. Lebih lanjut Yazid berharap potensi IPPS diharapkan bisa dijadikan pembinaan moral bagi generasi muda.

“Kembangkan IPPS sebagai sarana untuk pembinaan moral bagi generasi muda, melalui pengasuh Pengajian,” tambah Yazid.

Adapun kejuaraan Takbir keliling tersebut adalah Kelompok A juara 1 Al Hikmah Tegalrejo, juara 2 Al Amien Menulis, juara 3 Al Mutyaqien Tiwir, harapan 1 Wali Budaya Tumut, harapan 2 Al Falah Sombangan, dan Juara harapan 3 Al Ma’ruf Kedunggalih. (Giek/KIM Moyudan)




Kalurahan Sumbersari Tasyarufkan Zakat untuk Disabilitas & Yatim Piatu

Sleman – Panitia Penerimaan & Penyaluran Zakat Fitrah (PPZF) Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman berhasil menghimpun zakat beras 1582,5 kg dan uang Rp ,00 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) selama Ramadan 1445 H.  Beras dan zakat tersebut berasal dari 21 jama’ah, 2 sekolah dan perorangan se-kalurahan Sumbersari. 

Menurut Agus Iskandar selaku ketua panitia, beras tersebut disalurkan ke penyandang disabilitas serta yatim piatu, jama’ah masjid, musholla, TPA, dari Bantul, Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul. 

“Semua beras dan uang kita tasyarufkan pada malam 1 Syawal.  Semua permohonan masuk kita tunggu hingga jam 9 malam, selanjutnya kami tasyarufkan sesuai kehadiran,” jelas Agus Iskandar yang juga menjabat sebagai Kamituwa Kalurahan Smmbersari pada Rabu (11/4/2024) usai sholat Ied.

Sukadi Lurah Sumbersari beserta jajarannya memantau langsung kegiatan penerimaan dan pentasyarufan zakat tersebut.  Sukadi mengapresiasi kegiatan yang sudah berlangsung rutin sejak tahun 80-an ini. 

“Terima kasih kepada P3ZF yang telah melaksanakan kegiatan ini.  Insyaallah banyak kemaslahatan bagi umat,” tegas Sukadi. 

Secara umum, pentasyarufan 1582,5 kg dan uang Rp ,00 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) berjalan lancar sesuai sasaran. 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PPZF Sumbersari yang telah mentasyarufkan kepada Lembaga kami, Barakallah,” papar Asniyar, Pimpinan Al-Uswah Boarding School  Sidoarum Godean, saat menerima pentasyarufan 1 kuintal 40 kg dari P3ZF Sumbersari.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Puasa Ramadhan Mendidik Untuk Bersyukur dan Sabar

Sleman – Ribuan Umat Islam mengikuti Shalat Ied di Lapangan Sumbersari, Moyudan, Sleman, pada hari Rabu (11/4/2024). Bertindak sebagai imam dan Khatib adalah Hidayaturrahman.

Dalam khotbahnya Maman panggilan akrab dari Hidayaturrahman menyampaikan dalam mengakhiri Ramadhan dengan perasaan gembira dan cemas.

“Gembira insya allah akan mendapatkan pahala dari ibadah Ramadhan, sedangkan cemas jangan-jangan ibadah puasa kita kali ini tidak mendapatkan apa-apa dan tidak dipertemukan lagi dengan Ramadhan yang akan datang,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia juga menambahkan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah. Dalam Ibadah puasa dapat diambil hikmahnya yaitu Syukur dan kesabaran.

“Kita bersyukur karena sudah dapat menyelesaikan ibadah puasa, sebagai wujud syukur, kita mengagungkan nama Allah dengan bertakbir,” ucap Maman.

Lebih lanjut Maman juga menambahkan bulan Ramadhan juga melatih kesabaran. Sebagai contoh kesabaran saat berbuka walau kurang 1 menit kita harus menunggu sampai tiba waktunya.

“Marilah kita biasakan dalam kehidupan kita untuk selalu bersabar dalam menghadapi segala cobaan, kita harus tangguh dan tanggon menerima cobaan,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Satpol PP Sleman Tutup Toko Miras di Berbah

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat pol PP) Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Devi melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi terhadap tempat  penjualan Minuman Beralkohol (Miras) pada hari Senin (8/4/2024) di Sonosari Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Satpol PP kabupaten Sleman beserta staf didampingi Panewu Berbah, Kapolsek Berbah, Danramil Berbah serta lurah Tegaltirto.

Shavitri menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi Yustisi terhadap tempat penjualan Miras merupakan hasil dari pengaduan masyarakat.

“Adapun dasar hukum pelaksanaan kegiatan adalah Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Perda  kabupaten No. 8 tahun 2019 tentangtang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan, Perda kabupaten Sleman No. 20 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Umum dan Perlindungan Masyarakat serta Peraturan Bupati Sleman no. 10 tahun 2023 tentang peraturan Pelaksanaan Perda no. 8 tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan,” tuturnya.

Shavitri menuturkan, toko The Oldham Drink Wise yang berada jalan Sampaan Berbah dusun Sonosari, Tegaltirto, Berbah menjual minuman beralkohol sehingga membuat resah masyarakat yang sebagian besar beragama Islam.

“Sebernarnya dari Kapolsek Berbah sudah mendapatkan peringatan saat melakukan Piket Fungsi Polsek Berbah Bersama Muspika Berbah serta Danramil Berbah pada hari Sabtu 9 Maret 2024 jam dengan dilakukan pembinaan dan pengamanan puluhan Botol Minuman Keras. Namun pihak toko  tetap melakukan penjualan Miras,” ungkapnya.

“Saat petugas datang kondisi toko tetap buka sehingga dilakukan penindakan pengamanan 24 botol minuman keras berbagai merk, barang disita sebagai barang bukti,” tambah Shavitri.

Selanjutnya, Satpol PP Sleman melakukan penutupan terhadap usaha penjualan miras tersebut.

“Penutupan toko  ditandai dengan  menutupi papan usaha, serta memasang  banner  berisi tulisan bahwa tempat usaha tersebut ditutup,” pungkasnya.

Sementara itu, Panewu Berbah Tri Akmeriyadi,  mengucapkan terima kasih kepada Kasat Pol PP Sleman, forkompim Berbah serta masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya dalam mencegah dan mengantisipasi peredaran miras di wilayah kapanewon Berbah.

“Pengawasan  peran serta masyarakat dalam upaya melakukan antisipasi peredaran miras dan kejahatan lainnya merupakan tindakan yang baik dan sangat efektif,” jelas Tri. (Kusnadi/KIM Berbah)