Wabup Sleman Dukung Masyarakat Produktif di Bidang Pertanian untuk Pembangunan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan penanaman pohon durian perdana bertempat di Padukuhan Jering VIII, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, pada Minggu (5/5). Penanaman dilakukan oleh Wakil Bupati bersama dengan Panewu Godean serta para petani di wilayah Padukuhan Jerung VIII. 

Penanaman pohon Durian ini merupakan inisiatif Dukuh dan warga Jering VIII sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Makmur, dengan dukungan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK).

“Inisiatif ini diimplementasikan melalui pemanfaatan lahan bekas galian tanah liat dari industri genteng dan batu bata,” jelas Ketua LPMK Unit Jering VIII, Heri Priatmoko.

Lebih lanjut, Heri menuturkan bahwa pihaknya bersama dengan petani, akan menanam sebanyak 150 pohon dengan jarak tanam sekitar 10 meter dan diselingi tanaman lain seperti pepaya, pohon kenanga, dan jambu kristal.

Ia juga berharap program pemberdayaan masyarakat melalui pertanian ini dapat dilakukan secara konsisten, serta bersinergi dengan Keompok Sadar Wisata (Pokdarwis), UMKM, dan karang taruna.

“Harapan kami semoga bisa berlanjut menjadi kampung wisata durian,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan dukungan terhadap upaya memajukan dan memberdayakan potensi masyarakat di tingkat Kalurahan.

Dikatakan Danang, pembangunan pertanian tingkat kalurahan harus menjadi prioritas utama, karena tingkat ini (Kalurahan) menjadi faktor pendukung arus perekonomian, salah satunya pertanian di Kabupaten Sleman.

“Kita harus berpikir produktif dalam menanam, selektif memilih jenis tanaman pertanian, varietas unggul, melihat prospek pasar dan menggunakan pupuk organik serta memberdayakan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” begitu arahan Danang,

Agar mendapatkan hasil tanam yang maksimal, Danang menghimbau agar penanaman pohon dapat diiringi dengan upaya pemeliharaan, dan diperhatikan petumbuhannya. Sehingga bibit pohon dapat tumbuh dengan baik dan optimal.

“Saya juga menghimbau agar masyarakat terus melakukan pengembangan durian di Kabupaten Sleman, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Danang




Kebudayaan Dapat Menyatukan Warga

Sleman – Kegiatan kebudayaan merupakan salah satu sarana untuk mempersatukan warga. Dalam kegiatan tersebut, akan terjalin tali persaudaraan antar warga, guyub rukun, gotong royong, dan gumregah.

Hal tersebut yang ditekankan oleh Bupati Sleman saat menghadiri Kirab Budaya Merti Desa Mbah Bergas, Kalurahan Margoagung, Seyegan di Bali Ringin Ngino, Seyegan, Jumat (3/5/2024).

 “Melalui momentum Merti Desa ini saya mengajak masyarakat Margoagung dan sekitarnya untuk selalu menjaga tali persaudaraan antar warga, guyub, gotong royong dan gumregah. Saya juga mengajak untuk selalu mensyukuri nikmat hasil bumi yang melimpah,” ujar Kustini

Kustini menjelaskan selain menjadi sarana menyatukan masyarakat Margoagung, juga menjadi upaya nguri-uri kebudayaan Jawa yang ada di Kalurahan Margoagung. Kustini juga mengingatkan warga untuk selalu merasa memiliki atau handarbeni atas kekayaan budaya yang ada di Margoagung.

Sementara itu, Lurah Margoagung, Djarwo Suharto menyampaikan pagelaran Merti Desa Mbah Bregas Margoagung dilaksanakan pada tanggal 1 Mei hingga 3 Mei dengan berbagai kegiatan seperti Pengajian Akbar, Tarup Wayang, Pentas Seni Jathilan, Pengambilan Air Suci, Ziarah Kubur, Kenduri Agung, Kirab Budaya dan Prosesi Upacara Adat.

Ia mengatakan Merti Desa dilaksanakan rutin setiap tahun pasca musim panen raya. Ini menjadi wujud syukur atas hasil panen yang melimpah dan berharap tahun-tahun ke depan hasil panen meningkat dan melimpah

“Mudah-mudahan dengan kita mensyukuri hasil panen melimpah tahun ini, maka tahun selanjutnya dapat diberkahi dan diberi hasil panen yang lebih melimpah,” kata Djarwo

Kirab budaya diikuti perwakilan Bregodo dari 12 Padukuhan se-Kalurahan Margoagung dan 11 partisipan dengan total peserta 22 kelompok kirab budaya. Sebagai penutup Merti Desa, warga masyarakat Margoagung bersama-sama memperebutkan 5 gunungan yang berisi hasil bumi Kalurahan Margoagung




Bupati Sleman Luncurkan Sekolah Lansia BKL “Melati Cangkring” di Banyurejo Tempel

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY meluncurkan sekolah lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) “Melati Cangkring” di Padukuhan Cangkring, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Jumat (3/5). Peluncuran program sekolah lansia ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Ia mengapresiasi serta mendukung penuh program yang diinisiasi oleh BKKBN DIY ini. Diharapkan kegiatan ini dapat memberdayakan sekaligus memberikan edukasi terhadap lansia yang ada di Kabupaten Sleman. Terlebih, angka harapan hidup di Kabupaten Sleman cukup tinggi yakni 76 tahun.

“Sebenarnya program seperti ini di Kabupaten Sleman sudah kita lakukan di hampir padukuhan, melalui program Desa Inovatif dan Desa Unggulan. Hanya beda istilah saja. Ini upaya kita bagaimana angka harapan hidup di Sleman itu tinggi, dan sekaligus sejahtera,” jelasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani, menerangkan bahwa jumlah lansia di DIY cukup tinggi, yakni 16,4 persen. Dikatakan bahwa angka ini akan terus bertambah lagi. Untuk itu, kegiatan Sekolah Lansia ini dimaksudkan agar lansia bisa tetap sehat dan produktif.

Di antara kegiatan yang ada di Sekolah Lansia ini yaitu penguatan tujuh dimensi lansia, yakni dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan. Sekolah lansia ini dilaksanakan dalam tiga jenjang, yaitu standar 1, 2, dan 3. Pada setiap standar para lansia akan mendapatkan materi yang berbeda-beda.

“Di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah terbentuk delapan sekolah lansia. Dan insyaallah untuk Kabupaten Sleman akan menambah enam sekolah lansia,” kata Andi.




Peringati Hut ke-76, Caturtunggal Bersholawat Hambuka Raharjaning Caturtunggal

Sleman – Memperingati Hari Jadi Ke-76 Kalurahan Caturtunggal dengan semarak religi, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal gelar Caturtunggal Bersholawat, Sabtu (4/5/2024). Diselenggarakan di GOR Klebengan Padukuhan Karanggayam Caturtunggal Depok Sleman, kegiatan dengan tema “Hambuka Raharjaning Caturtunggal” ini dihadiri oleh 2000 warga masyarakat.

Tidak hanya warga, turut hadir tokoh penting dari berbagai lini termasuk Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Panewu Depok beserta jajaran, Kapolsek Depok Barat, Kapolsek Bulaksumur, Kapolsek Depok Timur, Danramil 11 Depok,Plt Lurah Caturtunggal, BPKal Caturtunggal, Pimpinan Bank BPD, Pimpinan Bank Sleman, Pimpinan PT PGN Area Yogyakarta, Pengurus MNC NU Depok, dan beberapa ulama dan tokoh agama di Yogyakarta.

Suasana religi semakin terasa dengan kehadiran Gus Yusuf Syaiful Anwar yang terkenal dengan Sholawat Macul Langit mampu memberikan warna tersendiri dalam Peringatan Hari Jadi Kalurahan Caturtunggal. Keberhasilan acara ini tidak hanya dilihat dari partisipasi masyarakat yang begitu antusias, namun pesan kebersamaan yang berhasil disampaikan oleh pemerintah kalurahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Caturtunggal Bapak Aminudin Aziz, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah hadir dan bersama sama melantunkan sholawat.

“Semoga Kalurahan Caturtunggal lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan tali silaturahmi antara pemerintah kalurahan caturtunggal dan warga masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang Makmur dan Sejahtera,” ungkap Aminudin. (Oktaviana/KIM Depok)




PPY Tempel Lestarikan Tradisi Syawalan Sebagai Ajang Saling Silaturahmi dan Memaafkan

Sleman – Dewan Pimpinan Cabang Paguyuban Panatacara Yogyakarta (DPC PPY) Kapanewon Tempel, mengadakan acara Syawalan bersama dengan jajaran pengurus dan anggotanya di Pendopo Kapanewon Tempel, Minggu (5/5/2024). Acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan saling bermaaf-maafan setelah jeda kegiatan karena memasuki bulan Ramadhan dan libur lebaran.

Penewu Anom Kapanewon Tempel, Dyah Purwanti, mengatakan bahwa acara Syawalan seperti ini merupakan tradisi baik yang harus selalu dilestarikan. Menurutnya, acara ini adalah ajang silaturahmi antar pengurus DPC PPY Tempel dan anggotanya , serta dengan pemerintah Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman.

“Kita setelah bekerja sama satu tahun tentu ada komunikasi, ada salah paham. Maka kita adakan syawalan setahun sekali untuk ikrar saling memaafkan,” kata wanita yang akrab dipanggil Dyah ini.

Atas nama pemerintah Kapanewon Tempel, Dyah juga berharap setelah acara Syawalan berlangsung, semua pengurus dan anggotanya,  bisa menumbuhkan semangat baru dan mampu me-refresh program kerjanya.

Tak hanya itu, ia juga berharap Kapanewon Tempel bisa selalu membersamai semua kegiatan nya baik secara materiil maupun dukungan dalam bentuk lainnya secara lebih optimal.

“Harapan saya setelah ini bisa menumbuhkan energi yang baru, kita refresh, kita bisa kembali kerja sama melanjutkan program-program DPC PPY sesuai dengan porsinya masing-masing,” tambah Dyah Purwanti.

Ketua DPC PPY Tempel, Sih Budi Daryanto memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kehadiran serta dukungan dari semua anggota terutama dari pihak Kapanewon Tempel,

“Setelah syawalan ini DPC PPY Tempel akan segera meneruskan program kerja nya yaitu diadakan pelatihan berjenjang yang jadwalnya diatur setiap bulan sekali untuk lebih meningkatkan kemampuan baik pengurus itu sendiri serta juga anggota yang mempunyai keinginan kuat mendalami tentang ke Panatacaraan,” ungkap Sih Budi Daryanto. (SBD/KIM Tempel)