Grup Kesenian Brodut “Putro Mudho” Tampil Menghibur Pengunjung di Taman Embung Mororejo

Sleman – Destinasi wisata Taman Embung Mororejo dipadati pengunjung, Sabtu (25/5/2024) malam. Mereka menyaksikan pertunjukan seni Kesenian Kobro Dangdut (Brodut) “Putro Mudho”.

Tepat pukul WIB dimulai penampilan grup kesenian kesenian tradisional yang bernuansa islami milik warga Padukuhan Durensawit Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman. Warga pun nampak antusias hadir sembari menikmati keelokan  Embung Mororejo ketika malam hari.

Pengelola Embung Mororejo melalui Manager Pengembangan Usaha Baru BUMKal Morojoyo, Daya Bima Ama Putra menuturkan, dengan adanya pertunjukan kesenian di area Embung Mororejo diharapkan dapat menjadi magnet daya tarik wisata.

“Dengan kemasan acara seni budaya semacam ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata sehingga keberadaan Embung Mororejo makin dikenal luas,” kata Daya.

Pada event ini, ujar Daya, dilibatkan sejumlah pelaku UMKM di wilayah Mororejo dan sekitarnya, hal ini sebagai upaya mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kita libatkan sekitar 30 UMKM, mereka kita berikan lapak untuk berjualan di area embung,” bebernya.

Sedangkan Lurah Mororejo H Jaka Ristanta menyatakan apresiasi dan mendukung pentas kesenian brodut “Putro Mudho ” di Taman Embung Mororejo. Hal ini sebagai salah satu upaya melestarikan seni dan budaya adiluhung.

“Saya sangat mendukung sekali, karena ikut nguri uri kebudayaan, sekaligus mengenalkan kepada generasi penerus atau anak cucu kita, termasuk sebagai sarana hiburan,” ujar Jaka.

Dia pun, berharap kepada pengelolaan yakni BUMKal Morojoyo agar makin kreatif dan inovatif serta dapat menagendakan acara serupa secara rutin.

“Kami berharap entas kesenian di Taman Embung Mororejo akan dijadikan agenda bulanan, dengan menampilkan berbagai jenis kesenian khususnya yang ada di Wilayah Kalurahan Mororejo,” tutur dia.

Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Mororejo, imbuh Jaka, akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang digagas oleh masyarakat.

Untuk diketahui, Wisata Embung Mororejo merupakan sebagian dari aset Pemkal Mororejo yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Morojoyo. Selain panorama embung yang  aduhai, pengunjung juga dimanjakan dengan sejumlah fasilitas, diantaranya tempat bermain anak, spot-spot foto menarik, kulineran, mushola, toilet dan sejumlah wahana lain. (sbd_kimtempel)




Bupati Sleman Serahkan Penghargaan Kepada 10 Penulis Toponimi

Sleman – Anak-anak remaja perlu tahu dan memahami sejarah pedukuhan di sekitar mereka tinggal.  Setiap pedukuhan memiliki adat, kebiasaan maupun tradisi, keunikan serta aneka permainan tradisioal khas.   Untuk itulah, penting diusahakan agar semua itu terdokumentasikan dalam buku toponimi atau sejarah asal-usul nama pedukuhan.

“Kami mengapresiasi Kundha Kabudayan yang telah menyelenggarakan lomba film documenter, bersama para juri mendampingi anak-anak dalam proses produksi film,” kata Kustini Sri Purnomo Bupati Sleman saat memberikan sambutan pada Pemberian Penghargaan Lomba Film Dokumenter Tingkat Kabupaten Sleman Sabtu (25/5/2024) di Lapangan Denggung Sleman. Produksi film dokumener tersebut tidak lepas dari buku Toponomi sejarah asal usul nama pedukuhan yang diterbitkan Kundha Kabudayan Sleman. 

Hingga saat ini Kundha Kabudayan Sleman sudah menerbitkan 2 jilid buku toponimi, mendokumentasikan 65 pedukuhan dari 1200 pedukuhan yang ada.  Sementara penulisan toponimi jilid 3 saat ini masih berlangsung. 

Kundha Kabudayan memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) penulis toponimi, yang tulisannnya diangkat menjadi film documenter.  Kesepuluh penulis adalah para anggota Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman.  Penghargaan diserahkan langsung oleh Kustini Sri Purnomo Bupati Sleman, didampingi Edy Winarya kepala dinas.  

Berikut sepuluh penulis Para penulis yang mendapat apresiasi beserta tulisannya, V. Maria Murwaningsih (Kwagon, Kisah Kyai Batu Liman), Edy Suparyanto (Cemoroharjo, Dahulu Berupa Hutan Cemara yang Subur), Indriyani Voluntiri Azis (Balong, Kisah Leluhur dari Rawa Lumpur), Eti Daniastuti (Beteng, Ada jejak Trunojoyo), Latief Noor Rochman (Sentono, Permukiman Bangsawan dan Abdi Dalem), Sri Purwatining Handayani (Tangisan, Kisah Gadis dalam Kentheng Batu), Ngatilah (Panggungan, Pos Pengamatan Proyek Keraton), Warsiti (Karanganyar, Dahulu Ada Sendang di Tengah Hutan Aren), Erlina yuliastuti (Klero, ada Jejak Demak Bintoro), dan Praba Pangripta (Glagahwero, Dahulu Berupa Hutan Glagah yang luas).

Para anggota Pasbuja Kawi Merapi lainnya merasa bangga dan turut mengapresiasi.  Seperti yang diungkapkan Maria Widi Aryani, “Toponimi ikut memantik generasi muda untuk mencintai dan tahu asal usul tanah leluhurnya dengan membuat film dokumenter. Keren! Ajang lomba seperti ini harus terus ada,” paparnya. 

Sementara Budi Sardjana, Pengurus Pasbuja yang juga novelis menyatakan buku toponimi semangkin menantang, dan semangkin berbobot.  Budi berpesan kapada para anggota Pasbuja untuk tetap rendah hati dan terus belajar agar semakin maju.  (Edy /KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kalurahan Condongcatur Wakili Kapanewon Depok Ikuti Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur mewakili Kapanewon Depok mengikuti lomba Kalurahan Inovatif tahun 2024. Penilaian di Kalurahan Condongcatur sendiri terbagi di tiga tempat yakni Kompleks Kalurahan Condongcatur dan 2 Padukuhan Sample yaitu Padukuhan Pringwulung dan Padukuhan Kayen yang dilakukan pada Rabu (22/5/2024).

Pada kesempatan ini Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji yang mewakili wilayahnya memaparkan berbagai potensi serta program-program inovatifnya, terdapat enam belas program inovasi kalurahan yang sudah berjalan

“Program tersebut beberapa diantaranya meliputi Kain Sutra Emas (Kemudahan Informasi Surat Keterangan semua Masyarakat), Nisan Lawas (Pelayanan Administrasi Akta Kematian melalui Whatsapp), Bawa Sapi (pembayaran sewa satu pintu), Babe Kuda (Bayar PBB Laku Pandai), Sulapan (Study Lanjut Pamong Kalurahan), juga program andalan Pembangunan Rp 40 juta per RW di Condongcatur dan SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu) seperti Layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dari Samsat, Mobil Kas Keliling Bank Sleman, BPJS Kesehatan, Layanan pengurusan PGB/IMB, Service Motor Honda dan Yamaha, Telkomsel, Donor Darah PMI, BNN Merapat serta yang paling banyak peminat layanan adalah Perpanjangan SIM A, C oleh Ditlantas Polda DIY yang selalu ramai diikuti Masyarakat dari luar Condongcatur, Sleman bahkan luar Daerah,” jelasnya

Ditambahkan Reno, ada delapan program inovasi dari kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga termasuk program Pokja 1-4

“Selain itu, kami juga menampilkan berbagai produk UMKM yang menjadi unggulan yang berperan mendongkrak ekonomi warga,” tuturnya.

Dari berbagai program tersebut diharapkan terwujudnya Condongcatur sebagai kalurahan inovatif yang lebih bermartabat, transparan dengan pelayanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun itu.

Kustini menyampaikan lomba ini merupakan upaya pemantauan kinerja pemerintah kalurahan dan lembaga pemasayarakatan di tingkat kalurahan. Sehingga harapanya setiap kalurahan dapat menampilkan potensi, inovasi, dan kekhasan wilayahnya masing-masing.

“Dimana hal ini menjadi kunci sukses saling sinergi pembangunan antara pemerintah kabupaten dengan wilayahnya secara merata. Dimana visi Sesarengan Bangun Sleman dapat terwujud,” ungkapnya.

Kustini berharap Condongcatur yang memiliki banyak inovasi yang greget dapat menjadi contoh kalurahan lain.

Hadir dalam kesempatan tersebut 26 juri yang mewakili masing-masing dinas di Kabupaten Sleman.

Sementara di tempat terpisah Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kab. Sleman Sungkawati Budi Rahayu menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024 diikuti 17 Kalurahan mewakli Kapanewonya  penilaian dilakukan kalurahan dan padukuhan sample

Adapun 17 Kalurahan yang mewakili Kapanewonya adalah Hargobinangun,

Bangunkerto, Tegaltirto, Sariharjo, Banyuraden, Umbulmartani, Sumberadi, Umbulharjo, Caturharjo, Sendangsari, Sumberrahayu, Margodadi, Condongcatur, Wukirharjo, Margorejo, Selomartani dan  Sidomulyo

Sungkawati Budi Rahayu menambahkan tujuan dilaksanakan Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif adalah untuk  meningkatkan kinerja kalurahan dan mendorong kalurahan menciptakan kebaruan, berinovasi dalam berbagai pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat menjadi puas atas pelayanan tersebut

“Hasil kejuaraan dari evaluasi ini akan di bina lebih lanjut oleh kabupaten Sleman utk dipersiapkn sebagai wakil Kabupaten Sleman untuk maju Evaluasi Desa Kelurahan (Evdeskel ) tahun berikutnya tingkat DIY,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Pentingnya Peran Kader Dalam Pelayanan Kesehatan

Sleman – Kader adalah garda terdepan dalam  pelayanan kesehatan balita, lansia maupun remaja. Peran  kader sangat penting dan mulia. Karena dari kegiatan posyandu dapat memantau kesehatan , tumbuh kembang,  kecukupan gizi, juga menunjang kesehatan fisik, psikologis dan menunjang angka harapan hidup.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Donoharjo, Tri Rahayu pada acara Penyerahan Barang Perlengkapan Posyandu Kalurahan Donoharjo Rabu (22/5/2024) di Aula Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Lebih lanjut  Ketua TP PKK Donoharjo yang akrab dipanggil Yayuk tersebut menjelaskan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang baik dibutuhkan kebersamaan dan kerjasama.

“Harapan kami, mari bersama kita jaga kebersamaan, ikatan kekeluargaan diantara kader sehingga dapat bersinergi dengan baik dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Yayuk.

“Saat ini perkembangan dunia yang pesat menuntut kita untuk belajar lebih banyak lagi untuk mengimbangi ilmu kesehatan yang juga berkembang semakin pesat. Semangat untuk Ibu Ibu luar biasa. Meskipun saya tidak dapat selalu terjun langsung membersamai kegiatan Ibu-Ibu, namun saya sering mengamati status Ibu-Ibu yang menyelenggarakan banyak kegiatan di  posyandu,” jelas Yayuk.

Pada kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Ngaglik II, Sri Mujianto menjelaskan bahwa Pos pelayanan terpadu merupakan kegiatan yang berasal dari oleh dan untuk masyarakat. 

“Kegiatan ini akan bisa berhasil kalau kita kelola bersama. Puskesmas selaku pembina teknis kesehatan. Kalurahan sebagai pihak yang  memiliki  wilayah dan Ibu-ibu kader sebagai wakil masyarakat.  Dengan bersinergi diharapkan bisa bahu membahu dalam  membidik agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat dan agar tercipta kesehatan yang cukup solid,” ungkapnya.

Sri Mujianto juga menambahkan bahwa kegiatan untuk masyarakat yang ada hubungannya dengan kesehatan bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Puskesmas Ngaglik 2 agar segera tertangani.

Sementara itu Kamituwa Donoharjo  Dani Prasetyo menyampaikan bahwa ini adalah tahun keempat Pemerintah Kalurahan Donoharjo serahkan perlengkapan Posyandu.

“Dinas juga sudah menyerahkan perlengkapan. Apa yang kami lakukan sebagai pelengkap dari apa yang sudah diberikan oleh Dinas Kesehatan”, jelas Dani.

Dani juga menyampaikan bahwa perlengkapan dan peralatan Posyandu direalisasikan sesuai dengan permintaan. Ada yang berupa almari penyimpanan alat-alat,  alat dan strip chek kesehatan, tensimeter digital maupun manual, meja lipat, tikar , ataupun APE.

“Setelah diterima mohon dicek semoga tidak ada kendala. Kami juga mohon bantuannya untuk merawat dan kami berharap semoga dapat bermanfaat untuk mendukung  kegiatan Posyandu secara optimal,” tandasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Dua Siswi MAN 4 Sleman Raih 5 Medali Emas O2SN Sleman

Sleman – 2 (dua) siswi MAN 4 Sleman berhasil meraih prestasi di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sleman.  Pertama Shafa Naura Firdaus siswi XI IPS-1, meraih 1 (satu) emas cabang olah aga (Cabor) pencak silat.  Sementara Anindya Puspita Ayu Saputro meraih 4 (empat) emas cabor renang. 

Saat dihubungi Kamis (23/05/2024), Shafa menuturkan sebelum bertanding ia mengikuti latihan rutin di UNY dan Gedung Sarana Prasarana Gempol Sleman.  Setiap Selasa dan Rabu, ia rajin melakukan latihan pembiasaan badan untuk melakukan gerakan selama 3 menit.

Setiap Kamis, Shafa fokus pada penguatan fisik untuk menambah kekuatan dan kecepatan gerakan.  Sementara Jumat dan Sabtu, ia melakukan pembiasaan badan untuk melatih gerak seni selama 3 menit.  Setiap latihan dimulai dengan pemanasan, dilanjutkan kombinasi sit-up, push-up, back-up sebanyak 30 kali dalam 3 set, diakhiri dengan pendinginan. 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang, perjuangan terbayarkan. Tapi saya belum merasa puas karena masih ada lawan lebih berat di tingkat provinsi,” ujar siswi kelahiran Ciamis, 6 Januari 2007, dari pasangan Firdaus Wibowo dan Wiwin Rahayuningsih.

Sementara Anindya saat dihubungi menuturkan ia menyiapkan diri mengikuti lomba sejak April dengan berbagai latihan ekstra.

“Saya lakukan latihan fisik dan program endurance untuk meningkatkan stamina dan kekuatan.  Persiapan matang dan latihan intensif menjadi kunci utama keberhasilan,” ungkap Anindya. 

Kerja keras Anindya berbuah manis, meraih 4 (empat) medali emas cabor renang: 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 50 meter gaya punggung.

“Alhamdulillah, saya berhasil meraih empat medali emas. Tentu sangat bahagia dan bangga. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan latihan intensif,” katanya.

Prestasi tersebut juga memotivasi Anindya terus berlatih untuk kompetisi tingkat provinsi mendatang, menyiapkan fisik dan mental dengan baik, tambahnya. Anindya lahir 23 Agustus 2008 di Banyumas, putri dari pasangan Dino F. Saputro dan Dwi Esti Ningsih.  Kecintaan Anindya pada cabor renang dimulai sejak kelas 6 SD.  Sebelumnya, ia telah bergabung dengan klub renang di Kalimantan Selatan dan Malang, serta dilatih oleh beberapa pelatih profesional.

Prestasi dua siswi tersebut mendapat apresiasi, seperti yang disampaikan Ida Uswatun Hasanah Pengawas dari Kementerian Agama Sleman.

“Luar biasa, selamat untuk ananda dan pembimbingnya, semangat terus memajukan madrasah,” tulisnya.  

“Selamat dan sukses untuk Ananda Shafa dan Anindya beserta para pelatih dan pendamping.  Semoga menginspirasi siswa-siswi lain,” papar Ahmad Arif Makruf kepala MAN 4 Sleman usai mendapat laporan. 

Para guru dan pegawai bangga, dan mengapresiasi.  “Golden tiket SNBP Olah Raga UNY, Mari kita semangati anak-anak kita,” tulis Umi Hidayati salah satu guru.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)