Pemerintah Kalurahan Sumbersari Gelar Bimtek Pembentukan PUSPAGA

Sleman- Maraknya bebagai permasalahan keluarga di tengah masyarakat saat ini menjadi fenomena gunung es yang sangat memprihatinkan. Banyak anak yang menjadi korban akibat orang tua kurang optimal dalam memberikan pengasuhan dan perlindungan bagi anaknya.

Melihat kondisi tersebut menggelitik Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman untuk menggelar Bimtek Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga ( PUSPAGA). Acara tersebut dibuka pada hari Senin, (3/6/2024) bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.

Dalam Pembukaan Bimtek Pembentukan PUSPAGA Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A P2 KB) Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi Bimtek pembentukan PUSPAGA di Kalurahan Sumbersari.

Lebih lanjut Sukadi menuturkan bahwa bimtek akan diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin, dan Selasa tanggal 3 dan 4 Juni 2024.

Ia juga menambahkan dan mengharap agar para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian Bimtek. “Kami berharap kepada semua peserta untuk mengikuti seluruh kegiatan, dan nantinya bisa diimplementasikan dalam keluarga masing-masing serta diinformasikan kepada masyarakat sekitar,” ungkap Sukadi.

Pemateri pertama disampaikan oleh Ari Prasetya dari PUSPAGA Kabupaten Sleman yang berada di bawah naungan Dinas P3A P2 KB Kabupaten Sleman. Ari memaparkan tentang Pengasuhan Anak dan Ketahanan Keluarga. Sedangkan untuk hari kedua Selasa 4Juni 2024 materi akan disampaikan oleh Mahda Katikasari.

Pada kesempatan tersebut sekaligus terbentuk Pengurus PUSPAGA Sumbersari, dengan susunan sebagai berikut : Ketua I Agus Iskandar (Kami tuwa Sumbersari), Ketua 2 Ridwanto, Sekretaris  Fredy dan Yoga, Bendahara Windari dan Novi Kuntansari Hadiningroem. Selain itu pengurus juga dilengkapi seksi Admin, Psikolog dan konselor. Selanjutnta  diberi nama Puspaga Kesatriya yang merupakan kependekan dari Keluarga Sejahtera Tertib Riyang dan Bahagia. (Giek- / KIM Moyudan)




Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Margorejo Terima Bantuan Usaha

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo melalui Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Sleman menyalurkan bantuan bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di wilayah setempat. Bantuan usaha diserahkan secara simbolis oleh Kamituwo Kalurahan Margorejo, Anwar Insani, mewakili Lurah Margorejo di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo pada Senin (3/6/2024).

Anwar mengatakan bantuan usaha ini merupakan bantuan sosial berupa uang untuk usaha ekonomi produktif bagi PRSE.

“Bantuan sosial ini diberikan kepada PRSE dengan kriteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 yaitu perempuan dewasa berusia 18 sampai 59 tahun, belum menikah atau cerai mati atah kawin yang ditelantarkan oleh suami, dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”  kata Anwar.

Lebih lanjut, ia menuturkan bantuan di tahun 2024 dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman tersebut diberikan kepada PRSE ada sebanyak 4 (empat) Kalurahan dan untuk Kalurahan Margorejo adalah urutan ketiga yaitu setelah Kalurahan Donoharjo dan Sardonoharjo, Ngaglik.

“Bantuan yang diberikan sebesar Rp 40 juta per kelompok usaha dengan jumlah 20 orang setiap kelompoknya,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Anwar juga  menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan merupakan salah satu upaya Pemerintah Kalurahan Margorejo, Dinas Sosial, dan Pemkab Sleman dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan, dalam hal ini masyarakat kategori PRSE. 

“Karena perempuan memiliki kontribusi dalam ketahanan ekonomi keluarga. Maka dari itu, dengan bantuan yang diberikan kepada PRSE ini menjadi motivasi bagi para perempuan untuk semakin produktif dan mandiri,” kata Anwar.

“Tentunya banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi kepala rumah tangga dikarenakan kondisi tertentu, entah perceraian atau lainnya. Apalagi kalau sudah punya anak, tentu memiliki tanggung jawab mendidik dan membimbing anaknya. Maka itu pemerintah Kalurahan, Dinas Sosial dan Pemkab Sleman terus berupaya hadir dan memberikan kesempatan khususnya untuk PRSE agar dapat semakin produktif dan mandiri secara ekonomi,” imbuhnya. (sbd_kimtempel)




Peringatan Hari Lahir Pancasila di MAN 4 Sleman: Rawat dan Terapkan Nilai-Nilai Pancasila

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara tersebut dipimpin oleh Edy Suparyanto, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, yang menyampaikan pidato resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (01/06/2024) di halaman MAN 4 Sleman.

Dalam pidatonya, Edy mengungkapkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2024 mengusung tema Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini, menurutnya, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

“Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat,” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini diharapkan Edy dapat menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk semakin memperkokoh rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. 

“Dengan semangat Pancasila, MAN 4 Sleman bertekad untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Lurah Tridadi Sabet 2 Penghargaan Pada Paralegal Justice Award 2024

Sleman – Sri Hartati, Lurah Tridadi Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman berhasil memboyong piala Penghargaan Paralegal Justice Award (PJA) 2024. PJA Sendiri diselenggarakan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional bersama Mahkanah Agung, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Desa PDTT dan Pembinaan Ideologi Pancasila pada tanggal 28 Mei s.d. 1 Juni 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Proses kegiatan ini dimulai dengan pendaftaran peserta dan diseleksi secara bertingkat dari daerah, provinsi atau wilayah dan yang lolos sebanyak 6 Lurah berangkat ke Depok Jawa Barat.

“Selama di Jawa Barat dikarantina di Asrama Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia yang berlokasi di Depok Jawa Barat, untuk menerima materi2 pembinaan ttg hukum perdata, pidana dan cara2 mediasi dari para hakim Mahkamah Agung dan narasumber dari kementrian Hukum dan HAM,” ujar Sri Hartati.

Dirinya mengatakan, wakil dari Kabupaten Sleman didukung penuh dari Pemda melalui Bagian Hukum dan Dinas PMK, baik pembinaannya maupun logistik para peserta sejak dari Kantor Pemda sampai kembali ke Kantor Pemda lagi.

“Sedangkan Pemerintah Desa Tridadi dikoordinir oleh Carik Desa, Sdr Johan Enri Kurniawan, membuat tim kalurahan,” jelas Sri Hartati lagi.

Kabupaten Sleman sendiri mengirimkan 6 lurah dalam PJA tahun 2024 ini. Keenamnya adalah Lurah Tridadi Sleman, Lurah Trimulyo Sleman, Lurah Sidoluhur Godean, Lurah Sambirejo Prambanan, Lurah Selomartani Kalasan, dan Lurah Umbulharjo Cangkringan

Sri Hartati sebagai Lurah Tridadi Sleman berhasil meraih 2 penghargaan yaitu Non Litigation Peacemaker (NL.P) yang merupakan penghargaan dalam penyelesaian permasalahan2 warga dan selanjutnya disebut Hakim Perdamaian Desa. Selain Sri Hartati, kelima Lurah dari Sleman lainnya juga berhasil meraih penghargaan ini.

Sementara itu, Sri Hartati juga berhasil meraih penghargaan Anubawa Sasana Jagaditta (ASJ), penghargaan Desa/kalurahan terbaik dalam pemberdayaan masyarakat dan  peningkatan perekonomian kalurahan. (Sri Hartati/KIM Sleman)




Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Gelar Belajar Matematika Gratis Bagi Anak-Anak Padukuhan Kayen

Sebanyak 6 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan belajar matematika gratis bagi anak-anak Padukuhan Kayen yang bertempat di Joglo Suratno, Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (2/6/2024)

Keenam mahasiswa yang terdiri dari Fina Rizqiyatun Ni’mah, Zupia Anisa, Dzaikra Nabila Ramadhani, Naufal Mundzir Titan, Nurul Nurhayati, dan Fasya Nur Fauziyah tersebut Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Semester 2, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Matematika.

Fasya Nur Fauziyah, salah satu mahasiswi mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kewarganegaraan sekaligus membantu anak-anak untuk mempersiapkan Penilaian Akhir Semester (PAS)

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman anak-anak dalam matematika dan lebih percaya diri saat menghadapi PAS,” ucapnya

Kegiatan belajar bersama dibuka dengan permainan anak sambil menunggu teman-teman lain yang belum hadir. Permainan tersebut bertujuan untuk melakukan pendekatan agar akrab dengan anak-anak saat dimulai pembelajaran matematika

Kegiatan dimulai pukul WIB dengan Naufal sebagai pemandu jalannya kegiatan. Setelah sesi perkenalan, anak-anak dibagi ke dalam kelompok berdasarkan kelas mereka. Kelas 1 dibimbing oleh Nabila, kelas 2 oleh Nurul, kelas 3 oleh Fasya, kelas 4 oleh Naufal, serta kelas 5 oleh Fina dan Zupia.

Salah satu orang tua peserta, Arif Budiman menyatakan rasa terima kasihnya.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur ada mahasiswa yang mengadakan kegiatan belajar bersama, kami berharap semoga kedepannya dapat mengajar anak-anak SMP dan SMA di sekitar sini karena kami sudah kebingungan untuk memahami materi anak SMP dan SMA,” ucapnya.

Kegiatan ini melibatkan anak-anak Kayen kelas 1-5 dari berbagai SD yang ada di sekitar. Peserta mendapatkan fasilitas lengkap seperti snack, kertas untuk menulis, serta alat tulis dan doorprize gantungan kunci bagi yang beruntung, semua fasilitas disediakan oleh para mahasiswa secara gratis dengan biaya patungan dari para mahasiswa

Dzaikra Nabila Ramadhani salah satu mahasiswa yang juga warga Kayen, sebelumnya bersama teman-teman mengajukan izin kepada Ketua RW 45 Kayen untuk mengadakan kegiatan sekaligus menggunakan Pendopo Suratno yang selama ini digunakan oleh masyarakat umum untuk berbagai kegiatan masyarakat

” Awalnya teman teman mahasiswa memperkirakan anak-anak yang datang hanya berkisar dua puluhan saja, namun ternyata yang datang lebih dari dua puluh anak bahkan tiga puluhan anak dengan antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini” jelasnya

Ditambahkan Dzaikra, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta program studi Pendidikan Matematika angkatan 2023 berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

“Kegiatan belajar matematika ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk selalu belajar agar studinya menjadi lancar dan belajar dengan menyenangkan,” tutup Dzaikra. (Wasana/KIM Depok)