Calon Jama’ah Haji di Prambanan Dapat Hadiah Umrah

Maryati Amat Bajuri, seorang warga Daleman Baru RT08/03 Sumberharjo Prambanan berhasil mendapatkan undian doorprize berupa Umrah Gratis pada acara Syawwalan dan Pelepasan Calon Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hajar Aswad yang diselenggarakan pada Minggu (21/4/2024) bertempat di Gedung Graha Bhakti Yasa Jl. Kenari Yogyakarta.

Maryati adalah salah peserta KBIHU Hajar Aswad yang akan diberangkatkan tahun ini bersama-sama dengan 192 peserta lainnya. Tahun ini KBIHU akan memberangkatkan 192 peserta, dari Bantul 79 peserta, Sleman 94 orang,  dan Kota Yogyakarta 29 orang, ditambah dengan 16 peserta haji plus.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta H. Aidi Johansyah, menyampaikan bahwa peserta dari KBIHU Hajar Aswad akan tergabung dalam kloter gelombang kedua, artinya peserta akan langsung ke Mekah dan nanti setelah selesai proses ibadah haji baru ke Madinah. Secara singkat ia menjelaskan hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh calon peserta haji.

“Walaupun nanti secara lebih detil lagi akan disampaikan bersama-sama dengan peserta lain satu kloter sekaligus diperkenalkan dengan para tim pembimbing lengkap,” tuturnya.

H.M. Triyono M. Harsono, yang dipercaya sebagai Ketua Kafilah KBIHU Hajar Aswad menambahkan bahwa diperlukan adanya koordinasi yang sebaik-baiknya dari semua pihak terkait dalam setiap pengambilan kebijakan agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan sesuai harapan.

Infaq yang terkumpul pada acara ini sebesar Rp ,- diserahkan ke Pondok Pesantren Roudlotussalam Karangsari Sendangtirto Berbah Sleman yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan keberadaan KBIHU Hajar Aswad.

Acara dihadiri oleh lebih dari 1000 orang, terdari dari calon haji KBIUH Hajar Aswad dan para alumni KBIHU Hajar Aswad yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni KBIHU Hajar Aswad (IKABHA) dari Angkatan I sampai 20 dan jama’ah umrah Cahaya Insani. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).




Direktur IRL Berikan Terapi Agar Lansia Tak Mudah Jatuh

Moyudan – Setelah selesai libur Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2024, sekolah lansia BKL (Bina Keluarga Lansia) Mugi Waras kembali digelar.  Kegiatan bertempat di Rumah Singgah Lansia Blendung, Sumbersari, Moyudan pada Minggu (21/04/2024).

Sekolah lansia pada kesempatan itu merupakan pertemuan yang kedua setelah pencanangan sekaligus sebagai pertemuan pertama pada jenjang S3 (Standar 3) pada  20 Februari 2024 lalu.

Hadir pada kesempatan itu Direktur IRL (Indonesia Ramah Lansia)  Dwi Endah, Staf Bidang  Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DIY Utomo Budi, Koordinator PKB (Penyuluh  Keluarga Berencana) Kapanewon Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih,  Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanuddin, dan Ketua BKL Mugi Waras Djumanah beserta 50  siswa-siswi sekolah lansia.

Direktur  IRL Dwi Endah pada tatap muka tersebut  memberikan materi tentang Terapi Jatuh pada Lansia. Materi tersebut memuat penyebab-penyebab   lansia mudah jatuh, akibatnya, dan cara mengantisipasinya.

“Lansia itu mudah jatuh karena  ketidakseimbangan otot pada kaki. Maka kita perlu latihan menerapi diri agar otot kuat sehingga tidak mudah jatuh,” jelasnya.

Dalam memberikan paparan  tersebut, Endah memberikan   contoh-contoh terapi  yang kemudian dipraktekkan bersama  oleh  seluruh siswa.

Terapi tersebut  dantaranya dengan mengangkat satu kaki selama 7 detik, berjalan maju 5 langkah, berjalan kekanan dan kekiri, mengangkat beban  ditangan, dsb.

“Prinsip terapi ini adalah SAM, yaitu Sederhana, Aman, dan menyerupai kegiatan sehari-hari,” lanjutnya.

Pada pertemuan tersebut juga sekaligus dilakukan  syawalan dalam lingkup sekolah lansia BKL Mugi Waras, dan perkenalan KKN Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Plt. Dukuh Purwodadi Resmi Dilantik

Noor Edi Pamungkas, Jagabaya Pakembinangun, Sleman resmi dilantik sebagai Plt. Dukuh Purwodadi, Senin (22/4/2024). Dirinya dilantik menggantikan Kamri, Dukuh Purwodadi sebelumnya yang telah meninggal dunia.

Prosesi penyerahan SK Pemberhentian almarhum Kamri dan pelantikan Plt. Dukuh Purwodadi tersebut dihadiri oleh Rakhmat Harinawan, selaku Panewu Pakem, Pj Lurah Pakembinangun, unsur BPKal, para Dukuh se-Kalurahan Pakembinangun, dan Bhabinkamtibmas Pakembinangun.

Dalam sambutannya, Pj Lurah Pakembinangun, Sunardi, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran seluruh Pamong Kalurahan Pakembinangun pada acara itu.

“Juga kami haturkan banyak terimakasih kepada Bapak Kamri yang telah mengemban tugasnya sebagai abdi negara, sebagai Dukuh Purwodadi Pakembinangun selama 21 tahun. Teriring do’a semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Sunardi.

Selanjutnya ia juga memberikan ucapan terimakasih kepada pejabat terlantik sebagai Plt. Dukuh Purwodadi.

“Tentu ini sudah melalui proses yang panjang. Kemudian kami menetapkan bahwa yang menjadi Plt. Dukuh Purwodadi Pakembinangun adalah Bapak Noor Edi Pamungkas selaku Jogoboyo Pakembinangun” lanjut Sunardi.

Sementara itu, Panewu Pakem, Rakhmat Harinawan memaparkan tentang mekanisme pemberhentian Pamong yang terdiri dari tiga hal, yaitu Karena habis masa jabatan, meninggal dunia, dan pengunduran diri atas  permintaan sendiri.

“Adapun untuk Padukuhan Purwodadi, Bapak Dukuh Kamri telah meninggal dunia. Maka kemudian Pemerintah Kalurahan Pakembinangun mengeluarkan SK pemberhentian untuk bapak Kamri sebagai Dukuh Definitif untuk dusun Purwodadi. Atas dasar itu Kalurahan Pakembinangun wajib menunjuk pengganti, dalam hal ini harusnya Penjabat (Pj), bukan Plt. Penjabat itu memiliki kewenangan penuh seperti halnya pejabat definitif. Sedangkan Plt. tidak memiliki kewenangan sebagaimana definitive,” jelasnya.

Selanjutnya ia memaparkan bahwa masa jabatan Pejabat Pengganti paling lama satu tahun, atau sampai dilantiknya kembali dukuh yang baru untuk dusun Purwodadi. Akan tetapi jika masyarakat masih menginginkan penjabat pengganti itu untuk masih bekerja, maka pemerintah Kalurahan Pakembinangun bisa memperpanjang jabatan tersebut.

“Adapun karena APBKal Pakembinangun sudah disahkan untuk tahun 2024, dan belum ada penganggaran untuk mengangkat dukuh definitif,  maka untuk pelantikan dukuh baru bagi dusun Purwodadi belum bisa dilakukan. Sehingga pemerintah Kalurahan Pakembinangun harus menunggu Perubahan Anggaran nantinya untuk melaksanakan itu. Pembahasan Perubahan APBKal akan dilaksanakan sekitar bulan September. Maka jika akan dilakukan pengisian jabatan Dukuh Purwodadi, paling tidak menunggu hasil rapat perubahan APBKal pada September besok. Demikian agar warga Purwodadi dan tokoh masyarakat Purwodadi yang ada bisa memahami,” pungkasnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Peringati Hari Kartini, Bupati Sleman Ajak Perempuan Kembangkan Potensi

Sleman – Pemkab Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Kartini ke-145 Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2024, Senin (22/4), di pendopo rumah dinas Bupati Sleman.

Kegiatan ini dihadiri 250 orang terdiri dari TP PKK, GOW, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Candra Kirana, DPC FPPI, dan TP PKK 17 Kapanewon. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni “Perempuan Berbudaya untuk Mandiri”.

Hadir pula pada acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi diselenggarakannya acara ini. Ia juga mengajak para perempuan untuk terus mengembangkan segala potensi yang dimilikinya, sehingga perempuan dapat berperan serta bermanfaat di tengah masyarakat.

“Saya harap bisa muncul perempuan-perempuan yang inspiratif, mandiri, tangguh dan trengginas,” ujarnya.

Disebutkan juga bahwa peran perempuan dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Dalam kehidupan rumah tangga, lanjutnya, perempuan harus mampu menjadi seorang pendidik yang baik untuk anak-anaknya. Sehingga akan terlahir anak-anak dan generasi yang berkualitas di masa depan.

“Maka perempuan harus berwawasan luas, harus berpendidikan, dan mengerti perkembangan zaman,” kata Kustini.

Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan juara lomba perempuan inspiratif Kabupaten Sleman tahun 2024 oleh Bupati Sleman kepada lima orang penerima. Selanjutnya Bupati Sleman menyerahkan bantuan modal usaha kepada dua kelompok usaha.

Kegiatan ini diakhiri dengan talk show yang menghadirkan narasumber seorang seniman ternama, Suyati atau yang lebih dikenal dengan sebutan Yati Pesek. Pada sesi ini, ia menyampaikan proses dan kisah dirinya dalam menekuni profesinya sehingga bisa menjadi seniman yang sukses.




Hari Jadi Sendangadi Diisi dengan Arak-Arakan 14 Kendi Air Suci

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sendangadi memperingati Hari Jadi ke-76, Minggu (21/4/2024). Peringatan dilaksanakan dengan pelaksanaan upacara dan kirab budaya yang dimulai dari Joglo Sendangadi menuju Kalurahan Sendangadi. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir memberikan arahan sekaligus menjadi inspektur upacara.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengambilan air di Sendangsari oleh Juru Kunci, yang kemudian diserahkan kepada Srikandi pembawa air. Sebanyak 14 kendi yang berisi air suci, diarak menuju Kalurahan Sendangadi dan diserahkan kepada 14 dukuh. Prosesi pemberian air suci diserahkan oleh Lurah Sendangadi, Sugengno. Pada prosesi tersebut turut dimeriahkan oleh ratusan warga Sendangadi yang mengikuti kirab dengan baju tradisional.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Danang Maharsa mengapresiasi kreatifitas warga Sendangadi dalam melestarikan budaya. Kegiatan ini dikatakan Danang tak sekadar menjadi peringatan Hari Jadi Kalurahan, namun juga sebagai upaya pemeliharaan budaya. Sehingga sejarah dan budaya pada kegiatan ini dapat sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda yang hadir.

“Kirab budaya ini menjadi sebuah wujud dari persatuan dan kekompakan masyarakat Sendangadi dan sekitarnya. Dengan kegiatan ini diharapkan warga masyarakat Sendangadi dapat mempererat kekompakan, kerjasama, dan membangun rasa saling memiliki,” kata Danang saat sambutan.

Danang sekaligus menyampaikan harapan, agar tradisi ini dapat menjadi inspirasi bagi kalurahan lain. Sehingga, tali budaya masyarakat Jawa khususnya Kabupaten Sleman dapat terus dilestarikan seterusnya.

“Mudah-mudahan dengan peringatan ini, kami berdoa seluruh warga Sendangadi selalu sejahtera, semakin ayem, tentrem, dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan masyarakatnya,” tutup Danang.