Mandungan I Margoluwih Ikuti Evaluasi Kampung Hijau Tingkat Kabupaten Sleman

Sleman – Padukuhan Mandungan I Kalurahan Margoluwih terpilih dan ditunjuk mewakili Kapanewon Seyegan dalam lomba Evaluasi Kampung Hijau tingkat Kabupaten Sleman tahun 2024. Proses lomba sendiri memasuki penilaian administrasi dan fisik dilapangan oleh tim penilai kabupaten yang terdiri Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Bappeda, DLH Kabupaten Sleman dan juga didampingi oleh LSM pada hari Rabu (22/5/2024).
Sunaryo, Lurah Margoluwih, dalam sambutannya mengucapkan Evaluasi Kampung Hijau sebagai langkah awal untuk komitmen semua elemen masyarakat untuk menjaga dan peduli lingkungan sehingga keberlanjutan kegiatan dapat terus dilakukan.
“Manfaatkan lahan pekarangan rumah yang ada untuk kegiatan masyarakat dan mengelola sampah rumah tangga dengan prinsip 3 R sehingga Mandungan I dapat menjadi contoh bagi padukuhan lainnya dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sebelumnya di bulan Februari, Padukuhan Mandungan I pernah kedatangan tim juri untuk melakukan pembinaan sekaligus memberi arahan arahan sehubungan dengan lomba kampung hijau yang akan diikuti.
“Kriteria penilaian dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk lomba kampung hijau,” tutur Sunaryo.
Ketua Tim Juri Kabupaten Sleman, Eni Yuliani, yang merupakan Kepala Bidang pengendalian lingkungan DLH Kabupaten Sleman menyampaikan aspek atau indikator penilaian kampung hijau yaitu pengelolaan sampah, penghijauan dan pemanfaatan ruang publik (RTH), partisipasi masyarakat, sanitasi dan kebersihan lingkungan, upaya konservasi sumber daya air.
“Penilaiannya sendiri meliputi Administrasi dan verifikasi Fisik (Lapangan),” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kampung hijau Mandungan I oleh Niken yang memaparkan kegiatan kegiatan pendukung, baik mengenai visi misi padukuhan, sarana fisik terbangun, kelembagaan, kondisi ekonomi, pemanfaatan lahan sampai dengan kawasan tanaman pangan.
Setelah mendengar paparan, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi yang dibagi menjadi 2 tim yaitu tim evaluasi administrasi dan tim verifikasi Lapangan.
Kurang lebih 1 jam tim verifikasi lapangan melihat aspek penilaian fisik di lapangan, dari pemanfaatan ruang terbuka hijau, lahan rumah warga yang penuh dengan tanaman sayur, toga dan tanaman hias. Tim juri juga melihat pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman per RT, gerakan hemat air, pengelolaan sampah organik dengan komposter skala rumah tangga dan ember tumpuk.
Di kebun KWT selain budidaya tanaman sayuran juga budidaya ayam petelur untuk pemenuhan protein hewani. Masih di lokasi yang sama dibangun juga tempat pembuangan sampah khusus anorganik. Di sepanjang jalan, pemanfaatan drainase juga terlihat dengan budidaya ikan dalam karamba.
Setelah veifikasi lapangan , tim juri kembali dengan memberikan kesan dan pesan.
“Kami dari tim penilai Kabupaten Sleman salut dengan kekompakan dan kegotongroyongan warga Padukuhan Mandungan I dalam menata lingkungan dan administrasinya, guyup rukun warganya tetap terjaga dengan sangat baik dan antusias setiap kegiatan yang ada”, demikian komentar pertama disampaikan oleh Mustika Dewi, yang mewakili tim juri dalam memberikan pesan dan kesan.
Diakhir acara Penewu Seyegan, Samino, berharap semoga Padukuhan Mandungan I dapat meraih hasil terbaik dalam evaluasi Kampung Hijau ini,
“Warga Padukuhan Mandungan I rata rata sudah sadar pentingnya penanaman tanaman hias, tanaman perindang, tanaman sayur maupun tanaman obat yang dapat membantu dan melindungi ekosistem lingkungan. Sebagian besar warga Padukuhan Mandungan I sudah sadar bahwa adanya Ruang Publik yang bersih dan nyaman akan mencapai kehidupan yang sehat besok jasmani maupun rohani,” tutur Samino.
Diakhir sambutannya, Samino menekankan keberlanjutan program kampung hijau yang tidak sebatas pada lomba, tapi pengelolaan lingkungan dengan banyak aspek tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga mempunyai nilai lebih bagi masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)
