Wabup Sleman Ajak Masyarakat Jadikan Momentum HUT Kalurahan untuk Tingkatkan Kerukunan, Gotong Royong dan Golong Gilig

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri acara peringatan hari jadi ke-76 Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sabtu (20/4) sore. Acara yang diadakan di lapangan Kalurahan Glagaharjo ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya dan anggota DPRD Sleman, Gani Sadat.

Danang mengapresiasi seluruh masyarakat Glagaharjo yang telah manunggal golong gilig bergotong royong menyambut dan menggelar acara hari jadi Glagaharjo ke 76 ini. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Glagaharjo yang telah melestarikan budaya di Kalurahan Glagaharjo melalui berbagai rangkaian acara dalam menyambut hari jadi termasuk upacara pada sore ini.

“Semoga kedepannya masyarakat di Glagaharjo semakin manunggal bersatu golong gilig dan gotong royong memajukan Kalurahan Glagaharjo dan Kabupaten Sleman. Saya mengucapkan terima kasih, dengan hari jadi ke-76 Kalurahan Glagaharjo yang dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional ini dapat nguri-nguri budaya Jawa,” ujarnya.

Sementara itu Suroto, Lurah Glagaharjo menyebutkan kegiatan ini diantaranya bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan handarbeni masyarakat Kalurahan Glagaharjo terhadap desanya. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kerukunan dan kekompakan gotong royong antar masyarakat Kalurahan Glagaharjo.

“Hari jadi Kalurahan Glagaharjo ke-76 dimeriahkan dengan berbagai acara kesenian tradisional yang selain nguri-uri budaya Jawa juga menjadi momentum merekatkan kerukunan dan gotong royong antar masyarakat Glagaharjo,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kalurahan Glagaharjo ini dilaksanakan mulai tanggal 18 sampai 27 April 2024. Berbagai kegiatan turut memeriahkan peringatan hari jadi ini seperti Festival Anak Soleh, Parade Jathilan, Karawitan, Malam Tirakatan, Ziarah Makam, Upacara Hari Jadi, Jalan Sehat dan Pengajian Akbar.




Sleman Tuan Rumah Rakernas IMA

Sleman akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Marketing Association (IMA) pada 2-4 Mei mendatang.

Presiden IMA Chapter Sleman, R. Haris Martapa berharap dengan adanya Rakernas IMA di Sleman ini dapat membranding produk UMKM di wilayah Sleman semakin maju.

“Momentum ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Kabupaten Sleman khususnya dan DIY pada umumnya untuk memperlihatkan potensi yang dimiliki karena peserta rakernas adalah para profesional  dalam bidang marketing yang tidak diragukan lagi keahlian promosinya,” kata Haris di Gedung Dekranasda, Jalan Magelang, Sleman, Sabtu (20/4/2024).

Haris melanjutkan, IMA Chapter Sleman berkomitmen meningkatkan upayanya dalam melakukan kegiatan yang konkret bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui marketing dan kewirausahaan khususnya sektor perdagangan, melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

IMA merupakan organisasi profesi yang anggotanya dari pemerintahan, profesional, pelaku usaha, dan akademisi yang berkaitan dengan pemasaran. Organisasi ini diisiasi oleh pakar marketing kondang Hermawan Kertajaya yang saat ini menjabat sebagai Honorary Founding Chairman IMA.

IMA Chapter Sleman berdiri tahun 2017 dan menjadi salah satu dari 101 chapter IMA di seluruh Indonesia. Anggota IMA Chapter Sleman saat ini mencapai 120 orang.

Rakernas IMA 2-4 Mei mendatang akan diisi berbagai kegiatan, antara lain kuliah umum oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, , Ed, (K), Ph,D dan oleh Hermawan Kertajaya, kunjungan ke kawasan Kaliurang, gala dinner, dan UMKM Expo. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dijadwalkan menghadiri rakernas yang dipusatkan di Alana Hotel ini.

Mengusung tema “Immersive, Inclusive Marketing For Better Indonesia”, rakernas ini akan diikuti oleh sekitar 350 peserta dari pengurus IMA chapter seluruh Indonesia dan pengurus IMA Pusat.

“Bersamaan dengan Rakernas IMA juga dilaksanakan pertemuan Asia Marketing Federation (AMF) yang anggotanya terdiri dari berbagai IMA dari negara-negara di wilayah Asia termasuk Indonesia. Delegasi AMF yang akan hadir antara lain dari Jepang, Tiongkok, Thailand, Bangladesh, Korea Selatan dan masih banyak lagi sekitar 30 peserta,” lanjut Haris yang juga menjabat sebagai Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan di Pemkab Sleman ini.




Pentingnya Pola Asuh untuk Perkembangan Anak

Sleman- Parenting merupakan pola asuh anak yang diterapkan oleh orang tua. Pola asuh merupakan aspek penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi perkembangan kognitif serta kesehatan anak.

Itulah sekelumit yang dibeberkan oleh Kompol Estikomah, pada acara Syawalan PKK Padukuhan Sombangan Sumbersari, Moyudan. Sleman. Acara Syawalan tersebut digelar pada hari Sabtu (20/4/2024) di halaman Mushalla Al-Ukhuwwah yang berlokasi di RT 04 RW 34 Sombangan.

Lebih lanjut Estiqomah menjelaskan bahwa anak memerlukan beberapa kebutuhan dari orang tuanya. Kebutuhan yang diperlukan anak antara lain kasih sayang, penerimaan terhadap dirinya, kebutuhan untuk diri sendiri, untuk dihargai, kebutuhan bahasa cinta, untuk memperoleh falsafah hidup, dan kebutuhan akan pengakuan.

“Pada dasarnya manusia mengalami tahapan perkembangan dalam hidupnya dan setiap tahapan tentu ada kebutuhan yang harus terpenuhi, jika tahapan tersebut tidak terpenuhi akan berpotensi terjadi penyimpangan,” tutur Estiqomah.

Sedangkan Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PKK Padukuhan Sombangan yang penuh semangat dan guyup rukun gotong royong untuk menyelenggarakan Syawalan.

Sukadi juga berharap agar kegiatan PKK di Padukuhan bisa menjadikan kegiatan yang positif bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan PKK bisa murakabi untuk  terwujudnya kesejahteraan lahir batin bagi rumah tangga,” pungkas Sukadi. (Giek-KIM Moyudan)




Pembangunan Kapel di Prambanan Resmi Dimulai

Sleman – Pembangunan Kapel Santo Antonios Abbas Watu Kandang, Gayam Harjo, Prambanan, Sleman resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama pada Sabtu (20/4/2024). Peltakan batu pertama pembangunan rumah ibadah umat Katolik tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih.

Heru Susanto, Ketua Panitia Pembangunan menuturkan, rumah ibadah ini dibangun di atas lahan seluas 275 m2 yang bersal dari hibah warga setempat.

“Pembangunan Kapel ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rupiah,” ungkapnya.

Romo Paroki V. Bondhan PK, Pr. dalam sambutannya mengapresiasi kepada panitia dan seluruh umat atas dukungan dan semangatnya untuk terwujudnya tempat ibadah yang sangat dirindukan oleh umat tersebut.

Dirinya juga ikut berpartisipasi terutama dalam pemilihan nama Watu Kandang, yang kebetulan dilokasi tersebut memang berdampingan dengan destinasi wisata Watu Kandang Gayam Harjo.

“Diharapkan kedepan semoga tempat ini bukan hanya menjadi tempat beribadah saja , namun juga sebagai tujuan wisata religi,” harapnya.

Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas semangat serta kebersamaan panitia, warga dan pengurus gereja dalam mendukung penuh untuk terlaksananya Kapel yang sangat dirindukan ini. Ia juga berjanji akan memberikan bantuan dari dirinya pribadi.

“Biarpun sedikit, karena keikhlasannya semoga dapat bermanfaat,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, diawali oleh kedua Romo dari Paroki Dalem, Panewu Prambanan, Ketua FKUB, Lurah Gayamharjo, Danramil, Kapolsek, Ketua Pembangunan, Kepala dukuh setempat, Ustad dan Takmir masjid setempat, Babinkamtibmas, serta Babinsa, melakukan peletakan batu pertama serta foto bersama, sebagai tanda dimulainya pembangunan. (Harmaji/KIM Prambanan)




1.186 Calon Jamaah Haji Sleman Ikuti Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten

Sleman – Sebanyak jamaah calon haji asal Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Slemani bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sleman dan mitra terkait lannya ini dilaksanakan Sabtu (20/4/2024) di Serambi Masjid Agung dr. Wahidin Soediro Hoesodo, Sleman.

“Selain jamaah calon haji asli Sleman, juga ada penambahan mutasi  kabupaten  sebanyak 31 jamaah, mutasi provinsi 41 jamaah, sehingga total calon jamaah haji ada sekitar jamaah,” terang Noor Imanah, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenang Sleman saat memberikan laporan kegiatan sekaligus sambutannya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berkesempatan membuka secara resmi rangkaian kegiatan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Sleman. Kustini Sri berharap dan mendoakan agar seluruh calon jamaah haji asal Sleman senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, kemudahan dan kemampuan sehingga menjadi haji yang mabrur.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Sleman saya nyatakan resmi dibuka ,” terang Kustini Sri Purnomo.

Usai membuka acara, Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis fasilitasi haji dari Pemkab Sleman berupa seragam batik kepada perwakilan calon hamaah haji dari 17 kapanewon.

Pada kegiatan ini disampaikan beberapa materi seputar pelaksanaan ibadah haji. Diantaranya materi yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Masmin Afif yang menyampaikan materi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Dalam dan di Luar Negeri.

Lebih jelas Masmin menyampaikan mengenai dasar hukum penyelenggaraan haji, waktu pelunasan, administrasi, kuota, dan layanan ibadah haji. Disampaikan bahwa pada tahun 2024 ini kuota jamaah haji Indonesia sekitar jamaah.

 “Dari jumlah tersebut rinciannya adalah jamaah haji reguler, jamaah haji khusus dan orang petugas,” papar Masmin.

Materi selanjutnya seputar kebijakan penyelenggaraan kesehatan haji yang disampaikan oleh Khamidah Yuliati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman.

“Calon Jamaah Haji yang masuk kuota atau berangkat tahun ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan, untuk selanjutnya ditetapkan statusnya apakah istitha’ah (mampu) atau tidak,” ujar Khamidah Yuliati.

“Tujuan dari pemeriksaan kesehatan haji ini selain untuk mencapai kondisi istitha’ah kesehatan haji, juga untuk meminimalisasi faktor risiko kesehatan haji, baik selama masih di Indonesia, di tanah suci, hingga pulang kembali ke tanah air,” imbuhnya.

Materi ketiga dipaparkan oleh Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman Noor Hamid yang menyampaikan alur perjalanan ibadah haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

“Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 1445 H/2024 Masehi asal Indonesia inshallah akan dimulai 11 Mei 2024, yaitu calon jamaah haji mulai masuk ke asrama haji. Sebelum masuk asrama haji, inshaAllah seluruh calon haji asal Sleman titik kumpul pemberangkatannya di Masjid Agung Sleman ini,” terang Noor Hamid. (Andri/Kontributor KIM Sleman)