Pentingnya Penangan Cepat Kesehatan Jiwa

Sleman – Kader kesehatan adalah mereka yang membantu petugas kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang memiliki perilaku hidup sehat, termasuk di dalamnya dalam hal kesehatan jiwa.

Sebagai kepanjangan tangan Puskesmas di masyarakat, maka untuk merefresh kembali pemahaman para kader tentang pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa, maka Puskesmas Tempel 2 menyelenggarakan sosialisasi bersama Kader Kesehatan se Kalurahan Pondokrejo di Aula Puskesmas Tempel 2 yang terletak di Kemusuh Banyurejo Tempel  Sleman,pada Jum’at (17/5/2024).

“Dengan refresh tersebut diharapkan kader kesehatan kembali mendapatkan ilmu dan pemahaman tentang kesehatan jiwa sehingga dapat melakukan deteksi awal, melakukan penanganan sekaligus tindak lanjut apabila terjadi kasus,” jelas Army Widyastuti, Psikolog Puskesmas Tempel 2

Lebih lanjut Army menjelaskan bahwa dalam kesehatan jiwa ada 3 macam yaitu orang dengan jiwa sehat, orang dengan masalah jiwa (ODMJ), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sebagai narasumber,  Lilis Cahyareni, Psikolog dari RSU Daerah Sleman menjelaskan bahwa sesuai UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014, yang dimaksud dengan gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku yang terlihat dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

” Tanda gangguan jiwa jika sedih berkepanjangan dalam waktu yang lama, kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari dalam kebersihan, makan, minum dan beraktivitas berkurang, motivasi untuk melakukan kegiatan menurun, marah tanpa sebab dan mengamuk, menyendiri dan tidak mau bergaul,” ungkapnya.

“Selain itu gangguan jiwa juga bisa dilihat pada tidak memperhatikan penampilan/kebersihan diri, mengatakan atau mencoba bunuh diri serta bicara atau tertawa sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah jika tanda tersebut berlangsung dalam waktu lebih dari dua minggu dan mengalami beberapa tanda sekaligus,” jelasnya.

Selain itu Lilis juga menjelaskan tentang halusinasi, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, kurang perawatan diri serta resiko bunuh diri serta tanda-tandanya.

“Segera konsultasikan ke puskesmas apabila menemui gejala gangguan jiwa maupun gejala kekambuhan. Karena klien dapat bekerja dan produktif kembali apabila mendapatkan pendampingan dan penanganan yang tepat,” jelasnya.

Dirinya menggarisbawahi agar ketika menemui kondisi gawat darurat yaitu kondisi kejiwaan seseorang yang harus segera mendapatkan bantuan oleh tenaga kesehatan. Suatu gangguan dapat disebut darurat ketika gangguan tersebut mengganggu dan membahayakan baik individu yang memiliki gangguan maupun orang disekelilingnya, misalnya gaduh, gelisah dan risiko bunuh diri.

“Untuk prosedur pengobatannya, bila mampu rujuk mandiri maka keluarga dapat langsung mengantar ke rumah sakit. Bila tidak mampu rujuk mandiri maka bisa lapor ke kader, atau puskesmas, untuk turut mengantarkan ke rumah sakit,” jelasnya.

“Untuk rujukan, jangan lupa menyertakan fotokopi KK, KTP pasien, KTP penanggung jawab, bpjs asli/aplikasi mobile JKN, dan surat rujukan faskes 1 . Namun jika gawat darurat bisa langsung ke RS atau puskesmas,” tutupnya. (sbd_kimtempel)




Mba Maya Mudahkan Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha

Sleman – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Unit Tempel menggelar sosialisasi di Balai Serbaguna Kantor Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel, terkait program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) “Mba Maya” (Merdeka dan Berdaya) kepada para warga masyarakat khususnya ibu-ibu prasejahtera produktif non bankable pada Jum’at , (17/5/2024).

Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk menyampaikan informasi terkait dengan isi dari berbagai program yang ada di dalam Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) “Mba Maya” (Merdeka dan Berdaya), seperti dengan kegiatan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro dan kecil yang merupakan nasabah binaan PNM.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Perwakilan dari PNM MEKAR Unit Tempel dan dari BRI Cabang Sleman serta dari pemerintah Kalurahan Margorejo diwakili oleh Ariyanto Wibowo, serta para warga yang mayoritas adalah para pelaku usaha ultra mikro.

Dalam sambutannya, Carik Margorejo Ariyanto Wibowo, menyampaikan ucapan terimakasih kepada PNM MEKAR Unit Tempel yang telah memberikan pembinaan dan sosialisasi untuk warga Margorejo khususnya dan masyarakat Kapanewon Tempel pada umumnya.

Perwakilan  dari PNM MEKAR Unit Tempel,  Dinda Elsysi , menyampaikan  bahwa PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekar) merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukan bagi perempuan pra-prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

“Diharapkan dengan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) “Mba Maya” (Merdeka dan Berdaya) di Kalurahan Margorejo,  apa yang disampaikan bisa bermanfaat dan berguna bagi semua pihak,” pungkasnya.

Selanjutnya dalam upaya untuk mendorong para nasabah usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjangkau layanan perbankan, PNM Mekar Unit Tempel melakukan kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) cabang Sleman.

“Kerjasama ini berupa penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa tabungan dan e-Banking BRI untuk nasabah UMKM. Harapannya, UMKM semakin berkontribusi pada ekonomi nasional,” ungkap Dinda.

Perwakilan dari  BRI Cabang Sleman, Rena Perwita, mengatakan kerjasama ini merupakan upaya modernisasi UMKM. Bukan hanya itu, ini juga menjadi bagian sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Penandatanganan kerjasama ini menjadi wujud sinergi BUMN dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas hidup para pengusaha UMKM. Pengembangan usaha kecil perlu dilakukan dengan sistem perbankan modern yang lebih efisien dan berkualitas seperti yang disediakan oleh BRI,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)




Coworking Space Diskominfo DIY Gelar Pelatihan Foto Jurnalistik

Untuk meningkatkan keterampilan dan kemahiran di bidang fotografi bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) maka Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas komunitas khususnya pembuatan foto jurnalistik yang menarik agar dapat digunakan dalam menyampaikan pesan atau cerita yang kuat bagi pembacanya yang berlangsung di Ruang Kresna, Kantor Dinas Kominfo DIY, Rabu (15/5/2024) sore.

Dalam sambutan pembukanya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, ., berharap kepada seluruh para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan secara tuntas agar dapat mengekplorasi kemampuannya dan lebih berkembang keterampilan fotografinya dalam mendukung liputannya.

Hadir sebagai narasumber Fotografer Harian Kompas, Ferganata Indra Riatmoko yang memberikan beberapa tips membuat foto yang dapat menarik perhatian pembaca dengan cepat. Menurutnya sebelum memotret perlu memperhatikan komposisi dengan cara mengamati ruang kosong, garis dan elemen lainnya di sekitar subyek menggunakan aturan sepertiga atau ekperimen dengan komposisi yang tidak simetris untuk menciptakan ketertarikan visual.

Sebaiknya menggunakan cahaya alami sebanyak mungkin, seperti saat matahari terbit atau tenggelam guna memberikan atmosfer yang menarik. Serta mencoba sudut yang tidak biasanya dengan memotret dari atas, bawah, atau samping demi memberikan perspektif yang menarik.

“Yang perlu diingat adalah hindari cahaya langsung yang terlalu terang atau bayangan yang terlalu keras karena pencahayaan memainkan peran besar dalam menciptakan sebuah foto yang menarik,” jelas Indra.

Di akhir paparan materinya, Indra mengingatkan perlunya mempertimbangkan background foto dan memastikan latar belakang tidak mengganggu subyek utama. Jika memungkinkan perlu memilih latar belakang yang sederhana atau menerapkan teknik blur (Depth of Field) untuk mengaburkan latar belakang karena memiliki latar belakang yang kabur dapat membuat subjek pemotretan lebih menonjol.

“Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan setting, komposisi dan teknik yang berbeda, serta tidak ragu untuk mengeditnya secara bijak agar tidak berlebihan yang dapat mengakibatkan hasil foto terlihat tidak alami,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Hadiri Forkom KWT di Donoharjo, Bupati Sleman Apresiasi Peran Petani

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri forum komunikasi  Kelompok Wanita Tani (KWT) , Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dan Petani Milenial yang digelar oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3 ) Kabupaten Sleman bertempat di Embung Jetis suruh , Donoharjo , Ngaglik , Sleman pada Kamis (16/5/2024)

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari hari jadi ke 108 Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 orang tersebut menampilkan berbagai kegiatan diantaranya pameran Inovasi  produk-produk pertanian , peternakan, bazar sembako dan produk-produk dari kelompok wanita tani (KWT) yang berada di wilayah binaan UPTD BP4 se-kabupaten Sleman.

“Pada bazar pangan murah ini kami juga mensubsidi seribu rupiah untuk setiap komoditas,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini  juga diisi dengan pemaparan terkait dengan pembuatan konten pemasaran hasil pertanian dan motivasi dalam usaha pertanian di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kontribusi para petani dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.

“Untuk menjaga ketahanan pangan dibutuhkan kolaborasi , jejaring dari berbagai pihak baik pemerintah kelompok tani, penyuluh pertanian,  petani milenial dan sebagainya” katanya.

Menurutnya, Forum komunikasi antara KWT PPS dan petani milenial sangat diperlukan untuk membangun pertanian Kabupaten Sleman.

“Penyuluh pertanian swadaya adalah para petani senior yang punya banyak pengalaman di bidangnya, kelompok wanita tani merupakan  motor penggerak pemanfaatan pekarangan dan juga pengolah hasil pertanian sedangkan petani milenial adalah petani muda  yang melek teknologi dan inovasi pertanian, sehingga jika ada sinergitas akan memudahkan tercapainya ketahanan pangan di kabupaten Sleman ini. Apalagi Sleman merupakan lumbung padi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kustini mengatakan bahwa di Sleman terdapat 320 hektar lahan tidur yang nantinya akan dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Untuk itu terus dicari titik sumber air yang bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian.

Di akhir acara, Kustini menyerahkan bantuan pengadaan sumur ladang,  bantuan benih aneka sayuran dan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Dinas PMK Sleman Lakukan Pembinaan Pengisian Pamong Kalurahan Merdikorejo

Sleman – Dinas Pemberdayaan Masyarakak Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar Pembinaan Persiapan Pengisian Pamong Kalurahan Merdikorejo di Pendopo Kapanewon Tempel, Sleman, Jumat (17/5/2024).

Aulia Frida dari Bidang Pengembangan, Kelembagaan, dan Aparatur Kalurahan Dinas PMK Sleman menyampaikan bahwa dalam Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana telah dirubah atas Permendagri Nomer 67 tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomer 83 Tahun 2015 Tentang pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Selanjutnya Aulia juga menyampaikan dari Dinas PMK berkenan akan menfasilitasi kegiatan seperti Bimtek untuk penentuan tata tertib dalam Pengangkatan Pamong atau Dukuh dengan mengajukan surat permohonan ke Dinas PMK

“Output dari kegiatan ini harapannya dapat memperjelas terkait peraturan  dalam pengangkatan dan pemberhentian supaya dalam pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar sesuai ketentuan yang di tetapkan,” tutup Aulia. (Dony/KIM Tempel)