Pengurus FKIM DIY Ikuti Pelatihan untuk Tambah Wawasan dan Keterampilan Jurnalistik

Guna menambah wawasan dan keterampilan pengurus Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam bidang jurnalistik, maka Dinas Komunikasi Dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pelatihan komunitas coworking space dengan mengangkat tema ‘Peningkatan Kapasitas Komunitas pada Jurnalistik’ yang digelar di Aula Kresna Dinas Komunikasi Dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jalan Brigjen Katamso, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (15/5/2024).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, ., didampingi Kepala Biro Kompas Jawa Tengah dan DIY, Haris Firdaus, beserta Fotografer Harian Kompas, Ferganata Indra Riatmoko selaku narasumber pelatihan.

Dalam paparan materinya, Haris Firdaus yang kesehariannya sebagai Wartawan Harian Kompas menuturkan bahwa menulis menggunakan pendekatan jurnalistik bisa dilakukan oleh siapa pun, bukan hanya jurnalis saja. Karenanya, pendekatan jurnalistik dapat diterapkan untuk beragam keperluan, seperti menulis di website, blog, maupun media sosial.

“Secara sederhana, jurnalistik merupakan kegiatan atau proses mencari, mengumpulkan, menyusun, dan menyajikan informasi menjadi sebuah laporan jurnalistik,” tutur Haris dihadapan peserta pelatihan.

Ia juga memberikan tips mengenai proses jurnalistik yang mencakup perencanaan, pengumpulan data dan informasi, penulisan, penyuntingan, hingga publikasi. Tergantung akan memilih  jenis pendekatan mana yang akan dipakai dalam menarasikan berita.

Di dunia jurnalistik dikenal dua pendekatan dalam menyajikan berita yaitu straight news dan feature. Straigh News merupakan bentuk laporan jurnalistik yang berisikan informasi-informasi terpenting dari suatu peristiwa atau tema yang memuat informasi yang singkat, padat, jelas, dan memakai bahasa yang lugas, serta biasanya hanya memuat informasi yang mencakup 5W 1H, yakni what, who, when, where, why, dan how.

Sementara, Feature berbeda dengan straight news atau berita langsung yang tujuannya hanya memberi informasi dengan sejelas-jelasnya. Karena feature adalah laporan jurnalistik yang bersifat kreatif lantaran tidak hanya memberi informasi, tetapi juga memberikan nuansa pada peristiwa atau tema yang ditulis.

“Yang perlu diingat yaitu penulisan feature lebih bebas, tidak terikat struktur piramida terbalik, serta judul feature tidak mesti menginformasikan peristiwa secara jelas. Pertimbangan utamanya, judul harus bisa menarik pembaca. dan Lead feature tidak harus berisi informasi paling penting melainkan bisa berupa deskripsi, narasi, pun kesimpulan,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Berbah Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 108

Kapanewon Berbah menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108 di halaman Pendopo Kepanjen kapanewon Berbah, Rabu (15/5/2024).

Pelaksanaan  upacara menggunakan Bahasa Jawa juga dengan memakai pakaian tradisional jawa Mataram sebagai upaya melestarikan budaya Jawa

Kegiatan upacara diikuti oleh Panewu  beserta staf pegawai kapanewon Berbah, unsur TNI Polri, forpim Berbah, lurah, pamong beserta dukuh se-kapanewon Berbah.

Sambutan Sleman dibacakan oleh pembina upacara panewu Berbah Tri Akhmeriyadi. Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat  yang telah bersama sama berperan aktif dalam pembangunan kabupaten Sleman.

Adapun tema peringatan hari jadi kabupaten Sleman  ke 108 adalah Greget Nyawiji Lan Hangayomi Sesarengan  Bangun Sleman.

“Dengan tema tersebut memberi semangat untuk bersatu, gotong royong membangun Sleman lebih baik  yang memberikan manfaat kepada masyarakat Sleman,” ujar Tri.

Dirinya juga mengajak para pemimpin dan semua masyarakat untuk berupaya dan berdoa kepada Tuhan.

“Semoga kabupaten Sleman  mendapatkan perlindungan, tentram, damai sejahtera, tidak ada bencana dan halangan,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kamal Kulon Margomulyo Dapatkan Sosialisasi Padat Karya Dari Disnaker Sleman

Sleman – Padukuhan Kamal Kulon, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, menjadi salah satu dari 64 lokasi kegiatan Padat Karya Infrastruktur tahun 2024. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman sebagai OPD pengampu mempunyai kewajiban untuk memberikan sosialisasi berkenaan dengan prinsip padat karya, hak dan kewajiban pekerja, dan syarat administrasi yang lain.

Selasa (14/5/2024) bertempat di Gedung Madrasah- Ponpes Nurul Mujtama’ RT 03/09 Kamal Kulon, Disnaker dan Pendamping/Fasilitator Padat Karya mendampingi anggota DPRD DIY mengadakan sosialisasi dengan nenghadirkan Pamong Kalurahan, pengurus LPMK, Tokoh masyarakat dan calon pekerja yang terlibat dalam kegiatan padat karya tersebut.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, dalam  sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada anggota DPRD DIY dan Disnaker yang telah mengapresiasi kebutuhan masyarakat berupa pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Eko berharap kedepannya hubungan yang sudah terjalin dapat ditingkatkan, artinya hubungan timbal balik dengan Anggota Dewan yang sudah terjalin menjadi modal pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Syukron Arif Mutaqin, anggota DPRD DIY yang mengawal program padat karya di Kamal Kulon dalam pengarahannya menyampaikan bahwa program yang dibawa ke masyarakat adalah wujud aspirasi pembangunan masyarakat sendiri yang berdampak pada pembangunan lingkungan.

“Aspirasi dalam bentuk program untuk masyarakat adalah alat untuk saling memberi manfaat,” tandas Syukron.

Bambang Pamungkas dari Disnaker Kabupaten Sleman dalam penjelasan berkenaan dengan pedoman pelaksanaan padat karya mengatakan bahwa padat karya merupakan bentuk kegiatan pemberdayaan sehingga hak dan kewajiban masyarakat yang terlibat sebagai pekerja juga harus dipahami.

Bambang menjelaskan tentang syarat usia pekerja, lamanya jam kerja dan penggunaan alat kerja. Meskipun di lapangan tetap memperhitungkan kearifan lokal.

Diingatkan juga oleh Bambang bahwa pendanaan Padat karya ini akan turun dalam 2 termin dengan pembagian 30 % termin 1 dengan peruntukan kegiatan sosialisasi, pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan, sebagian pembelian material dan alat.

“Sedangkan termin ke 2 sebesar 70 % digunakan untuk upah pekerja, pajak, material dan honor dari swakelola,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Bambang mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pedoman pelaksanaan padat karya dengan tertib administrasi termasuk mengisi daftar hadir dan penerimaan upah serta pembayaran pajaknya.

Tri Fajar Kusuma, fasilitator/pendamping padat karya secara teknis menyampaikan pedoman pelaksanaan di lapangan termasuk  volume pekerjaan drainase dengan dimensi yang sesuai spek dan campuran semen, split, pasir yang standart. Untuk Kamal Kulon, volume drainase jalan yang akan dibangun sebesar 32,8 m3. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pentingnya Mengenali Gejala Awal Kanker Serviks dan Payudara

Sleman – Tim Penggerak PKK Kapanewon Tempel menggelar pertemuan rutin dengan melakukan pembahasan mengenai penyakit Kanker Serviks dan Kanker Payudara pada Rabu (15/5/2024) di Pendopo Kapanewon Tempel, Sleman.

Hadir sebagai narasumber Kepala Cabang Lembaga Penyuluhan Kanker Indonesia ( LPKI ) DIY dan Jawa Tengah, Humanita Sociany Fluriana.

Panewu Tempel, Nurhayati Agung Dwi Maryoto dalam sambutannya memberikan support untuk PKK Margorejo yang akan menghadapi lomba administrasi PKK sebagai rangkaian lomba Kalurahan Inovatif dan juga kepada PKK Banyurejo yang akan menghadapi lomba UP2K dan POKJA 2 yang maju ke tingkat kabupaten.

Penyuluhan yang disampaikan dari LPKI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK supaya lebih mengenali penyakit kanker serviks dan kanker payudara.

Humanita dalam pemaparan materinya menyampaikan terkait edukasi mengenai tanda dan gejala kanker , penyebab , cara mengatasi dan hal yang harus dihindahi agar jauh dari penyakit kanker .

“Dari kegiatan penyuluhan ini bisa  bermanfaat buat pengetahuan bagi ibu-ibu akan bahaya nya penyakit kanker. Lemahnya pengetahuan akan dari penyakit kanker dapat memicu meningkatnya angka kematian,” ungkapnya.

Kelompok ibu-ibu PKK yang terdiri dari kurang lebih 30 orang ini diharapkan memiliki pemahaman  faktor risiko penyakit kanker baik itu kanker payudara atau  kanker serviks.

“Deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks sebelum kanker menyebar dapat membantu dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mendeteksi sendiri gejala-gejala kanker payudara dan kanker serviks sedini mungkin sangat diperlukan untuk dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh kedua penyakit ini,” pesan Humanita. (sbd_KIM Tempel)




Pemerintah Kalurahan Margorejo Salurkan BLT DD Tahap 5

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD ) tahap 5 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk tahun anggaran 2024 pada Rabu  (15/5/2024). Bertempat di Gedung Serba Guna Komplek Balai Kalurahan Margorejo, kegiatan ini dihadiri oleh Anwar Insani selaku Kamituwo, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) salur ke-5 sejumlah 39 orang. Pelaksanaan penyaluran dibantu oleh Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo.

“Untuk penyaluran BLT DD tahap ke 5 ini sebanyak 39 keluarga, dengan jumlah uang ,- per keluarga,” ungkap Anwar Insani.

Anwar mengharapkan dengan adanya program BLT DD ini dapat meringankan beban  masyarakat.

“Semoga apa yang telah diprogramkan Pemerintah dapat membantu warga, kami selaku pemerintah Kalurahan sangat mendukung dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa ini dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Acara di mulai pukul WIB, dilanjutkan dengan Verifikasi Berkas serta mencocokan dengan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun anggaran 2024. Setelah verifikasi data sesuai KPM mendapatkan bantuan uang sebesar ,00 untuk penerimaan bulan Mei.

Seperti tahun sebelumnya, bantuan BLT-DD ini masih berfokus pada pemulihan ekonomi berupa perlindungan sosial dan penanganan rentan kemiskinan ekstrim.(sbd_KIM Tempel)