PCPM Seyegan Gandeng Juleha Bekali Takmir Masjid Dalam Pelatihan Sembelih Halal

Sleman – Menyambut hari raya Iduladha, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCM) Seyegan mengundang 25 Takmir Masjid di Wilayah Seyegan untuk mengikuti Pelatihan Sembelih Halal dan Identifikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di SMK Muhammadiyah Seyegan, Minggu (12/5/2024). Pelatihan yang untuk kedua kalinya dilaksanakan tersebut bekerja sama dengan Juleha (Juru Sembelih Halal) Sleman dan Ternak Barokah sebagai sponsor utama.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua PCPM Seyegan Adi Cahyono yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi Takmir Masjid atau panitia kurban yang membutuhkan hewan kurban dengan menghubungkan dengan Ternak Barokah untuk pengadaannya.
Muhammad Luqman Hakim dari Ternak Barokah pada kesempatan itu juga menyampaikan bentuk kerjasama dengan Takmir Masjid yaitu dengan memberikan voucher sebesar 500 ribu bagi pembelian sapi kurban dan 100 ribu untuk pembelian kambing kurban.
Menginjak acara inti yaitu pelatihan sembelih Halal, tim Juleha yang terdiri dari Tri Artanto, Heru dan Amir mengajak kepada peserta untuk kedepannya dapat menjadi jagal hewan kurban.
“Jadi pelatihan dimaksudkan untuk memberi bekal kepada kader jagal sehingga bisa merata satu masjid satu jagal,” Heru.
Heru menyampaikan materinya berkaitan dengan fiqih qurban, persiapan qurban, pelaksanaan qurban dan setelah qurban. Hal ini berkaitan erat dengan ternak kurban, sumber daya manusia, alat yang digunakan dan lokasi penyembelihan. Heru menjelaskan tentang syariat Islam tentang ibadah qurban yang harus memenuhi ketentuan/syarat jenis ternak, umur ternak, kesehatan ternak dan waktu penyembelihan.
Heru juga menambahkan tentang umur ternak yaitu kambing/kambing (1,5 thn), sapi/kerbau (2 thn) dan unta (5 thn). Berkenaan dengan hari penyembelihan adalah hari raya Idhul Adha/hari Nahar bertepatan dengan 10 Dzulhijah dan 3 hari Tasyriq (11,12, 13 Dzulhijah).
Amir menambahkan penjelasan mengenai ternak kurban yang sehat. Ciri ciri fisik ternak yang sakit dijelaskan oleh Amir dengan memperlihatkan kenampakan mulut, telinga, mata bahkan bulu dari hewan kurban. Dari ciri fisik yang bisa dilihat dapat diketahui kesehatan hewan ternak. Hal ini bisa menjadi bekal bagi Takmir/panitia untuk memilih hewan kurban yang sehat. Ini perlu diwaspadai terlebih disinyalir ada sapi yang terkena penyakit antrax yang bisa ditularkan kepada manusia.
Tri Artanto menutup pelatihan dengan manajemen situasi saat penyembelihan. Hal ini berkaitan dengan potensi bahaya saat penyembelihan hewan kurban. Perlunya koordinasi selama penyembelihan yang menyangkut SOP, APD dan training penyembelihan.
Tri Artanto memberi penjelasan berkenaan dengan cara menuntun sapi, merebahkan sapi, mengikat sapi dan proses penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Berkaitan dengan peralatan sembelih, Tri Artanto memberikan contoh jenis pisau yang digunakan, cara memegangnya dan waktu penyembelihan yang harus memotong 4 saluran yaitu 2 jalan darah, 1 jalan udara dan 1 jalan makan. Dicontohkan juga jenis pisau yang digunakan untuk menguliti dan memisahkan daging.
Pelatihan secara keseluruhan berjalan dengan menarik dan diakhiri dengan tanya jawab peserta dengan tim Juleha. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



