Dukung Layanan Arus Mudik Lebaran, Muhammadiyah Sleman Dirikan Posko

Sleman – Dalam rangka menyambut Pemudik dalam libur hari Raya Idulfitri 1445 H tahun 2024, Lembaga Resiliensi Bencana dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman mendirikan Posko MudikMU 2024

Hal ini dalam upaya mendukung pelayanan arus mudik aman dan kesiapsiagaan kedaruratan untuk warga masyarakat berupa Posko MudikMU Sleman. Layanan ini akan dilaksanakan pada 3 April – 16 April 2024 dengan jam operasional 24 Jam.

Koordinator Posko MudikMu  PDM Sleman Nurkhoirudin ketika ditemui pada Rabu (3/4/2024) menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Sleman ada 3 titik Posko MudikMU  yakni Masjid Baiturrahman Jl. Magelang 17, Ngebong, Margorejo, Tempel. Titik kedua ada di Masjid KH Sudja, Bodeh, Ambarketawang, Gamping. Sementara titik ketiga ada di Masjid Al Qomar, Candirejo Baru,, Marangan, Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.

“Adapun standar layanan sebagaimana dikoordinasikan bersama disetiap PoskoMu disediakan layanan kesehatan, tempat Istirahat, Dapur Mini, Toilet, tempat Ibadah, Perbengkelan dan AmbulanMU,” tutur Nur Khairudin.

“Sedangkan petugas jaga meliputi  Kesehatan 2 Personil, Data Informasi 1 Personil,  Driver AmbulanMU  1 Personil,  Keamanan  2 Personil, Montir Bengkel  1 Personil serta Layanan Umum 3 Personil,” imbuhnya.

Nur menuturkan, layanan ini mendapat dukungan penuh dari PDM dengan menugaskan SMK Muhammadiyah dengan Personil  Teknisi Kendaraan. Tim Media (olah data) dan tim Medis dan Pimpinan AUM Kesehatan menyiapkan personal Tim Kesehatan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Prambanan dan Tempel sebagai Penanggungjawab Posko Mudik/MU.

“Keberadaan PoskoMU ini harapannya memberikan layanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran terhadap lalu lintas yang  akan memberikan dampak yang positif bagi pemudik guna mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan perjalanan dan mengurangi resiko gangguan keamanan menyambut Idulfitri 1445 dan merupakan bentuk Syiar Muhammadiyah sebagai perwujudan Rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (Arief Hartanto)




PMI Depok Buka Posko Mudik Lebaran 2024 di Pos Ambarukmo Plaza

Sleman – Menyambut animo pemudik yang pulang kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1445 H / 2024 M, tepatnya yang melintasi wilayah Kapanewon Depok Kabupaten Sleman. Palang Merah Indonesia (PMI) Depok Sleman mendirikan posko mudik lebaran 2024 di Pos Ambarukmo Plaza Caturtunggal Depok Sleman. Posko mudik lebaran PMI Depok Sleman itu memberikan layanan pertolongan pertama, tensi, dan layanan istirahat bagi para pemudik.

Ketua PMI Depok Sleman Sussi Listyaningsih menuturkan, bahwa dibukannya posko mudik lebaran oleh PMI Depok Sleman itu, pihaknya ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mau mudik ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran tahun ini.

“Bagi pemudik yang melintas wilayah Depok Sleman nantinya, silahkan mampir ke posko PMI Depok ini. Kita ingin mereka yang melintas ini, merasakan nyaman, aman, lancar dan terkesan,” ucap Sussi usai Apel Pembukaan Posko Mudik Lebaran 2024 PMI Depok Sleman di Pos Ambarukmo Plaza Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (4/4/2024).

Sussi menuturkan, bahwa posko mudik dimulai hari ini, Kamis 4 April hingga Selasa 16 April 2024 mendatang. Adapun personil yang diterjukan antara lain pihak kepolisian yang berjaga 24 jam, sedangkan personil PMI Depok dan Dinas Perhubungan Sleman akan berjaga mulai pukul sampai WIB.

“Kami berterima kasih atas kerjasama berbagai pihak, dari Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) juga mengirimkan bantuan Ambulance dan tenaga kesehatan yang siap siaga di posko,” ungkap alumnus UPN Veteran Yogyakarta itu.

Lebih lanjut, Sussi juga berharap bahwa mudik lebaran menjadi momentum spesial seperti sebuah ritual tahunan yang menjadi pelengkap momen Hari Raya Idulfitri di Indonesia. (Athiful/KIM Depok)




Bupati Sleman Apresiasi Kontribusi IMP Tekan Angka Stunting

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melaksanakan silaturahmi sekaligus pembinaan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) atau Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se Kabupaten Sleman pada Kamis, (4/4) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kustini mengapresiasi dan berterima kasih kepada kader IMP yang telah bekerja sama mendukung program Pemkab Sleman dalam menekan angka stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas melalui program Bangga Kencana.

“Saya mengapresiasi Kader IMP se Kabupaten Sleman yang telah bekerjasama menurunkan angka stunting dan mendukung program Bangga Kencana. Saya harap dengan acara ini silaturahmi antara IMP dan Pemerintah semakin erat serta semakin mengoptimalkan kemampuan kinerja kader dalam menjalankan tugas tanggungjawabnya,” kata Kustini

Progres penurunan stunting berdasar e-PPGBM pada tahun 2023 turun sebesar 6,88 persen menjadi 4,51 persen, hasil tersebut tentu juga termasuk sumbangsih IMP.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk bersama sama mendukung penurunan angka stunting di Sleman melalui ketahanan keluarga bidang kesehatan, ekonomi dan kebahagiaan keluarga,” ujarnya

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga sekaligus menyerahkan paket parsel secara simbolis kepada kader IMP agar silaturahmi dan kerjasama antara Pemkab dan kader IMP terjaga serta memotivasi kader untuk bekerja lebih optimal.




Jelang Lebaran, Pemkab Sleman Lakukan Pengawasan Alat Pompa Ukur SPBU

Sleman – Jelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman melakukan pengawasan alat pompa ukur di sejumlah SPBU yang ada di Sleman, Kamis (4/4/2024). Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi memimpin langsung proses pengawasan alat pompa ukur di SPBU wilayah Pakem dan Turi.

Mae Rusmi menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan pelayanan seluruh SPBU tepat ukuran, sehingga konsumen terlayani dengan benar sesuai dengan ukuran yang dibeli.

“Ini salah satu bentuk perlindungan dari pemerintah kepada masyarakat terutama pada saat pemudik datang ke Sleman, jadi tidak perlu khawatir karena isi BBM di Sleman aman,” ujar Mae Rusmi.

Lebih lanjut, Mae Rusmi mengatakan dari hasil pengawasan di SPBU Pakem tidak ditemukan kekurangan pada keseluruhan nozel yang ada, bahkan ditemukan kelebihan 30 ml pada saat tera ulang BBM jenis Pertamax.

“Saya berharap seluruh pemilik SPBU selalu melakukan tera ulang rutin setiap tahunnya sehingga ketepatan ukuran dapat tercapai dan masyarakat juga bisa terlindungi hak-haknya untuk mendapatkan BBM sesuai yang dibayar,” imbuh Mae Rusmi.

UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman melakukan pengawasan sebanyak total 50 SPBU yang ada di Sleman dan pertashop jelang Hari Raya Idulfitri.




Pengelola Parkir di Sleman Dilatih untuk Tertib Aturan dan Berikan Pelayanan Maksimal

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Pelatihan Pengelolaan Parkir dan Penyerahan Sarana Pendukung Parkir yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman pada Rabu (3/4) di Aula Pangripta Bappeda Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kustini menyerahkan secara simbolis peralatan sarana pendukung parkir kepada juru parkir sekaligus menyerahkan santuan dari BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris 4 juru parkir yang meninggal dunia sebesar 42 juta rupiah.

Kustini menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pengelola atau juru parkir di Kabupaten Sleman. Dengan pengelolaan parkir baik, tertib dan aman maka dapat meningkatkan kunjungan-kunjungan ke pusat pusat perekonomian di Sleman sehingga konsumen merasa aman dan nyaman.

“Diharapkan tidak ada parkir liar atau parkir ilegal di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga kita berupaya menciptakan keamanan, ketertiban, kenyamanan serta meningkatkan kontribusi pada pendapatan asli daerah bisa lebih optimal,” kata Kustini

Kustini mengimbau kepada juru parkir dan pengelola parkir jelang lebaran 2024 ini untuk selalu tertib dengan aturan tarif parkir yang sudah diatur terhadap wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Ia berharap dengan beberapa sarana penunjang dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan juru parkir kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana melaporkan pelatihan ini menjadi upaya untuk mewujudkan perubahan signifikan dalam pengelolaan parkir di Sleman. Sarana dan prasarana penunjang yang diberikan yakni seragam atau atribut parkir, karcis, traffic cone, topi parkir, jas hujan, stick lamp dan lain-lain.

“Kami berharap dengan juru parkir yang legal dan sudah mengikuti pelatihan mampu mengikis pandangan negatif masyarakat terhadap juru parkir dan menciptakan tata kelola parkir di Sleman secara baik, sopan, dan tertib,” ujar Arip.