Kelurahan Kalongan Timba Ilmu Penanaman Toga di Banyuraden

Dalam rangka menimba ilmu dan mengikuti pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit untuk menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga), maka Pemerintah Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah melakukan studi tiru di Kelompok Kebun Toga Banyu Husada yang berada di Dusun Dukuh, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (29/5/2024).

Rombongan yang terdiri dari Lurah Kalongan, Tutut Poerworini beserta Camat Purwodadi, kepala Seksi, dan Kelompok Pelaksana diterima secara langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Kamituwa, Kepala Padukuhan, Penyuluh Pertanian Kapanewon Gamping, Ketua Tim Penggerak Kader PKK Banyuraden, serta para kadernya.

Dalam sambutan awalnya, Lurah Banyuraden, Sudarisman menuturkan bahwa Toga merupakan tanaman yang dapat berfungsi sebagai obat yang biasanya ditanam di pekarangan atau halaman rumah. Tanaman tersebut bermanfaat sebagai pertolongan pertama maupun untuk obat tradisional dari berbagai penyakit dan sebagai bumbu pelengkap masakan.

“Di wilayah Kalurahan Banyuraden seluas 400 hektar terdapat 8 Padukuhan, 22 RW dan 78 RT kondisi saat ini sebagian besar tanah pekarangan semakin sempit dan banyak warga yang tidak memiliki lahan luas untuk membudidayakan tanaman toga, karenanya warga memanfaatkan Pot sebagai media tanamnya yang telah terbentuk kelompok pembudidaya toga di setiap padukuhan,” tutur Sudarisman.

Ia menambahkan, awal mula terbentuknya kelompok pembudidaya tanaman obat keluarga di wilayah Kalurahan Banyuraden berada di Dusun Geplakan, dan Dusun Modinan yang pada tahun  2017 meraih Juara III Tingkat Nasional Kelompok Pembudidaya Tanaman Obat keluarga. Masyarakat setempat berinovasi dan menjalin Kerjasama dengan berbagai lintas sektor termasuk Kelompok Wanita Tani sebagai pihak pengolah hasil panen guna memanfaatkan sisa lahan yang ada demi meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Lurah Kalongan, Tutut Poerworini mengatakan bahwa pihaknya mengikuti kegiatan agar dapat menirukan tata cara menanam dan mengembangkan tanaman obat keluarga di lahan pekarangan yang sempit.

“Kami akan belajar tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman obat keluarga, mengenal beberapa jenis tanaman obat beserta khasiatnya dengan harapan bisa diterapkan di 10 RW wilayah Kelurahan Kalongan,” kata Tutut. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Wakil Bupati Sleman Kukuhkan 50 Kader Bela Negara Kalurahan Girikerto Turi

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengukuhkan Kader Bela Negara Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Selasa (29/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman ini diadakan di kantor Kalurahan Girikerto.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sadar Akan Bela Negara untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa Pasca Pemilu 2024”. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan kesadaran bela negara bagi Aparatur Sipil Negara, Pamong Kalurahan, Satuan Perlindungan Masyarakat dan Generasi Muda.

Dalam sambutannya, Danang mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh kader yang telah dikukuhkan tersebut. Dikatakan pula bahwa Kader Bela Negara memiliki tugas yang cukup berat sekaligus mulia, yakni memberikan contoh dan mengajak seluruh masyarakat dalam melakukan kegiatan dan sikap bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Bela negara saat ini tidak harus dengan angkat senjata seperti dulu. Realisasi nilai-nilai Bela Negara dapat kita lakukan dari hal-hal yang sederhana, dimulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terdekat kita,” ucapnya.

Lebih lanjut Danang menjelaskan bahwa bela negara merupakan upaya mewujudkan rasa cinta tanah air dengan terus menumbuhkan wawasan kebangsaan terutama melalui edukasi kewarganegaraan. Dengan upaya tersebut diharapkan masyarakat memiliki sikap dan perilaku bela negara yang dilandasi rasa kebangsaan, cinta tanah air dan semangat untuk rela berkorban.

“Saya harap kader bela negara juga dapat mendukung pihak terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Sekretaris Badan Kesbangpol Sleman, Budi Santosa, menyebutkan kader yang dikukuhkan sebanyak 50 orang, terdiri dari perwakilan Pamong Kalurahan, Satuan Perlindungan Masyarakat dan generasi muda se-Kalurahan Girikerto. Kegiatan ini didahului dengan Pelatihan Dasar yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 27 sampai 29 Mei 2024.

Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kodim 0732/Sleman, Polresta Sleman, Bagian Hukum Setda Sleman, Bagian Pemerintahan Setda Sleman, Panewu Turi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran “, Pusat Studi Pancasila UGM, KPUD Sleman.




Tingkatkan Kualitas Hidup, Bupati Sleman Dorong Lansia Ikut Program JKN

Sleman –  Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 pada Rabu (29/5) di Rumah Dinas Bupati Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari lansia Kabupaten Sleman, kader kesehatan, anggota PKK Sleman, dan organisasi profesi. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo juga hadir memberikan sambutan serta arahan pada kegiatan tersebut.

Tak hanya menjadi upaya pemberdayaan lansia, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, peringatan HLUN juga menjadi wujud komitmen Pemkab Sleman dalam meningkatkan kesehatan lansia. Disebutkan Cahya, hal ini sejalan dengan tema peringatan HLUN di Kabupaten Sleman yakni, “Hipertensi dan Kesehatan Jiwa Terjaga, Lansia Terawat dan Indonesia Bermartabat,”.

“Dalam penanganan lansia, Dinas Kesehatan Sleman telah mengembangkan puskesmas santun lansia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat, mandiri, aktif, dan produktif serta berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat, sesuai dengan konsep Integrasi Layanan Primer,” jelasnya. 

Dilanjutkan Cahya, Umur Harapan Hidup (UHH) Sleman rata-rata dari penduduknya tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 75,26 tahun. Sementara untuk UHH di Provinsi DIY sebesar 74,91 tahun. Selain itu Sleman juga memiliki jumlah penduduk lansia paling tinggi di DIY yakni sebanyak jiwa.

Capaian tersebut didukung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Untuk itu, Kustini mengajak lansia dan keluarganya untuk mendaftarkan diri pada program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Bupati juga mengimbau OPD terkait untuk aktif mencari dan menemukan masyarakat Sleman yang belum bergabung dalam program JKN dan memenuhi kriteria, agar dapat didaftarkan melalui Pemkab Sleman.

“Jumlah penduduk lansia yang tinggi merupakan bonus demografi yang potensial memberikan kemanfaatan. Meski demikian angka ini juga menjadi tantangan bagi kita agar lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, tangguh dan tentunya bahagia,” kata Kustini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk bersama memberikan perhatian dalam mewujudkan lansia tangguh yang sehat, mandiri, aktif dan produktif. Di samping itu, keluarga juga diharapkan mampu memahami kebutuhan lansia dibidang kesehatan dan psikologis. Dengan begitu, diharapkan kualitas hidup lansia di Kabupaten Sleman dapat semakin meningkat.




Bupati Sleman Sambut Tim Penilai Klarifikasi Lapangan EPDESKEL DIY di Kalurahan Triharjo

Sleman – Dalam rangka penilaian Evaluasi Perkembangan Desa/Kalurahan (EPDesKel) Tingkat DIY Tahun 2024, Tim Penilai EPDesKel melakukan Klarifikasi Lapangan di Kalurahan Triharjo pada Rabu, (29/5). Kalurahan Triharjo berhak maju di tingkat DIY karena berhasil menjadi Kalurahan Terbaik 1 EPDesKel Tingkat Kabupaten. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut secara langsung Tim Penilai Klarifikasi Lapangan EPDesKel Tingkat DIY.

Pada kunjungan ini, Tim Penilai Klarifikasi Lapangan EPDesKel Tingkat DIY dipimpin dan diketuai secara langsung oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Dr. Sukamto, S.H., M.H.

Kustini dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai sekaligus mengapresiasi Kalurahan Triharjo yang telah mewakili Kabupaten Sleman untuk maju di EPDesKel Tingkat DIY. Ia juga mengapresiasi Kalurahan Triharjo karena memiliki banyak inovasi yang mendukung dan dapat mengembangkan potensi Kalurahan.

“Saya mengapresiasi Kalurahan Triharjo karena memiliki banyak inovasi dan potensi yang melibatkan masyarakat dengan berlandaskan guyub rukun dan gotong royong saling bekerjasama sehingga mampu maju mewakili Sleman di EPDesKel Tingkat DIY,” ujar Kustini

Lebih lanjut, Kustini berharap dengan kedatangan Tim Penilai ini selain melakukan penilaian dan melakukan perbandingan antara dokumen dan kondisi riil dilapangan juga dapat memberikan bimbingan, pembinaan dan perbaikan agar menjadi bahan evaluasi Kalurahan Triharjo dan Kalurahan-Kalurahan di Kabupaten Sleman.

“Guna memperoleh data-data yang lengkap dan objektif kami persilahkan Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Penilaian EPDesKEl Tingkat DIY untuk melakukan klarifikasi lapangan dan berdialog secara langsung dengan narasumber Kalurahan Triharjo untuk mengetahui kondisi riil di lapangan,” kata Kustini

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sukamto menyampaikan tujuan pelaksanaan EPDesKel ini untuk mengevaluasi Kalurahan untuk menemukenali dan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya, mengetahui capaian Kalurahan dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya dalam kurun satu tahun, dan wadah apresiasi Pemerintah Pusat maupun Daerah berupa penghargaan atas prestasi Kalurahan dalam memajukan serta mensejahterakan masyarakatnya.

“Apabila nantinya Kalurahan Triharjo menjadi Terbaik I EPDesKel Tingkat DIY tahun 2024, Kalurahan Triharjo didukung oleh Kabupaten Sleman diharapkan siap untuk maju lomba EPDesKel tingkat Regional Jawa dan Bali mewakili DIY,” kata Sukamto

Adapun Inovasi yang dimiliki Kalurahan Triharjo antara lain Inovasi dalam bidang Teknologi Informasi yakni BISMA TRIHARJO, PAUD terintegrasi, Tobong Arang dan Pemanfaatan Arang Batok, Bedah Warung, Prokasih (Program Kali Bersih), Lumbung Padi Tritunggal Harjo, Garningsun (Gabungan Relawan Niat Ingsun), Pembangunan dan Rehab SPS PAUD semua Padukuhan, dan lain sebagainya.




Bupati Sleman Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Tentang Kesehatan Jiwa

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Workshop Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) pada Selasa, (28/5). Bertempat di Hotel Prima SR, pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan Desa Sehat dan Sejahtera Melalui Kesehatan Jiwa.

Kustini menyampaikan workshop ini merupakan upaya Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan dan seluruh stakeholder untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.

“Masalah kesehatan jiwa memerlukan perhatian dan penanganan serius agar dapat dicegah dan dikendalikan. Saya berharap workshop ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat sistem dukungan sosial bagi individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa,” kata Kustini

Lebih lanjut, Kustini mendorong agar TPKJM selalu meningkatkan sistem pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat sehingga diharapkan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan jiwa secara merata.

“Saya mendorong TPKJM dan seluruh stakeholder untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat sebagai upaya preventif,” jelas Kustini

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama dalam laporannya menyampaikan beberapa langkah strategi dalam kinerja TPKJM, yaitu kolaborasi lintas sektor melalui sosialisasi jemput bola untuk menyampaikan bahwa kesehatan jiwa perlu peran dari masyarakat, mengoptimalkan tenaga medis, koordinasi lintas program, dan meningkatkan literasi kesehatan jiwa kepada masyarakat.

“Optimalisasi TPKJM tingkat Kalurahan akan dioptimalkan melalui program Desa Siaga Sehat Jiwa, Sekolah Sehat Jiwa dan lain sebagainya sehingga mendongkrak progres penanganan kesehatan jiwa di Sleman,” ujar Cahya