Sebanyak 1058 Anggota PMR Sleman Dilantik

Depok – Sebanyak 1058 anggota Palang Merah Remaja (PMR) se Kabupaten Sleman Dilantik secara serentak pada Selasa (30/4/2024), di Auditorium UPN Veteran, Kapanewon Depok. Pelantikan oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Sleman Jazim Sumirat yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, Pembacaan Naskah Pelantikan, pengalungan identitas dan penandatangan MOU antara Sekolah dengan PMI. Terlantik secara simbolis diwakili oleh satu anggota PMR Mula Putri, Satu anggota PMR Mula Putra. Untuk Madya satu anggota Putri dan satu anggota Putra, demikian pula untuk Wira diwakili dua anggota.

Ketua Bidang SDM, Diklat dan Pembinaan Relawan PMI Kabupaten Sleman dr. Mafilindati Nur’aini dalam laporanya mengatakan bahwa PMR adalah wadah pembinaan dan Pengembangan Remaja di PMI.

“Anggota PMR merupakan bagian dari kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan bidang kesehatan, siaga bencana, promosi prinsip prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta pengembangan kapasitas organisasi PMI,” ujar Mafilindati.

Lebih lanjut dikatakan bahwa fokus kegiatan PMR pada pembinaan dan pengembangan karakter untuk mendorong remaja menjadi agen perubahan bagi teman-teman sebaya di lingkungannya.

Penerimaan anggota baru PMR menurut Mafilinda dilalui dengan tahapan Sosialisasi pada (22/3/2024) yang diikuti oleh perwakilan SD-MI 26, SMP – MTS 23 sekolah dan SMA-SMK-MA sebanyak 32 sekolah berikut diikuti pendaftaran yang diperoleh hasil calon anggota PMR sebanyak 375 calon PMR Mula dari 16 sekolah. Untuk tingkat Madya 554 calon anggota dari 23 sekolah dan calon anggota PMR Wira 838 berasal dari 25 sekolah sehingga total calon anggota baru 1767. Tahap berikutnya mereka mengikuti orientasi tentang Kepalangmerahan di Markas PMI dan di Sekolah masing-masing.

Dalam pelaksanaan Pelantikan 30/4/2024 total yang hadir PMR Mula 263 berasal dari 21 Sekolah/Unit, Madya  393 dari 23 Sekolah/Unit dan PMR Wira 402 dari 25 Sekolah/Unit. Total yang mengikuti Pelantikan 1058 berasal dari 69 sekolah dengan jumlah pendamping Mula 44, Madya 57 dan Wira 44.

Wakil Ketua PMI Sleman Jazim Sumirat dalam sambutanya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Sekolah, Pembina dan Para Siswa yang telah dengan bersungguh-sungguh merealisasikan pilihan berkegiatan dalam dunia sosial kemanusiaan dan bergabung dengan PMI.

Apresiasi juga disampaikan kepada Balai Pendidikan Menengan Umum serta  Kementrian Agama sebagai bentuk implementasi komitmen bersama yang telah dirintis dalam pembinaan karakter peserta didik melalui jalur PMI.

Turut hadir dan memberikan sambutan Sekretaris PMI DIY Arif Noor Hartanto. Selain itu juga dihadiri perwakilan dari Balai Dik Men, Kemenag Sleman, PMI Kapanewon dan Kepala Sekolah masing-masing Unit. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Pentingnya Berjejaring di Dunia UMKM

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menggarisbawahi bahwa UMKM penting untuk mempunyai relasi dan jejaring dalam menjalin kerja sama untuk memperluas pangsa pasar. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Syawalan Forkom UMKM Ngaglik di Pendopo Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Rabu (1/5/2024).

“Dengan memiliki relasi atau jaringan bisnis yang baik dan terpercaya akan menopang suatu usaha ke depan.  Hubungan bisnis inilah yang menjadi pondasi kuat agar bisa  bertahan dalam menjalankan sebuah usaha,” kata Kustini.

“Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pertemuan atau silaturahmi seperti syawalan yang dilaksanakan ini,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan mengenal banyak orang yang memiliki pandangan berbeda  akan  menambah  wawasan dan membuka cakrawala  berpikir untuk memajukan usaha masing-masing.

Pada kesempatan tersebut Kustini juga mengapresiasi terbentuknya Forkom UMKM dari tingkat kabupaten, kapanewon hingga Kalurahan sebagian media penghubung antara pelaku usaha dan pemerintah  yang memfasilitasi penyampaian informasi, kebijakan, program, dan kegiatan lain .

” Harapannya semua pelaku usaha akan naik kelas,” kata Kustini.

Lebih lanjut Kustini menyampaikan bahwa Saat ini terdapat lebih dari 100 ribu jumlah total UMKM di Kabupaten Sleman.

“Dengan jumlah tersebut, UMKM menjadi potensi yang besar sebagai penopang sistem perekonomian terutama di Sleman,” tambah Kustini.

Sementara itu, Ketua forum komunikasi UMKM Ngaglik Wijang berharap acara syawalan ini dapat terus menjaga kerukunan, kekompakan, dan solidaritas antar anggota Forkom dalam memajukan dan mengembangkan usaha masing-masing. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Disperindag Sleman Gelar Pelatihan Pembuatan Batik dengan Pewarna Alami

Sleman – Setelah mendapatkan pelatihan batik dengan menggunakan pewarna Sintetis beberapa waktu yang lalu, Kelompok batik Dono Mukti kembali mendapatkan pelatihan batik dengan pewarna alami dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman melalui pokok pikiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah DPRD Sleman bapak Timbul Saptowo.  Acara pelatihan diselenggarakan selama 7 kali pertemuan bertempat di kawasan Embung Jetis suruh Donoharjo Ngaglik Sleman dimulai pada hari Rabu tanggal 24 April 2024.

Praktik pelatihan pewarna alam kali ini diikuti oleh 20 perajin anggota kelompok batik Donomukti dengn menghadirkan instruktur Asikhah Eko Putranti dan Haryati ,praktisi batik warna alami yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Priya Sulaksana, Pembina Industri Ahli Muda Dinas perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mengatakan dengan kegiatan seperti ini diharapkan bisa menambah khasanah ilmu batik berbeda dari sebelumnya sehingga peserta berani untuk berinovasi dan berkreasi serta berani melakukan diversifikasi produk batik.

“Kami berharap peserta nantinya bisa melayani pelanggan tidak saja pesanan batik dengan pewarna sintetis tetapi juga pewarna alami yang lebih ramah lingkungan,” kata Priya

Batik dengan warna alam Diharapkan mampu mengurangi penggunaan zat warna sintetis sehingga pencemaran lingkungan oleh limbah pewarnaan batik dapat berkurang selain itu pengrajin dapat menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding batik sintetis.

“Harga yang tinggi sangat wajar pada  batik warna alam  karena proses pembuatan memerlukan waktu yang panjang terutama proses pewarnaan harus dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan” kata Priya.

Asikhah Eko Putranti mengatakan pewarnaan dengan zat warna alam diperoleh dari alam baik yang berasal dari hewan, mineral maupun tumbuahan  baik itu akar, kulit, kayu, daun , bunga, ataupun buahnya.

“Sebagai contoh adalah kulit kayu tingi, jolawe penghasil warna kuning atau coklat muda,, kunyit (kuning/oranye) , secang (merah muda), daun tom/indigo  menghasilkan warna biru) ” kata Tanti panggilan akrabnya.

Lebih lanjut dia mengatakan banyak sekali kelebihan dari pewarnaan alami pada kain batik dibandingkan dengan sintetis di antaranya warna yang dihasilkan batik warna alam  menghasilkan batik yang lebih natural, kalem, sejuk serta unik dan indah, Bahan baku pewarna bisa ditanam di sekitar kita sedangkan limbah dari pewarna batik alami lebih ramah lingkungan, tidak mencemari karena semua bahan berasal dari alam dan mudah terurai.

“Selain itu bisa menjadi pendorong bagi masyarakat untuk membudidayakan tanaman penghasil pewarna batik alami sehingga bisa meningkatkan penghijauan,” ungkap Tanti.

Menurutnya, banyak kelebihan dari batik warna alam namun terdapat beberapa kekurangan diantaranya adalah warna dari batik yang kurang variatif karena keterbatasan bahan baku pewarna alami.

“Pembuatan batik  pewarna alam butuh waktu lama terutama proses pewarnaannya yang memerlukan proses yang rumit serta butuh waktu  lama untuk pewarnaan. Bisa sampai 7 kali celup untuk 1 potong kain,” ujarnya.

“Selain itu kurangnya keseragaman warna pada kain batik yang diwarnai dengan pewarna alam. Ketahanan warna alam juga lebih rendah daripada warna sintetis sehingga warna lebih mudah pudar,” tutup Tanti .(Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Panewu Depok Apresiasi Pelaksanaan Pemilu 2024

Sleman – Dalam kegiatan Evaluasi Tahapan Pemilu 2024 yang digelar Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Kamis (2/4), Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah terlibat dalam berbagai tahapan dalam Pemilu 2024.

Hal ini diungkapkan Wawan karena penyelenggaran pesta demokrasi, khususnya di wilayah Kapanewon Depok Kabupaten Sleman, mulai dari tahapan pendaftaran Daftar Calon Pemilih (DPT), pelaksanaan pemilu sampai rekapitulasi hasil pemilu berjalan dengan aman, lancar, dan juga tertib.

Wawan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Depok yang telah memfasilitasi dan para pihak terkait khususnya pihak keamanan, yaitu Polsek Depok Raya dan Koramil XI Depok yang membantu pengamanan dalam berbagai tahapan sehingga pelaksanaan Pemilu 2024 di wilayahnya berjalan dalam suasana yang kondusif.

“Tahapan Pemilu 2024 yang dimulai sejak bulan Desember 2022 sampai pada pelaksanaan dan rekapitulasi di bulan Februari 2024 dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. Tentunya ini semua juga berkat dukungan berbagai pihak terkait. Harapan kami agar kerjasama, sinergi, dan silaturahmi yang baik ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan”, pesannya.

Dalam kesempatan itu, Alumnus Magister Administrasi Publik UGM Yogyakarta itu juga menyampaikan terima kasih kepada para badan ad-hoc Pemilu 2024 di Kapanewon Depok Sleman, baik Panwaslu Depok, PPK Depok, Pengawas Kalurahan/Desa (PKD), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Pengawas TPS, KPPS, dan semua para pihak yang telah bekerja keras selama tahapan pelaksanaan Pemilu 2024.

“Berbagai tahapan dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini telah berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para pihak yang telah membantu terselengaranya Pemilu 2024 di Kapanewon Depok, baik dari pihak keamanan, yaitu Polsek Depok Raya, Koramil XI Depok, dan anggota Linmas di tingkat desa yang membantu pengamanan penyelenggaraan Pemilu 2024 sehingga dapat berjalan dalam suasana yang relatif kondusif. Dan tentunya para pihak terkait lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu,” ungkap Wawan, bangga.

“Tentunya, saya juga harap agar kerjasama dan sinergi yang baik ini dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sleman ini yang sebentar lagi juga akan dilaksanakan,” harapnya. (Athiful/KIM Depok)




Kapanewon Depok Siap Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108

Sleman –  Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Sleman Nomor 12 Tahun 1998 tentang Hari Jadi Kabupaten Sleman, bahwa Hari Jadi Kabupaten Sleman ditetapkan pada hari Senin Kliwon, tanggal 15 (lima belas), bulan Mei tahun 1916 atau tanggal 12 (dua belas) Rejeb 1846 tahun Je Wuku Wayang.

Hal ini disampaikan Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) bertempat di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Kamis, (2/4). Dalam kesempatan itu, bertindak sebagai Pimpinan Rapat adalah Panewu Anom Depok Sleman Wawan Hariawan.

Wawan menyatakan, bahwa Hari Jadi Kabupaten Sleman ditandai dengan Surya Sengkala Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang dibaca 1916 (Tahun Masehi) dan Candra Sengkala Anggana Catur Salira Tunggal yang dibaca 1846 (Tahun Jawa).

“Tema Peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman tahun iniadalah Greget Nyawiji Lan Hangayomi Sesarengan Mbangun Sleman, yang logo peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman sudah bisa disebarluaskan kepada masyarakat dan dapat diunduh di website resminya,” ujar Wawan.

Dalam Rakorpim tingkat Kapanewon yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budi Sanyoto, Dedie Kusuma dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Agus Mas’udi ini, Wawan menyerukan agar lembaga pemerintahan, lembaga non-pemerintah, badan usaha, dan masyarakat di lingkungan Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman agar berpartisipasi dengan emasang spanduk, umbul-umbul, dan hiasan lain mulai tanggal 5 April 2024 sampai dengan 17 Mei 2024, dan juga memasang bendera Merah Putih satu tiang penuh mulai tanggal 1 Mei 2024 sampai dengan 17 Mei 2024.

“Kami berharap, melaksanakan untuk gotong-royong membersihkan sarana-prasarana kantor, gedung, atau fasilitas umum pada minggu pertama bulan Mei 2024 di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Alumnus Magister Administrasi Publik UGM Yogyakarta itu juga mengatakan bahwa Kapanewon Depok akan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman pada hari Rabu, 15 Mei 2024 jam WIB dengan peserta upacara perwakilan instansi pemerintah di tingkat Kapanewon dengan menggunakan pakaian tradisional Jawa Yogyakarta (Mataraman Jangkep) dan Bahasa Jawa.

“Malam tirakatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2024 diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat secara khidmat dengan prinsip sederhana,” paparnya.

Intansi pemerintah maupun masyarakat umum, ungkap Wawan, dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman dapat turut melestarikan permainan tradisional dan perlombaan tradisional di lingkungan masing-masing.

“Semuanya dikemas dengan prinsip sederhana dan meriah serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun wilayah dan masyarakat Sleman, khususnya di Kapanewon Depok tercinta,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)