Warga Kadipolo Siap Wujudkan Kampung Hijau

Dukuh Kadipolo M. Nurdin Fitri Hidayat menyampaikan kesiapan warga untuk melakukan kegiatan program Kampung hijau. Bagi warga, program Kampung hijau sudah menjadi keseharian untuk menjaga lingkungan sehat, bersih, dan nyaman untuk ditempati.

“Ada Kelompok Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH) Kadipolo yang sudah melaksanakan program kampung hijau. Namun memang harus ada pembenahan di beberapa lokasi, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan,” jelas M. Nurdin di Kadipolo, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (24/4/2024).

KPLH merupakan inisiasi dari Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi pada tahun lalu. “Karena di kapanewon ada forum lingkungan hidup (FLH) maka di tingkat padukuhan ada KPLH,” jelasnya.

M. Nurdin melaporkan bahwa untuk pengelolaan sampah sudah berjalan lama dengan kelompok sedeakah sampah yang dikelola oleh sub karangtaruna IMMKA (Ikatan Muda Mudi Kadipolo). “Yang diambil berupa sampah kering atau sampah anorganik. Ketika sampah terkumpul dan dijual hasilnya menjadi uang kas dan dipergunakan untuk kegiatan sub karang taruna,” terangnya lagi.

Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi menyampaikan bahwa program kampung hijau merupakan bentuk komitmen dan kontribusi kabupaten Sleman dalam upaya konservasi lahan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Dengan adanya program kampung hijau  diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat serta pemangku  kepentingan dalam hal kepedulian terhadap lingkungan saat ini ataupun untuk warisan anak cucu kita nantinya,” kata Tri Akhmeriyadi.

Ada 5 indikator pendekatan untuk evaluasi kampung hijau yakni pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, pemanfaatan lahan pekarangan, upaya konservasi sumber daya air, dan keterlibatan masyarakat. Kelima aspek indikator ini penting dan tidak terpisahkan dengan pengelolaan sampah menjadi indikator utama dari program kampung hijau.

Ketua Pokja 3 Bidang Lingkungan Hidup TP PKK Sendangtirto Sri Andayani menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program kampung hijau dari kelompok wanita tani (KWT) bisa memberikan andil dalam aspek pemanfaatan lahan pekarangan. Setiap rumah tangga disarankan memiliki minimal 5 jenis tanaman sayuran dan 5 jenis toga yang bisa ditanam langsung di tanah atau menggunakan wadah.

“Bila menanam dalam pot sebaiknya menggunakan wadah bekas seperti galon air minum, bekas kaleng roti, ember cat.  Beberapa hal yang tidak boleh terjadi yakni pemakaian bungkus plastik makanan, pembakaran atau bekas pembakaran, juga penempatan jemuran dan comberan. Hal yang kelihatan sepele bila menjadi temuan akan mengurangi penilaian,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bupati Sleman Kunjungi Lomba Kalurahan  Inovatif Tegaltirto Berbah

Bupati Sleman hadir dalam kegiatan evaluasi Lomba Kalurahan Inovatif Tahun 2024  Kalurahan Tegaltirto, Kamis (24/4/2024) di kompleks kantor Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman.

Lurah Tegaltirto, Sarjono menyampaikan bahwa kalurahan Tegaltirto merupakan kota Kapanewon Berbah karena kantor kapanewon berada di wilayah Kalurahan Tegaltirto dengan luas wilayah 6020 ha yang luasan tanah pertaniannya 60 persen.

“Dengan luasan tanah pertanian di atas 50 persen menjadikan Tegaltirto merupakan kawasan pendukung dan penyangga pangan,” kata Sarjono. 

Banyak inovasi yang dilakukan dalam perbaikan pelayanan masyarakat, seni budaya, bidang kesehatan, dan kerohanian. Gelar budaya setiap tahun diadakan merupakan ajang pelaku seni budaya dengan melibatkan pamong, sekolah, dan masyarakat

“Selain nguri-uri budaya lokal yang sangat adiluhung tidak mengesampingkan budaya nasional,” ungkapnya.

Dalam bidang pertanian untuk mengatasi permasalahan langkanya pupuk pabrikan, Kalurahan Tegaltirto berupaya menyediakan pupuk kompos dengan membangun rintisan rumah pupuk organik yang terluas di Sleman.

“Ke depan petani Tegaltirto tidak akan mengalami kesulitan pupuk untuk budidaya pertanian,” tambahnya.

Selain itu ada karang taruna Ayodhya yang merupakan sarana kegiatan anak dan remaja untuk mengurangi angka kenakalan remaja.

Juga ada KPSM Berbah Bersinar sebagai contoh pengelolaan sampah yang praktis, ekonomis, dan tidak ribet. Serta dalam rangka membina kerohanian tiap Jumat pagi diadakan pengajian Jumat bergema yang indahnya untuk kemaslahatan,” tutup Sarjono. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman, Samsul Bakri menjelaskan bahwa lomba kalurahan inovatif merupakan  gagasan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang bertujuan untuk mendorong munculnya kreativitas inovasi baik dalam pelayanan kepada masyarakat juga pembangunan wilayah kalurahan dengan potensi sumber daya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya lomba inovatif berdampak bagus dengan munculnya berbagai kreasi inovasi yang bisa mempermudah pelayanan masyarakat, juga pembangunan daerah. “Inovasi tidak hanya yang berbasis teknologi moderen namun bisa juga inovasi yang berbasis kearifan lokal,” jelas Samsul. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa untuk lomba kalurahan inovatif diikuti oleh 17 kapanewon dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Lomba ini bertujuan memajukan masyarakat untuk bisa mandiri, berbudaya, berdaya saing yang tinggi, dan menjadi masyarakat yang sejahtera. 

“Penjurian Lomba hanyalah evaluasi, yang lebih penting adalah gerakan masyarakat bukan hanya untuk evaluasi semata,” kata Kustini.

Kustini juga menyinggung bahwa untuk mencapai kesejahteraan seperti yang diinginkan, dimulai dengan kualitas pendidikan yang baik.

“Kabupaten Sleman untuk sekolah minimal SMA atau SMK. Bila ada yang lulusan SMA yang mau kuliah terbentur biaya akan dibantu kuliah gratis di kampus yang sudah bekerjasama dengan kabupaten Sleman, untuk saat ini baru Amikom dan UNISA,” jelasnya.

Bupati juga menghimbau untuk semua warga Skeman memiliki BPJS Kesehatan untuk mengcover saat mengalami musibah sakit dan harus dirawat di rumah sakit. “Untuk warga tidak mampu BPJS akan dibantu pemerintah”.

Bupati juga mengingatkan mulai bulan Mei TPA Piyungan ditutup total sehingga sampah harus dikelola secara mandiri. “Meskipun TPST di Sleman sudah berakhir operasi namun pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumbernya mutlak harus dilakukan untuk mengurangi residu sampah yang tidak bisa diolah atau didaur ulang,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Satpol PP Sleman Ajak Warga untuk Bersama Jaga Keamanan dan Ketertiban

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Satpol PP Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan saat melakukan Pembinaan dan Sambang Kamling di Kampung Cepit, Padukuhan Soropadan, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (24/4/2024).

“Pengurus Kampung bersama warga berperan serta dalam menciptakan keamanan lingkungan dan ketertiban di masyarakat, salah satunya degan ikut kegiatan Siskamling untuk menjaga keamanan dari segala macam tindak kriminal, juga sebagai upaya antisipasi dalam penanganan masalah yang ditimbulkan karena adanya ganguan keamanan dan musibah atau bencana alam, sebagai sarana mempererat warga, sebagai tempat sambung rasa dan bersosialisasi antara warga satu dengan warga lainya,” ucapnya.

Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh elemen masyarakat wajib andil dalam memelihara ketentraman di lingkunganya.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terimakasih kepada Satpol PP Kabupaten Sleman, Polresta Sleman dan Kapanewon Depok atas dilakukanya sampling Pembinaan dan Sambang Kamling tahun 2024 di wilayahnya.

“Di Condongcatur semua RW bahkan ditingkat RT warga mempunyai Pos Keamanan Lingkungan yang merupakan inisiatif warga untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dilingkunganya masing masing, berharap semua warga masyarakat ikut andil bagian menciptakan keamanan lingkungan dengan melakukan pencegahan pencegahan seperti memelihara kebersihan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan dam lainya sehingga kita mampu untuk menghindari penyakit penyakit yang ditimbulkan, Lingkungan yang bersih akan membuat kita hidup aman, nyaman dan tentram,” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)




Kembangkan Wirausaha Warga, Pemkab Sleman Gelar Inkubator Kewirausahaan

Sleman – Dalam rangka menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan ,kemampuan, jejaring dan wawasan berusaha bagi pelaku usaha di wilayah kapanewon Ngaglik, Dinas koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menggelar acara Inkubator Kewirausahaan bertempat di Front One Resort jalan ringroad Utara, Mancasan, condongcatur Depok pada tanggal Selasa 23 April sampai Kamis 25 April 2024.

Di dalam kegiatan tersebut pelaku usaha akan mendapatkan pembinaan yang dilakukan oleh inkubator bisnis dari IBISMA (Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

“Pada workshop ini peserta mendapatkan materi  pengembangan bisnis baik mengenai manajemen maupun teknologi,  pendampingan usaha, dan orientasi lapangan. Harapannya  dengan kegiatan ini akan tumbuh para  wirausaha tangguh yang mempunyai daya saing global,” kata Sri Wahyuni Budiningsih selaku Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas koperasi  Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut para pelaku usaha bisa belajar sekaligus sebagai momen untuk silaturahmi menjalin kebersamaan tidak saja antar pelaku usaha tetapi juga kebersamaan dengan Dinas terkait. , lanjut nya.

Dengan inkubasi ini pelaku usaha tidak merasa sendiri bila menemui kesulitan karena akan selalu didampingi oleh Dinkop UKM maupun dari IBISMA UII yang konsen melakukan pendampingan Usaha Kecil Menengah.

“Kami berharap apabila telah  selesai inkubator bisnis ini para pelaku usaha akan tetap terhubung , menjalin sinergitas satu dengan yang lain, sehingga bisa saling bantu untuk promosi atau saling ‘nglarisi,” ungkapnya.

Sementara itu Agung Indarto, Panewu Ngaglik  menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinkop dan UKM Sleman yang telah menyelenggarakan acara inkubator bisnis bagi pelaku usaha  yang merupakan hasil dari musrenbang melalui PUPM (Pagu Usulan Partisipasi masyarakat) Kapanewon Ngaglik.

“Dana PUPM dibagi untuk kegiatan fisik dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan2 yang diusulkan masyarakat, termasuk pelatihan kewirausahaan, Sehingga dengan pelatihan ini akan tumbuh  wirausaha2 tangguh, cakap, pantang menyerah, untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Agung.

“Harapan kami kegiatan ini janganlah hanya sebatas seremonial saja tapi benar-benar untuk menambah ilmu sehingga UMKM akan naik kelas, pengelolaan usaha semakin baik yang dapat meningkatkan  kesejahteraan rakyat,” harapnya. (Upik Wahyuni,/ KIM Donoharjo)




Bupati Sleman Dorong Peningkatan Produksi Pertanian Lewat Gapoktan dan KWT

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus membuka penyelenggaraan Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Bazar Produk Kelompok Wanita Tani (KWT) bertempat di Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah VIII Prambanan, pada Rabu (24/4).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku udaha dan pelaku pertanian sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan hasil produk pertanian di BP4 Wilayah VIII.

“Kegiatan ini (Forkom Gapoktan dan Bazar KWT) tujuannya yaitu mempertemukan pelaku usaha dan pelaku utama di sektor pertanian di Sleman,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono.

Ia menambahkan, selain mempertemukan pelaku usaha dan petani, kegiatan ini juga menjadi indikator untuk menilai sejauh mana pendampingan yang dilakukan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman kepada petani di Sleman melalui UPT di lapangan. 

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi tolak ukur bagi dinas sejauh mana pendampingan UPT di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan Forkom Gapoktan dan Bazar produk KWT. Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani untuk saling berkolaborasi meningkatkan produksi hasil pertanian di Sleman.

Lebih lanjut, Kustini juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong setiap aktifitas dan memberikan motivasi para petani untuk dapat memajukan pertanian sebagai sektor penting dan andalan dalam menopang perekonomian nasional maupun daerah.

Menurut Kustini, pembangunan pertanian harus menjadi prioritas utama yang ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang senantiasa mendukung arus perdagangan dan perputaran ekonomi yang mendukung industri pangan dan pertanian bahkan perikanan di Kabupaten Sleman.

“Saya berharap agar Forum Komunikasi Gapoktan dan KWT berkolaborasi dan berkoordinasi agar dapat saling melengkapi dalam menjalankan berbagai program kegiatan untuk memajukan pertanian Sleman sehingga petani semakin sejahtera,” katanya.

Kemudian, dalam kesempatan tersebut Kustini juga mendorong Forum Komunikasi Gapoktan dan Bazar KWT bersama – sama berupaya untuk terus meningkatkan hasil produk – produk pertanian dengan kualitas yang unggul.

Selain bazar produk KWT, dalam kesempatan yang sama juga dikukuhkan 9 (sembilan) pengurus Organisasi Perkumpulan Petani Organik. Pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman yang ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan.

Kemudian, Bupati Sleman beserta jajarannya juga berkesempatan melakukan panen buah semangka yang berada di kawasan Kantor BP4 Wilayah VIII.