Bupati Sleman Hadiri Kegiatan Evaluasi Kalurahan Inovatif  Margorejo Tempel

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir dalam kegiatan evaluasi Kalurahan Inovatif  di Kantor Kalurahan Margorejo, Selasa (28/5). Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus meninjau stand UMKM Kalurahan Margorejo yang menyuguhkan berbagai produk kuliner hingga fashion.

Kustini menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Kalurahan Margorejo dalam mempersiapkan evaluasi Kalurahan Inovatif ini.

Dirinya mengimbau agar masyarakat terus berkreasi untuk menghasilkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan.

Kustini menambahkan, inovasi pada masing-masing Kalurahan tak hanya meningkatkan perekonomian, namun juga memberikan dampak pada penyelesaian masalah sosial, pengelolaan sampah, hingga pencegahan stunting.

“Harapannya inovasi yang telah dibuat tak hanya berhenti sampai disitu saja, namun juga perlu terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman,” ujar Kustini.

Saat meninjau stand simulasi pelayanan masyarakat hingga stand UMKM, Kustini menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan yang dilakukan kalurahan. Ia berharap, segala upaya yang dilakukan bisa mendorong kreatifitas dan kemandirian warga. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu cara mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Semoga akan lahir ide-ide baru untuk mendukung aspek perekonomian, kesehatan hingga sosial,” ucap Kustini.

Namun, ia mengingatkan agar lomba kalurahan inovatif ini tidak sekedar lomba semata. Tetapi harus diniatkan untuk peningkatan kualitas di masing-masing kalurahan.

”Dengan begitu, manfaatnya dapat kita rasakan lebih luas,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMK Samsul Bakri menyampaikan, Lomba Kalurahan Inovatif merupakan salah satu gagasan Bupati Sleman agar inovasi bisa terus muncul, terutama dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan masyarakat hingga pelayanan publik.

Sementara itu Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menyampaikan ucapan bangga karena Margorejo diamanahkan dalam menyelenggarakan presentasi Kalurahan Inovatif. Menurutnya, agenda ini tak hanya sebagai sebuah kompetisi, namun juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih karena diberi amanah dalam melaksanakan agenda hari ini. Semoga kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Kalurahan Margorejo. Karena jika kita lihat sebagai lomba hanya berakhir di hari ini, namun yang lebih penting bagaimana kita menindaklanjuti dari program yang telah dibentuk,” kata Muh Ridwan.

Muh Ridwan memaparkan, usai Kalurahan Margorejo ditetapkan sebagai peserta evaluasi Kalurahan Inovatif,  pihaknya kemudian menyusun beberapa langkah kegiatan, di antaranya membentuk tim motivator Kalinov hingga melakukan pendataan, monitoring, dan evaluasi kegiatan.

“Untuk selanjutnya kami melakukan langkah pembinaan pada bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Semoga beberapa kegiatan di atas dapat mendukung terwujudnya Pembangunan keluarga sakinah di masyarakat,” begitu ujarnya. (sbd_kimtempel)




Rakorpim Gamping Titikberatkan Pengelolaan Sampah

Rapat Koordinasi Pimpinan Kapanewon Gamping, Selasa (28/5/2024) dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah (Anggota Komisi D), H. Suryana (Sekretaris Komisi A), dan Sri Riyadiningsih (Anggota Komisi B). Kegiatan yang digelar di Omah Kopi Cokrowijayan, Banyuraden, Gamping, Sleman dipimpin oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana didampingi Panewu Anom Gamping, R. Hery Subagio.

Adapun peserta rapat antara lain Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP, Louis Stefanus Gregory, Wakil Komandan Koramil 17 Gamping, Kapten Wahyani, Kepala Puskesmas Gamping I, Kepala Puskesmas Gamping II, Kepala Kantor Urusan Agama Gamping, Koordinator Wilayah Gamping, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kepala Balai Penyuluh Keluarga Berencana, Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama, serta Lurah dan jajarannya,

Kegiatan menitikberatkan pada permasalahan sampah yang harus dikelola dengan baik untuk menjaga lingkungan yang lebih bersih, melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keberlanjutan ekosistem, dan mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim.

Panewu Gamping, Tamzis Sarwana menyebutkan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di wilayah Kabupaten Sleman tidak mungkin dapat menyelesaikan permasalahan sampah secara keseluruhan tanpa didukung pendirian tempat pengolahan sampah di tingkat kapanewon.

“Di wilayah Kapanewon Gamping akan didirikan tempat pengolahan sampah terpadu yang berada di daerah Mancasan Lor dan Mancasan Kidul guna melakukan daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah, seperti sampah organik yang dibuat kompos dan sampah anorganik yang di daur ulang menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali,” sebut Tamzis.

Sementara, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok pegiat sampah terkait pengelolaan sampah berupa pembinaan dan pelatihan pengelolaan sampah, penyediaan sarana dan prasarana seperti gerobak sampah, drum, komposter, timbangan, kantong plastik sampah, serta sepeda motor roda tiga.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu didirikan guna menampung dan mengelola sampah dengan cara yang aman untuk lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui penggunaan teknologi dan prosedur yang tepat untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan, serta membantu mencegah penyebaran penyakit yang dapat berasal dari sampah.

Edukasi agar memberdayakan masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam inisiatif lokal yang berhubungan dengan pengelolaan sampah, seperti program pengumpulan sampah, kegiatan pembersihan lingkungan, dan proyek-proyek daur ulang harus dilakukan secara masif demi membantu meningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya daur ulang sebagai cara untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, pun mengurangi penggunaan sumber daya alam yang berharga. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Raih Peringkat Kelima Terbaik SPBE se-Indonesia, Pemkab Sleman Dapat Penghargaan dari Presiden RI

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di pertengahan tahun 2024 ini, Pemkab Sleman berhasil meraih prestasi Digital Government Award (DGA) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan-RB) atas kinerja Pemkab Sleman dalam penguatan arah kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional sebagaimana arahan Presiden RI.

Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan SPBE Summit 2024 dan peluncuran GovTech Indonesia yang dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah instansi pemerintah pusat dan daerah menerima apresiasi dari KemenPan RB. Sedangkan Pemkab Sleman, masuk dalam 10 besar terbaik DGA kategori Pemerintah Daerah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan Digital Government Award merupakan apresiasi tertinggi dalam penerapan pemerintah digital kepada seluruh instansi pusat dan pemerintah daerah untuk mencapai tingkat kematangan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Menurutnya, penghargaan Digital Government Award merupakan hasil penilaian dan evaluasi SPBE yang telah dilakukan secara berjenjang. Penilaian dan evaluasi dimulai dengan tahapan penilaian mandiri yang kemudian dilanjutkan penilaian oleh asesor dari 30 Perguruan Tinggi.

Sementara itu untuk penilaian final dilakukan oleh Tim Koordinasi SPBE Nasional, dipimpin oleh Kementerian PANRB beserta Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara untuk Kabupaten Sleman, Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pada Instansi Pusat Dan Pemerintah Daerah tanggal 11 Januari 2024, Pemkab Sleman memperoleh hasil pencapaian Indeks SPBE Tahun 2023 sebesar 4,29 dengan predikat Memuaskan yang merupakan indeks tertinggi ke-5 Nasional untuk kategori Pemerintah Kabupaten.

Pencapaian indeks SPBE ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2021 sebesar 2,55, tahun 2022 sebesar 3,19, dan pada tahun 2022 sebesar 4,29. Indeks SPBE Sleman ini juga menjadi yang tertinggi di DIY.

Sementara itu, usai menerima penghargaan DGA, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa prestasi yang diterima Pemkab Sleman merupakan hasil kerja keras perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Ia mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh perangkat daerah di Sleman sehingga Sleman berhasil meraih penghargaan ini.

“Semoga ke depan Sleman dapat terus meningkatkan penerapan e government dalam tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya. (Humas Sleman/Foto: KemenpanRB)




Peringati Hari Kearsipan ke-53, Pemkab Sleman Adakan Sarasehan Kearsipan

Dalam rangka Hari Kearsipan ke-53 yang diperingati setiap 18 Mei, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan Sarasehan Hari Kearsipan ke-53, Senin (27/5), di ruang rapat Sembada Setda Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Danang berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kualitas penyelenggaraan kearsipan khususnya di Kabupaten Sleman. Ia juga berharap edukasi ini dapat diteruskan tidak hanya di lingkungan pemerintahan saja, tapi juga kepada masyarakat secara umum. Sebab menurutnya kesadaran akan pentingnya kearsipan penting dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan mendukung Gerakan Cinta Arsip Keluarga (GentaSiaga).

“Untuk mendukung Gerakan Cinta Arsip Keluarga, Pemkab Sleman telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 45/70 tentang pelaksanaan GNSTA di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, terpercaya dan transparan,” ucapnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dikatakan bahwa kearsipan harus mampu memenuhi tuntutan dan kebutuhan kekinian, dimana arsip digital harus dapat dikelola dengan baik sehingga dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui digitalisasi arsip. Untuk itu, Pemkab Sleman telah melakukan penerapan aplikasi SRIKANDI dalam administrasi persuratan sebagai upaya digitalisasi arsip di lingkungan Pemkab Sleman.

Sementara Ery Widaryana, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menerangkan kegiatan ini mengangkat tema “Sustainable Archiving for the best future”. Sesuai tema tersebut, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan di bidang kearsipan di Kabupaten Sleman, untuk mewujudkan kearsipan yang berkelanjutan, demi masa depan yang lebih baik.

Sarasehan ini diikuti oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Sarasehan ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait kearsipan yang disampaikan dua narasumber, yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Bapak Kurniawan, ., ., ., dan Dr. Sugiyanto, ., MM., akademisi dari STPMD “APMD” Yogyakarta.




Sesuaikan Materi Pelajaran, SD Ngemplaksari Adakan Review Kurikulum

Sleman – Dihadiri 20 orang tamu undangan, SD Ngemplaksari Margomulyo, Seyegan Slemanmengadakan review kurikulum Tahun Ajaran 2024/2025 dihadapan pengawas SD yang juga Korwil Kapanewon Seyegan, Selasa (28/5/2024)

Tamu undangan terdiri dari Dukuh Ngemplaksari, Ketua Komite, perwakilan wali siswa, perwakilan siswa, tenaga pendidik, tokoh masyarakat dan perwakilan dari kampus mengajar.

Kepala Sekolah SD Ngemplakssti,  Bakir, yang menyampaikan bahwa Review Kurikulum ini merupakan kegiatan tahunan dan pada tahun 2024 ini merupakan tahun ke-2 untuk pelaksanaan kurikulum merdeka.

Tidak bisa dipungkiri, di tengah kemajuan teknologi sekarang ini, banyak memberikan pengaruh bagi siswa. Sehingga pelaksanaan kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perlu inovasi, modifikasi untuk memenuhi kebutuhan jaman tersebut, namun tetap menuju pada cita cita menghasilkan siswa yang cerdas dan berkarakter. Bahkan pada saat ini ditambah dengan program sekolah sehat yang mendukung siswa yang sehat juga,” ungkap Bakir.

Bakir menambahkan dengan program sekolah sehat tersebut diharapkan siswa tidak hanya sehat jiwa, raga dan mentalnya saja tapi juga asupan makanan dengan gizi yang seimbang.

“Sejalan dengan program tersebut dicanangkan juga program isi piringku, imunisasi yang bekerjasama dengan puskesmas, sehat jiwa dengan program Sleman mengaji,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan draft kurikulum tahun ajaran 2024/2025 yang disampaikan oleh Laily Nur T, yang menyampaikan beberapa bab dari mulai karekteristik pendidikan, visi-misi dan tujuan sekolah, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran dan evaluasi, pendampingan pengembangan profesional.

Dalam bab karakteristik sistim pendidikan ada 3 yang menjadi sasaran yaitu karakteristik peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dan karakteristik sosial, ekonomi, budaya dan satuan pendidikan. Visi sekolah secara umum adalah terwujudnya peserta didik yang unggul dalam akademik dan non akademik dengan berlandaskan profil pelajar Pancasila.

Laily menyampaikan juga tentang pengorganisasian pembelajaran yang dibagi 3 yaitu intrakurikuler, ekstrakulikuler dan diversifikasi yang meliputi Sleman mengaji, pendidikan khas kejogjaan, pendidikan kesehatan, membaca Asmaul Husna dan surat pendek dan sekujo (sekolahku Hijau).

Dari masing-masing diversifikasi tersebut dijabarkan secara detail tentang alokasi waktu, bentuk kerjasamanya dan tujuan akhirnya.

Disampaikan pula oleh Laily tentang  Dimensi profil pelajar Pancasila yang meliputi beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Sedangkan dibagian akhir, Laily menjabarkan tentang Evaluasi, pendampingan dan pengembangan yang dituangkan dalam bentuk kegiatan, pihak yang terlibat dan waktu pelaksanaan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)