Pemkab Sleman Gandeng KPK untuk Cegah Korupsi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, beserta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sleman menerima kunjungan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Didik Agung Widjanarko, Selasa (2/3), di ruang rapat Sembada Setda Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka koordinasi dan pemantauan, sebagai upaya membangun sistem pemerintahan yang berkepastian hukum dan bebas dari praktek-praktek korupsi.

Kustini berharap koordinasi ini dapat menjadi langkah strategis untuk melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Kabupaten Sleman.

“Pemkab Sleman memiliki komitmen tinggi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan dan arahan untuk perbaikan tata kelola pemerintahan dan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari tindak pidana korupsi,” sebutnya.

Dijelaskan pula bahwa dari capaian penilaian Monitoring Center Prevention (MCP) KPK RI 2023, Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan nilai 93,8. Nilai ini merupakan peringkat kedua di DIY dan merupakan peringkat ke 34 di tingkat nasional. Menurutnya hal ini tak lepas oleh adanya program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi, sebagai upaya pendampingan terhadap pemerintah daerah oleh KPK.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Didik Agung Widjanarko. Menurutnya kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya korupsi di Pemkab Sleman. Aksi korupsi, lanjutnya, dapat dicegah salah satunya dengan terus melakukan koordinasi dan pantauan bersama KPK.

“Awal terjadinya korupsi itu adalah menurunnya integritas. Maka dari itu, mari saling koordinasi dengan kami. Karena kinerja kami juga akan dinilai kurang baik jika sampai ada kasus,” ucapnya.




Peringati Hari Jadi ke-108, Pemkab Sleman Salurkan Bantuan bagi Warga Tidak Mampu dan Anak Yatim

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut dimulai di Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir pada Selasa (2/4/2024).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebutkan bantuan ini diberikan untuk warga yang tidak mampu, rois, anak yatim, dan bantuan untuk rumah yang tidak layak huni.

“Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan upaya untuk meringankan beban masyarakat dan dapat menjadi berkah bagi sesama. Hal tersebut juga sesuai dengan tema Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman, yaitu ‘Greget Nyawiji lan Hangayomi, Sesarengan Mbangun Sleman,” terang Kustini.

Sejalan dengan hal tersebut, Nur Fitri Handayani selaku Koordinator Bidang Bakti Sosial menyebutkan bahwa bantuan tersebut akan diserahkan kepada masyarakat di 17 kapanewon.

“Untuk rangkaian Hari Jadi Sleman ke-108 khusus yang berlokasi di Sendangmulyo hari ini, ada beberapa bantuan yang akan diserahkan, yaitu pembagian sembako sebanyak 220 paket, taliasih untuk rois sebanyak 31 orang, santunan untuk anak yatim sebanyak 5 orang, bantuan untuk satu panti asuhan, dan tahun ini yang mendapatkan bantuan RTLH adalah warga Sendangagung,” jelasnya.

Fitri juga menjelaskan bahwa bakti sosial selanjutnya akan dilaksanakan secara simbolis di Kalurahan Glagaharjo dan Kalurahan Wonokerto dengan membagikan bantuan RTLH, paket sembako bagi warga kurang mampu dan panti asuhan, bantuan taliasih bagi Rois, dan pemberian santunan kepada 430 anak yatim.




140 Ketua RT dan RW di Sendangtirto Dapatkan Insentif

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sendangtirto menyelenggarakan pembinaan untuk 140 Ketua RW dan Ketua RT se-Kalurahan Sendangtirto di Gedung Olahraga (GOR), Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Selasa (2/4/2024).

Lurah Sendangtirto Amir Junawan menyampaikan bahwa kegiatan pertemuan RT dan RW se-Kalurahan Sendangtirto ini bertujuan untuk silaturahmi mempererat jalinan kerja antara Ketua RT dan RW dengan pemerintah kalurahan.

“Ketua RT dan RW merupakan kepanjangan tangan pemerintah kalurahan dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat,” kata Amir.

Amir juga mengatakan bahwa RT-RW saat ini mendapatkan insentif tali asih sebesar 700 ribu untuk setiap Ketua RT ataupun Ketua RW.

“Selain mendapatkan tali asih para Ketua RT RW mendapatkan jaminan kecelakaan kerja melalui BPJS ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, memberikan apresiasi yang tinggi atas pengabdian para Ketua RTdan RW untuk mengelola warga, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Presiden dan caleg wilayah Berbah dapat berjalan dengan kondusif.

“Tanpa peran serta Ketua RT dan RW Pemilu tidak akan berjalan dengan maksimal,” kata Tri.

“Atas kerja keras RT RW misi Bupati yang ingin menjadikan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas , sejahtera, berdaya saing dan menghargai perbedaan dapat terwujud,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kiprah FIAI UII Yogyakarta Dibukukan

Sleman – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) merupakan salah satu fakultas di Universitas Islam Indonesia (UII). Keberadaan FIAI memiliki makna eksistensial bagi UII. Dengan dicantumkan kata “Islam” dalam nama universitas tersebut mengandung makna bahwa FIAI adalah spirit yang menjiwai seluruh gerak dakwah UII. FIAI dan UII ibarat satu jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan.

Hal demikian disampaikan Ketua Tim Penulisan Buku “Sejarah Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) Sleman Yogyakarta M. Husnaini, di Gedung KH Wahid Hasyim, Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Jalan Kaliurang km 14,5 Sleman, Sabtu (30/3).

Buku ini, ujar Husnaini, berusaha mendokumentasikan sejarah FIAI secara komprehensif. Dengan bahasa ilmiah populer, ulasan buku ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan melibatkan kesaksian dari beberapa narasumber terkait.

“Dengan demikian, buku ini diharapkan menjadi menjadi rujukan otoritatif bagi mahasiswa, dosen, alumni, akademisi, dan peneliti yang tertarik mempelajari FIAI UII Yogyakarta,” papar dosen Pascasarjana FIAI UII Yogyakarta itu.

Senada dengan Husnaini, Dekan FIAI UII Yogyakarta Asmuni mengungkapkan, tujuan ditulisnya buku ini adalah untuk mengungkap sebagian kecil dari keseluruhan perjalanan sejarah Universitas Islam Indonesia, itu pun seputar hal-hal yang tampak, konkret dan rill seperti perkembangan kelembagaan, pusat kegiatan, dan perkuliahan. Sedangkan kegiatan-kegiatan seperti kontribusi dan partisipasi FIAI di tengah masyarakat dan negara dapat dipastikan tidak terekam dengan baik.

Meskipun demikian, cetusnya, buku ini sudah representatif sebagai dokumen yang mengabadikan dinamika sejarah perjalanan FIAI di dalam lingkup sejarah UII, sejarah sebagai peristiwa yang sudah terjadi dalam konteks FIAI.

“Sejarah tidak boleh dilupakan. Sejarah tetap menjadi titik tolak untuk menorehkan sejarah akan datang. Sejarah tetap menjadi bahan evaluasi untuk mengoreksi kesalahan dan menyadari kekurangan agar kontribusi historis FIAI pada masa-masa akan datang menjadi lebih konstruktif konstributif,” papar jebolan doktor UIN Sunan Kalijaga ini.

Rektor UII Yogyakarta Fathul Wahid turut mengapresiasi penerbitan buku ini. Menurutnya, buku ini tidak hanya mendokumentasikan perjalanan panjang Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, namun juga menjadi cerminan dari dedikasi, semangat, dan ketekunan yang telah dipersembahkan oleh semua aktor sejarah.

“Apa yang kita nikmati saat ini tidak bisa dilepaskan dari semua inisiatif dan kerja keras yang sudah dilakukan di masa lampau. Konsistensi para pelaku sejarah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyebarkan nilai-nilai keislaman patut dicontoh dan dikenang,” ungkap Fathul, sapaan karibnya.

Fakultas Ilmu Agama Islam, lanjut Fathul, telah menjadi bagian penting dari Universitas Islam Indonesia, sejak awal pendiriannya. Dan buku ini, ulasnya, telah merekam narasi yang mengungkapkan asal-usul, tantangan, pencapaian, dan transformasi yang dialami oleh FIAI UII Yogyakarta.

“Kami berharap, buku ini mampu menjadi jembatan penghubung masa lalu dengan masa kini. Isinya mengingatkan pada akar sejarah dan tradisi ilmiah kita, serta mendorong kita semua untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kajian agama Islam,” ujarnya.

Fathul juga memberikan apresiasi, agar buku initidak hanya menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi kita semua, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga dan melanjutkan warisan, nilai, dan semangat yang telah diteladankan oleh pendiri dan pelopor Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia.

“Dokumentasi ini tidak hanya bermanfaat bagi generasi sekarang, tetapi juga generasi mendatang,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok).




Tumbuhkan Jiwa Filantropi, SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Bagikan 2000 Paket Takjil

Sleman – Dalam rangka implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di kalangan peserta didik, SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman menggelar kegiatan pendidikan karakter Ramadan Vibes dalam bentuk Takjil on the Road (TOTR) yang melibatkan siswa kelas VII dan VIII.

Kegiatan P5 yang mengusung tema charity and philanthropy ini sejalan dengan tema P5 utama yaitu bangun jiwa dan raganya.

Dalam kegiatan TOTR ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 10-12 anak. Masing-masing kelompok menyusun perencanaan dan menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam kegiatan, termasuk di dalamnya menyiapkan menu takjil dan penggalangan donasi untuk kebutuhan kegiatan tersebut.

“Anak-anak kami latih untuk mengorganisasikan kepanitiaan kecil dalam kegiatan Takjil on the Road,” ungkap Sulandari, guru pendamping sekaligus Ketua Pelaksana Ramdhan Vibes SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, Sabtu (30/3).

“Melalui pendampingan fasilitator, anak menyiapkan hal-hal yang diperlukan. Termasuk di dalamnya kami latih menjadi filantropi cilik dengan menggalang dana melalui voucher amal,” tukas alumnis Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Dalam kesempatan TOTR kali ini, Sulandari mengatakan, bahwa lebih dari 2000 paket takjil dibagikan di beberapa titik keramaian di sekitar sekolah, diantaranya pertigaan lampu merah Universitas Negeri Yogyakarta, pertigaan lampu merah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan pertigaan lampu merah Pasar Demangan Yogyakarta.

“Takjil diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak membutuhkan waktu lama, paket-paket takjil tersebut telah terdistribusi,” pungkas Sulandari, bangga. (Athiful/KIM Depok)