Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Minat Baca, DPAD DIY Bedah Buku Cinta Dua Cahaya

Sleman – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerjasama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Cinta Dua Cahaya di Aula Kapanewon Berbah, Senin (20/5). Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan bisa meningkatkan minat bacanya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan mengatakan program bedah buku menyasar di seluruh wilayah DIY. Adapun tema yang diberikan bervariasi disesuaikan dengan kondisi terkini, sehingga masyarakat dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

“Program ini menjadi bagian untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat di wilayah DIY,” ungkapnya

Adapun tema yang dipilih, ungkap Sofyan, berkaitan dengan pembinaan dan penguatan keluarga yang harmonis, yakni buku berjudul Cinta Dua Cahaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta yang hadir mendapatkan nilai manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam upaya membentuk ketahanan keluarga yang jauh dari berbagai permasalahan.

“Buku ini bisa memberikan inspirasi dalam membentuk bahtera keluarga yang harmonis. Ini bisa dipelajari oleh peserta yang hadir dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara Sekretaris DPAD DIY Martono Heri Prasetyo, mengungkapkan bahwa acara bedah buku terselenggara berkat kerja sama DPAD dengan DPRD DIY dan digelar di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Tujuan utama kegiatan untuk meningkatkan minat baca di masyarakat.

“Dari sisi minat baca, warga di DIY merupakan yang tertinggi di Indonesia, tetapi masih butuh ditingkatkan lagi,” katanya.

Dijelaskan oleh Martono, manfaat membaca buku tidak hanya untuk peningkatan program literasi, namun juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Oleh karena itu, ia meminta kepada warga agar tidak membaca WhatsApp atau media sosial lainnya, tetapi gerakan membaca buku juga butuh ditingkatkan.

“Dari buku yang dibaca, kita juga bisa mendapatkan Inspirasi. Contohnya bedah buku berjudul Cinta Dua Cahaya diajarkan tentang upaya membina hubungan keluarga yang baik,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




SMK Ahmad Syafii Sleman Sabet Juara 1 Lomba Desain Alat Ukur SMA/SMK/MA Tingkat Nasional

Sleman – SMK Ahmad Syafii Kabupaten Sleman berhasil membawa Juara Nasional 1 Lomba Desain Alat Ukur SMA/SMK/MA Tingkat Nasional Tahun 2024.

Hadiah diserahkan bersamaan dengan Seminar “Penguatan Infrastruktur Metrologi untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi dan Lingkungan yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Jakarta, Senin (20/5/2024).

Dalam sambutannya, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi tinggi terhadap kredit karbon dunia. Kukuh juga memastikan akurasi pengukuran untuk mendukung transformasi ekonomi serta lingkungan yang iklusif dan berkelanjutan.

Karena itu, ujar Kukuh, usaha untuk mengurangi emisi karbon telah menjadi sebuah tantangan sekaligus potensi bagi Indonesia.

“Pengukuran yang akurat, reliabel dan tertelusur dari gas rumah kaca dan polutan menjadi basis yang penting untuk mendukung pemantauan dan penurunan emisi dalam upaya mencapai target Net Zero Emission,” tukasnya.

Dalam perlombaan desain alat ukur tingkat nasional tersebut, setelah dijaring dan dinilai dari seluruh peserta se-Indonesia, diumumkan para pemenang dalam acara puncak Hari Metrologi Dunia 2024 di Jakarta, dengan juara pertama yakni SMK Ahmad Syafii Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Juara Kedua SMA Negeri I Berau, dan Juara Ketiga SMK Negeri I Muntok.

Berhasil menyabet juara, siswa SMK Ahmad Syafii Sleman Afgan Maulana, mengatakan alasannya ia bersama timnya tercetus ide membuat desain alat ukur adalah untuk membantu penyandang disabilitas.

“Ide ini muncul ketika saya dan teman-teman memiliki motivasi untuk membantu para pedagang yang memiliki keterbatasan disabilitas,” ujar Afgan.

Lebih lanjut, Afgan berharap, desain alat ukur yang diciptakan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. (Athiful/KIM Depok)




Program Padat Karya Padukuhan Patran Beri Manfaat Sosial Ekonomi Masyarakat

Sosialisasi program padat karya infrastruktur pemeliharaan jalan corblok lingkungan permukiman Padukuhan Patran Kalurahan Banyuraden dihadiri Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hj. Yuni Satia Rahayu, didampingi Jagabaya dan Ulu-Ulu Banyuraden, Dukuh Patran, Lembaga pemberdayaan Masyarakat Banyuraden, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan warga padukuhan setempat.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Patran, Selasa (21/5/2024) merupakan instrument yang kuat untuk memperbaiki infrastruktur jalan sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat karena dapat mengurangi pengangguran dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin, memupuk rasa kebersamaan atau gotong royong dan partisipasi masyarakat, meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat, serta mewujudkan peningkatan akses masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa program padat karya yang akan dilaksanakan ini merupakan pokok-pokok pikiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan permintaan warga masyarakat Padukuhan Patran yang diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya perbaikan jalan.

“Nantinya ada 52 orang yang akan bekerja dengan tepat waktu. Persyaratannya tidak berubah seperti tahun lalu dan tidak diperbolehkan menggunakan alat berat. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah tertib dalam administrasinya,” terang Hj. Yuni dihadapan peserta sosialisasi.

Menurutnya, program padat karya infrastruktur untuk pemeliharaan jalan merupakan inisiatif yang sangat penting guna meningkatkan kondisi jalan dan memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Adapun langkah-langkah umum yang dapat diambil dalam merancang program tersebut yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan anggaran, penyusunan rencana kerja, perekrutan tenaga kerja, Pembelian Bahan dan Peralatan, Pelaksanaan Pekerjaan, Pemeliharaan dan Pemantauan, Evaluasi Program, Keterlibatan Masyarakat, serta Pelaporan dan Transparansi.

Di akhir kegiatan, Ia menerangkan program padat karya infrastruktur untuk pemeliharaan jalan memiliki beragam manfaat, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan yang meliputi peningkatan kondisi jalan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aksesibilitas, stimulasi ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, pengurangan kemacetan, peningkatan keselamatan jalan, juga perlindungan lingkungan.

Secara menyeluruh, program padat karya infrastruktur untuk pemeliharaan jalan yang dilaksanakan di wilayah Dusun Patran memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan regional. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




DPRD DIY Gandeng DLHK Gelar Pembinaan Pengelolaan Sampah Mandiri di Seyegan

Diikuti 4 Kelompok Wanita Tani (KWT) dari 2 Kalurahan yaitu KWT  Sekar Dadi Jagalan (Margodadi), KWT Arum Sari Tegalweru (Margodadi), KWT Mekar Jamblangan (Margomulyo) dan KWT Melati Mulyo Ngemplak (Margomulyo), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengadakan pembinaan pengelolaan sampah mandiri yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/5/2024) di Rumah Makan Genduk Wulan Margodadi Seyegan.

Syamsul yang mewakili Kepala DLHK DIY menyampaikan bahwa dalam rangka pelaksanaan program peningkatan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan lingkungan hidup untuk masyarakat, DLHK DIY mengadakan kegiatan pembinaan pengelolaan sampah mandiri.

“Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah Rumah Tangga secara mandiri dari sumbernya,” ujar Syamsul menjelaskan tujuan dari pembinaan pengelolaan sampah.

Syukron Arif Mutaqin, Anggota DPRD DIY dari Komisi D yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dengan kondisi Yogya yang darurat sampah ini diharapkan ada pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat.

Syukron menambahkan sengaja menghadirkan ibu ibu KWT karena memang sampah lebih dekat dengan ibu ibu. Terlebih Kelompok KWT yang mempunyai kegiatan pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman. Ada kebutuhan pupuk yang dapat dipenuhi dengan pembuatan kompos dari sampah organik.

“Disamping itu Pemda DIY tidak saja memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas, namun juga siap untuk menyediakan alat pengolah sampah yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Dibagian akhir, Syukron memberi bekal berkaitan dengan pengajuan program yang ada di masyarakat. Dijelaskan oleh Syukron, program yang melewati jalur eksekutif dari mulai musdus, muskal dengan skala prioritas kegiatan sampai dengan Musrenbang tingkat Kapanewon.

“Sedangkan jalur legeslatif ditempuh dengan kegiatan aspirasi melalui Pokir anggota DPRD yang dijadikan sebagai alat komunikasi di masyarakat dan dituangkan dalam RKPD baru di Musrenkan,” terangnya lagi.

Asih Rahayu, praktisi sampah Seyegan yang juga pengurus Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman memberikan materi yang pertama mengenai bagaimana mendirikan Bank Sampah. Diawali dengan penjelasan mengenai sampah, regulasi tentang pengelolaan sampah dan jenis jenis sampah.

Asih juga menyampaikan kondisi Yogya yang darurat sampah apalagi setelah sejak 16 April 2024 TPST Piyungan ditutup. Asih mengajak kepada kelompok KWT untuk meringankan beban pemerintah dengan ikut serta dalam pengelolaan sampah.

“Artinya dengan pengelolaan sampah ditingkat sumbernya akan dapat mereduksi timbulan sampah yang dihasilkan,” tutur Asih.

Asih memberikan contoh jenis jenis sampah anorganik yang laku jual dan juga cara mengolah sampah organik yang dihasilkan.

“Mendirikan Bank Sampah termasuk yang direkomendasikan untuk didirikan di masyarakat dengan semangat pilah sampah dari rumah,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengelolaan sampah organiknya, Asih mencontohkan beberapa alat sederhana mulai dari komposter, biopori, losida, biopot, dan ember tumpuk.

Arya, praktis sampah dati kadipiro Margodadi yang juga pendiri Sedekah Sampah Taruna Bakti menjadi Narasumber kedua yang memberikan materi khusus tentang bagaimana menjalankan sedekah sampah yang selama ini dijalankan. Bermula dari kerelawanan muda mudi kadipiro dalam memberikan sosialisasi kepada warga dan juga memberikan kantong pemilah secara gratis kepada masyarakat.

Arya menceritakan suka duka menjalankannya yang sampai sekarang sudah melibatkan sebanyak 103 rumah yang menjadi anggota Sedekah Sampah. Dalam perjalannya, Taruna Bakti juga mendapat hibah dari CSR BRI yang diwujudkan dalam bentuk bangunan dan isinya dan juga kendaraan roda tiga untuk operasional. Hibah tersebut diterima pada tahun 2022 dengan total nominal 400 juta lebih.

Baik Asih maupun Arya mengajak kepada peserta untuk bergerak bersama menangani sampah di lingkungan masing masing dalam wadah bank sampah maupun sedekah sampah. Hal ini sejalan dengan harapan Bupati Sleman untuk berdirinya bank sampah atau sedekah sampah sebanyak sesuai dengan banyaknya padukuhan yang ada di Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kalurahan Balecatur Sosialisasikan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas yang  Dilakukan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Balecatur bekerja sama dengan  Dinas Perhubungan DIY, Polantas DIY dan BPTD DIY mengadakan Sosialisasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Selasa (21/5/2024). Kegiatan dihadiri oleh Andri Septianto, Lurah Balecatur, dan Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad.

Widya, perwakilan Polantas Polda DIY menuturkan, kegiatan ini penting dilakukan untuk menekan kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan raya.

“Untuk itu dilakukan manajemen dan rekayasa lalu intas dengan memasang devide yang ada di depan pom bensi Ngaran, jalan Wates km.8, juga memasang garis kejut di depan jalan masuk ke Rumah Sakit PKU Gamping, karena di situ dirasa sangat rawan karna banyak penyeberang, dan pita kejut dipasang dari 2 arah, dari arah barat dan dari arah timur,” jelasnya.

Hal tersebut didukung oleh Ana Noviana, dari BPTD DIY. Menurutnya, pemasangan tersebut sudah melalui pertimbangan dari pihak terkait.

“Supaya lakalantas bisa ditekan se-minim mungkin,” ujarnya.

Lurah Balecatur, Andri mengaresiasi manajemen dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan ini. “Karena wilayah Balecatur dilewati jalan nasional, sehingga sangat ramai dan padat lalu lintasnya, sehingga sangat rawan kecelakaan,” kata Andri. (Antok/KIM Gamping)