DLH Sleman Gelar Pembinaan Proklim di Kampung Pucung Berbah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman melaksanakan kegiatan pembinaan program kampung iklim (Proklim) kepada masyarakat padukuhan Kranggan 2 Kamis (2/5/2024) di Gedung Serbaguna Balai Muslimin Pucung, Jogitirto, Berbah, Sleman.
Dukuh Kranggan 2 Sukamto menyampaikan bahwa untuk evaluasi Proklim tahun ini yang diajukan adalah kampung Pucung dan Umbulsari yang sudah ada kegiatan pengelolaan sampahnya yaitu sodakoh sampah Setiapura.
“Semoga dengan adanya evaluasi proklim memberikan semangat warga untuk selalu berupaya membuat lingkungan bersih indah dan nyaman,” kata Sukamto.
Lurah Jogitirto, Mitha Mayasari, mengatakan pihak Kalurahan Jogitirto merasa seneng dengan ditunjuknya Padukuhan Kranggan 2 mengikuti evaluasi program proklim tahun 2024, mewakili Kapanewon Berbah.
“Nantinya akan selalu minta bimbingan dari DLH Sleman agar masyarakat Jogotirto lebih bisa menghadapi perubahan iklim dengan pendekatan mitigasi bencana,” tutur Mitha.
Panewu Berbah Tri Akmeriyadi, menyampaikan evaluasi program proklim bukan sebuah kompetensi tapi merupakan evaluasi perilaku masyarakat dalam upaya pengurangan resika bencana yang terjadi karena perubahan iklim.
“Jadi masyarakat tidak perlu merasa terbebani dengan adanya evaluasi proklim. Untuk pengelolaan lingkungan nantinya di setiap padukuhan akan dibentuk Kelompok Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH),” ujarnya.
“Lakukan kebiasaan sehari-hari yang penting ada upaya melakukan mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan. Terutama pengelolaan sampah. Yang penting masyarakat semangat, senang dan bahagia,” Pesan Tri.
Ahli Muda Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kabupten Sleman Dewi Setyowati, menyampaikan bahwa Program Proklim merupakan program nasional yang dikelola oleh kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memberikan pengakuan terhadap masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung target yang penurunan emisi gas rumah kaca (GEK) nasional.
“Dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Cakupan lokasi program proklim minimal setingkat RW, maksimal tingkat kalurahan,” jelas Dewi.
Dewi menambahkan, komponen kegiatan proklim yaitu upaya adaptasi menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, upaya mitigasi mengurangi dampak terjadinya kerusakan lingkungan, kelembagaan masyarakat serta dukungan keberlanjutan program proklim.
“Banyak cara yang dapat dilakukan dalam upaya adaptasi mitigasi bencana seperti penanggulangan banjir, peningkatan ketahan pangan, pemakaian energi terbarukan dan lain sebagainya,” tambah Dewi.
Dirinya juga mengatakan bahwa jadwal evaluasi proklim diawal bulan Juni 2024 denga tim Evaluasi dari DLH Sleman, Dinas pertanian Pangan dan Perikanan, PMK Sleman, Dinas Kesehatan Sleman juga Bappeda Sleman.
“Tim evaluasi terdiri dari beberapa instansi terkait dengan komponen kegiatan proklim,” kata Dewi mengakhiri paparannya. (Kusnadi/KIM Berbah)



